Terakhir diperbarui: 29 November 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 29 November). Uji Reliabilitas Composite Reliability. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/uji-reliabilitas-composite-reliability  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Uji Reliabilitas Composite Reliability - SumberAjar.com

Uji Reliabilitas Composite Reliability

Pendahuluan

Reliabilitas instrumen adalah aspek krusial dalam penelitian kuantitatif, tanpa instrumen yang reliabel, hasil penelitian bisa saja bias atau tidak konsisten. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Dalam konteks pengukuran konstruk laten (misalnya sikap, persepsi, kepuasan, kompetensi, dsb.), metode tradisional seperti Cronbach's Alpha banyak digunakan untuk menguji konsistensi internal. [Lihat sumber Disini - e-journal.unair.ac.id] Namun dalam pendekatan modern,terutama ketika menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) atau varian seperti Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM),koefisien alternatif yang lebih tepat yaitu Composite Reliability (CR). CR dianggap mampu menangkap reliabilitas konstruk laten dengan lebih akurat. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Artikel ini akan membahas pengertian Composite Reliability, bagaimana penggunaannya dalam penelitian, perbandingan dengan Cronbach’s Alpha, serta interpretasi hasilnya.


Definisi Composite Reliability

Definisi Composite Reliability Secara Umum

Composite Reliability (CR) adalah ukuran reliabilitas internal yang digunakan untuk konstruk laten dalam konteks model pengukuran reflektif (reflective measurement model). CR mencerminkan seberapa konsisten suatu konstruk diukur oleh sejumlah indikator (item), dengan mempertimbangkan bobot (loading) tiap indikator,tidak dengan asumsi bobot sama seperti pada Cronbach’s Alpha. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Dengan kata lain: CR menunjukkan sejauh mana skor komposit (gabungan item) merefleksikan konstruk laten yang ingin diukur, memperhitungkan varian kesalahan dan bobot indikator. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Definisi Composite Reliability dalam KBBI

Istilah “Composite Reliability” tidak secara khusus tercantum dalam KBBI (kamus bahasa Indonesia) sebagai satu entri umum, karena ini adalah istilah teknis di bidang metodologi penelitian/psikometri/statistika. Oleh karena itu, tidak ada definisi resmi “Composite Reliability” dalam KBBI dalam arti “kemampuan gabungan reliabilitas indikator”.

Sebagai konsekuensinya, ketika menggunakan istilah ini dalam artikel berbahasa Indonesia, biasanya tetap dipertahankan dalam bahasa Inggris dan dijelaskan maknanya dalam konteks penelitian (seperti “reliabilitas komposit”).

Definisi Composite Reliability Menurut Para Ahli

Berikut definisi dan komentar dari beberapa ahli/penelitian terkait Composite Reliability:

  • DR Bacon (1995) dalam artikelnya “Composite Reliability in Structural Equations Modeling” menyebutkan bahwa CR dapat digunakan sebagai alat penilaian reliabilitas konstruk pada model SEM. Namun Bacon juga mengingatkan bahwa CR tidak boleh digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk seleksi item. [Lihat sumber Disini - journals.sagepub.com]
  • T Raykov (2004) mengembangkan konsep CR (kadang disebut juga congeneric reliability atau coefficient omega) dalam kerangka latent variable modeling, menganggap bahwa pendekatan ini lebih fleksibel daripada pendekatan klasik (misalnya asumsi bobot sama seperti di Cronbach’s Alpha). [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
  • Widhiarso (2014) menunjukkan bahwa CR adalah estimasi reliabilitas konstruk yang lazim dipakai dalam penelitian multifaset dengan item-item reflektif, serta sering dikombinasikan dengan uji validitas konvergen seperti Average Variance Extracted (AVE). [Lihat sumber Disini - journal2.um.ac.id]
  • J Schuberth (2025) dan koleganya dalam publikasi terkini menekankan bahwa meskipun CR populer di kalangan pengguna PLS-SEM atau composite-based SEM, ada kontroversi terkait kecenderungan CR memberikan nilai reliabilitas yang terlalu optimis (berinflasi), terutama jika model tidak ditetapkan dengan tepat. [Lihat sumber Disini - scriptwarp.com]
  • Y Sitio (2025) dalam jurnal lokal di Indonesia juga menggunakan Composite Reliability sebagai tolok ukur reliabilitas konstruk, sebagaimana banyak penelitian kuantitatif lain sejak awal 2020-an. [Lihat sumber Disini - journal.universitassuryadarma.ac.id]

Penggunaan Composite Reliability dalam Penelitian

Dalam praktik penelitian sosial, manajemen, pendidikan atau psikologi, Composite Reliability umum digunakan terutama ketika analisis data memakai SEM atau PLS-SEM:

Secara umum, langkah pengujian dengan CR biasanya mencakup:

  1. Melakukan analisis model pengukuran (measurement model), confirmatory factor analysis (CFA) atau PLS outer model. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]
  2. Menghitung nilai CR untuk tiap konstruk laten (per variabel).
  3. Membandingkan CR dengan threshold: umumnya CR ≥ 0.70 dianggap dapat diterima; beberapa literatur menyebut ≥ 0.60 sebagai batas minimal jika kondisi sulit. [Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id]
  4. Sebaiknya juga mengevaluasi validitas konvergen melalui AVE, dan validitas diskriminan (jika ada lebih dari satu konstruk) sebagai pelengkap reliabilitas. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]

Pada banyak jurnal Indonesia dari 2021–2025, praktik ini sudah lazim diterapkan, membuktikan bahwa CR kini menjadi bagian standar dalam uji reliabilitas konstruk. [Lihat sumber Disini - journal.universitassuryadarma.ac.id]


Perbandingan Composite Reliability dengan Cronbach’s Alpha

Meski keduanya digunakan untuk menilai reliabilitas internal, CR dan Cronbach’s Alpha berbeda secara filosofis dan teknis:

  • Cronbach’s Alpha mengasumsikan bahwa semua indikator (item) memiliki bobot (loading) sama, artinya tiap item dianggap memberikan kontribusi yang identik terhadap konstruk. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
  • Composite Reliability menghitung bobot aktual tiap indikator berdasarkan loading empiris, sehingga lebih fleksibel dan cenderung memberikan estimasi reliabilitas yang lebih realistis ketika indikator bervariasi dalam kontribusi. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Karena perbedaan ini, banyak ahli merekomendasikan CR (atau omega) sebagai alternatif atau pelengkap Cronbach’s Alpha, terlebih untuk konstruk laten dalam model reflektif. [Lihat sumber Disini - journals.sagepub.com]

Namun perlu diperhatikan: CR tidak boleh menjadi satu-satunya dasar pemilihan atau penghapusan item (item selection). Sebagaimana diingatkan Bacon (1995), CR cocok sebagai alat penilaian reliabilitas konstruk secara keseluruhan, tapi bukan untuk menentukan item individually apakah valid atau tidak. [Lihat sumber Disini - journals.sagepub.com]


Interpretasi Nilai Composite Reliability dan Batas Minimum

Dalam literatur dan praktik empiris, batas minimal yang sering digunakan untuk CR adalah:

Jika konstruk memiliki CR di bawah batas tersebut, maka konsistensi internal dianggap kurang memadai, artinya, indikator-indikator pada konstruk mungkin tidak homogen atau tidak secara konsisten mengukur konstruk yang sama.

Karena itu, ketika laporan penelitian menunjukkan nilai CR tiap konstruk di atas 0.70 (serta Cronbach’s Alpha yang mendukung), peneliti dapat menyimpulkan bahwa instrumen “reliable” untuk konstruk tersebut. Banyak penelitian PLS-SEM di Indonesia menggunakan kriteria ini. [Lihat sumber Disini - e-journal.metrouniv.ac.id]


Kelebihan dan Keterbatasan Composite Reliability

Kelebihan

Keterbatasan / Kritik

  • Estimasi CR bisa cenderung “berinflasi” terutama jika model tidak dispesifikasi dengan benar, misalnya ketika indikator memiliki cross-loadings atau konstruk kompleks, sehingga konsistensinya terkesan lebih tinggi dari kenyataan. [Lihat sumber Disini - scriptwarp.com]
  • CR tidak boleh dijadikan alat tunggal untuk seleksi item, item-by-item evaluasi tetap diperlukan (misalnya melihat loading tiap indikator, validitas konvergen dan diskriminan, item total correlation, dsb.). [Lihat sumber Disini - journals.sagepub.com]
  • Untuk konstruk multidimensional atau data dengan hierarki (nested/multilevel), estimasi CR bisa lebih kompleks dan membutuhkan pendekatan khusus, tidak selalu cukup dengan CR “standar”. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Relevansi Composite Reliability dalam Penelitian Kuantitatif di Indonesia

Di Indonesia, terutama sejak 2021–2025, banyak penelitian kuantitatif,khususnya di bidang manajemen, pendidikan, psikologi, dan sosial,mulai menggunakan CR sebagai bagian dari uji reliabilitas konstruk. Contoh:

Hal ini menunjukkan bahwa CR telah menjadi “best practice” dalam penelitian dengan konstruk laten dan model pengukuran reflektif di konteks akademik dan ilmiah di Indonesia.


Kesimpulan

Composite Reliability (CR) adalah metode reliabilitas internal yang lebih modern dan fleksibel dibandingkan Cronbach’s Alpha, karena mempertimbangkan bobot indikator berdasarkan loading empiris. CR sangat relevan ketika menggunakan model SEM/PLS-SEM untuk konstruk laten.

Kriteria umum menyatakan bahwa konstruk dianggap reliabel jika CR ≥ 0.70 (dengan syarat ideal), meskipun dalam kondisi tertentu nilai ≥ 0.60 bisa diterima.

Meski CR memiliki banyak kelebihan, terutama dalam akurasi estimasi reliabilitas konstruk laten, peneliti harus tetap berhati-hati: evaluasi indikator per item (loading, validitas konvergen & diskriminan) tetap diperlukan, dan CR tidak boleh menjadi satu-satunya dasar seleksi item.

Dalam praktik penelitian kuantitatif di Indonesia (2021–2025), penggunaan CR telah menjadi standar untuk menjamin bahwa instrumen yang digunakan memiliki konsistensi internal yang memadai, sehingga hasil pengukuran dapat dipercaya.

Dengan demikian, uji reliabilitas melalui Composite Reliability menjadi bagian penting dari metodologi penelitian modern, khususnya bila menggunakan konstruk laten dan model pengukuran reflektif dalam SEM atau PLS-SEM.

 

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Composite Reliability adalah ukuran reliabilitas internal yang digunakan untuk menilai konsistensi indikator dalam mengukur konstruk laten, terutama dalam metode SEM dan PLS-SEM. CR mempertimbangkan bobot indikator (loading), sehingga memberikan estimasi reliabilitas yang lebih akurat dibandingkan metode tradisional.

Umumnya nilai Composite Reliability dinyatakan reliabel apabila berada pada angka 0,70 atau lebih. Namun pada kondisi tertentu, nilai 0,60 masih dapat diterima, terutama jika indikator dalam model relatif sedikit.

Perbedaan utama terletak pada asumsi bobot indikator. Cronbach’s Alpha mengasumsikan semua indikator memiliki bobot yang sama, sedangkan Composite Reliability menghitung reliabilitas berdasarkan loading empiris setiap indikator, sehingga lebih fleksibel dan akurat dalam model konstruk laten.

Composite Reliability lebih sesuai untuk model pengukuran reflektif pada SEM dan PLS-SEM karena mempertimbangkan variasi kontribusi indikator terhadap konstruk laten. Metode ini membantu peneliti menilai apakah konstruk diukur secara konsisten oleh indikator-indikatornya.

Jika nilai Composite Reliability rendah, peneliti dapat memeriksa kembali loading indikator, mengevaluasi validitas konvergen dan diskriminan, serta meninjau ulang relevansi tiap indikator. Penghapusan indikator yang lemah atau perbaikan instrumen dapat meningkatkan reliabilitas.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Reliabilitas Instrumen: Pengujian dan Interpretasi Reliabilitas Instrumen: Pengujian dan Interpretasi Reliabilitas: Definisi, Jenis, dan Cara Mengukurnya beserta sumber [pdf] Reliabilitas: Definisi, Jenis, dan Cara Mengukurnya beserta sumber [pdf] Uji Reliabilitas: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Uji Reliabilitas: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Reliability Internal: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Reliability Internal: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Pengujian Reliabilitas Tes dengan KR-20 dan KR-21 Pengujian Reliabilitas Tes dengan KR-20 dan KR-21 Uji Reliabilitas Antar Penilai (Inter-Rater Reliability) Uji Reliabilitas Antar Penilai (Inter-Rater Reliability) Reliabilitas Cronbach’s Alpha: Pengertian dan Contoh Reliabilitas Cronbach’s Alpha: Pengertian dan Contoh Validasi Instrumen Survei Online Validasi Instrumen Survei Online Validitas dan Reliabilitas dalam Eksperimen Validitas dan Reliabilitas dalam Eksperimen Analisis Interkoder dalam Penelitian Kualitatif Analisis Interkoder dalam Penelitian Kualitatif Validitas Instrumen Kesehatan: Konsep, Uji Pengukuran, dan Reliabilitas Data Validitas Instrumen Kesehatan: Konsep, Uji Pengukuran, dan Reliabilitas Data Validasi Instrumen Penelitian: Langkah dan Contoh Validasi Instrumen Penelitian: Langkah dan Contoh Instrumen Kuesioner: Prinsip dan Teknik Penyusunan Instrumen Kuesioner: Prinsip dan Teknik Penyusunan Prinsip Validasi Kebenaran dalam Penelitian Prinsip Validasi Kebenaran dalam Penelitian Sistem Mobile Survey & Kuesioner Sistem Mobile Survey & Kuesioner Tingkat Kepuasan Pasien di Klinik Bersalin Tingkat Kepuasan Pasien di Klinik Bersalin Kualitas Pelayanan Puskesmas Kualitas Pelayanan Puskesmas Operasionalisasi Konsep: Definisi, Langkah, dan Contohnya Operasionalisasi Konsep: Definisi, Langkah, dan Contohnya Operasionalisasi Variabel: Definisi, Langkah, dan Contoh Operasionalisasi Variabel: Definisi, Langkah, dan Contoh Komponen Penting dalam Sebuah Eksperimen Komponen Penting dalam Sebuah Eksperimen
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…