Terakhir diperbarui: 25 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 25 January). Analisis Biaya-Volume-Laba: konsep dan perencanaan. SumberAjar. Retrieved 25 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/analisis-biayavolumelaba-konsep-dan-perencanaan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Analisis Biaya-Volume-Laba: konsep dan perencanaan - SumberAjar.com

Analisis Biaya-Volume-Laba: Konsep dan Perencanaan

Pendahuluan

Analisis Biaya-Volume-Laba (Cost-Volume-Profit Analysis atau CVP) merupakan salah satu alat penting dalam akuntansi manajerial yang menjadi fondasi dalam pengambilan keputusan bisnis jangka pendek. Dalam dunia bisnis yang kompetitif dan dinamis, manajemen perlu memahami bagaimana hubungan antara biaya, volume penjualan, dan laba agar dapat merencanakan strategi yang efektif untuk mencapai tujuan perusahaan. Analisis ini tidak hanya membantu menjawab pertanyaan “berapa banyak produk yang harus dijual supaya tidak rugi?”, tetapi juga memberikan wawasan tentang bagaimana perubahan biaya dan volume dapat mempengaruhi laba perusahaan. Analisis Biaya-Volume-Laba sangat relevan terutama ketika perusahaan ingin menetapkan target penjualan, mengevaluasi harga jual produk, atau menentukan strategi pemasaran untuk memaksimalkan profit. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])


Definisi Analisis Biaya-Volume-Laba

Definisi Analisis Biaya-Volume-Laba Secara Umum

Analisis Biaya-Volume-Laba adalah teknik dalam akuntansi biaya yang digunakan untuk mengevaluasi hubungan antara biaya, volume penjualan, dan laba dalam suatu periode tertentu. Analisis ini memberikan gambaran bagaimana perubahan dalam biaya tetap, biaya variabel, dan volume penjualan dapat mempengaruhi laba operasional perusahaan, sehingga menjadi alat bantu penting bagi manajer dalam perencanaan dan pengambilan keputusan bisnis. Melalui analisis ini, manajemen dapat mengetahui berapa unit produk yang harus dijual untuk mencapai target keuntungan sesuai dengan kondisi biaya dan harga yang berlaku. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])

Definisi Analisis Biaya-Volume-Laba dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah biaya adalah pengorbanan sumber daya yang diukur dengan satuan uang untuk mencapai tujuan tertentu; volume adalah jumlah barang yang diproduksi atau dijual; dan laba adalah selisih positif antara pendapatan dan biaya. Maka, Analisis Biaya-Volume-Laba dapat diartikan sebagai suatu metode untuk mengkaji hubungan matematis antara biaya, volume kegiatan/produksi, dan hasil laba suatu perusahaan dalam upaya merencanakan laba dan pengambilan keputusan berbasis biaya. (Definisi istilah biaya, volume, laba diambil dari KBBI online).

Link KBBI: [Lihat sumber Disini - kbbi.kemdikbud.go.id]

Definisi Analisis Biaya-Volume-Laba Menurut Para Ahli

  1. Hansen & Mowen menyatakan bahwa Analisis Biaya-Volume-Laba adalah alat yang sangat berguna untuk perencanaan dan pengambilan keputusan, karena menekankan keterkaitan antara biaya, kuantitas yang terjual, dan harga sehingga informasi keuangan perusahaan dapat dimanfaatkan secara efektif. ([Lihat sumber Disini - id.scribd.com])

  2. Simamora (2012) menyebutkan bahwa Analisis Biaya-Volume-Laba merupakan metode estimasi perubahan variabel biaya variabel per unit, harga jual per unit, jumlah biaya tetap, dan volume penjualan yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan laba dan pengambilan keputusan. ([Lihat sumber Disini - journal.unrika.ac.id])

  3. Kartika & Sunarka (2019) menjelaskan bahwa CVP adalah metode yang digunakan untuk menganalisis bagaimana berbagai keputusan operasi dan pemasaran akan mempengaruhi laba perusahaan dalam konteks volume dan biaya. ([Lihat sumber Disini - ejournal.akakom.ac.id])

  4. Al Fatah (2023) menyatakan bahwa dalam Analisis Biaya-Volume-Laba, manajemen dapat menggunakan teknik ini untuk menghitung dampak perubahan harga jual, volume penjualan, dan struktur biaya terhadap laba, serta untuk menentukan titik impas dan margin keamanan. ([Lihat sumber Disini - online-journal.unja.ac.id])


Asumsi Dasar Analisis Biaya-Volume-Laba

Analisis Biaya-Volume-Laba didasarkan pada beberapa asumsi kunci yang perlu dipahami agar aplikasinya dalam perencanaan laba dan pengambilan keputusan menjadi lebih realistis dan tepat guna.

  1. Harga jual konstan, artinya harga per unit produk tetap selama periode analisis dan tidak berubah seiring dengan perubahan volume penjualan. ([Lihat sumber Disini - id.scribd.com])

  2. Biaya tetap tidak berubah, sehingga biaya tetap total akan tetap sama dalam rentang relevan aktivitas. ([Lihat sumber Disini - id.scribd.com])

  3. Biaya variabel berubah secara linear sesuai dengan perubahan volume produksi atau penjualan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  4. Semua unit yang diproduksi terjual sehingga tidak ada persediaan akhir yang mempengaruhi penghitungan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  5. Sales mix konstant dalam perusahaan yang memiliki lebih dari satu produk, yaitu komposisi produk yang terjual tetap sama. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Asumsi-asumsi ini memberikan dasar yang sederhana namun kuat untuk membentuk model analitik yang berguna bagi manajemen dalam merencanakan dan mengendalikan kegiatan operasional. Namun demikian, perlu diingat bahwa dalam praktik nyata, tidak semua asumsi ini selalu terpenuhi sehingga perlu evaluasi tambahan terutama dalam kondisi bisnis yang volatile atau tidak linear. ([Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id])


Hubungan Biaya, Volume, dan Laba

Hubungan antara biaya, volume, dan laba adalah inti dari Analisis Biaya-Volume-Laba. Dalam kerangka ini, tiga komponen utama yang saling terkait adalah:

  1. Biaya Tetap (Fixed Costs): biaya yang tidak berubah dalam jangka pendek meskipun volume produksi atau penjualan berubah, seperti biaya sewa, gaji tetap, dan asuransi. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])

  2. Biaya Variabel (Variable Costs): biaya yang berubah secara proporsional dengan volume penjualan atau produksi, seperti bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])

  3. Laba (Profit): selisih antara pendapatan total dan biaya total yang mencerminkan kinerja perusahaan selama periode tertentu. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])

Analisis CVP menunjukkan bahwa jika biaya variabel atau harga jual berubah, volume penjualan yang diperlukan untuk mencapai target laba tertentu juga akan berubah. Hubungan ini memungkinkan manajemen merencanakan skenario terbaik dalam kondisi biaya tetap atau biaya variabel yang berubah. ([Lihat sumber Disini - akuntansi.uma.ac.id])


Penerapan Analisis Biaya-Volume-Laba dalam Perencanaan

Analisis ini diterapkan dalam berbagai aspek perencanaan dan pengambilan keputusan, antara lain:

1. Perencanaan Laba dan Break-Even Point (BEP)
Analisis CVP digunakan untuk menentukan titik impas (break-even point) di mana total pendapatan sama dengan total biaya sehingga perusahaan tidak mengalami laba atau rugi. Informasi ini penting untuk menentukan jumlah minimum penjualan yang harus dicapai. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])

2. Penetapan Harga Produk
Dengan memahami hubungan antara biaya dan volume penjualan, perusahaan dapat menetapkan harga jual optimal agar dapat menutupi biaya total dan mencapai laba yang diinginkan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])

3. Evaluasi Struktur Biaya
Analisis CVP memungkinkan perusahaan mengidentifikasi elemen biaya yang dapat dikendalikan dan bagaimana biaya tetap serta variabel berkontribusi terhadap profitabilitas. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])

4. Analisis Sensitivitas
Dengan memakai analisis sensitivitas berdasarkan CVP, manajemen dapat memproyeksikan dampak perubahan biaya, harga, atau volume terhadap laba sehingga dapat mengambil keputusan manajemen risiko yang tepat. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])


Analisis Sensitivitas dalam Biaya-Volume-Laba

Analisis sensitivitas adalah proses mengevaluasi bagaimana perubahan dalam satu atau beberapa asumsi dasar model CVP (misalnya harga jual, biaya variabel, atau volume penjualan) dapat mempengaruhi hasil akhir laba. Analisis ini membantu perusahaan menilai berbagai skenario risiko seperti perubahan biaya bahan baku atau fluktuasi permintaan pasar, sehingga manajemen dapat menyiapkan strategi mitigasi efek perubahan tersebut. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])


Keterbatasan Analisis Biaya-Volume-Laba

Walaupun Analisis Biaya-Volume-Laba merupakan alat yang sangat berguna, model ini memiliki keterbatasan yang perlu diperhatikan dalam penggunaannya:

  1. Asumsi linearitas yang sederhana tidak selalu mencerminkan kondisi nyata di mana biaya atau harga dapat berubah secara tidak linear. ([Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id])

  2. Tidak memasukkan faktor eksternal, seperti perubahan regulasi atau kondisi pasar yang tidak stabil. ([Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id])

  3. Pendekatan jangka pendek, karena model ini paling relevan untuk keputusan jangka pendek dan tidak mempertimbangkan perencanaan strategis jangka panjang secara komprehensif. ([Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id])


Kesimpulan

Analisis Biaya-Volume-Laba adalah teknik akuntansi manajerial yang sangat berguna untuk memahami hubungan antara biaya, volume produksi/penjualan, dan laba perusahaan. Dengan dasar asumsi tertentu, analisis ini membantu manajemen dalam merencanakan laba, menentukan titik impas, mengevaluasi struktur biaya, serta memperkirakan respon terhadap perubahan ekonomi bisnis. Alat ini juga efektif dalam analisis sensitivitas untuk menghadapi ketidakpastian pasar. Namun demikian, keterbatasan model ini, seperti asumsi linearitas dan fokus jangka pendek, harus dipertimbangkan ketika digunakan dalam keputusan manajerial yang lebih kompleks or jangka panjang.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Analisis Biaya-Volume-Laba adalah teknik dalam akuntansi manajerial yang digunakan untuk menganalisis hubungan antara biaya, volume penjualan, dan laba perusahaan dalam rangka perencanaan dan pengambilan keputusan.

Tujuan Analisis Biaya-Volume-Laba adalah membantu manajemen dalam merencanakan laba, menentukan titik impas, mengevaluasi struktur biaya, serta menilai dampak perubahan volume dan biaya terhadap laba.

Asumsi dasar Analisis Biaya-Volume-Laba meliputi harga jual konstan, biaya tetap tidak berubah dalam rentang relevan, biaya variabel bersifat linear, seluruh produk terjual, dan komposisi penjualan tetap.

Analisis Biaya-Volume-Laba penting karena membantu manajemen memprediksi laba, menetapkan target penjualan, mengendalikan biaya, dan mengevaluasi risiko perubahan biaya atau volume penjualan.

Keterbatasan Analisis Biaya-Volume-Laba antara lain asumsi linearitas biaya dan pendapatan, tidak mempertimbangkan faktor eksternal, serta lebih relevan untuk keputusan jangka pendek.

โฌ‡
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Margin Laba: Konsep dan Analisis Profitabilitas Margin Laba: Konsep dan Analisis Profitabilitas Laporan Laba Rugi: Konsep, Unsur Pendapatan, dan Beban Laporan Laba Rugi: Konsep, Unsur Pendapatan, dan Beban Laba Ditahan: Konsep, Fungsi, dan Distribusi Laba Ditahan: Konsep, Fungsi, dan Distribusi Break Even Point (BEP): Konsep, Analisis Biaya, dan Perencanaan Laba Break Even Point (BEP): Konsep, Analisis Biaya, dan Perencanaan Laba Rasio Profitabilitas: Konsep dan Kinerja Laba Rasio Profitabilitas: Konsep dan Kinerja Laba Break Even Point: Konsep, Biaya, dan Volume Penjualan Break Even Point: Konsep, Biaya, dan Volume Penjualan Harga Pokok Penjualan: Konsep dan Perhitungan Harga Pokok Penjualan: Konsep dan Perhitungan Beban Operasional: Konsep dan Pengaruh Laba Beban Operasional: Konsep dan Pengaruh Laba Metode LIFO: Konsep dan Perbandingan Akuntansi Metode LIFO: Konsep dan Perbandingan Akuntansi Rasio Profitabilitas: Konsep, Jenis Rasio, dan Analisis Kinerja Rasio Profitabilitas: Konsep, Jenis Rasio, dan Analisis Kinerja Beban: Konsep, Klasifikasi, dan Pencocokan Biaya Beban: Konsep, Klasifikasi, dan Pencocokan Biaya Kebijakan Dividen: Konsep dan Implikasi Investor Kebijakan Dividen: Konsep dan Implikasi Investor Return on Equity (ROE): Konsep, Profitabilitas, dan Kinerja Pemegang Saham Return on Equity (ROE): Konsep, Profitabilitas, dan Kinerja Pemegang Saham Metode FIFO: Konsep dan Implikasi Laba Metode FIFO: Konsep dan Implikasi Laba Earnings Management: Konsep, Bentuk Praktik, dan Implikasi Etis Earnings Management: Konsep, Bentuk Praktik, dan Implikasi Etis Jurnal Penutup: Konsep dan Penyusunan Akhir Periode Jurnal Penutup: Konsep dan Penyusunan Akhir Periode Biaya Produksi: Konsep dan Klasifikasi Biaya Biaya Produksi: Konsep dan Klasifikasi Biaya Akun Ekuitas: Konsep dan Kepemilikan Modal Akun Ekuitas: Konsep dan Kepemilikan Modal Dividen: Konsep, Jenis, dan Dampak Ekuitas Dividen: Konsep, Jenis, dan Dampak Ekuitas Laporan Perubahan Ekuitas: Konsep dan Pergerakan Modal Laporan Perubahan Ekuitas: Konsep dan Pergerakan Modal
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaruโ€ฆ