
Jurnal Penutup: Konsep dan Penyusunan Akhir Periode
Pendahuluan
Pada akhir setiap periode akuntansi, perusahaan harus melakukan serangkaian langkah penting agar laporan keuangan yang disusun mencerminkan kondisi keuangan yang benar dan siap untuk periode berikutnya. Salah satu langkah paling krusial adalah menyusun jurnal penutup, langkah akhir dari siklus akuntansi yang memastikan semua akun sementara ditutup, dipindahkan ke akun permanen, dan siap memulai periode baru dengan angka-angka yang bersih dan akurat. Dengan memahami jurnal penutup, pembaca akan mampu melihat bagaimana proses penutupan ini memengaruhi laporan keuangan dan bagaimana langkah ini menjamin kehandalan data akuntansi. ([Lihat sumber Disini - biz.libretexts.org])
Definisi Jurnal Penutup
Definisi Jurnal Penutup Secara Umum
Jurnal penutup adalah entri jurnal yang dibuat di akhir periode akuntansi untuk menutup akun sementara atau nominal seperti pendapatan, biaya, dan dividen, serta memindahkan saldonya ke akun permanen seperti laba ditahan atau modal. Akun-akun sementara ini harus di-reset menjadi nol sehingga tidak membaur dengan transaksi periode berikutnya. ([Lihat sumber Disini - biz.libretexts.org])
Definisi Jurnal Penutup dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, entri jurnal menunjuk pada catatan transaksi yang dilakukan secara kronologis dalam suatu buku jurnal yang menjadi dasar pencatatan ke buku besar. Meskipun KBBI tidak secara eksplisit mendefinisikan jurnal penutup, pengertian jurnal itu sendiri merupakan catatan pembukuan, di mana jurnal penutup adalah varian khusus yang dilakukan pada akhir siklus akuntansi. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Definisi Jurnal Penutup Menurut Para Ahli
-
Menurut Akuntidemy, jurnal penutup didefinisikan sebagai catatan akuntansi yang bertujuan menutup semua akun sementara dan mentransfer saldonya ke akun permanen agar siap untuk periode berikutnya. ([Lihat sumber Disini - accountdemy.com])
-
Menurut Accounting BINUS, jurnal penutup adalah catatan yang menutup akun sementara seperti revenue, expense, dan prive atau dividen sehingga saldo menjadi nol, memisahkan transaksi antar periode dan mengakumulasi laba/rugi ke akun ekuitas. ([Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id])
-
Menurut Paper.id (narasumber edukatif), jurnal penutup mentransfer saldo akun nominal ke akun permanen sehingga laporan keuangan periode berjalan menjadi akurat. ([Lihat sumber Disini - paper.id])
-
Menurut HighRadius, closing entries dibuat untuk memindahkan saldo sementara seperti pendapatan, biaya, dan dividen ke akun seperti retained earnings sehingga data mencerminkan posisi keuangan yang benar. ([Lihat sumber Disini - highradius.com])
Tujuan Penyusunan Jurnal Penutup
Penyusunan jurnal penutup memiliki beberapa tujuan penting dalam siklus akuntansi. Pertama, jurnal penutup memastikan bahwa akun-akun sementara yang hanya relevan untuk periode tertentu di-reset menjadi nol, sehingga periode baru tidak membawa saldo lama yang dapat mempengaruhi perbandingan antar periode. ([Lihat sumber Disini - biz.libretexts.org])
Kedua, proses ini mentransfer hasil operasi periode berjalan, yakni laba atau rugi bersih, ke akun ekuitas seperti laba ditahan atau modal, sehingga neraca akhir periode mencerminkan posisi modal yang benar. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])
Ketiga, pembuatan jurnal penutup membantu dalam penyusunan neraca saldo setelah penutupan, yang hanya berisi akun permanen dan siap dipakai sebagai basis buku besar periode berikutnya. ([Lihat sumber Disini - biz.libretexts.org])
Selain itu, penutupan akun sementara memudahkan perbandingan kinerja keuangan dari periode ke periode karena tidak tercampur saldo dari periode sebelumnya. ([Lihat sumber Disini - accountdemy.com])
Akun-Akun yang Ditutup pada Akhir Periode
Dalam proses jurnal penutup, beberapa jenis akun harus ditutup karena saldo-saldonya hanya relevan untuk periode tertentu dan tidak boleh dibawa ke periode berikutnya:
-
Akun Pendapatan, mencatat semua jenis pendapatan yang diperoleh perusahaan selama satu periode. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])
-
Akun Beban/Expense, akun yang mencatat biaya yang terjadi selama periode berjalan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])
-
Akun Dividen atau Prive, akun yang menunjukkan penarikan keuntungan oleh pemilik atau dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])
-
Akun Ikhtisar Laba/Rugi, akun sementara yang biasanya digunakan sebagai wadah untuk menghimpun seluruh saldo pendapatan dan beban sebelum dipindahkan ke akun laba ditahan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])
Akun permanen seperti aset, kewajiban, dan ekuitas (selain laba/rugi sementara) tidak ditutup, karena saldo-saldo ini dibawa ke periode berikutnya sebagai posisi awal neraca. ([Lihat sumber Disini - biz.libretexts.org])
Prosedur Penyusunan Jurnal Penutup
Proses penyusunan jurnal penutup umumnya mengikuti urutan tertentu setelah laporan keuangan disusun, yaitu:
-
Identifikasi Akun Nominal
Akun yang bersifat sementara diidentifikasi, yakni akun pendapatan, beban, dan dividen, yang akan ditutup di akhir periode. ([Lihat sumber Disini - paper.id]) -
Menutup Akun Pendapatan
Saldo akun pendapatan dipindahkan ke akun ikhtisar laba/rugi untuk mengosongkan saldo pendapatan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id]) -
Menutup Akun Beban
Saldo semua akun beban dipindahkan ke akun ikhtisar laba/rugi, sehingga saldo beban menjadi nol. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id]) -
Menutup Akun Ikhtisar Laba/Rugi
Saldo bersih yang menunjukkan laba atau rugi periode berjalan kemudian dipindahkan dari akun ikhtisar laba/rugi ke akun laba ditahan atau modal. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id]) -
Menutup Akun Dividen atau Prive
Saldo akun dividen atau prive dipindahkan ke akun modal pemilik, sehingga dividen atau prive periode berjalan di-reset. ([Lihat sumber Disini - paper.id])
Setelah semua langkah ini dilakukan, buku besar hanya akan mencatat akun permanen yang saldo akhirnya dibawa ke periode berikutnya. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])
Dampak Jurnal Penutup terhadap Ekuitas
Proses jurnal penutup berdampak langsung terhadap ekuitas perusahaan karena seluruh laba atau rugi periode berjalan diakumulasi ke akun seperti laba ditahan atau modal pemilik. Dengan menutup akun pendapatan dan beban, neraca akhir periode akan menunjukkan saldo laba yang realistis dan dibawa ke periode baru sebagai bagian dari ekuitas. ([Lihat sumber Disini - biz.libretexts.org])
Jika laba bersih periode berjalan positif, nilai ini akan menambah saldo laba ditahan atau modal. Sebaliknya, bila mengalami rugi, saldo laba ditahan berkurang, yang berpengaruh pada ekuitas. ([Lihat sumber Disini - biz.libretexts.org])
Jurnal penutup juga memastikan bahwa akun sementara tidak mencemari laporan laba rugi periode selanjutnya, sehingga perbandingan performa keuangan antar periode menjadi lebih objektif dan akurat secara ekuitas. ([Lihat sumber Disini - accountdemy.com])
Peran Jurnal Penutup dalam Siklus Akuntansi
Jurnal penutup merupakan tahapan akhir dari siklus akuntansi, yang sekaligus mempersiapkan pembukuan untuk memulai periode baru. Setelah semua transaksi dicatat, penyesuaian dibuat, dan laporan keuangan disusun, jurnal penutup memastikan:
-
Semua akun sementara di-reset untuk periode berikutnya. ([Lihat sumber Disini - biz.libretexts.org])
-
Akun permanen seperti aset, kewajiban, dan modal mencerminkan saldo yang akan dibawa ke periode berikutnya. ([Lihat sumber Disini - biz.libretexts.org])
-
Laporan keuangan periode berjalan siap diarsipkan karena semua pergerakan akun telah dipindahkan pada posisi yang benar. ([Lihat sumber Disini - accountdemy.com])
Dengan demikian, jurnal penutup bukan hanya soal “mengosongkan angka, ” tetapi juga soal memastikan kesinambungan dan keakuratan catatan akuntansi dari satu periode ke periode berikutnya dalam proses yang baku dan sistematis. ([Lihat sumber Disini - biz.libretexts.org])
Kesimpulan
Jurnal penutup adalah langkah penting dalam siklus akuntansi untuk menutup akun-akun sementara seperti pendapatan, biaya, dan dividen, serta memindahkan saldo-saldo tersebut ke akun permanen seperti laba ditahan atau modal. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa setiap periode akuntansi mengakhiri dengan akun-akun sementara yang bersih dan akun permanen yang mencerminkan hasil operasi yang sebenarnya. Prosedur jurnal penutup mencakup identifikasi akun nominal, penutupan akun pendapatan dan beban, penutupan akun ikhtisar laba/rugi, dan penutupan akun dividen atau prive. Dampaknya terlihat jelas pada ekuitas perusahaan karena laba atau rugi periode berjalan diakumulasikan dalam saldo akhir modal. Peran jurnal penutup dalam siklus akuntansi sangat vital sebagai titik transisi yang mempersiapkan pembukuan untuk periode berikutnya dengan data yang akurat dan bersih.