Terakhir diperbarui: 24 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 24 January). Harga Pokok Penjualan: Konsep dan Perhitungan. SumberAjar. Retrieved 25 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/harga-pokok-penjualan-konsep-dan-perhitungan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Harga Pokok Penjualan: Konsep dan Perhitungan - SumberAjar.com

Harga Pokok Penjualan: Konsep dan Perhitungan

Pendahuluan

Harga pokok penjualan (HPP) merupakan salah satu konsep fundamental dalam akuntansi dan manajemen keuangan yang berperan penting dalam menentukan profitabilitas, pengambilan keputusan harga jual, dan pengendalian biaya dalam suatu perusahaan. Dalam konteks bisnis, setiap produk atau layanan yang ditawarkan kepada pelanggan memiliki biaya tersendiri yang harus ditanggung perusahaan sebelum menghasilkan keuntungan. HPP mencerminkan seluruh biaya tersebut secara komprehensif, sehingga menjadi kunci untuk menilai kinerja operasional dan strategi pricing suatu entitas usaha. Pemahaman yang baik terhadap HPP bukan hanya relevan bagi akuntan, tetapi juga manajer operasional, pemodal, investor, hingga pihak regulator.


Definisi Harga Pokok Penjualan

Definisi Harga Pokok Penjualan Secara Umum

Harga pokok penjualan (HPP) secara umum merupakan jumlah total biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memproduksi atau memperoleh barang maupun jasa yang akan dijual kepada pelanggan dalam suatu periode akuntansi tertentu. Definisi ini mencakup biaya langsung dan tidak langsung yang berkaitan dengan proses produksi dan penyediaan barang atau jasa tersebut. Sebagai contoh, biaya bahan baku, upah tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik merupakan elemen biaya yang umum dimasukkan dalam perhitungan HPP. Penerapan konsep ini membantu perusahaan memperkirakan laba kotor secara realistis dan menjaga keseimbangan antara pengeluaran dan pendapatan yang dihasilkan dari penjualan produk atau jasa perusahaan. ([Lihat sumber Disini - account.co.id])

Definisi Harga Pokok Penjualan dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah “harga pokok” dapat diartikan sebagai biaya dasar yang diperlukan untuk menghasilkan suatu barang atau jasa sebelum ditambahkan unsur laba. Dalam konteks laporan keuangan, istilah “harga pokok penjualan” merujuk pada biaya yang secara langsung berkaitan dengan produksi dan pengadaan barang yang dijual dalam suatu periode tertentu. Dengan kata lain, HPP merupakan dasar akuntansi yang menghubungkan biaya produksi dengan hasil penjualan yang dicatat dalam laporan laba rugi. (Sumber definisi KBBI, diakses dari laman resmi KBBI online).

Definisi Harga Pokok Penjualan Menurut Para Ahli

  1. Dolok Saribu (2023) menyatakan bahwa Harga Pokok Penjualan adalah perhitungan biaya yang dikorbankan atau modal produk yang digunakan untuk menjual suatu produk. ([Lihat sumber Disini - jurnalamanah.com])

  2. Pramono et al. (2022) menjelaskan bahwa HPP merupakan total biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh serta menjual barang dagang pada periode akuntansi tertentu dan menjadi elemen penting dalam laporan laba rugi perusahaan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.umsu.ac.id])

  3. Natasya Fitriyani & Roy (2024) mendefinisikan HPP sebagai semua biaya yang muncul secara langsung terkait dengan produk tertentu yang dijual, termasuk persediaan awal, biaya produksi dan persediaan akhir dalam perhitungan operasional perusahaan. ([Lihat sumber Disini - ejournal.cakrawarti.id])

  4. Kasmir (2021) dalam banyak literatur akuntansi biaya menyebut HPP sebagai biaya yang harus dipertimbangkan untuk menentukan laba bersih perusahaan termasuk di dalamnya elemen biaya bahan baku, tenaga kerja, dan biaya overhead. (Definisi umum akuntansi lainnya terkait HPP, beberapa literatur 2021, 2025). ([Lihat sumber Disini - library.impm.ac.id])


Komponen Harga Pokok Penjualan

Harga pokok penjualan terdiri atas beberapa komponen biaya yang harus dikenal dan dihitung secara akurat. Komponen-komponen tersebut mencerminkan unsur biaya dalam proses produksi dan perolehan barang yang kemudian dijual kepada pelanggan.

  1. Persediaan Awal
    Persediaan awal merupakan nilai persediaan barang dagang pada awal periode akuntansi yang berfungsi sebagai dasar perhitungan HPP selama periode berjalan. Nilai ini mempengaruhi total biaya barang yang tersedia untuk dijual dan berperan penting dalam menghitung HPP akhir. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])

  2. Pembelian Bersih
    Pembelian bersih mencakup seluruh pembelian barang dagang dalam periode tertentu setelah dikurangi retur pembelian dan potongan harga. Komponen ini juga dapat meliputi biaya angkut pembelian yang berkaitan dengan pengadaan barang. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])

  3. Biaya Produksi Langsung
    Biaya yang secara langsung dikaitkan dengan produksi barang seperti bahan baku dan upah tenaga kerja langsung. Komponen ini memberikan kontribusi besar terhadap perhitungan HPP karena mencerminkan biaya utama pengolahan produk. ([Lihat sumber Disini - mekari.com])

  4. Biaya Overhead Pabrik
    Biaya overhead pabrik meliputi biaya tidak langsung yang berkaitan dengan proses produksi seperti biaya pemeliharaan mesin, listrik pabrik, dan biaya lain yang diperlukan untuk mendukung proses produksi. ([Lihat sumber Disini - mekari.com])

  5. Persediaan Akhir
    Persediaan akhir mencerminkan nilai barang yang masih tersedia pada akhir periode dan belum terjual. Nilai ini dikurangkan dari total barang yang tersedia untuk dijual untuk mendapatkan estimasi HPP. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])


Perhitungan Harga Pokok Penjualan

Perhitungan HPP dilakukan dengan langkah-langkah tertentu sesuai dengan praktik akuntansi yang berlaku. Secara umum, rumus dasar perhitungan HPP dalam konteks perusahaan dagang atau manufaktur dapat dirumuskan sebagai berikut:

Harga Pokok Penjualan (HPP) = Persediaan Awal + Pembelian Bersih, Persediaan Akhir. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])

Rumus tersebut mencerminkan biaya total barang yang tersedia untuk dijual dikurangi persediaan yang tidak terjual pada akhir periode. Dengan demikian, nilai HPP mencerminkan biaya barang yang berhasil dijual dalam periode tersebut.

Selain itu, perhitungan HPP dapat dilakukan secara lebih rinci dengan mempertimbangkan langkah-langkah berikut:

  1. Menentukan nilai persediaan awal dan akhir berdasarkan catatan persediaan fisik dan buku besar perusahaan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])

  2. Mengidentifikasi seluruh pembelian selama periode, termasuk potongan pembelian, retur dan biaya angkut pembelian untuk menghitung pembelian bersih. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])

  3. Mengakumulasikan biaya langsung seperti bahan baku dan upah tenaga kerja yang terkait dengan produksi barang. ([Lihat sumber Disini - mekari.com])

  4. Menjumlahkan biaya overhead produksi yang dapat dialokasikan ke produksi barang dalam periode terkait. ([Lihat sumber Disini - mekari.com])

Perhitungan HPP yang akurat membutuhkan sistem pencatatan persediaan yang baik dan praktik pelacakan biaya yang disiplin, karena HPP memiliki dampak langsung pada laba kotor dan laba bersih perusahaan.


Harga Pokok Penjualan dalam Laporan Laba Rugi

Harga pokok penjualan merupakan salah satu elemen utama dalam laporan laba rugi perusahaan. Dalam laporan tersebut, HPP biasanya dicatat setelah pendapatan atau penjualan bersih. Selisih antara pendapatan penjualan dan HPP menghasilkan laba kotor, yang merupakan indikator utama seberapa efisien perusahaan menghasilkan laba dari aktivitas produksi dan penjualan barang atau jasa. ([Lihat sumber Disini - mekari.com])

Laporan laba rugi secara umum disusun sebagai berikut:

  1. Pendapatan Penjualan

  2. , Harga Pokok Penjualan (HPP)

  3. = Laba Kotor

  4. , Biaya Operasional

  5. = Laba Bersih

HPP berperan sebagai pintu filter dasar sebelum perusahaan menghitung laba kotor dan kemudian laba bersih setelah dikurangi biaya-biaya lainnya. Ketepatan dalam perhitungan HPP adalah kunci untuk menyajikan laporan keuangan yang mencerminkan performa riil perusahaan. ([Lihat sumber Disini - mekari.com])


Pengaruh Harga Pokok Penjualan terhadap Laba

HPP memiliki pengaruh langsung terhadap laba perusahaan. Bila HPP meningkat tanpa kenaikan proporsional dalam harga jual, maka laba kotor dan laba bersih akan menurun. Sebaliknya, efisiensi dalam pengendalian biaya dan HPP yang optimal dapat meningkatkan laba karena margin keuntungan menjadi lebih besar. Berbagai penelitian empiris menunjukkan bahwa pengendalian HPP menjadi salah satu strategi penting dalam menjaga profitabilitas perusahaan, terutama dalam periode volatilitas biaya produksi dan persediaan. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Dalam penelitian yang dilakukan pada PT. Pesona Minuman Indonesia periode 2021, 2023, ditemukan bahwa HPP memiliki pengaruh yang signifikan terhadap laba bersih perusahaan, menegaskan bahwa pengelolaan HPP yang baik merupakan faktor penting dalam peningkatan profitabilitas. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Pengendalian Harga Pokok Penjualan

Pengendalian HPP perlu dilakukan oleh perusahaan karena biaya produksi seringkali mengalami fluktuasi yang dapat mempengaruhi harga jual dan margin keuntungan secara keseluruhan. Strategi pengendalian HPP mencakup:

  1. Pengelolaan Persediaan yang Efisien, Penerapan metode pengendalian persediaan seperti FIFO (First In First Out) yang dapat mempengaruhi nilai persediaan akhir serta HPP.

  2. Optimasi Proses Produksi, Mengurangi biaya bahan baku, meningkatkan efisiensi tenaga kerja, dan meminimalkan limbah produksi dapat membantu menekan HPP.

  3. Negosiasi dengan Pemasok, Memperoleh harga bahan baku yang lebih kompetitif dapat langsung menurunkan komponen utama biaya produksi.

  4. Penggunaan Teknologi, Pemanfaatan sistem akuntansi biaya berbasis ERP atau software khusus dapat membantu dalam penghitungan biaya secara real-time dan mengidentifikasi ketidakefisienan biaya lebih cepat.

Pengendalian HPP yang efektif tidak hanya membantu perusahaan menekan biaya tetapi juga meningkatkan daya saing produk di pasar dengan harga jual yang lebih kompetitif.


Kesimpulan

Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah komponen vital dalam akuntansi dan laporan keuangan perusahaan yang mencerminkan total biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan atau memperoleh barang dan jasa yang dijual. Pemahaman mendalam terhadap definisi, komponen, serta perhitungan HPP sangat penting untuk menghasilkan laporan laba rugi yang akurat dan mempengaruhi strategi harga serta laba perusahaan. HPP muncul dalam laporan laba rugi setelah pendapatan dan menjadi dasar dalam perhitungan laba kotor yang selanjutnya berdampak pada laba bersih. Pengaruh HPP terhadap laba bersih bersifat signifikan, sehingga pengendalian HPP melalui pengelolaan persediaan, efisiensi produksi, dan strategi sourcing menjadi bagian dari pengambilan keputusan strategis perusahaan. Pemahaman dan implementasi yang tepat terhadap konsep HPP akan membantu perusahaan dalam menentukan harga jual, meningkatkan profitabilitas, serta menciptakan keunggulan kompetitif di pasar.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah total biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk menghasilkan atau memperoleh barang dan jasa yang dijual dalam suatu periode akuntansi tertentu. HPP mencerminkan biaya langsung dan tidak langsung yang berkaitan dengan proses produksi dan pengadaan barang.

Komponen Harga Pokok Penjualan meliputi persediaan awal, pembelian bersih, biaya produksi langsung seperti bahan baku dan tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik, serta persediaan akhir yang belum terjual pada akhir periode.

Harga Pokok Penjualan dihitung dengan menjumlahkan persediaan awal dan pembelian bersih, kemudian dikurangi dengan persediaan akhir. Perhitungan ini bertujuan untuk mengetahui biaya barang yang benar-benar terjual dalam satu periode.

Harga Pokok Penjualan penting dalam laporan laba rugi karena digunakan untuk menentukan laba kotor perusahaan. Selisih antara penjualan bersih dan HPP menunjukkan efisiensi perusahaan dalam mengelola biaya produksi dan penjualan.

Harga Pokok Penjualan berpengaruh langsung terhadap laba perusahaan. Semakin tinggi HPP tanpa diimbangi kenaikan harga jual, maka laba akan menurun. Sebaliknya, pengendalian HPP yang baik dapat meningkatkan margin laba dan profitabilitas perusahaan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Sales Performance: Konsep, Indikator Penjualan, dan Target Pasar Sales Performance: Konsep, Indikator Penjualan, dan Target Pasar Persepsi Harga oleh Konsumen Persepsi Harga oleh Konsumen Sistem Informasi Penjualan Produk Digital Sistem Informasi Penjualan Produk Digital Sistem Informasi Penjualan Berbasis Web Sistem Informasi Penjualan Berbasis Web SPK Penentuan Harga Produk UMKM SPK Penentuan Harga Produk UMKM Harga Diri Akademik: Konsep dan Pengaruhnya Harga Diri Akademik: Konsep dan Pengaruhnya Metode LIFO: Konsep dan Perbandingan Akuntansi Metode LIFO: Konsep dan Perbandingan Akuntansi Metode FIFO: Konsep dan Implikasi Laba Metode FIFO: Konsep dan Implikasi Laba Break Even Point (BEP): Konsep, Analisis Biaya, dan Perencanaan Laba Break Even Point (BEP): Konsep, Analisis Biaya, dan Perencanaan Laba Metode Rata-Rata: Konsep dan Stabilitas Nilai Metode Rata-Rata: Konsep dan Stabilitas Nilai Harga Diri Rendah: Dampak Psikososial dan Pendekatan Keperawatan Harga Diri Rendah: Dampak Psikososial dan Pendekatan Keperawatan Harga Diri Rendah: Konsep dan Contoh Kasus Harga Diri Rendah: Konsep dan Contoh Kasus SPK Penentuan Harga Sewa Peralatan SPK Penentuan Harga Sewa Peralatan Margin Laba: Konsep dan Analisis Profitabilitas Margin Laba: Konsep dan Analisis Profitabilitas Persepsi Masyarakat terhadap Suplemen Mahal Persepsi Masyarakat terhadap Suplemen Mahal Biaya Produksi: Konsep dan Klasifikasi Biaya Biaya Produksi: Konsep dan Klasifikasi Biaya Model ARIMA: Definisi dan Implementasi Model ARIMA: Definisi dan Implementasi Sistem Informasi Penggajian: Fitur dan Contoh Data Flow Sistem Informasi Penggajian: Fitur dan Contoh Data Flow E-Commerce: Konsep, Perilaku Konsumen Online, dan Penjualan E-Commerce: Konsep, Perilaku Konsumen Online, dan Penjualan Pendapatan: Konsep, Pengakuan, dan Pengukuran Pendapatan: Konsep, Pengakuan, dan Pengukuran
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…