Terakhir diperbarui: 04 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 4 December). Arsitektur Sistem Informasi: Struktur, Alur Kerja, dan Komponennya. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/arsitektur-sistem-informasi-struktur-alur-kerja-dan-komponennya  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Arsitektur Sistem Informasi: Struktur, Alur Kerja, dan Komponennya - SumberAjar.com

Arsitektur Sistem Informasi: Struktur, Alur Kerja, dan Komponennya

Pendahuluan

Di era digital sekarang ini, sistem informasi telah menjadi pondasi bagi hampir seluruh aktivitas organisasi, baik pemerintahan, bisnis, pendidikan, maupun layanan publik. Agar sebuah sistem informasi dapat berjalan efektif, efisien, dan terintegrasi, diperlukan sebuah rancangan yang matang dan sistematis: yakni arsitektur sistem informasi. Arsitektur ini berfungsi sebagai “cetakan biru (blueprint)” yang memetakan komponen-komponen, alur kerja, serta relasi antara data, aplikasi, dan proses bisnis. Artikel ini bertujuan menjelaskan pengertian, model arsitektur populer (client-server, berbasis web, terintegrasi/ERP), serta contoh alur proses dari sebuah sistem informasi.


Definisi Arsitektur Sistem Informasi

Definisi Arsitektur Sistem Informasi Secara Umum

Arsitektur sistem informasi dapat dipahami sebagai kerangka konseptual yang menjabarkan bagaimana komponen-komponen dalam sistem (data, aplikasi, proses bisnis, teknologi) diorganisir dan saling berinteraksi untuk mendukung fungsi organisasi. Pemodelan arsitektur membantu menyelaraskan kebutuhan bisnis dan kemampuan teknologi, serta memastikan sistem dibangun dengan struktur yang konsisten, dapat dipelihara, dan scalable. [Lihat sumber Disini - pdfs.semanticscholar.org]

Definisi “Arsitektur Sistem Informasi” Menurut Para Ahli

  • Menurut penelitian di instansi pemerintah Lampung Tengah menggunakan metode Enterprise Architecture Planning (EAP), arsitektur enterprise adalah cetak biru sistem informasi yang mencakup arsitektur data, aplikasi, serta teknologi untuk mendukung fungsi organisasi. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
  • Dalam konteks pendidikan tinggi, studi oleh Fatoni dkk. (2021) menyatakan bahwa arsitektur sistem informasi akademik merupakan pedoman perencanaan pengembangan sistem informasi agar layanan akademik dapat berjalan secara terstruktur, terstandarisasi, dan terintegrasi. [Lihat sumber Disini - jurnal.atmaluhur.ac.id]
  • Kajian di rumah sakit pada 2025 menggunakan TOGAF ADM menyebut arsitektur sistem informasi sebagai kerangka kerja untuk menyelaraskan proses bisnis dan teknologi informasi agar sistem dapat mendukung layanan secara optimal. [Lihat sumber Disini - journal.trunojoyo.ac.id]
  • Menurut literatur internasional mengenai sistem ERP, arsitektur ERP mendefinisikan bagaimana presentasi (antarmuka pengguna), logika aplikasi, dan basis data saling berinteraksi untuk menghasilkan sistem yang efisien dan dapat diakses secara luas. [Lihat sumber Disini - ijcaonline.org]

Definisi “Arsitektur Sistem Informasi” dalam Kamus (KBBI)

Istilah “arsitektur sistem informasi” secara spesifik mungkin tidak tersedia sebagai entri tunggal di KBBI, namun bila dikombinasikan: “arsitektur” merujuk pada “rencana dasar” atau “struktur” suatu bangunan/kerangka, dan “sistem informasi” adalah sistem yang mengelola data dan informasi dalam organisasi. Secara makna, kombinasi istilah ini merujuk pada “struktur dasar/pola tatanan” bagi sistem informasi, serupa definisi konseptual di atas.


Arsitektur Berbasis Client-Server

Arsitektur client-server adalah salah satu model awal dan paling umum dalam pengembangan sistem informasi. Dalam model ini, beban pekerjaan dibagi antara bagian “klien” (client), biasanya antarmuka pengguna, dan “server” yang menangani logika bisnis, pengolahan data, dan penyimpanan.

  • Model dua-lapis (two-tier): klien langsung berinteraksi dengan server basis data. Cocok untuk aplikasi sederhana dengan jumlah pengguna terbatas. Namun terkadang kurang scalable jika jumlah pengguna banyak atau data besar.
  • Sebagai evolusi, banyak implementasi memilih model tiga-lapis (three-tier): lapisan presentasi (user interface), lapisan aplikasi (business logic), dan lapisan basis data (database). Hal ini membuat klien tidak lagi langsung berkomunikasi dengan database, meningkatkan keamanan, skalabilitas, dan fleksibilitas. [Lihat sumber Disini - ijcaonline.org]

Dengan demikian, arsitektur client-server memungkinkan pemisahan tanggung jawab: antarmuka tetap ringan dan cepat, server mengelola logika aplikasi dan data, membuat sistem lebih terstruktur.


Arsitektur Berbasis Web

Seiring berkembangnya jaringan internet dan kebutuhan akses data secara remote, arsitektur berbasis web menjadi pilihan populer. Dalam pendekatan ini:

  • Lapisan presentasi dibagi menjadi antarmuka web (browser/web front-end) dan service (web services/API), memungkinkan akses melalui browser dari mana saja, tidak perlu instalasi client khusus. [Lihat sumber Disini - ijcaonline.org]
  • Lapisan aplikasi dan database tetap ada seperti dalam arsitektur tiga-lapis, namun dengan fleksibilitas tambahan: dapat mendukung akses mobile, multiple perangkat, atau pengguna dari berbagai lokasi. [Lihat sumber Disini - ijcaonline.org]
  • Banyak sistem informasi modern (baik internal perusahaan maupun layanan publik) memanfaatkan arsitektur web karena kemudahan akses, kemudahan pemeliharaan, dan kemampuan integrasi dengan layanan lain (misalnya via API). Sebagai contoh, penelitian pada pengembangan sistem informasi layanan berbasis website menunjukkan bahwa pendekatan ini mampu meningkatkan efisiensi dan akurasi proses bisnis. [Lihat sumber Disini - journal.sinov.id]

Arsitektur Terintegrasi (ERP / Enterprise Architecture)

Dalam organisasi besar, dengan banyak sub-sistem, departemen, alur bisnis kompleks, arsitektur sederhana client-server atau web saja seringkali tidak cukup. Di sinilah arsitektur enterprise / terintegrasi masuk.

  • Pendekatan ini memandang sistem informasi sebagai keseluruhan ekosistem: mencakup data, aplikasi, proses bisnis, teknologi, dan bagaimana semuanya saling terhubung secara holistik. [Lihat sumber Disini - pdfs.semanticscholar.org]
  • Metode populer: TOGAF ADM, Zachman Framework, atau Enterprise Architecture Planning (EAP). Studi-studi di Indonesia sering menggunakan TOGAF ADM atau EAP untuk merancang arsitektur sistem informasi terintegrasi di instansi pemerintahan, pendidikan, atau perusahaan. [Lihat sumber Disini - jurnal.stkippgritulungagung.ac.id]
  • Kelebihan arsitektur terintegrasi: memungkinkan koordinasi data lintas departemen, standardisasi proses, pengurangan duplikasi sistem, efisiensi operasional, transparansi, dan akuntabilitas. Sebagai contoh, penelitian pada instansi XYZ (2025) menunjukkan bahwa tanpa arsitektur enterprise dokumentasi, proses bisnis dan layanan dapat berjalan tidak optimal. [Lihat sumber Disini - jurnal.stkippgritulungagung.ac.id]
  • Di dunia ERP modern, arsitektur ERP terus berkembang. Bukan cuma tiga lapis, tetapi bisa ada kontrol layer, lapisan infrastruktur, dan lapisan adaptasi, untuk menangani kebutuhan kustomisasi perusahaan, integrasi dengan layanan baru, serta skalabilitas di masa depan. [Lihat sumber Disini - scitepress.org]

Komponen Utama dalam Arsitektur Sistem Informasi

Dalam kerangka arsitektur (baik client-server, web, maupun enterprise), terdapat beberapa komponen fundamental:

  • Arsitektur Data: mendefinisikan struktur data, relasi antar data, penyimpanan (database), integritas, konsistensi. Dalam arsitektur enterprise, desain data menjadi bagian penting dari blueprint. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
  • Arsitektur Aplikasi (Business Logic / Application Layer): menangani logika bisnis, proses internal, rules, alur kerja, memisahkan logika dari tampilan (UI) dan data. [Lihat sumber Disini - ijcaonline.org]
  • Arsitektur Presentasi / User Interface: bagaimana pengguna berinteraksi dengan sistem, lewat client desktop, web browser, mobile, dsb. Dalam arsitektur web: front-end web + web services. Dalam client-server klasik: client UI. [Lihat sumber Disini - ijcaonline.org]
  • Arsitektur Teknologi / Infrastruktur: mencakup server, jaringan, hardware, middleware, mekanisme komunikasi, keamanan, skalabilitas. Khusus dalam arsitektur enterprise dan modern: infrastruktur menjadi bagian penting agar sistem mampu melayani banyak pengguna, mendukung integrasi, dan tahan lama. [Lihat sumber Disini - pdfs.semanticscholar.org]
  • Arsitektur Proses / Bisnis: mendefinisikan alur kerja (workflow), integrasi antar departemen/fungsi, proses bisnis utama, sering ditangani dalam kerangka enterprise architecture supaya sistem mendukung tujuan strategis organisasi. [Lihat sumber Disini - journal.ipb.ac.id]

Contoh Alur Proses Sistem Informasi

Sebagai ilustrasi, bayangkan sebuah sistem akademik di perguruan tinggi yang dirancang menggunakan arsitektur enterprise:

  1. Mahasiswa melakukan login lewat antarmuka web (User Interface).
  2. Sistem memproses autentikasi, aplikasi layer memvalidasi user; apabila valid, mengambil data dari database (Data Layer).
  3. Mahasiswa memilih layanan (misalnya registrasi mata kuliah, melihat nilai, mengunduh transkrip). Aplikasi layer mengeksekusi logika bisnis: memeriksa prasyarat, status pembayaran, jadwal, dsb.
  4. Jika diperlukan data dari departemen keuangan atau registrasi, sistem melakukan query ke database terpusat atau modul lain dalam arsitektur enterprise.
  5. Hasil dipresentasikan kembali di UI (web), dan tindakan disimpan ke database, alur data dan proses tersentralisasi memungkinkan konsistensi, integritas, dan kemudahan audit.

Kalau sistem menggunakan arsitektur berbasis web + modular (microservices/ERP), modul-modul seperti registrasi, keuangan, akademik bisa dipisah, tetapi tetap terintegrasi melalui lapisan aplikasi + data + infrastruktur.


Kesimpulan

Arsitektur sistem informasi bukan sekadar pilihan teknis, melainkan fondasi strategis bagi organisasi. Dengan rancangan arsitektur yang baik (baik itu client-server, web, maupun enterprise/ERP), organisasi dapat memastikan sistem informasi: terstruktur, scalable, terintegrasi, konsisten, dan mendukung proses bisnis secara optimal.

Pemodelan arsitektur, melalui komponen: data, aplikasi, presentasi, teknologi, proses bisnis, menjadi kunci untuk memetakan bagaimana sistem akan dikembangkan, diimplementasi, dan dipelihara.

Di era digital yang terus berubah, pendekatan enterprise architecture sangat direkomendasikan terutama untuk organisasi besar dengan kebutuhan kompleks. Namun bagi aplikasi sederhana atau organiasi kecil, arsitektur client-server atau web bisa menjadi pilihan pragmatis.

 

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Arsitektur sistem informasi adalah kerangka atau blueprint yang menggambarkan hubungan antara data, aplikasi, proses bisnis, dan teknologi dalam suatu organisasi. Arsitektur ini digunakan sebagai dasar dalam merancang, mengembangkan, dan mengelola sistem informasi agar berjalan efisien dan terintegrasi.

Arsitektur client-server membagi proses antara klien dan server, di mana klien menjalankan antarmuka dan server mengelola logika bisnis serta database. Sementara itu, arsitektur berbasis web memungkinkan akses melalui browser tanpa instalasi aplikasi, menggunakan server web dan layanan berbasis HTTP.

Arsitektur terintegrasi atau ERP adalah model arsitektur yang menghubungkan berbagai modul atau departemen dalam organisasi ke dalam satu sistem terpusat. Pendekatan ini bertujuan menyelaraskan proses bisnis dan menyediakan data yang konsisten di seluruh unit organisasi.

Komponen utama dalam arsitektur sistem informasi meliputi arsitektur data, arsitektur aplikasi, arsitektur presentasi atau antarmuka pengguna, arsitektur teknologi atau infrastruktur, serta arsitektur proses bisnis. Semua komponen ini saling terhubung untuk mendukung operasi sistem secara terpadu.

Contoh alur kerja dapat dimulai dari pengguna yang melakukan login melalui antarmuka, sistem memverifikasi data melalui aplikasi dan database, pengguna memilih layanan seperti pendaftaran atau pemrosesan data, kemudian sistem mengeksekusi logika bisnis dan menampilkan hasil kembali ke antarmuka.

โฌ‡
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Arsitektur Sistem & Patterns Modern Arsitektur Sistem & Patterns Modern Arsitektur Sistem Informasi Modern: Web, Mobile, dan Integrasi Cloud Arsitektur Sistem Informasi Modern: Web, Mobile, dan Integrasi Cloud Arsitektur Sistem 3-Tier: Konsep dan Contoh Arsitektur Sistem 3-Tier: Konsep dan Contoh Arsitektur Serverless: Definisi dan Penerapan Arsitektur Serverless: Definisi dan Penerapan Pengembangan Sistem Berbasis Microservices Pengembangan Sistem Berbasis Microservices Teknologi Web Modern Teknologi Web Modern Arsitektur Sistem Pendukung Keputusan: Cara Kerja dari Input hingga Output Arsitektur Sistem Pendukung Keputusan: Cara Kerja dari Input hingga Output Sistem Berbasis Rest API: Implementasi dan Contoh Sistem Berbasis Rest API: Implementasi dan Contoh Refactoring Sistem: Pengertian dan Manfaat Refactoring Sistem: Pengertian dan Manfaat Manajemen Proyek & Dokumentasi Sistem Manajemen Proyek & Dokumentasi Sistem Infrastruktur Deployment & DevOps Infrastruktur Deployment & DevOps Struktur Sosial: Konsep dan Karakteristik Struktur Sosial: Konsep dan Karakteristik Dokumentasi Sistem: Jenis dan Contoh Dokumentasi Sistem: Jenis dan Contoh Integrasi Sistem & Teknologi Pendukung Integrasi Sistem & Teknologi Pendukung Integrasi Sistem dengan Big Data Integrasi Sistem dengan Big Data Sistem Web Portal Informasi Akademik Sistem Web Portal Informasi Akademik UML: Jenis Diagram dan Fungsinya UML: Jenis Diagram dan Fungsinya Pengembangan Sistem Berbasis Cloud Server Pengembangan Sistem Berbasis Cloud Server Integrasi Sistem dengan IoT Integrasi Sistem dengan IoT Pengembangan Sistem Mobile Cross-Platform Pengembangan Sistem Mobile Cross-Platform
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaruโ€ฆ