Terakhir diperbarui: 17 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 17 February). Perancangan Perangkat Lunak: konsep, prinsip desain, dan kualitas arsitektur. SumberAjar. Retrieved 17 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/perancangan-perangkat-lunak-konsep-prinsip-desain-dan-kualitas-arsitektur  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Perancangan Perangkat Lunak: konsep, prinsip desain, dan kualitas arsitektur - SumberAjar.com

Perancangan Perangkat Lunak: konsep, prinsip desain, dan kualitas arsitektur

Pendahuluan

Perancangan perangkat lunak menjadi bagian krusial dalam siklus hidup rekayasa perangkat lunak karena tahap ini menentukan bagaimana suatu sistem akan memenuhi kebutuhan fungsional maupun non-fungsional dari pengguna dan klien. Dalam konteks rekayasa perangkat lunak, desain bukan sekadar menggambar struktur sistem, melainkan proses intelektual dan teknis yang menghasilkan solusi teknis untuk memecahkan masalah dunia nyata dengan cara yang efisien, mudah dipelihara, dan dapat dikembangkan di masa depan. Perancangan perangkat lunak juga berperan besar dalam menjamin kualitas sistem secara keseluruhan, termasuk aspek seperti keandalan, performa, keamanan, dan usability, sehingga perangkat lunak yang dihasilkan bukan hanya berfungsi, tetapi juga memiliki kualitas tinggi. Undeniably, kualitas arsitektur dan prinsip desain yang diterapkan sejak awal akan memengaruhi keberhasilan pengembangan dan pemeliharaan sistem dalam jangka panjang. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])


Definisi Perancangan Perangkat Lunak

Definisi Perancangan Perangkat Lunak Secara Umum

Perancangan perangkat lunak adalah proses sistematis untuk mengembangkan model atau blueprint dari solusi perangkat lunak sebelum implementasi dilakukan. Proses ini mencakup pemecahan keseluruhan sistem menjadi komponen-komponen kecil yang dapat dikelola secara independen, serta perincian elemen-elemen arsitektur, antarmuka, interaksi antar komponen, dan perilaku yang diharapkan. Tujuan utama dari perancangan adalah menghasilkan sebuah struktur perangkat lunak yang efisien, modular, dapat dipelihara, serta memenuhi semua spesifikasi kebutuhan yang ditetapkan. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

Definisi Perancangan Perangkat Lunak dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), perancangan adalah proses atau cara merencanakan sesuatu sebelum dilaksanakan, termasuk penyusunan rencana, gambar, atau skema untuk mencapai tujuan tertentu secara efektif dan efisien. Dalam konteks perangkat lunak, perancangan berarti menyusun skema atau rencana rinci bagaimana perangkat lunak akan dibangun, dengan mempertimbangkan aspek teknis, kebutuhan pemangku kepentingan, dan batasan yang ada. ([Lihat sumber Disini - eprints.polsri.ac.id])

Definisi Perancangan Perangkat Lunak Menurut Para Ahli

Para ahli dalam rekayasa perangkat lunak mendefinisikan perancangan perangkat lunak dengan penekanan pada proses pemecahan masalah dan penyusunan komponen sistem. Menurut Pressman (2015), perancangan adalah suatu proses sistematis yang menerjemahkan hasil analisis sistem ke dalam struktur perangkat lunak yang lengkap dan terdefinisi. Proses ini mencakup perancangan arsitektur, komponen, antarmuka, dan model yang akan menjadi dasar langkah implementasi berikutnya. ([Lihat sumber Disini - eprints.upj.ac.id])


Tujuan Perancangan Perangkat Lunak

Perancangan perangkat lunak memiliki beberapa tujuan penting dalam pengembangan sistem yang efektif dan efisien. Pertama, desain bertujuan menciptakan struktur sistem yang modular dan terstandarisasi, sehingga setiap komponen dapat dipahami, diuji, dan dipelihara secara independen. Kedua, perancangan bertujuan mengefisienkan proses pengembangan dengan mengurangi risiko kesalahan di tahap implementasi melalui pemodelan dan simulasi fungsi sistem terlebih dahulu.

Selain itu, desain juga berfungsi sebagai landasan komunikasi antara anggota tim pengembang, pemangku kepentingan, dan pihak lain dalam proyek. Desain perangkat lunak yang baik akan mendokumentasikan keputusan teknis, model struktur, dan perilaku sistem sehingga menjadi panduan yang jelas selama fase implementasi. Tanpa desain yang baik, proyek perangkat lunak berisiko mengalami peningkatan biaya karena revisi berulang, bug kompleks, dan kesulitan integrasi antar komponen di kemudian hari. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])


Prinsip-Prinsip Desain Perangkat Lunak

Prinsip desain perangkat lunak adalah pedoman yang membantu tim pengembang membuat arsitektur dan komponen sistem yang kokoh dan berkualitas tinggi. Salah satu prinsip penting adalah modularitas, yang memecah sistem menjadi bagian-bagian terpisah yang memiliki tanggung jawab tunggal dan jelas. Modularitas memudahkan pemeliharaan karena modifikasi pada satu bagian tidak memengaruhi keseluruhan sistem secara signifikan. ([Lihat sumber Disini - kd-cibiru.upi.edu])

Abstraksi adalah prinsip lain dalam desain, yang menyederhanakan kompleksitas dengan memfokuskan pada fitur-fitur utama sementara menyembunyikan detail implementasi yang rumit. Abstraksi dapat membantu pengembang fokus pada aspek utama fungsi perangkat lunak tanpa harus memikirkan detil setiap komponen yang kompleks. ([Lihat sumber Disini - softengbook.org])

Separation of concerns juga menjadi prinsip penting, yang memisahkan aspek-aspek berbeda dari sistem, seperti antarmuka pengguna, logika bisnis, dan akses data, agar perubahan di satu domain tidak memengaruhi domain lain secara langsung. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

SOLID adalah kumpulan prinsip desain berfokus pada objekt-oriented design yang meningkatkan fleksibilitas, keterbacaan, dan kemampuan pemeliharaan perangkat lunak; prinsip ini meliputi Single Responsibility, Open/Closed, Liskov Substitution, Interface Segregation, dan Dependency Inversion. ([Lihat sumber Disini - ejournal.pelitaindonesia.ac.id])


Model dan Notasi Perancangan Perangkat Lunak

Model dan notasi desain perangkat lunak adalah alat visual dan konseptual yang membantu merancang sistem secara sistematis. UML (Unified Modeling Language) adalah salah satu notasi standar yang sering digunakan untuk mendeskripsikan struktur, perilaku, dan interaksi dalam sistem perangkat lunak. Dengan diagram seperti class diagram, sequence diagram, dan use case diagram, tim pengembang dapat mengkomunikasikan arsitektur dan desain rinci sistem dengan jelas kepada semua pihak terkait.

Model desain sering mencerminkan hubungan antar komponen sistem, data flow, dan urutan eksekusi proses logika bisnis. Notasi-notasi ini juga mempermudah dokumentasi keputusan teknis dan membantu menjaga konsistensi antara desain awal dan implementasi akhir.


Hubungan Desain dengan Kualitas Arsitektur

Desain perangkat lunak dan arsitektur sistem sangat erat kaitannya. Arsitektur adalah kerangka utama atau blueprint dari sistem perangkat lunak yang menjelaskan bagaimana komponen-komponen utama berinteraksi dan bagaimana sistem memenuhi kebutuhan fungsional dan non-fungsional. Kualitas arsitektur terletak pada bagaimana struktur ini dirancang untuk menjawab kebutuhan performa, skalabilitas, keandalan, keamanan dan pemeliharaan. ([Lihat sumber Disini - malenezi.github.io])

Arsitektur yang baik akan mempertimbangkan atribut kualitas seperti modularitas, loose coupling, dan high cohesion, yang semuanya merupakan cerminan dari prinsip desain yang baik. Ketidakpatuhan terhadap prinsip desain dapat menurunkan kualitas arsitektur, menyebabkan kesulitan dalam pemeliharaan, serta meningkatkan risiko perubahan tidak terduga saat sistem dikembangkan atau diubah.


Dampak Perancangan terhadap Kualitas Sistem

Perancangan perangkat lunak secara langsung memengaruhi kualitas sistem secara keseluruhan. Desain yang baik meminimalkan kemungkinan kesalahan di tahap implementasi, meningkatkan keterbacaan kode, serta mempercepat proses debugging dan pengujian. Sistem yang dirancang dengan baik cenderung memiliki maintainability yang tinggi, memungkinkan tim pengembang merespons perubahan kebutuhan pengguna dengan efektivitas tinggi. ([Lihat sumber Disini - risetcendikia.com])

Selain itu, desain yang mempertimbangkan atribut kualitas seperti performa dan keamanan akan berdampak langsung pada kepuasan pengguna dan keberhasilan sistem di pasar. Sistem dengan desain buruk mungkin bekerja pada awalnya tetapi akan mengalami degradasi performa, kesulitan penyesuaian terhadap kebutuhan baru, serta biaya pemeliharaan yang tinggi.


Kesimpulan

Perancangan perangkat lunak adalah proses intelektual dan teknis yang tidak bisa diabaikan dalam pengembangan sistem berkualitas tinggi. Proses ini mencakup pemecahan masalah kompleks menjadi bagian-bagian terkelola, penggunaan prinsip desain seperti modularitas, abstraksi, dan separation of concerns, serta representasi dengan model dan notasi yang bisa dimengerti seluruh tim. Arsitektur yang berkualitas adalah refleksi dari desain yang matang, ia menentukan cara sistem memenuhi kebutuhan fungsional dan non-fungsional seperti keandalan, efisiensi, keamanan, serta kemudahan pemeliharaan. Dampak dari desain yang baik tidak hanya terlihat pada fase implementasi tetapi juga dalam pemeliharaan jangka panjang dan respon terhadap perubahan kebutuhan pengguna. Secara keseluruhan, perancangan perangkat lunak yang baik adalah kunci untuk menghasilkan sistem yang tidak hanya berfungsi, tetapi juga tahan lama, aman, dan efisien. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Perancangan perangkat lunak adalah proses sistematis untuk merancang struktur, komponen, antarmuka, dan arsitektur sistem perangkat lunak sebelum tahap implementasi. Proses ini bertujuan menghasilkan sistem yang efisien, mudah dipelihara, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Tujuan utama perancangan perangkat lunak adalah menciptakan struktur sistem yang jelas, modular, dan terorganisir agar memudahkan pengembangan, pengujian, pemeliharaan, serta meningkatkan kualitas perangkat lunak secara keseluruhan.

Prinsip desain perangkat lunak meliputi modularitas, abstraksi, separation of concerns, kohesi tinggi, coupling rendah, serta prinsip SOLID. Prinsip-prinsip ini membantu menghasilkan sistem yang fleksibel, mudah dikembangkan, dan memiliki kualitas arsitektur yang baik.

Perancangan perangkat lunak menentukan bagaimana komponen sistem saling berinteraksi dan terstruktur. Desain yang baik akan menghasilkan arsitektur yang stabil, skalabel, dan mudah dipelihara, sedangkan desain yang buruk dapat menurunkan kualitas arsitektur dan meningkatkan biaya pemeliharaan.

Perancangan perangkat lunak berdampak langsung pada kualitas sistem seperti keandalan, performa, keamanan, dan kemudahan pemeliharaan. Sistem dengan desain yang baik cenderung lebih stabil, mudah dikembangkan, dan mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan pengguna.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Pengujian Perangkat Lunak: konsep, jenis pengujian, dan keandalan sistem Pengujian Perangkat Lunak: konsep, jenis pengujian, dan keandalan sistem Pemeliharaan Perangkat Lunak: konsep, jenis maintenance, dan keberlanjutan sistem Pemeliharaan Perangkat Lunak: konsep, jenis maintenance, dan keberlanjutan sistem Kualitas Perangkat Lunak: konsep, atribut kualitas, dan kepuasan pengguna Kualitas Perangkat Lunak: konsep, atribut kualitas, dan kepuasan pengguna Rekayasa Perangkat Lunak: konsep, ruang lingkup, dan perannya dalam pengembangan sistem Rekayasa Perangkat Lunak: konsep, ruang lingkup, dan perannya dalam pengembangan sistem Analisis dan Perancangan Sistem Informasi: konsep, tahapan, dan implementasi Analisis dan Perancangan Sistem Informasi: konsep, tahapan, dan implementasi Metodologi Pengembangan Perangkat Lunak: konsep, pendekatan klasik, dan modern Metodologi Pengembangan Perangkat Lunak: konsep, pendekatan klasik, dan modern Manajemen Proyek Perangkat Lunak: konsep, perencanaan proyek, dan keberhasilan sistem Manajemen Proyek Perangkat Lunak: konsep, perencanaan proyek, dan keberhasilan sistem Siklus Hidup Perangkat Lunak: konsep, model pengembangan, dan implikasi proyek Siklus Hidup Perangkat Lunak: konsep, model pengembangan, dan implikasi proyek Tanah Lunak: Konsep, Karakteristik Tanah, dan Perbaikan Tanah Tanah Lunak: Konsep, Karakteristik Tanah, dan Perbaikan Tanah Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak: konsep, teknik identifikasi, dan validasi Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak: konsep, teknik identifikasi, dan validasi Metode Waterfall: Tahapan, Kelebihan, dan Kekurangan Metode Waterfall: Tahapan, Kelebihan, dan Kekurangan Integrasi Teknologi dalam Desain Pembelajaran Integrasi Teknologi dalam Desain Pembelajaran Integrasi Sistem dengan IoT Integrasi Sistem dengan IoT Faktor Keamanan Struktur: Konsep, Filosofi Desain, dan Margin Keselamatan Faktor Keamanan Struktur: Konsep, Filosofi Desain, dan Margin Keselamatan Metode Agile: Konsep, Prinsip, dan Contoh Metode Agile: Konsep, Prinsip, dan Contoh White Box Testing: Ciri dan Contoh White Box Testing: Ciri dan Contoh Model Interaksi Pengguna pada Sistem Informasi Pendidikan Model Interaksi Pengguna pada Sistem Informasi Pendidikan Desain Eksperimen: Pengertian, Jenis, dan Contohnya Desain Eksperimen: Pengertian, Jenis, dan Contohnya Refactoring Sistem: Pengertian dan Manfaat Refactoring Sistem: Pengertian dan Manfaat Tools Analisis Kualitatif Digital: NVivo, ATLAS.ti, MAXQDA Tools Analisis Kualitatif Digital: NVivo, ATLAS.ti, MAXQDA
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…