Terakhir diperbarui: 24 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 24 January). Aset Tak Berwujud: Konsep dan Amortisasi. SumberAjar. Retrieved 24 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/aset-tak-berwujud-konsep-dan-amortisasi  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Aset Tak Berwujud: Konsep dan Amortisasi - SumberAjar.com

Aset Tak Berwujud: Konsep dan Amortisasi

Pendahuluan

Aset tak berwujud menjadi semakin penting dalam dunia bisnis modern ketika perusahaan dan entitas lain mengandalkan pengetahuan, hak hukum, dan keunggulan non-fisik untuk menciptakan nilai. Dalam era digital dan informasi yang kompetitif, kekayaan intelektual seperti merek, hak cipta, paten, dan goodwill tidak hanya memberikan keunggulan kompetitif tetapi juga memengaruhi nilai perusahaan secara signifikan. Manajemen dan pelaporan aset tak berwujud yang tepat sangat penting untuk memberikan gambaran yang benar kepada stakeholders, investor, dan pihak regulator tentang kinerja dan posisi keuangan suatu entitas. Studi menunjukkan bahwa pengungkapan dan pengelolaan aset tak berwujud mendukung kredibilitas laporan keuangan serta strategi pertumbuhan perusahaan di pasar global. ([Lihat sumber Disini - sejurnal.com])


Definisi Aset Tak Berwujud

Definisi Aset Tak Berwujud Secara Umum

Aset tak berwujud atau intangible assets adalah jenis kekayaan yang tidak memiliki bentuk fisik tetapi memiliki nilai ekonomi karena memberikan manfaat di masa depan bagi entitas yang memilikinya. Aset ini tidak bisa dilihat atau disentuh secara fisik, tetapi kontribusinya terhadap operasi bisnis dan kemampuan menghasilkan pendapatan dapat signifikan. Penyusutan nilai aset tak berwujud dilakukan melalui proses yang disebut amortisasi. Karena sifatnya non-fisik, pengukuran dan pengakuan aset tak berwujud cenderung lebih kompleks dibandingkan aset berwujud. ([Lihat sumber Disini - sejurnal.com])

Definisi Aset Tak Berwujud dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “aset tak berwujud” merupakan kekayaan perusahaan yang tidak memiliki bentuk fisik namun memiliki nilai ekonomis, seperti hak cipta, merek, dan paten. Definisi ini menekankan bahwa aset tersebut tidak memiliki keberadaan fisik namun memiliki manfaat ekonomi jangka panjang yang dapat diperhitungkan dalam kegiatan operasi perusahaan. (Sumber: KBBI Online, meskipun KBBI tidak selalu merinci istilah ini secara khusus, prinsipnya mengikuti pemahaman akuntansi aset nonfisik).

Definisi Aset Tak Berwujud Menurut Para Ahli

  1. PSAK 19 / IAS 38 menjelaskan bahwa aset tak berwujud adalah aset nonmoneter yang dapat diidentifikasi tanpa bentuk fisik dan dimiliki untuk menghasilkan manfaat ekonomi masa depan. Kriteria identifikasi mencakup kemampuan untuk dipisahkan dari entitas lain dan adanya hak kontraktual atau hak hukum. ([Lihat sumber Disini - ulilalbabinstitute.id])

  2. Perabawati (2022) menyatakan bahwa aset tak berwujud adalah hak, keistimewaan, dan manfaat kepemilikan yang tidak memiliki wujud fisik namun digunakan untuk tujuan menghasilkan pendapatan dan nilai tambah perusahaan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.itsm.ac.id])

  3. Rusdi (dalam Juhanperak, 2019) menegaskan bahwa aset tak berwujud adalah aset nonmoneter yang dapat diidentifikasi dan tidak memiliki bentuk fisik serta memiliki nilai ekonomis karena memberikan hak istimewa tertentu bagi pemiliknya. ([Lihat sumber Disini - ejournal.uniks.ac.id])

  4. Wina & Wirama (2021) menjelaskan bahwa dalam praktik akuntansi, aset tak berwujud mencakup biaya yang dikapitalisasi seperti lisensi dan hak hukum, yang memberi manfaat bagi perusahaan di masa depan. ([Lihat sumber Disini - rjoas.com])


Karakteristik Aset Tak Berwujud

Aset tak berwujud memiliki karakteristik yang membedakannya dari aset berwujud, antara lain:


Jenis-Jenis Aset Tak Berwujud

Aset tak berwujud terdiri dari beberapa kategori yang umum diakui dalam akuntansi:

  1. Goodwill, selisih lebih biaya akuisisi atas nilai wajar aset bersih yang diperoleh dalam kombinasi bisnis. Sering kali mencerminkan reputasi perusahaan, loyalitas pelanggan, atau sinergi bisnis. ([Lihat sumber Disini - sejurnal.com])

  2. Hak Paten, hak eksklusif atas penemuan teknologi atau proses tertentu yang dapat menghasilkan manfaat ekonomi. ([Lihat sumber Disini - ulilalbabinstitute.id])

  3. Hak Cipta, hak eksklusif atas karya kreatif seperti buku, musik, atau software. ([Lihat sumber Disini - ulilalbabinstitute.id])

  4. Merek Dagang dan Lisensi, nama merek, logo, atau izin operasi tertentu yang memiliki nilai pasar. ([Lihat sumber Disini - ulilalbabinstitute.id])

  5. Daftar Pelanggan atau Kontrak Jangka Panjang, hak atau pengakuan hubungan jangka panjang dengan pihak lain yang dapat meningkatkan pendapatan masa depan. ([Lihat sumber Disini - ulilalbabinstitute.id])

  6. Software Berlisensi, perangkat lunak yang diperoleh untuk mendukung operasi bisnis dan memiliki masa manfaat tertentu. ([Lihat sumber Disini - ulilalbabinstitute.id])


Pengakuan dan Pengukuran Aset Tak Berwujud

Pengakuan Aset Tak Berwujud

Suatu aset tak berwujud dapat diakui dalam laporan keuangan ketika:

Aset tak berwujud diakui pada awalnya sebesar biaya perolehannya, yang mencakup harga pembelian dan biaya langsung yang dapat diatribusikan. ([Lihat sumber Disini - ulilalbabinstitute.id])

Pengukuran Aset Tak Berwujud

Pengukuran awal dilakukan pada biaya perolehan. Jika aset diperoleh melalui pembelian, biaya perolehan adalah jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan. Jika aset dihasilkan secara internal, pengukuran bisa lebih kompleks dan hanya biaya yang memenuhi kriteria tertentu yang dikapitalisasi. ([Lihat sumber Disini - ulilalbabinstitute.id])

Pengukuran selanjutnya tergantung pada apakah aset memiliki masa manfaat terbatas atau tidak:


Amortisasi Aset Tak Berwujud

Amortisasi adalah proses sistematis mengalokasikan biaya suatu aset tak berwujud dengan masa manfaat terbatas sepanjang periode yang relevan. Prinsipnya mirip dengan penyusutan aset tetap tetapi diterapkan pada aset nonfisik. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])

Metode amortisasi yang paling umum digunakan adalah metode garis lurus, di mana biaya aset dibebankan secara merata sepanjang umur manfaatnya. Dalam praktiknya, umur manfaat ditetapkan berdasarkan estimasi periode manfaat ekonomi yang diharapkan dari aset tersebut. ([Lihat sumber Disini - ejournal.unikama.ac.id])

Proses pencatatan amortisasi mencakup pembebanan akun biaya amortisasi dan pengurangan nilai tercatat aset pada neraca. Amortisasi secara berkala membantu mencerminkan pengurangan manfaat ekonomi aset di laporan laba rugi dan neraca. ([Lihat sumber Disini - ejournal.unikama.ac.id])


Penyajian Aset Tak Berwujud dalam Laporan Keuangan

Penyajian aset tak berwujud dalam laporan keuangan mencakup aspek berikut:

  1. Diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar dalam neraca jika memberikan manfaat lebih dari satu periode akuntansi. ([Lihat sumber Disini - ejournal.unikama.ac.id])

  2. Nilai tercatat bersih ditampilkan setelah dikurangi akumulasi amortisasi. ([Lihat sumber Disini - ejournal.unikama.ac.id])

  3. Pengungkapan yang memadai termasuk masa manfaat, metode amortisasi, jumlah tercatat bruto, dan akumulasi amortisasi pada awal dan akhir periode. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  4. Pengungkapan tambahan diperlukan untuk aset tak berwujud dengan umur manfaat tidak terbatas, termasuk alasan klasifikasi tersebut. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Kesimpulan

Aset tak berwujud merupakan komponen penting dari profil keuangan suatu entitas karena memberikan manfaat ekonomi masa depan meskipun tidak memiliki wujud fisik. Definisi, karakteristik, dan jenis aset tak berwujud dijelaskan secara formal oleh standar akuntansi seperti PSAK 19 (mengadopsi prinsip IAS 38) serta beragam penelitian akademik. Aset ini harus diakui ketika manfaat ekonomisnya dapat diestimasi dan biayanya dapat diukur secara andal, serta diukur awalnya pada biaya perolehan. Amortisasi adalah mekanisme untuk mengalokasikan biaya aset tak berwujud dengan masa manfaat terbatas sepanjang waktu, yang penting untuk mencerminkan konsumsi manfaat aset dalam laporan keuangan. Penyajian yang tepat dalam laporan keuangan termasuk pengungkapan nilai tercatat bersih dan metodologi amortisasi, sehingga mempermudah pengguna laporan memahami kontribusi aset tak berwujud terhadap kinerja entitas.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Aset tak berwujud adalah aset nonfisik yang tidak memiliki bentuk nyata tetapi mempunyai nilai ekonomi dan memberikan manfaat di masa depan bagi perusahaan, seperti merek, paten, hak cipta, lisensi, dan goodwill.

Karakteristik aset tak berwujud meliputi tidak memiliki bentuk fisik, dapat diidentifikasi, memberikan manfaat ekonomi di masa depan, berada di bawah kendali entitas, serta umumnya memiliki masa manfaat tertentu atau tidak terbatas.

Contoh aset tak berwujud antara lain goodwill, hak paten, hak cipta, merek dagang, lisensi usaha, perangkat lunak berlisensi, serta kontrak atau hubungan pelanggan jangka panjang.

Aset tak berwujud dapat diakui dalam laporan keuangan apabila besar kemungkinan manfaat ekonomi masa depan akan diperoleh oleh perusahaan dan biaya perolehan aset tersebut dapat diukur secara andal.

Pengukuran awal aset tak berwujud dilakukan sebesar biaya perolehan, yang mencakup harga pembelian serta biaya langsung lain yang dapat diatribusikan untuk memperoleh dan menyiapkan aset agar siap digunakan.

Amortisasi aset tak berwujud adalah proses pengalokasian biaya perolehan aset tak berwujud yang memiliki masa manfaat terbatas secara sistematis selama umur manfaat ekonomisnya.

Tidak semua aset tak berwujud diamortisasi. Aset tak berwujud dengan masa manfaat terbatas diamortisasi, sedangkan aset dengan masa manfaat tidak terbatas, seperti goodwill, tidak diamortisasi tetapi diuji penurunan nilainya secara berkala.

Aset tak berwujud disajikan sebagai aset tidak lancar dalam neraca sebesar nilai tercatat setelah dikurangi akumulasi amortisasi dan penurunan nilai, serta diungkapkan secara memadai dalam catatan atas laporan keuangan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Aset Tidak Lancar: Konsep dan Manfaat Jangka Panjang Aset Tidak Lancar: Konsep dan Manfaat Jangka Panjang Goodwill: Konsep, Pengakuan, dan Perlakuan Akuntansi Goodwill: Konsep, Pengakuan, dan Perlakuan Akuntansi Aset Tetap: Konsep, Klasifikasi, dan Pengakuan Aset Tetap: Konsep, Klasifikasi, dan Pengakuan Akun Aset: Konsep, Klasifikasi, dan Pengakuan Akun Aset: Konsep, Klasifikasi, dan Pengakuan Manajemen Aset: Konsep, Pengelolaan Aset, dan Efisiensi Manajemen Aset: Konsep, Pengelolaan Aset, dan Efisiensi Laporan Arus Kas: Konsep, Aktivitas, dan Analisis Laporan Arus Kas: Konsep, Aktivitas, dan Analisis Umur Manfaat Aset: Konsep dan Pertimbangan Akuntansi Umur Manfaat Aset: Konsep dan Pertimbangan Akuntansi Beban Operasional: Konsep dan Pengaruh Laba Beban Operasional: Konsep dan Pengaruh Laba Disiplin Kerja: Konsep, Faktor Pembentuk, dan Pengaruh Kinerja Disiplin Kerja: Konsep, Faktor Pembentuk, dan Pengaruh Kinerja Reputasi Perusahaan: Konsep, Citra Publik, dan Kepercayaan Pasar Reputasi Perusahaan: Konsep, Citra Publik, dan Kepercayaan Pasar Keputusan Pendanaan: Konsep, Sumber Dana, dan Biaya Modal Keputusan Pendanaan: Konsep, Sumber Dana, dan Biaya Modal Akun Liabilitas: Konsep dan Kewajiban Perusahaan Akun Liabilitas: Konsep dan Kewajiban Perusahaan Piutang Usaha: Konsep, Pengakuan, dan Penilaian Piutang Usaha: Konsep, Pengakuan, dan Penilaian Kapabilitas Organisasi: Konsep, Kompetensi Inti, dan Nilai Kapabilitas Organisasi: Konsep, Kompetensi Inti, dan Nilai Pengendalian Internal: Konsep, Unsur, dan Peran Pengendalian Pengendalian Internal: Konsep, Unsur, dan Peran Pengendalian Penyusutan Aset Tetap: Konsep, Metode, dan Tujuan Penyusutan Aset Tetap: Konsep, Metode, dan Tujuan Reward System: Konsep, Sistem Penghargaan, dan Motivasi Kerja Reward System: Konsep, Sistem Penghargaan, dan Motivasi Kerja Kesehatan Berbasis Kearifan Lokal Kesehatan Berbasis Kearifan Lokal Modal Sosial: Konsep dan Bentuk-Bentuknya Modal Sosial: Konsep dan Bentuk-Bentuknya Lingkungan Kerja Non-Fisik: Konsep, Hubungan Sosial, dan Kenyamanan Kerja Lingkungan Kerja Non-Fisik: Konsep, Hubungan Sosial, dan Kenyamanan Kerja
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…