Terakhir diperbarui: 23 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 23 January). Akun Aset: Konsep, Klasifikasi, dan Pengakuan. SumberAjar. Retrieved 23 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/akun-aset-konsep-klasifikasi-dan-pengakuan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Akun Aset: Konsep, Klasifikasi, dan Pengakuan - SumberAjar.com

Akun Aset: Konsep, Klasifikasi, dan Pengakuan

Pendahuluan

Aset merupakan elemen fundamental dalam laporan keuangan yang mencerminkan kekayaan dan sumber daya yang dimiliki oleh entitas bisnis untuk menghasilkan manfaat ekonomi masa depan. Keberadaan akun aset dalam neraca membantu berbagai pihak seperti pemilik, investor, kreditor, maupun analis dalam memahami kesehatan finansial perusahaan serta kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek ataupun menengah panjang. Tanpa pemahaman yang tepat mengenai aset, pengguna laporan keuangan dapat salah menilai likuiditas, solvabilitas, dan daya tahan perusahaan dalam jangka panjang.

Aset, sebagaimana diatur dalam standar akuntansi, bukan sekadar kekayaan yang dimiliki entitas, melainkan sumber daya yang terkendali hasil dari peristiwa masa lalu dan diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi di masa depan. Ketentuan ini menjadi landasan pokok dalam pengakuan dan pengukuran aset yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai bagian dari laporan posisi keuangan entitas. Pemahaman yang mendalam tentang bagaimana aset diklasifikasikan, diukur, dan disajikan sangat penting untuk menjamin kualitas informasi akuntansi yang transparan dan relevan bagi pengguna eksternal laporan keuangan.


Definisi Akun Aset

Definisi Akun Aset Secara Umum

Aset dalam konteks akuntansi keuangan merujuk pada sumber daya yang dimiliki atau dikendalikan oleh entitas sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari sumber daya tersebut diharapkan akan mengalir manfaat ekonomi di masa depan. Definisi ini sesuai dengan prinsip akuntansi yang diadopsi secara internasional (misalnya IFRS), yang menekankan kontrol dan manfaat ekonomi di masa depan sebagai dua syarat utama pengakuan suatu sumber daya sebagai aset. Dengan kata lain, aset bukan sekadar kekayaan fisik, tetapi juga hak atau sumber daya yang memberikan kontribusi positif terhadap operasional perusahaan di masa mendatang. ([Lihat sumber Disini - netsuite.com])

Definisi Akun Aset dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah “aset” atau “aktiva” diartikan sebagai segala sesuatu yang bernilai dan dimiliki oleh suatu individu atau badan usaha yang dapat dinilai dengan uang serta digunakan untuk operasional atau dialihkan menjadi bentuk uang lainnya. Dalam konteks keuangan formal, aset mencerminkan nilai ekonomi yang dapat diukur secara kuantitatif dan diketahui melalui nilai moneter dalam laporan keuangan perusahaan. (Sumber KBBI dapat diakses langsung melalui halaman resmi KBBI online, [Lihat sumber Disini - kbbi.kemdikbud.go.id])

Definisi Akun Aset Menurut Para Ahli

  1. Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (PSAK/Standar Akuntansi Keuangan), aset didefinisikan sebagai sumber daya yang dikendalikan oleh entitas akibat peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh oleh entitas tersebut. ([Lihat sumber Disini - ojs.unida.ac.id])

  2. Menurut Y. Agustina dalam penelitian akuntansi aset tetap, aset diakui apabila manfaat ekonominya di masa depan diyakini akan mengalir ke entitas dan nilainya dapat diukur secara andal. ([Lihat sumber Disini - ojs.unikom.ac.id])

  3. Menurut modul akuntansi keuangan, aset merupakan elemen laporan posisi keuangan perusahaan yang menunjukkan sumber daya yang dimiliki yang terealisasi melalui kas, piutang usaha, inventaris, sampai aset tetap lainya. ([Lihat sumber Disini - ojs.unida.ac.id])

  4. Menurut teori akuntansi modern, aset adalah sumber daya yang memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar dari biaya perolehan, dan diharapkan dapat digunakan dalam operasi perusahaan setidaknya dalam satu periode akuntansi. (Dasar IFRS & GAAP) ([Lihat sumber Disini - netsuite.com])


Konsep dan Pengertian Akun Aset

Aset sebagai elemen laporan keuangan memiliki peran yang tidak bisa diremehkan dalam pemahaman posisi keuangan perusahaan. Konsep ini menekankan bahwa aset bukan sekadar “kepunyaan” entitas, tetapi juga sumber daya yang memiliki nilai ekonomis dan manfaat di masa depan.

Secara prinsip akuntansi, aset diakui hanya ketika dua syarat utama terpenuhi: manfaat ekonomi masa depan kemungkinan besar akan diperoleh, dan biaya atau nilai aset tersebut dapat diukur secara andal. Konsep ini membedakan antara aset yang benar-benar memenuhi kriteria akuntansi dengan barang lain yang mungkin bernilai tetapi tidak bisa diukur dengan andal atau tidak memberikan manfaat ekonomis yang jelas. ([Lihat sumber Disini - netsuite.com])

Penerapan konsep ini dalam praktik tidak hanya berdampak pada pengakuan awal aset, tetapi juga pada proses pengukuran, penyajian, dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Proses ini harus konsisten dengan standar akuntansi yang berlaku (PSAK/IFRS) agar informasi yang disajikan dapat dipercaya dan relevan oleh pengguna laporan keuangan. ([Lihat sumber Disini - ojs.unida.ac.id])


Klasifikasi Aset dalam Laporan Keuangan

Aset perusahaan diklasifikasikan berdasarkan berbagai karakteristiknya untuk memberikan informasi yang lebih komprehensif kepada pengguna laporan keuangan.

Salah satu klasifikasi yang paling mendasar adalah berdasarkan jangka waktu manfaat ekonomisnya, yaitu:

  1. Aset Lancar, Aset yang diharapkan akan direalisasikan, dijual, atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal perusahaan atau dalam periode satu tahun sejak tanggal laporan posisi keuangan. Contoh yang sering ditemui meliputi kas dan setara kas, piutang usaha, persediaan, dan investasi jangka pendek. ([Lihat sumber Disini - corporatefinanceinstitute.com])

  2. Aset Tidak Lancar (Non-Current Assets), Aset yang manfaat ekonomisnya diharapkan berlaku lebih dari satu tahun atau satu siklus operasi normal perusahaan. Aset ini biasanya tahan lama dan digunakan untuk mendukung operasional jangka panjang seperti properti, pabrik, mesin, atau aset tak berwujud jangka panjang lainnya. ([Lihat sumber Disini - corporatefinanceinstitute.com])

Selain klasifikasi berdasarkan jangka waktunya, aset juga dapat dibedakan berdasarkan sifat fisiknya:


Pengakuan dan Pengukuran Aset

Pengakuan Aset

Pengakuan aset dalam laporan keuangan merupakan tahap awal ketika aset mulai dicatat dalam pembukuan akuntansi perusahaan. Aset diakui ketika memenuhi dua kriteria utama:

  1. Kemungkinan besar manfaat ekonomis di masa depan akan mengalir ke entitas.

  2. Biaya perolehan atau nilai aset tersebut dapat diukur dengan andal.

Kedua syarat ini merupakan prinsip dasar pengakuan aset yang diatur dalam standar akuntansi keuangan. ([Lihat sumber Disini - netsuite.com])

Sebagai contoh, dalam akuntansi aset tetap (misalnya mesin atau kendaraan), pengakuan aset tetap akan terjadi ketika manfaat ekonomi mesin tersebut diperkirakan akan mengalir ke perusahaan dan biaya perolehan mesin tersebut dapat diukur secara andal pada saat perolehan. ([Lihat sumber Disini - journal.unigha.ac.id])

Pengukuran Aset

Setelah pengakuan, aset perlu diukur untuk menentukan nilai yang akan ditampilkan dalam laporan posisi keuangan. Pengukuran aset pada dasarnya memiliki dua pendekatan umum:

  1. Biaya Perolehan (Historical Cost), Aset dicatat sebesar biaya yang dikeluarkan saat perolehan awalnya. Biaya ini merupakan dasar yang dapat diukur dengan andal dan objektif. ([Lihat sumber Disini - journal.unigha.ac.id])

  2. Nilai Wajar (Fair Value), Aset dicatat berdasarkan nilai pasar saat tertentu apabila penggunaan nilai wajar diizinkan atau lebih relevan dalam memberikan informasi yang akurat. ([Lihat sumber Disini - netsuite.com])

Pengukuran yang tepat menciptakan informasi akuntansi yang relevan dan andal. Misalnya, nilai aset tetap disajikan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan yang mencerminkan penurunan manfaat ekonominya sepanjang waktu. ([Lihat sumber Disini - journal.unigha.ac.id])


Aset Lancar dan Aset Tidak Lancar

Aset Lancar

Aset lancar adalah sumber daya yang diharapkan akan dijual, digunakan, atau direalisasikan dalam bentuk kas dalam satu periode normal operasi atau satu tahun sejak tanggal laporan keuangan. Contoh yang umum termasuk kas dan setara kas, piutang usaha, persediaan, dan investasi jangka pendek. ([Lihat sumber Disini - corporatefinanceinstitute.com])

Fungsi utama aset lancar adalah untuk menyediakan likuiditas yang membantu perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek serta mendukung operasi bisnis sehari-hari. Peningkatan atau penurunan aset lancar dapat menunjukkan perubahan kemampuan perusahaan dalam menangani kewajiban jangka pendeknya.

Aset Tidak Lancar

Aset tidak lancar meliputi sumber daya yang manfaat ekonomisnya lebih dari satu tahun dan tidak dimaksudkan untuk dijual dalam siklus operasi normal perusahaan. Kategori ini sering mencakup properti, pabrik, peralatan, aset tak berwujud jangka panjang, dan investasi jangka panjang. ([Lihat sumber Disini - corporatefinanceinstitute.com])

Aset tidak lancar biasanya mencerminkan komitmen investasi jangka panjang entitas dan digunakan dalam operasi untuk menghasilkan pendapatan masa depan. Aset tersebut juga dikurangi melalui penyusutan atau amortisasi tergantung pada jenis asetnya.


Penyajian Aset dalam Neraca

Penyajian aset dalam neraca mengikuti prinsip klasifikasi berdasarkan arus likuiditas dan jangka manfaat ekonomisnya. Neraca menyajikan total aset di sisi kiri atau bagian atas (tergantung format neraca), menunjukkan komponen aset dalam urutan dari yang paling likuid sampai yang paling tidak likuid. ([Lihat sumber Disini - corporatefinanceinstitute.com])

Pengelompokan aset lancar dan aset tidak lancar secara terpisah membantu pengguna laporan keuangan dalam menilai struktur modal dan likuiditas entitas. Misalnya, urutan umum penyajian neraca dimulai dari kas dan setara kas, piutang usaha, persediaan, kemudian aset tetap dan aset tidak lancar lainnya. Pengungkapan catatan atas laporan keuangan biasanya melampirkan rincian jenis aset, metode penyusutan, umur manfaat, serta nilai tercatat bruto dan akumulasi penyusutan, meningkatkan transparansi informasi yang disajikan. ([Lihat sumber Disini - journal.fkpt.org])


Peran Aset dalam Kinerja Keuangan Perusahaan

Aset memiliki peran strategis dalam menentukan kinerja keuangan perusahaan karena aset mencerminkan kemampuan entitas untuk menghasilkan arus kas, mendukung operasi, dan memperluas kegiatan usaha.

  1. Likuiditas dan Solvabilitas, Aset lancar memainkan peran penting dalam menilai kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Rasio likuiditas seperti rasio lancar bergantung pada nilai aset lancar dalam neraca. ([Lihat sumber Disini - corporatefinanceinstitute.com])

  2. Produktivitas dan Profitabilitas, Aset tidak lancar seperti mesin, bangunan, atau aset tak berwujud menjadi modal produktif yang menghasilkan pendapatan dan membantu meningkatkan profitabilitas dalam jangka panjang. ([Lihat sumber Disini - ojs.unida.ac.id])

  3. Nilai Perusahaan, Kualitas manajemen aset dan efisiensi penggunaannya sering dikaitkan dengan nilai perusahaan di pasar modal. Investor sering mengevaluasi aset melalui rasio profitabilitas dan pengembalian total aset dalam menilai kinerja jangka panjang.

  4. Transparansi Pelaporan, Penyajian aset yang akurat dan lengkap memperkuat transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan perusahaan, yang berdampak positif pada kepercayaan stakeholder terhadap entitas. ([Lihat sumber Disini - ojs.unida.ac.id])


Kesimpulan

Akun aset merupakan elemen kunci dalam laporan keuangan yang mencerminkan sumber daya ekonomi yang dimiliki dan dikelola oleh entitas bisnis. Aset harus diakui ketika memenuhi kriteria manfaat ekonomis di masa depan dan dapat diukur dengan andal. Aset diklasifikasikan menjadi aset lancar dan tidak lancar berdasarkan jangka waktu manfaatnya serta berpengaruh langsung terhadap penilaian likuiditas, solvabilitas, dan kinerja keuangan perusahaan. Penyajian aset di neraca harus mencerminkan struktur aset yang jelas dan akurat, sementara pengukuran yang tepat memberikan informasi yang andal bagi pengguna laporan keuangan. Secara keseluruhan, manajemen aset yang baik memainkan peranan penting dalam pencapaian tujuan strategis dan keberlanjutan bisnis perusahaan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Akun aset adalah akun dalam laporan keuangan yang mencatat seluruh sumber daya ekonomi yang dimiliki atau dikendalikan perusahaan dan diharapkan memberikan manfaat ekonomi di masa depan, baik dalam bentuk kas, piutang, persediaan, maupun aset jangka panjang.

Aset dalam laporan keuangan diklasifikasikan menjadi aset lancar dan aset tidak lancar. Aset lancar adalah aset yang dapat direalisasikan dalam satu periode akuntansi, sedangkan aset tidak lancar memiliki manfaat ekonomi jangka panjang.

Aset lancar adalah aset yang diharapkan dapat dikonversi menjadi kas, dijual, atau digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan dalam jangka waktu satu tahun atau satu siklus operasi normal.

Aset tidak lancar adalah aset yang digunakan untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan dalam jangka panjang dan memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun, seperti bangunan, mesin, dan aset tidak berwujud.

Suatu aset dapat diakui dalam laporan keuangan apabila manfaat ekonomi di masa depan kemungkinan besar akan diperoleh oleh perusahaan dan nilai aset tersebut dapat diukur secara andal.

Nilai aset dapat diukur berdasarkan biaya perolehan pada saat pengakuan awal atau menggunakan nilai wajar sesuai dengan ketentuan standar akuntansi yang berlaku.

Aset disajikan dalam neraca berdasarkan tingkat likuiditasnya, dimulai dari aset yang paling mudah dicairkan seperti kas hingga aset jangka panjang seperti aset tetap dan aset tidak berwujud.

Akun aset penting karena mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjalankan operasional, memenuhi kewajiban, menghasilkan laba, serta menunjukkan kondisi dan kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Manajemen Aset: Konsep, Pengelolaan Aset, dan Efisiensi Manajemen Aset: Konsep, Pengelolaan Aset, dan Efisiensi Asset Management Ratio: Konsep, Efisiensi Aset, dan Analisis Kinerja Asset Management Ratio: Konsep, Efisiensi Aset, dan Analisis Kinerja Klasifikasi: Pengertian, Jenis, dan Contoh dalam Kajian Ilmiah Klasifikasi: Pengertian, Jenis, dan Contoh dalam Kajian Ilmiah Pengakuan Pendapatan: Konsep, Prinsip Akuntansi, dan Pelaporan Pengakuan Pendapatan: Konsep, Prinsip Akuntansi, dan Pelaporan Analisis Klasifikasi Data: Pengertian dan Contoh Analisis Klasifikasi Data: Pengertian dan Contoh Goodwill: Konsep, Pengakuan, dan Perlakuan Akuntansi Goodwill: Konsep, Pengakuan, dan Perlakuan Akuntansi Manajemen Investasi: Konsep, Pengelolaan Modal, dan Risiko Manajemen Investasi: Konsep, Pengelolaan Modal, dan Risiko SPK Pemetaan Risiko Keamanan Data SPK Pemetaan Risiko Keamanan Data Akun Ekuitas: Konsep dan Kepemilikan Modal Akun Ekuitas: Konsep dan Kepemilikan Modal Sistem Web Manajemen Inventaris Laboratorium Sistem Web Manajemen Inventaris Laboratorium Pendapatan: Konsep, Pengakuan, dan Pengukuran Pendapatan: Konsep, Pengakuan, dan Pengukuran Rasio Likuiditas: Konsep, Pengukuran, dan Kemampuan Bayar Rasio Likuiditas: Konsep, Pengukuran, dan Kemampuan Bayar Neraca: Konsep, Komponen, dan Posisi Keuangan Neraca: Konsep, Komponen, dan Posisi Keuangan Sistem: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi Sistem: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi Akun Liabilitas: Konsep dan Kewajiban Perusahaan Akun Liabilitas: Konsep dan Kewajiban Perusahaan Basis Akrual: Konsep, Pencatatan, dan Implikasi Keuangan Basis Akrual: Konsep, Pencatatan, dan Implikasi Keuangan Jenis Penelitian: Klasifikasi, Ciri, dan Contoh Jenis Penelitian: Klasifikasi, Ciri, dan Contoh Analisis Diskriminan: Pengertian dan Penerapan Analisis Diskriminan: Pengertian dan Penerapan Sistem Informasi Inventaris Barang: Konsep dan Contoh Sistem Informasi Inventaris Barang: Konsep dan Contoh Rasio Profitabilitas: Konsep, Jenis Rasio, dan Analisis Kinerja Rasio Profitabilitas: Konsep, Jenis Rasio, dan Analisis Kinerja
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…