Terakhir diperbarui: 15 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 15 January). Reward System: Konsep, Sistem Penghargaan, dan Motivasi Kerja. SumberAjar. Retrieved 15 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/reward-system-konsep-sistem-penghargaan-dan-motivasi-kerja  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Reward System: Konsep, Sistem Penghargaan, dan Motivasi Kerja - SumberAjar.com

Reward System: Konsep, Sistem Penghargaan, dan Motivasi Kerja

Pendahuluan

Organisasi modern tidak hanya mengandalkan struktur hierarki dan SOP semata untuk mencapai target kinerja, tetapi juga memanfaatkan sistem penghargaan atau reward system sebagai salah satu alat strategis untuk mengelola perilaku dan motivasi karyawan agar selaras dengan tujuan perusahaan. Sistem penghargaan merupakan suatu mekanisme formal yang dirancang untuk memberikan imbalan sebagai bentuk pengakuan terhadap kontribusi individu atau tim dalam mencapai target tertentu. Tujuan utama penerapan reward system adalah menciptakan lingkungan kerja yang produktif, meningkatkan keterlibatan karyawan, serta mengurangi tingkat turnover melalui mekanisme penghargaan yang adil, transparan, dan konsisten. Konsep ini menjadi semakin penting di era kompetisi global dan revolusi industri 4.0, di mana kemampuan untuk mempertahankan talenta terbaik serta memaksimalkan produktivitas menjadi faktor kunci keberhasilan organisasi. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Definisi Reward System

Definisi Reward System Secara Umum

Reward System atau sistem penghargaan secara umum dapat dipahami sebagai suatu sistem yang digunakan oleh organisasi untuk memberikan imbalan atau apresiasi kepada individu atau kelompok atas kontribusinya terhadap pencapaian tujuan organisasi. Sistem penghargaan ini mencakup sejumlah komponen yang melibatkan orang, kebijakan, peraturan, serta proses penilaian dan pemberian penghargaan yang dirancang untuk memotivasi dan meningkatkan kinerja. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Definisi Reward System dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah “penghargaan” berarti perbuatan menghargai atau memberi nilai terhadap suatu hal, yang dalam konteks organisasi bisa berupa pengakuan atau imbalan atas prestasi seseorang. Meskipun KBBI tidak secara langsung mencantumkan istilah “reward system”, arti dari penghargaan ini menjadi landasan pemahaman bahwa penghargaan adalah suatu bentuk pengakuan yang diberikan kepada individu berdasarkan prestasi atau kontribusi tertentu. ([Lihat sumber Disini - kbbi.web.id])

Definisi Reward System Menurut Para Ahli

  1. Menurut Armstrong & Taylor, reward management adalah kebijakan dan praktik yang diperlukan untuk memastikan kontribusi karyawan diakui secara adil dan konsisten terhadap nilai mereka bagi organisasi, termasuk melalui gaji, tunjangan, pengembangan karier dan penghargaan non-finansial. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  2. Reward System juga dijelaskan sebagai suatu bentuk apresiasi atas prestasi kerja dalam bentuk material maupun non-material yang bertujuan meningkatkan motivasi dan kinerja karyawan. ([Lihat sumber Disini - id.scribd.com])

  3. Handoko (2024) mendeskripsikan reward sebagai konsep yang memberikan konsekuensi positif untuk memperkuat perilaku kerja yang baik sebagai bagian dari teori penguatan perilaku. ([Lihat sumber Disini - repository.uinsu.ac.id])

  4. Mangkunegara (2015) menyatakan bahwa reward adalah sarana untuk mendorong individu menunjukkan kinerja optimal dan perilaku positif dalam organisasi. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.kampusakademik.co.id])


Jenis-Jenis Sistem Penghargaan

Sistem penghargaan dalam konteks organisasi bisa diklasifikasikan berdasarkan banyak perspektif, tetapi yang paling umum dibagi menjadi immediate vs. delayed, tangible vs. intangible, serta formal vs. informal. Secara prinsipnya, penghargaan ini terbagi atas dua kategori besar: reward finansial dan reward non-finansial.

Reward Finansial

Reward finansial mencakup semua bentuk penghargaan yang memiliki nilai moneter langsung. Ini termasuk gaji pokok, bonus kinerja, insentif tunai, komisi, tunjangan kesehatan, pembagian keuntungan (profit sharing), dan bonus tahunan. Penghargaan finansial memiliki efek positif signifikan pada motivasi karyawan, karena merupakan refleksi nyata dari penghargaan organisasi terhadap kontribusi kerja mereka. Banyak penelitian menunjukkan bahwa insentif finansial secara langsung meningkatkan motivasi dan performa kerja individu serta kelompok dalam organisasi. ([Lihat sumber Disini - eduvest.greenvest.co.id])

Reward Non-Finansial

Reward non-finansial mencakup imbalan yang tidak berwujud secara langsung berupa uang tetapi memiliki nilai psikologis / emosional bagi penerimanya. Ini termasuk pengakuan formal (recognition), promosi jabatan, sertifikat penghargaan, fasilitas fleksibilitas kerja, peluang pengembangan karier, pelatihan keterampilan, serta lingkungan kerja yang mendukung keseimbangan kerja, hidup. Menurut sejumlah studi, bentuk penghargaan non-finansial seperti pengakuan, keseimbangan kerja-hidup, dan peluang karier berkontribusi signifikan terhadap keterlibatan dan loyalitas karyawan terhadap organisasi. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Reward System dan Motivasi Kerja

Motivasi kerja merupakan faktor psikologis yang mendorong individu untuk mencapai tujuan tertentu dalam konteks pekerjaan. Penerapan reward system yang tepat berkaitan erat dengan motivasi karena sistem ini memberikan sinyal kepada karyawan tentang apa yang diharapkan, diakui, dan dihargai oleh organisasi. Studi empiris menunjukkan bahwa reward system memiliki pengaruh signifikan dalam meningkatkan motivasi kerja, baik secara langsung maupun melalui peningkatan rasa dihargai dan kepercayaan diri. ([Lihat sumber Disini - journal.lembagakita.org])

Dalam konteks teori motivasi, pemberian penghargaan bertindak sebagai reinforcer yang memperkuat perilaku kerja positif. Ketika karyawan merasa kerja kerasnya dihargai, mereka cenderung menunjukkan performa yang lebih baik, berinisiatif lebih tinggi, dan memiliki komitmen kuat terhadap tujuan organisasi. Ini juga sejalan dengan temuan penelitian yang membuktikan bahwa reward berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja yang pada akhirnya meningkatkan kinerja karyawan dalam konteks yang berbeda-beda. ([Lihat sumber Disini - journal.drafpublisher.com])


Pengaruh Reward System terhadap Kinerja

Sistem penghargaan tidak hanya memotivasi tetapi juga berdampak langsung terhadap performance outcomes atau kinerja individu maupun organisasi. Berdasarkan berbagai penelitian empiris, sebagian besar studi menemukan bahwa penerapan reward yang efektif terbukti meningkatkan produktivitas karyawan, kualitas kerja, tingkat kepuasan, loyalitas, dan bahkan menurunkan tingkat turnover. ([Lihat sumber Disini - jurnal.polgan.ac.id])

Penelitian di berbagai organisasi menunjukkan bahwa kombinasi penghargaan finansial dan non-finansial mempunyai korelasi positif terhadap peningkatan kinerja karyawan secara keseluruhan. Reward yang adil dan disesuaikan dengan kontribusi kerja karyawan memberikan dampak signifikan pada kualitas output kerja dan pencapaian key performance indicators (KPI) yang ditargetkan organisasi. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Implementasi Reward System dalam Organisasi

Implementasi efektif dari reward system memerlukan strategi yang matang dan pemahaman terhadap motivasi individu dalam organisasi. Beberapa langkah implementasi penting mencakup:

  1. Analisis kebutuhan dan preferensi karyawan

    Mengetahui faktor apa yang menjadi motivator utama di antara karyawan memungkinkan organisasi menyesuaikan bentuk penghargaan yang tepat guna.

  2. Menetapkan kriteria penghargaan yang jelas dan adil

    Reward perlu didasarkan pada kinerja objektif dan dapat diukur, serta dikomunikasikan dengan transparan ke seluruh anggota organisasi.

  3. Integrasi dengan performance appraisal

    Sistem penghargaan harus selaras dengan mekanisme evaluasi kinerja sehingga memungkinkan umpan balik yang konstruktif dan penghargaan yang tepat waktu.

  4. Perbaikan berkelanjutan berdasarkan feedback

    Sistem penghargaan bukanlah hal tetap; perlu evaluasi berkala agar tetap relevan dengan perubahan kebutuhan dan budaya kerja dalam organisasi.

Implementasi yang berhasil cenderung menghasilkan lingkungan kerja yang dinamis, meningkatkan motivasi intrinsic karyawan, sekaligus mempertahankan talenta unggul. ([Lihat sumber Disini - prosiding.senmabis.nusaputra.ac.id])


Kesimpulan

Reward System merupakan elemen penting dari manajemen sumber daya manusia modern yang dirancang untuk memberikan penghargaan yang adil dan konsisten atas kontribusi kerja karyawan. Sistem ini tidak hanya memberikan motivasi melalui penghargaan finansial tetapi juga melalui penghargaan non-finansial yang berkontribusi pada kesejahteraan emosional dan profesional karyawan. Penerapan reward yang tepat terbukti memiliki pengaruh positif pada motivasi kerja, peningkatan kinerja individu dan organisasi, serta keterlibatan karyawan dalam jangka panjang. Implementasi yang efektif memerlukan strategi yang berdasarkan pada kebutuhan nyata karyawan, kriteria evaluasi yang jelas, dan praktik yang transparan serta adaptif terhadap perubahan lingkungan kerja.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Reward system adalah sistem penghargaan yang diterapkan organisasi untuk memberikan imbalan kepada karyawan atas kinerja, kontribusi, atau pencapaian tertentu dengan tujuan meningkatkan motivasi dan kinerja kerja.

Tujuan utama reward system adalah meningkatkan motivasi kerja, produktivitas, kepuasan kerja, serta mempertahankan karyawan agar tetap berkontribusi optimal bagi organisasi.

Jenis reward system terdiri dari reward finansial seperti gaji, bonus, dan insentif, serta reward non-finansial seperti pengakuan, promosi, pelatihan, dan kesempatan pengembangan karier.

Reward finansial berupa imbalan uang atau materi yang bernilai ekonomi, sedangkan reward non-finansial berupa penghargaan non-materi seperti pengakuan, kenyamanan kerja, dan peluang pengembangan diri.

Reward system berpengaruh positif terhadap motivasi kerja karena membuat karyawan merasa dihargai, meningkatkan semangat kerja, dan mendorong perilaku kerja yang produktif.

Ya, reward system yang diterapkan secara adil dan konsisten terbukti meningkatkan kinerja karyawan, kualitas kerja, serta pencapaian target organisasi.

Reward system yang efektif diterapkan dengan menetapkan kriteria kinerja yang jelas, transparan, adil, disesuaikan dengan kebutuhan karyawan, serta dievaluasi secara berkala.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Motivasi Ekstrinsik: Definisi dan Pengaruhnya Motivasi Ekstrinsik: Definisi dan Pengaruhnya Motivasi Kerja: Konsep, Teori Motivasi, dan Penerapan Manajerial Motivasi Kerja: Konsep, Teori Motivasi, dan Penerapan Manajerial Motivasi: Definisi, Faktor, dan Peranannya dalam Dunia Pendidikan Motivasi: Definisi, Faktor, dan Peranannya dalam Dunia Pendidikan Hubungan Motivasi dengan Hasil Belajar Hubungan Motivasi dengan Hasil Belajar Motivasi Belajar: Pengertian, Faktor, dan Teori-Teorinya Motivasi Belajar: Pengertian, Faktor, dan Teori-Teorinya Pengaruh Teknologi terhadap Motivasi Belajar Pengaruh Teknologi terhadap Motivasi Belajar Motivasi Berprestasi: Konsep dan Faktor Psikologis Motivasi Berprestasi: Konsep dan Faktor Psikologis Konsep Motivasi Belajar Mahasiswa Konsep Motivasi Belajar Mahasiswa Motivasi Intrinsik: Konsep dan Contoh Motivasi Intrinsik: Konsep dan Contoh Internal Motivation: Makna dan Contoh Internal Motivation: Makna dan Contoh Teori Motivasi Maslow Teori Motivasi Maslow Habit Formation: Pembentukan Kebiasaan Habit Formation: Pembentukan Kebiasaan Gamifikasi dalam Pendidikan: Konsep dan Manfaatnya Gamifikasi dalam Pendidikan: Konsep dan Manfaatnya Hubungan Media Digital dengan Motivasi Belajar Hubungan Media Digital dengan Motivasi Belajar Sistem Informasi Kontrol Tugas Karyawan Sistem Informasi Kontrol Tugas Karyawan Resiliensi Sistem Kesehatan Resiliensi Sistem Kesehatan Kepemimpinan Transformasional: Konsep, Inspirasi Pemimpin, dan Kinerja Tim Kepemimpinan Transformasional: Konsep, Inspirasi Pemimpin, dan Kinerja Tim Sistem Web Penilaian Kinerja Dosen Sistem Web Penilaian Kinerja Dosen Sistem Informasi Penilaian Kinerja Guru Sistem Informasi Penilaian Kinerja Guru Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Rekam Medis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Rekam Medis
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…