Terakhir diperbarui: 01 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 1 January). Body Image: Definisi dan Faktor Pembentuk. SumberAjar. Retrieved 23 March 2026, from https://sumberajar.com/kamus/body-image-definisi-dan-faktor-pembentuk  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Body Image: Definisi dan Faktor Pembentuk - SumberAjar.com

Body Image: Definisi dan Faktor Pembentuk

Pendahuluan

Body image adalah topik yang kian penting dibahas di era modern. Konsep ini tidak lagi sekadar masalah estetika semata, tetapi telah menjadi bagian penting dalam kesehatan mental, sosial-budaya, dan psikologi setiap individu. Di berbagai kelompok usia, terutama remaja dan dewasa muda, body image dapat mempengaruhi cara seseorang melihat dirinya sendiri, berinteraksi dengan orang lain, hingga memengaruhi keyakinan diri dan kesejahteraan psikologis secara menyeluruh. Penelitian menunjukkan bahwa persepsi tentang tubuh seseorang bukan hanya dipengaruhi oleh faktor internal tetapi juga faktor eksternal seperti media, norma budaya, serta pengalaman sosial yang dialami setiap individu. Body image yang negatif, misalnya, sering dikaitkan dengan gangguan makan, rendahnya rasa percaya diri, dan gejala kecemasan atau depresi, sedangkan body image positif dapat menunjang harga diri dan kesejahteraan psikologis yang lebih kuat. Maka dari itu, memahami apa itu body image beserta faktor-faktor pembentuknya merupakan hal penting dalam upaya menjaga kesehatan mental dan sosial masyarakat luas.


Definisi Body Image

Definisi Body Image Secara Umum

Body image atau citra tubuh secara umum merujuk pada bagaimana seseorang memandang, memahami, dan merasakan tubuhnya sendiri, termasuk bentuk, ukuran, dan fungsi tubuh tersebut. Persepsi ini bukan sekadar penampilan fisik yang terlihat, tetapi juga melibatkan penilaian estetika dan internal mengenai tubuh yang dimiliki seseorang. Secara luas, body image menunjukkan persepsi subjektif individu tentang tubuhnya yang dapat menciptakan perasaan puas atau tidak puas terhadap tubuh tersebut. Studi psikologis modern menekankan bahwa body image mencakup tidak hanya aspek visual atau fisik, tetapi juga pikiran-pikiran internal serta emosi yang terkait dengan tubuh (misalnya rasa bangga atau malu terhadap bagian tubuh tertentu). Body image merupakan gambaran mental yang dibentuk dari pengalaman, ingatan, asumsi, dan ideal-ideal sosial yang dimiliki seseorang. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Definisi Body Image dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), body image dapat dipahami sebagai citra tubuh, yaitu gambaran atau persepsi seseorang tentang bentuk fisiknya sendiri. Citra tubuh mencakup bagaimana individu melihat tubuhnya secara visual serta bagaimana ia menilai tubuh tersebut dalam konteks sosial. Meski istilah body image sendiri berasal dari bahasa Inggris, pemahaman ini secara esensial memang mencerminkan hubungan seseorang dengan tubuhnya secara psikologis dan sosial. Dalam KBBI, konsep citra tubuh ini dipadankan dengan persepsi subjektif individu tentang penampilan fisik yang bisa memiliki konotasi positif ataupun negatif tergantung dari pengalaman dan standar penilaian masing-masing individu.

Definisi Body Image Menurut Para Ahli

  1. Cash & Pruzinsky (2002) menyatakan bahwa body image adalah representasi mental yang dimiliki seseorang tentang tubuhnya, mencakup persepsi, keyakinan, perasaan, dan sikap secara keseluruhan tentang tubuh mereka sendiri. Representasi ini bisa bersifat positif ataupun negatif, tergantung dari bagaimana individu menilai penampilan fisiknya serta konteks sosial yang mempengaruhinya. [Lihat sumber Disini - eprints.upj.ac.id]

  2. Thompson, Heinberg, Altabe & Tantleff Dunn (1999) mendeskripsikan body image sebagai sebuah konsep multidimensional yang melibatkan evaluasi kognitif, perasaan afektif, serta perilaku yang berhubungan dengan tubuh individu dan bagaimana mereka menilai sendiri ukuran, bentuk, dan penampilannya. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  3. Grogan (2008) menyatakan bahwa body image meliputi persepsi, pikiran, dan perasaan seseorang terhadap tubuhnya, baik itu positif maupun negatif, yang kemudian membentuk sejauh mana individu merasa puas atau tidak puas terhadap tubuhnya sendiri. [Lihat sumber Disini - jurnal.iainponorogo.ac.id]

  4. Schilder (1935/Schilder & Cash & Pruzinsky) mengemukakan bahwa body image adalah representasi mental sadar atas tubuh seseorang, termasuk pengalaman emosional dan kognitif terhadap tubuh yang dibentuk melalui interaksi dengan dunia sekitar. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Komponen Body Image

Body image bukanlah konsep tunggal yang sederhana, melainkan sebuah konstruksi kompleks yang terdiri dari beberapa komponen utama:

  1. Komponen Persepsi (Perceptual)

    Komponen ini mencakup bagaimana seseorang melihat dan mempersepsikan tubuhnya secara visual. Ini termasuk penilaian atas ukuran, bentuk, maupun proporsi tubuh seseorang, baik dalam cermin maupun dalam bayangan mentalnya sendiri. Perbedaan antara persepsi aktual dan persepsi ideal dapat memengaruhi tingkat kepuasan terhadap tubuh tersebut. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  2. Komponen Kognitif

    Komponen kognitif berkaitan dengan pikiran, keyakinan, dan penilaian individu tentang tubuhnya sendiri, termasuk norma-norma internal dan ideal sosial yang diyakini. Ini mencakup cara seseorang berpikir tentang ukuran tubuh, bentuk bagian tubuh tertentu, serta perbandingan dengan standar kecantikan atau tubuh ideal yang sering dipengaruhi oleh budaya maupun media. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  3. Komponen Afektif (Emosional)

    Komponen ini menjelaskan perasaan atau emosi yang terkait dengan tubuh, seperti rasa puas, bangga, malu, atau tidak aman terhadap penampilan tubuh. Perasaan ini sering tercermin dalam respon emosional terhadap komentar orang lain atau situasi sosial tertentu. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  4. Komponen Perilaku (Behavioral)

    Komponen ini meliputi tindakan yang dilakukan seseorang terkait tubuhnya, misalnya kebiasaan diet, aktivitas olahraga yang intensif, rutinitas kecantikan atau perilaku pemeriksaan tubuh (misalnya sering menimbang badan atau menghindari cermin). [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Komponen-komponen tersebut bekerja bersama-sama dalam membentuk keseluruhan body image individu. Kombinasi pikiran, perasaan, persepsi visual, dan respons perilaku ini dapat menciptakan body image yang sehat ataupun tidak sehat tergantung dari pengalaman dan konteks sosial yang memengaruhinya. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]


Faktor Individu dalam Pembentukan Body Image

Pembentukan body image dipengaruhi oleh berbagai faktor internal yang berasal dari individu itu sendiri. Faktor-faktor ini memengaruhi bagaimana seseorang memandang dan menafsirkan tubuhnya secara personal:

  1. Pengalaman Diri dan Perkembangan Fisik

    Perubahan fisik yang dialami, terutama pada masa remaja ketika tubuh berkembang pesat, dapat sangat memengaruhi persepsi dan reaksi emosional terhadap tubuh. Ketidaksesuaian antara tubuh yang dimiliki dengan ideal tubuh yang diharapkan dapat memicu ketidakpuasan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  2. Kepribadian dan Self-Esteem

    Rasa percaya diri, harga diri, dan cara individu melihat dirinya sendiri sangat erat hubungannya dengan body image. Individu dengan self-esteem rendah cenderung mengalami body image yang negatif, sementara individu dengan self-esteem tinggi lebih mampu memelihara persepsi yang positif terhadap tubuhnya. [Lihat sumber Disini - journal.mandiracendikia.com]

  3. Perasaan dan Emosi Individual

    Emosi seperti kecemasan, rasa malu, atau kesenangan terhadap tubuh sendiri turut membentuk bagaimana seseorang menilai citra tubuhnya. Individu yang sering merasa cemas atau tidak aman terhadap penampilannya cenderung memiliki body image yang negatif. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  4. Pengalaman Interpersonal (keluarga, teman, lingkungan sosial)

    Interaksi dengan keluarga dan teman-teman, termasuk komentar tentang tubuh atau penampilan, turut berkontribusi dalam pembentukan persepsi diri. Kritik langsung atau tidak langsung dapat memperkuat keyakinan negatif tentang tubuh seseorang. [Lihat sumber Disini - journal.mandiracendikia.com]

Faktor-faktor individu ini berinteraksi satu sama lain, menciptakan gambaran body image yang unik bagi setiap orang berdasarkan pengalaman hidup pribadi, kepribadian, dan kondisi emosional mereka. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]


Pengaruh Media dan Budaya terhadap Body Image

Media massa dan budaya memiliki peran kuat dalam membentuk pandangan individu tentang tubuh ideal dan standar kecantikan yang diharapkan.

  1. Media Sosial dan Representasi Tubuh Ideal

    Media sosial sering menampilkan citra tubuh yang telah dimanipulasi atau diedit sehingga menciptakan standar yang sangat idealistis. Paparan terhadap konten semacam ini dapat mendorong individu untuk membandingkan tubuh mereka dengan “tubuh ideal” yang ditampilkan, menciptakan perasaan tidak puas terhadap tubuh mereka sendiri. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  2. Norma Budaya dan Standar Kecantikan

    Budaya tertentu menetapkan standar kecantikan yang spesifik, misalnya tubuh yang sangat kurus atau sangat berotot, yang kemudian dijadikan tolok ukur oleh individu. Norma budaya semacam ini sering diperkuat melalui media massa, film, iklan, dan bahkan percakapan sehari-hari. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  3. Pengaruh Iklan dan Representasi dalam Televisi, Majalah, serta Film

    Iklan dan media tradisional sering menonjolkan sosok tubuh tertentu sebagai tanda kesuksesan atau daya tarik yang ideal. Eksposur terhadap representasi ini secara konsisten dapat mempengaruhi keyakinan dan sikap individu terhadap tubuh mereka sendiri. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Pengaruh media dan budaya ini bekerja secara bersama-sama untuk memperkuat norma sosial tertentu tentang tubuh yang dianggap ideal, sehingga meningkatkan tekanan psikologis terhadap individu untuk memenuhi standar tersebut. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Dampak Body Image terhadap Kesehatan Mental

Body image memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan mental individu.

  1. Hubungan dengan Gangguan Mental

    Body image yang negatif sering dikaitkan dengan gangguan kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia. Perasaan ketidakpuasan terhadap tubuh dapat memicu pola pikir negatif yang berkontribusi pada kondisi psikologis tersebut. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  2. Pengaruh terhadap Self-Esteem dan Kepercayaan Diri

    Individu dengan body image yang negatif sering kali memiliki harga diri yang rendah dan kurang percaya diri dalam interaksi sosial. Ketidakpuasan terhadap tubuh dapat memunculkan rasa malu atau cemas dalam situasi sosial tertentu. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  3. Konsekuensi Emosional Jangka Panjang

    Dampak emosional seperti terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain atau cenderung mengkritik diri sendiri dapat mengakibatkan stres psikologis kronis. Hal ini tidak hanya mengganggu kesejahteraan emosional tetapi juga dapat mempengaruhi hubungan interpersonal dan fungsi sosial secara keseluruhan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Body Image dan Perilaku Sosial

Body image juga memengaruhi bagaimana individu berperilaku dalam konteks sosial.

  1. Perilaku Sosial dan Interaksi

    Individu yang tidak puas dengan body image mereka mungkin menghindari situasi sosial tertentu, seperti menghadiri acara yang mengharuskan penampilan fisik, berinteraksi dengan orang baru, atau bahkan berbicara di depan umum, karena merasa cemas akan penilaian orang lain. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]

  2. Perbandingan Sosial

    Fenomena perbandingan sosial, yaitu membandingkan diri sendiri dengan orang lain, dapat mendorong terciptanya rasa rendah diri atau inferior, khususnya bila individu merasa tubuh mereka tidak seideal orang lain. Hal ini dapat mengubah cara mereka berinteraksi dalam lingkungan sosial atau terbentuknya sikap defensif terhadap komentar sosial. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  3. Penerimaan dan Dukungan Sosial

    Perilaku sosial yang positif, seperti dukungan teman sebaya dan lingkungan yang menerima keberagaman tubuh, dapat membantu individu membangun body image yang lebih sehat. Interaksi sosial yang supportive mengurangi tekanan untuk memenuhi standar yang tidak realistis dan mempromosikan self-acceptance. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]


Kesimpulan

Body image merupakan konstruksi psikologis yang kompleks yang mencakup persepsi visual, pikiran, perasaan, dan tindakan individu terhadap tubuhnya sendiri. Ia terbentuk melalui interaksi faktor internal, seperti pengalaman pribadi dan self-esteem, serta faktor eksternal seperti media, budaya, dan interaksi sosial. Body image tidak hanya memengaruhi kesehatan mental seseorang secara langsung, tetapi juga berperan dalam membentuk perilaku sosial dan kesejahteraan psikologis secara keseluruhan. Memahami body image secara mendalam, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya, merupakan langkah penting dalam upaya mempromosikan kesehatan mental dan sosial yang positif, terutama di era digital saat ini di mana representasi tubuh sangat kuat dan beragam.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Body image adalah gambaran mental, penilaian, serta perasaan individu terhadap tubuhnya sendiri, termasuk bentuk, ukuran, dan penampilan fisik. Body image bersifat subjektif dan dipengaruhi oleh faktor psikologis, sosial, dan budaya.

Komponen utama body image meliputi aspek perseptual (cara melihat tubuh), kognitif (pikiran dan keyakinan tentang tubuh), afektif (perasaan terhadap tubuh), serta perilaku (tindakan yang berkaitan dengan penampilan fisik).

Pembentukan body image dipengaruhi oleh faktor individu seperti pengalaman pribadi, kepribadian, dan self-esteem, serta faktor eksternal seperti keluarga, teman sebaya, media massa, dan budaya.

Media, terutama media sosial, sering menampilkan standar tubuh ideal yang tidak realistis. Paparan berulang terhadap konten tersebut dapat mendorong perbandingan sosial dan meningkatkan ketidakpuasan terhadap tubuh.

Body image negatif dapat berdampak pada rendahnya kepercayaan diri, munculnya kecemasan, depresi, gangguan makan, serta kesulitan dalam berinteraksi sosial.

Body image memengaruhi cara individu berperilaku dan berinteraksi dengan orang lain. Body image yang sehat membantu meningkatkan rasa percaya diri, sedangkan body image negatif dapat menyebabkan penarikan diri dari lingkungan sosial.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Body Image Pasien Pasca Operasi Body Image Pasien Pasca Operasi Brand Image: Konsep, Persepsi Merek, dan Citra Perusahaan Brand Image: Konsep, Persepsi Merek, dan Citra Perusahaan Body Image Pasien Pasca Operasi: Konsep, Adaptasi, dan Respons Psikologis Body Image Pasien Pasca Operasi: Konsep, Adaptasi, dan Respons Psikologis Deployment Sistem Berbasis Container (Docker) Deployment Sistem Berbasis Container (Docker) Self-Concept: Definisi, Ciri, dan Dampaknya Self-Concept: Definisi, Ciri, dan Dampaknya Citra: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Komunikasi [PDF] Citra: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Komunikasi [PDF] Gaya Hidup Sehat: Konsep, faktor pembentuk, dan keberlanjutan Gaya Hidup Sehat: Konsep, faktor pembentuk, dan keberlanjutan Disiplin Kerja: Konsep, Faktor Pembentuk, dan Pengaruh Kinerja Disiplin Kerja: Konsep, Faktor Pembentuk, dan Pengaruh Kinerja Computer Vision Terapan: konsep, analisis citra, dan pemanfaatannya Computer Vision Terapan: konsep, analisis citra, dan pemanfaatannya Resiliensi: Definisi, Faktor Pembentuk, dan Contoh Resiliensi: Definisi, Faktor Pembentuk, dan Contoh Kontrol Diri: Konsep dan Faktor Pembentuk Kontrol Diri: Konsep dan Faktor Pembentuk Identitas Budaya: Konsep, Pembentuk, dan Perannya Identitas Budaya: Konsep, Pembentuk, dan Perannya Perilaku Merokok pada Remaja Perilaku Merokok pada Remaja Gangguan Konsep Diri: Penyebab dan Penanganan Gangguan Konsep Diri: Penyebab dan Penanganan Kepuasan Pelanggan: Konsep, Indikator Kepuasan, dan Loyalitas Kepuasan Pelanggan: Konsep, Indikator Kepuasan, dan Loyalitas  Prinsip Kausalitas dalam Kajian Penelitian Prinsip Kausalitas dalam Kajian Penelitian Etos Kerja: Konsep dan Budaya Produktivitas Etos Kerja: Konsep dan Budaya Produktivitas Konsep Resiliensi Psikologis Konsep Resiliensi Psikologis Keterikatan Organisasional: Konsep, Loyalitas Karyawan, dan Kinerja Keterikatan Organisasional: Konsep, Loyalitas Karyawan, dan Kinerja Solidaritas Komunitas: Konsep dan Kekuatan Sosial Solidaritas Komunitas: Konsep dan Kekuatan Sosial
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…