Terakhir diperbarui: 16 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 16 December). Perilaku Merokok pada Remaja. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/perilaku-merokok-pada-remaja  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Perilaku Merokok pada Remaja - SumberAjar.com

Perilaku Merokok pada Remaja

Pendahuluan

Perilaku merokok pada remaja merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat di Indonesia dan berbagai negara lainnya. Kebiasaan merokok yang dimulai sejak usia remaja mengandung risiko serius karena remaja masih dalam tahap perkembangan fisik dan psikologis, sehingga paparan nikotin dapat menyebabkan ketergantungan lebih kuat dan risiko gangguan kesehatan yang lebih tinggi dibandingkan jika mulai merokok saat dewasa. Penelitian menunjukkan bahwa individu yang pertama kali merokok di usia muda cenderung menjadi perokok aktif di masa dewasa, serta berpotensi mengalami gangguan fungsi paru, risiko penyakit kardiovaskular, dan penurunan kesehatan jangka panjang lainnya. Data menunjukkan bahwa remaja memiliki akses yang relatif mudah terhadap rokok yang murah serta lingkungan sosial yang mendorong perilaku ini, yang menjadikan masalah ini sebagai tantangan utama dalam upaya kesehatan masyarakat. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]


Definisi Perilaku Merokok pada Remaja

Definisi Perilaku Merokok Secara Umum

Perilaku merokok adalah suatu tindakan atau kebiasaan membakar dan menghisap tembakau yang telah dibakar sehingga menghasilkan asap yang dihirup ke dalam tubuh dan kemudian dihembuskan kembali. Aktivitas ini tidak hanya merupakan aktivitas fisik semata, tetapi juga melibatkan aspek sosial, psikologis, dan lingkungan yang mempengaruhi individu dalam melakukannya. Perilaku ini dipandang merugikan dari perspektif kesehatan, sosial, dan ekonomi karena keterkaitannya dengan berbagai penyakit kronis seperti kanker paru-paru, penyakit jantung, dan gangguan pernapasan lainnya. [Lihat sumber Disini - digilib.esaunggul.ac.id]

Definisi Perilaku Merokok dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), merokok adalah suatu kegiatan menghisap asap tembakau yang dibakar ke dalam tubuh kemudian menghembuskannya kembali keluar. Definisi ini menekankan tindakan fisik yang dilakukan dalam proses merokok tanpa memandang latar belakang sosial atau psikologis dari pelakunya. [Lihat sumber Disini - repository.umy.ac.id]

Definisi Perilaku Merokok Menurut Para Ahli

  1. Komalasari & Helmi (2012)

    Perilaku merokok merupakan aktivitas subjek yang berhubungan dengan frekuensi merokok, waktu merokok, dan fungsi dari perilaku merokok dalam kehidupan sehari-hari. Pengertian ini mencakup tidak hanya aspek tindakan, tetapi juga konteks penggunaan rokok dalam kehidupan sosial dan psikologis individu. [Lihat sumber Disini - digilib.esaunggul.ac.id]

  2. Aritonang (dalam Nasution, 2007)

    Menyatakan bahwa merokok adalah perilaku kompleks yang merupakan hasil interaksi antara aspek kognitif, kondisi psikologis, dan keadaan fisiologis orang yang merokok. Pengertian ini menekankan interaksi multidimensional yang mempengaruhi perilaku merokok. [Lihat sumber Disini - repository.uin-suska.ac.id]

  3. Leavy dalam Nasution (2007)

    Perilaku merokok didefinisikan sebagai kegiatan atau tindakan menghisap dan menghembuskan asap rokok dalam bentuk gulungan tembakau yang dibakar, serta menghasilkan asap yang dapat terhirup oleh orang di sekitarnya, termasuk dampak buruknya bagi perokok maupun orang lain di sekelilingnya. [Lihat sumber Disini - repository.uin-suska.ac.id]

  4. WHO (2013)

    WHO membagi perilaku merokok berdasarkan intensitasnya (perokok ringan, sedang, dan berat), serta menekankan dampak kesehatan negatif dari paparan zat berbahaya seperti nikotin dan tar pada kesehatan perokok aktif maupun pasif. Meskipun definisi WHO lebih pada klasifikasi intensitas, konsep ini membantu memahami perbedaan pola merokok di kalangan remaja. [Lihat sumber Disini - eprints.poltekkesjogja.ac.id]


Faktor yang Mendorong Remaja Merokok

Perilaku merokok pada remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi, baik dari dalam diri individu maupun dari lingkungan sosialnya.

Salah satu faktor utama adalah tekanan teman sebaya (peer pressure). Remaja yang memiliki teman dekat yang merokok cenderung lebih berisiko untuk mencoba merokok karena adanya dorongan sosial atau rasa ingin diterima di kelompoknya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa adanya teman yang merokok merupakan faktor dominan dalam perilaku merokok pada remaja, bahkan lebih kuat dibandingkan faktor lingkungan sekolah lainnya. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Selain itu, lingkungan keluarga juga berperan penting. Remaja yang orang tuanya merokok lebih berisiko untuk meniru perilaku tersebut, karena orang tua berfungsi sebagai model perilaku dalam keluarga. Data nasional menunjukkan bahwa perilaku merokok pada anggota keluarga, terutama orang tua, dapat meningkatkan kemungkinan remaja menjadi perokok. [Lihat sumber Disini - scholarhub.ui.ac.id]

Faktor lain yang signifikan adalah akses terhadap rokok yang mudah, baik secara fisik (misalnya banyaknya penjual rokok di sekitar lingkungan sekolah) maupun secara sosial melalui media dan iklan yang menggambarkan merokok sebagai sesuatu yang “keren” atau “dewasa”. Penelitian di lingkungan sekolah menunjukkan bahwa akses dan ketersediaan rokok serta paparan iklan rokok turut mendukung perilaku merokok remaja. [Lihat sumber Disini - journal.stikespmc.ac.id]

Selain itu, kurangnya pengetahuan dan sikap positif terhadap bahaya rokok juga berkontribusi pada perilaku merokok. Remaja yang kurang memahami konsekuensi kesehatan dari merokok cenderung lebih menerima dan melanjutkan kebiasaan ini karena tidak melihat risiko langsungnya. [Lihat sumber Disini - journal.stikespmc.ac.id]

Faktor psikologis seperti curiosity (rasa ingin tahu) dan persepsi bahwa merokok dapat meningkatkan citra diri seperti rasa “tangguh” atau “dewasa” juga dilaporkan menjadi alasan awal remaja mencoba rokok. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Pengaruh Lingkungan dan Teman Sebaya

Lingkungan sosial di mana remaja berada memiliki peran signifikan dalam mempengaruhi pola perilaku merokok mereka. Teman sebaya yang merokok tidak hanya memberikan contoh perilaku tetapi juga bisa memberikan tekanan sosial langsung untuk mencoba merokok. Penelitian menunjukkan bahwa remaja yang memiliki teman dekat yang merokok memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk merokok dibandingkan mereka yang tidak memiliki teman merokok, karena perokok cenderung saling memberi rokok atau mengajak teman sebayanya. [Lihat sumber Disini - thejhpb.com]

Selain itu, lingkungan sekitar sekolah, termasuk akses mudah ke toko atau warung yang menjual rokok di dekat sekolah, menciptakan konteks sosial di mana rokok mudah didapat sehingga semakin memperkuat perilaku merokok. Hal ini terutama terjadi ketika remaja merasa bahwa merokok adalah bagian dari identitas sosial atau cara untuk diterima dalam suatu kelompok. [Lihat sumber Disini - journal.stikespmc.ac.id]

Faktor lingkungan keluarga, termasuk anggota keluarga yang merokok dan kebiasaan merokok di rumah, juga memperkuat pola perilaku tersebut karena remaja mungkin melihat merokok sebagai hal yang normal dalam kehidupan sehari-hari. [Lihat sumber Disini - scholarhub.ui.ac.id]

Secara keseluruhan, interaksi antara teman sebaya dan lingkungan fisik yang mendukung perilaku merokok menciptakan jaringan sosial yang memperkuat kebiasaan merokok pada remaja. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Dampak Merokok terhadap Kesehatan Remaja

Merokok memiliki dampak kesehatan yang luas dan serius, terutama bagi remaja yang tubuhnya masih dalam masa perkembangan. Paparan nikotin dan berbagai zat berbahaya lainnya dalam asap rokok dapat memberikan dampak negatif pada berbagai sistem organ tubuh.

Pertama, fungsi paru-paru remaja dipengaruhi secara signifikan. Merokok dapat menghambat pertumbuhan paru, menyebabkan gangguan fungsi pernapasan, serta meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan seperti bronkitis dan pneumonia. Paparan asap rokok juga meningkatkan risiko asma dan penurunan kapasitas paru dalam jangka panjang. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Kedua, sistem kardiovaskular remaja juga terdampak. Nikotin dan zat kimia lain dalam rokok dapat menyebabkan pengerasan arteri (aterosklerosis) dan meningkatkan tekanan darah, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke di kemudian hari. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Selain itu, merokok remaja dikaitkan dengan gangguan psikologis, termasuk kecemasan dan gangguan mood lainnya. Penggunaan tembakau pada usia muda juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penggunaan zat adiktif lainnya di kemudian hari. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Berbagai penelitian epidemiologis juga menunjukkan bahwa remaja yang merokok memiliki risiko lebih tinggi mengalami ketergantungan nikotin dibandingkan anak yang mulai merokok saat dewasa, yang membuat upaya berhenti merokok menjadi lebih sulit di kemudian hari. [Lihat sumber Disini - paediatricaindonesiana.org]


Tingkat Pengetahuan Remaja tentang Bahaya Rokok

Tingkat pengetahuan remaja tentang bahaya rokok sangat beragam dan dalam banyak kasus masih kurang memadai. Beberapa studi menunjukkan bahwa remaja yang memiliki pengetahuan rendah tentang konsekuensi kesehatan merokok cenderung memiliki sikap yang lebih permisif terhadap perilaku merokok dan lebih mungkin menjadi perokok aktif. [Lihat sumber Disini - journal.stikespmc.ac.id]

Penelitian di sekolah menunjukkan bahwa kurangnya sosialisasi mengenai bahaya merokok, baik melalui penyuluhan kesehatan, konseling sekolah, maupun media sosial, dapat menyebabkan remaja memiliki pemahaman yang terbatas tentang bahaya rokok. Ketidaktahuan ini pada gilirannya mengurangi motivasi mereka untuk menghindari atau berhenti merokok karena mereka tidak melihat dampak jangka panjang dari kebiasaan itu. [Lihat sumber Disini - journal.stikespmc.ac.id]

Faktor pengetahuan ini juga dipengaruhi oleh lingkungan sosial; remaja yang tumbuh dalam keluarga atau kelompok teman yang tidak mengedukasi tentang bahaya rokok cenderung memiliki pemahaman yang lebih rendah dibandingkan mereka yang mendapatkan informasi dan dukungan yang kuat untuk menghindari rokok. [Lihat sumber Disini - ulilalbabinstitute.id]


Strategi Pencegahan Perilaku Merokok

Pencegahan perilaku merokok pada remaja membutuhkan pendekatan holistik yang mencakup lingkungan sekolah, keluarga, dan kebijakan publik. Pertama, pendidikan kesehatan yang komprehensif di sekolah dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya merokok dan memperkuat sikap negatif terhadap rokok. Program pendidikan yang efektif mencakup informasi tentang efek jangka panjang merokok, keterampilan untuk menolak tekanan teman sebaya, dan kegiatan promosi kesehatan yang menarik bagi remaja.

Kedua, keterlibatan keluarga dalam upaya pencegahan merokok sangat penting. Orang tua perlu menjadi model perilaku sehat dan secara aktif berdiskusi dengan anak-anak mereka tentang bahaya rokok serta menetapkan aturan bebas rokok di rumah.

Ketiga, kebijakan pengendalian tembakau yang ketat seperti meningkatkan harga rokok melalui pajak dan memperketat penjualan rokok kepada anak di bawah umur dapat mengurangi akses remaja ke produk tembakau. Upaya ini juga dapat mencakup pembatasan iklan rokok yang menargetkan anak muda serta penegakan kebijakan kawasan bebas rokok di sekolah dan tempat umum.

Terakhir, program kampanye media sosial dan anti-rokok yang dirancang sesuai konteks lokal dapat membantu mengubah persepsi remaja terhadap merokok dan memperkuat komitmen mereka untuk hidup bebas rokok.


Kesimpulan

Perilaku merokok pada remaja merupakan fenomena kompleks yang dipengaruhi oleh faktor sosial, lingkungan, psikologis, dan pengetahuan individu. Tekanan teman sebaya, peran keluarga, akses mudah terhadap rokok, serta rendahnya pengetahuan tentang dampak kesehatan berkontribusi terhadap tingginya prevalensi merokok di kalangan remaja. Dampak negatif dari merokok mencakup gangguan fungsi paru, risiko penyakit kardiovaskular, serta dampak psikologis yang dapat berlanjut hingga dewasa. Untuk mengatasi masalah ini, strategi pencegahan yang komprehensif diperlukan, melibatkan pendidikan sekolah, dukungan keluarga, kebijakan publik yang kuat, serta kampanye kesehatan yang efektif untuk membentuk generasi muda yang sehat dan bebas dari rokok.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Perilaku merokok pada remaja adalah kebiasaan menghisap rokok yang dilakukan oleh individu usia remaja, baik secara coba-coba maupun rutin, yang dipengaruhi oleh faktor psikologis, sosial, lingkungan, serta tingkat pengetahuan tentang bahaya rokok.

Faktor yang mendorong remaja merokok meliputi pengaruh teman sebaya, lingkungan keluarga yang permisif terhadap rokok, kemudahan akses rokok, paparan iklan rokok, rasa ingin tahu, serta kurangnya pengetahuan tentang dampak kesehatan rokok.

Teman sebaya memiliki pengaruh besar terhadap perilaku merokok remaja karena adanya tekanan sosial, keinginan untuk diterima dalam kelompok, serta contoh perilaku merokok yang dianggap normal atau meningkatkan citra diri.

Merokok dapat berdampak buruk terhadap kesehatan remaja, seperti gangguan fungsi paru-paru, peningkatan risiko penyakit pernapasan, gangguan sistem kardiovaskular, ketergantungan nikotin, serta masalah psikologis yang dapat berlanjut hingga dewasa.

Tingkat pengetahuan remaja tentang bahaya rokok penting karena pengetahuan yang baik dapat membentuk sikap negatif terhadap rokok dan menurunkan kecenderungan untuk mencoba atau melanjutkan kebiasaan merokok.

Strategi pencegahan meliputi pendidikan kesehatan di sekolah, peran aktif keluarga sebagai teladan, pembatasan akses dan iklan rokok, penegakan kebijakan kawasan bebas rokok, serta kampanye kesehatan yang sesuai dengan karakteristik remaja.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Perilaku Merokok: Konsep, implikasi kesehatan, dan pencegahan Perilaku Merokok: Konsep, implikasi kesehatan, dan pencegahan Upaya Berhenti Merokok Upaya Berhenti Merokok Faktor Risiko Kehamilan Remaja Faktor Risiko Kehamilan Remaja Perilaku Merokok Pasif Perilaku Merokok Pasif Kesehatan Remaja Kesehatan Remaja Perilaku Sosial Remaja: Konsep dan Pembentukan Identitas Perilaku Sosial Remaja: Konsep dan Pembentukan Identitas Sikap Sosial Remaja: Konsep dan Pembentukannya Sikap Sosial Remaja: Konsep dan Pembentukannya Edukasi Bahaya Rokok Edukasi Bahaya Rokok Persepsi Remaja Putri terhadap Pemeriksaan Kesehatan Reproduksi Rutin Persepsi Remaja Putri terhadap Pemeriksaan Kesehatan Reproduksi Rutin Pengetahuan Remaja tentang Kesehatan Reproduksi Pengetahuan Remaja tentang Kesehatan Reproduksi Perilaku Hidup Sehat pada Remaja Perilaku Hidup Sehat pada Remaja Pergaulan Remaja: Konsep dan Kontrol Sosial Pergaulan Remaja: Konsep dan Kontrol Sosial Krisis Identitas Remaja: Konsep dan Dinamika Sosial Krisis Identitas Remaja: Konsep dan Dinamika Sosial Persepsi Remaja Putri terhadap KB Pasca Nikah Persepsi Remaja Putri terhadap KB Pasca Nikah Kehamilan Remaja: Konsep, Risiko Kesehatan, dan Pencegahan Kehamilan Remaja: Konsep, Risiko Kesehatan, dan Pencegahan Sikap Remaja terhadap Seks Pra Nikah Sikap Remaja terhadap Seks Pra Nikah Perilaku Konsumsi Susu pada Remaja Perilaku Konsumsi Susu pada Remaja Status Gizi Remaja Putri Status Gizi Remaja Putri Perilaku Minum Obat Remaja Perilaku Minum Obat Remaja Pengetahuan Remaja tentang Makan Malam Sehat Pengetahuan Remaja tentang Makan Malam Sehat
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…