Terakhir diperbarui: 09 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 9 January). Solidaritas Komunitas: Konsep dan Kekuatan Sosial. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/solidaritas-komunitas-konsep-dan-kekuatan-sosial 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Solidaritas Komunitas: Konsep dan Kekuatan Sosial - SumberAjar.com

Solidaritas Komunitas: Konsep dan Kekuatan Sosial

Pendahuluan

Komunitas merupakan salah satu elemen fundamental dalam struktur masyarakat, yang membentuk jaringan sosial dan kehidupan kolektif manusia. Solidaritas komunitas adalah salah satu pilar utama dalam menciptakan keterikatan sosial antar anggota komunitas dan menjaga keberlanjutan interaksi sosial tersebut. Solidaritas bukan hanya sekadar kebersamaan sesaat, tetapi juga merupakan fondasi bagi kohesi sosial, yang memungkinkan anggota komunitas saling bekerjasama, mempercayai, dan bersama-sama menghadapi tantangan kehidupan. Dalam konteks pembangunan sosial dan manusia, solidaritas komunitas memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas hubungan sosial, memperkuat rasa kebersamaan, dan mendorong partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan sosial yang berorientasi pada kebaikan bersama. Fenomena solidaritas ini dapat dilihat di berbagai komunitas di Indonesia, dari komunitas tradisional sampai komunitas modern seperti komunitas ojek online dan komunitas kurir yang menunjukkan bagaimana solidaritas memengaruhi dinamika sosial mereka. [Lihat sumber Disini - ejournal.insuriponorogo.ac.id]


Definisi Solidaritas Komunitas

Definisi Solidaritas Komunitas Secara Umum

Solidaritas komunitas secara umum dapat dipahami sebagai kondisi hubungan sosial di mana individu dan kelompok dalam komunitas saling terkait melalui rasa tanggung jawab, keterikatan moral, dan tujuan yang sama. Konsep ini sering dikaitkan dengan rasa kesetiakawanan dan saling membantu antar anggota komunitas. Dalam ranah sosiologi, solidaritas sosial mencerminkan bagaimana hubungan interpersonal dan interaksi sosial menciptakan ikatan sosial yang kuat untuk tujuan bersama dan saling mendukung. [Lihat sumber Disini - digilib-iakntoraja.ac.id]

Definisi Solidaritas Komunitas dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), solidaritas didefinisikan sebagai rasa atau semangat untuk saling mendukung dan bekerjasama antar individu dalam suatu kelompok atau masyarakat, yang tercermin dalam perasaan senasib, sepenanggungan, serta kesetiakawanan sosial. Ini menekankan aspek emosional dan moral dalam hubungan sosial yang memperkuat ikatan antar anggota komunitas. [Lihat sumber Disini - journal.student.uny.ac.id]

Definisi Solidaritas Komunitas Menurut Para Ahli

  1. Émile Durkheim

    Solidaritas sosial menurut Durkheim adalah hubungan antar individu maupun kelompok yang didasarkan pada perasaan moral dan kepercayaan yang dianut bersama, diperkuat oleh pengalaman emosional kolektif, serta menjadi dasar bagi kehidupan sosial yang terorganisir dan kohesif. [Lihat sumber Disini - journal.forikami.com]

  2. Paul Johnson (1986)

    Solidaritas adalah keadaan hubungan antara individu atau kelompok yang didasarkan pada perasaan moral dan kepercayaan bersama yang diperkuat melalui pengalaman emosional bersama, sehingga menciptakan kerja sama dan saling memahami di dalam komunitas. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

  3. Johnson & Goodmann (Ritzer & Goodman)

    Solidaritas sosial merupakan kondisi hubungan yang muncul karena kebersamaan moral dan sosial yang mendorong individu untuk saling terkait dan berinteraksi dalam tatanan sosial yang saling mendukung. [Lihat sumber Disini - journal.forikami.com]

  4. Teori Sosiologi Kontemporer

    Solidaritas dapat juga dipahami sebagai hasil proses interaksi sosial yang menjadi fondasi bagi terbentuknya kesatuan dalam komunitas, di mana keterikatan itu tumbuh dari nilai moral, keyakinan yang serupa, serta pengalaman emosional yang dialami secara kolektif. [Lihat sumber Disini - digilib-iakntoraja.ac.id]


Bentuk-Bentuk Solidaritas Komunitas

Solidaritas komunitas tidak monolitik; ia dapat muncul dalam berbagai bentuk yang mencerminkan dinamika sosial komunitas itu sendiri.

1. Solidaritas Mekanik

Solidaritas mekanik muncul dalam komunitas yang relatif homogen, di mana anggota memiliki latar belakang, nilai, dan pengalaman hidup yang serupa. Ikatan sosial yang terbentuk didasarkan pada persamaan ini serta adanya kesadaran kolektif yang kuat. Solidaritas jenis ini sering ditemukan dalam komunitas tradisional atau kelompok lokal yang memiliki budaya dan norma bersama. [Lihat sumber Disini - ejournal.insuriponorogo.ac.id]

2. Solidaritas Organik

Berseberangan dengan solidaritas mekanik, solidaritas organik muncul dalam komunitas yang kompleks dan terdiversifikasi, di mana anggota memiliki fungsi sosial yang berbeda namun saling bergantung satu sama lain. Dalam solidaritas organik, keterikatan sosial muncul dari ketergantungan fungsional dan kerja sama yang dibangun melalui spesialisasi peran masing-masing anggota. [Lihat sumber Disini - ejournal.insuriponorogo.ac.id]

3. Solidaritas Emosional dan Dukungan Sosial

Bentuk solidaritas ini tercermin melalui dukungan emosional dan bantuan praktis antar anggota komunitas, seperti solidaritas dalam komunitas pengemudi ojek online yang saling mendukung dalam situasi sulit atau berbagi pengalaman kerja. [Lihat sumber Disini - journal.appisi.or.id]

4. Solidaritas Berdasarkan Minat dan Nilai Bersama

Komunitas modern sering membentuk solidaritas berdasarkan minat dan nilai bersama, bukan semata berdasarkan latar belakang geografis atau profesi. Solidaritas jenis ini sering ditemukan dalam komunitas seperti kelompok kurir atau komunitas hobi yang memperkuat keterikatan sosial melalui aktivitas bersama yang rutin dan tujuan bersama. [Lihat sumber Disini - ppis.ulm.ac.id]


Faktor Pembentuk Solidaritas Komunitas

Solidaritas komunitas dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal.

1. Nilai dan Keyakinan Bersama

Ketika anggota komunitas memiliki nilai, keyakinan, dan tujuan bersama, rasa solidaritas cenderung lebih kuat karena adanya kesamaan orientasi moral dan sosial yang mengikat mereka. [Lihat sumber Disini - digilib-iakntoraja.ac.id]

2. Pengalaman Emosional Kolektif

Pengalaman kolektif seperti menghadapi krisis bersama atau kegiatan bersama yang intensif dapat memperkuat rasa solidaritas antar anggota komunitas. [Lihat sumber Disini - digilib-iakntoraja.ac.id]

3. Interaksi Rutin dan Partisipasi Sosial

Aktivitas sosial rutin seperti kegiatan komunitas, gotong royong, atau kerja bersama dapat menjadi pembentuk kuat solidaritas karena menciptakan ikatan relasional yang kuat antara anggota komunitas. [Lihat sumber Disini - journal.student.uny.ac.id]

4. Faktor Sosial dan Struktural

Struktur sosial yang menghargai kerja sama, keterbukaan, serta partisipasi aktif dalam komunitas juga memainkan peran penting dalam membentuk solidaritas, terutama di komunitas modern yang heterogen. [Lihat sumber Disini - ppis.ulm.ac.id]


Solidaritas Komunitas dan Kohesi Sosial

Solidaritas komunitas dan kohesi sosial saling berkaitan erat. Kohesi sosial mencerminkan tingkat keterikatan dan hubungan positif antar anggota masyarakat. Solidaritas merupakan komponen inti dari kohesi sosial, ketika solidaritas dalam komunitas meningkat, kohesi sosial juga akan semakin kuat karena anggota masyarakat merasa lebih terhubung, saling percaya, dan termotivasi untuk bekerja mencapai tujuan bersama. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Peran Solidaritas Komunitas dalam Pembangunan

Solidaritas komunitas memiliki kontribusi signifikan dalam proses pembangunan sosial dan ekonomi suatu masyarakat. Solidaritas dapat membantu:

1. Meningkatkan Kesejahteraan Sosial

Solidaritas memungkinkan masyarakat untuk saling membantu dalam situasi ekonomi sulit, mengurangi kesenjangan sosial dan memperkuat jaringan bantuan sosial.

2. Memperkuat Ketahanan Komunitas

Dalam situasi krisis atau bencana, komunitas yang memiliki solidaritas tinggi cenderung bisa bertahan lebih baik karena anggota saling mendukung satu sama lain.

3. Mendorong Partisipasi dalam Proyek Sosial

Solidaritas meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam proyek pembangunan lokal, seperti program gotong royong, kegiatan kebersihan lingkungan, atau inisiatif pemberdayaan masyarakat. [Lihat sumber Disini - repository.radenintan.ac.id]


Solidaritas Komunitas dalam Masyarakat Modern

Dalam masyarakat modern yang semakin kompleks dan heterogen, solidaritas komunitas tetap relevan namun sering mengalami transformasi. Solidaritas tidak lagi hanya berdasar pada kesamaan fungsi sosial atau latar belakang, tetapi juga pada nilai, minat, dan tujuan bersama yang lebih beragam. Komunitas modern sering memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk memperkuat solidaritas melalui platform komunikasi digital yang memungkinkan interaksi yang lebih luas dan efektif. [Lihat sumber Disini - ejournal.insuriponorogo.ac.id]


Kesimpulan

Solidaritas komunitas adalah konsep yang mencerminkan ikatan sosial antara anggota komunitas yang didasarkan pada rasa kebersamaan, dukungan, dan tujuan bersama. Secara umum, solidaritas dapat dipahami sebagai kondisi hubungan sosial yang mengikat individu-individu ke dalam suatu kesatuan sosial melalui nilai dan pengalaman bersama. Solidaritas hadir dalam berbagai bentuk, mekanik, organik, emosional, dan berdasarkan nilai bersama, yang dipengaruhi oleh faktor internal seperti nilai bersama dan pengalaman emosional serta faktor struktural seperti interaksi sosial dan partisipasi. Solidaritas memainkan peran penting dalam memperkuat kohesi sosial dan memfasilitasi pembangunan komunitas, terutama dalam konteks masyarakat modern yang dinamis dan beragam. Solidaritas komunitas tidak hanya memperkuat hubungan interpersonal, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan sosial dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Solidaritas komunitas adalah ikatan sosial yang terjalin antar anggota komunitas berdasarkan rasa kebersamaan, saling percaya, dan tanggung jawab bersama dalam mencapai tujuan sosial.

Solidaritas komunitas penting karena dapat memperkuat kohesi sosial, meningkatkan kerja sama, mengurangi konflik, serta membantu masyarakat menghadapi tantangan sosial dan ekonomi secara kolektif.

Bentuk solidaritas komunitas meliputi solidaritas mekanik, solidaritas organik, solidaritas emosional, serta solidaritas berbasis nilai dan kepentingan bersama.

Solidaritas komunitas dibentuk oleh nilai dan keyakinan bersama, pengalaman emosional kolektif, interaksi sosial yang intensif, serta partisipasi aktif anggota dalam kegiatan komunitas.

Solidaritas komunitas berperan dalam mendukung pembangunan sosial dengan meningkatkan partisipasi masyarakat, memperkuat ketahanan komunitas, serta mendorong kerja sama dalam program pembangunan.

Ya, solidaritas komunitas tetap relevan di masyarakat modern, meskipun mengalami transformasi melalui pemanfaatan teknologi dan media sosial sebagai sarana memperkuat hubungan sosial.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Solidaritas Sosial: Konsep, Mekanisme, dan Jenis Perilaku Komunal: Konsep dan Praktik Kolektif Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Kohesi Sosial: Konsep dan Perekat Masyarakat Disorganisasi Sosial: Konsep dan Dampak Masyarakat Kepedulian Sosial: Konsep, Faktor, dan Ekspresi Sosial Aktivisme Digital: Konsep dan Gerakan Sosial Baru Ketahanan Sosial: Konsep dan Daya Adaptasi Komunitas Teori Sosial: Definisi, Fungsi, dan Contoh Konsep Psikologi Positif Interaksi Ekonomi Sosial: Konsep dan Relasi Sosial Social Identity: Konsep dan Contoh Nilai Sosial: Konsep dan Fungsi dalam Masyarakat Modal Sosial: Konsep dan Bentuk-Bentuknya Promosi Kesehatan Berbasis Komunitas Relasi Sosial: Fungsi dan Faktor Kontrol Sosial: Konsep, Mekanisme, dan Penerapan Dominasi Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Perilaku Kolektif: Konsep dan Manifestasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna