
Harga Saham: Konsep dan Faktor Penentu
Pendahuluan
Harga saham adalah salah satu istilah paling fundamental dalam pasar modal karena secara langsung mencerminkan bagaimana pasar menilai nilai sebuah perusahaan dan prospeknya di masa depan. Saham sendiri sudah menjadi instrumen investasi yang banyak diminati oleh investor maupun masyarakat umum karena memberikan peluang imbal hasil berupa capital gain dan dividen dibandingkan instrumen investasi lain. Perubahan harga saham sering kali menjadi indikator sentimen pasar terhadap kondisi ekonomi makro, kondisi industri, serta kinerja internal perusahaan. Pemahaman tentang konsep harga saham dan faktor-faktor yang mempengaruhinya sangat penting tidak hanya bagi investor, tetapi juga bagi manajer perusahaan, analis keuangan, serta mahasiswa bidang ekonomi dan bisnis yang ingin memahami dinamika pasar modal secara lebih mendalam.
Definisi Harga Saham
Definisi Harga Saham Secara Umum
Harga saham secara umum merujuk pada nilai moneter dari satu lembar saham yang diperdagangkan di pasar modal. Ini merupakan harga aktual yang digunakan untuk membeli atau menjual saham pada suatu waktu tertentu di bursa efek. Harga ini ditentukan oleh mekanisme pasar melalui kekuatan permintaan dan penawaran antara pembeli dan penjual. Jika permintaan saham tinggi, harga cenderung naik. Sebaliknya, jika penawaran lebih banyak daripada permintaan, harga akan turun. Definisi umum ini sering digunakan di berbagai tulisan dan publikasi keuangan sebagai gambaran dasar tentang apa itu harga saham dalam konteks pasar modal. ([Lihat sumber Disini - journal.untar.ac.id])
Definisi Harga Saham dalam KBBI
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sendiri tidak secara eksplisit mencantumkan definisi frasa “harga saham”, tetapi mendefinisikan “saham” sebagai surat bukti pemilikan bagian modal perseroan terbatas yang memberi hak atas dividen dan lain-lain menurut besar kecilnya modal yang disetor. Dari definisi ini dapat diturunkan bahwa harga saham adalah nilai pasar dari surat bukti tersebut pada saat diperdagangkan di bursa. Pemahaman ini jadi penting karena harga saham ialah representasi nilai yang bersedia dibayar investor untuk kepemilikan tersebut pada momen tertentu. ([Lihat sumber Disini - kbbi.web.id])
Definisi Harga Saham Menurut Para Ahli
Beberapa ahli telah memberikan definisi harga saham dari perspektif yang berbeda-beda namun saling melengkapi:
-
Hartono (2013) menyatakan bahwa harga saham adalah harga yang terjadi di bursa pada waktu tertentu yang ditentukan oleh pelaku pasar berdasarkan permintaan dan penawaran. ([Lihat sumber Disini - journals.unihaz.ac.id])
-
Sartono (2011) menambahkan bahwa harga saham terbentuk karena interaksi antara pembeli dan penjual di pasar modal, mencerminkan keseimbangan penawaran dan permintaan. ([Lihat sumber Disini - journals.unihaz.ac.id])
-
Brigham dan Houston (2011) melihat harga saham sebagai indikator kekayaan pemegang saham, di mana harga ini mencerminkan arus kas masa depan yang diharapkan investor dari perusahaan. ([Lihat sumber Disini - journals.unihaz.ac.id])
-
Norbert Edomah (2020) mendefinisikan harga saham sebagai harga jual dan beli saham yang dikomersialkan untuk meningkatkan kepercayaan pasar dan investasi dalam perusahaan. ([Lihat sumber Disini - elibrary.unikom.ac.id])
Jenis-Jenis Harga Saham
Dalam praktik pasar modal, harga saham tidak hanya satu angka tunggal tetapi mencakup beberapa jenis harga tergantung fase dan konteks perdagangan.
Harga Nominal
Harga nominal merupakan nilai per lembar saham yang ditetapkan oleh perusahaan ketika saham diterbitkan pertama kali. Nilai ini tercatat dalam dokumen resmi perusahaan dan digunakan sebagai dasar awal penilaian saham. Harga nominal ini tidak selalu mencerminkan harga pasar, karena harga pasar dapat berubah berdasarkan dinamika permintaan dan penawaran di bursa efek. ([Lihat sumber Disini - repository.stiegici.ac.id])
Harga Perdana (Initial Public Offering / IPO)
Harga perdana adalah harga saham ketika perusahaan melakukan penawaran umum pertama kali atau IPO. Harga ini biasanya ditentukan oleh penjamin emisi (underwriter) dan perusahaan berdasarkan minat investor selama masa bookbuilding, kondisi pasar, serta prospek perusahaan ke depan. Harga perdana sering menjadi tolok ukur awal minat investor terhadap saham tersebut. ([Lihat sumber Disini - repository.stiegici.ac.id])
Harga Pasar (Market Price)
Harga pasar adalah harga aktual di mana saham diperdagangkan antara investor di pasar sekunder. Harga ini berubah secara real-time selama jam perdagangan dan sangat dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran investor di bursa efek. Harga pasar ini biasanya menjadi acuan utama analisis teknikal dan keputusan investasi jangka pendek maupun panjang. ([Lihat sumber Disini - repository.stiegici.ac.id])
Harga Pembukaan dan Penutupan
Harga pembukaan adalah harga pertama yang tercatat pada saat jam bursa dibuka. Harga ini tercipta dari interaksi awal antara pembeli dan penjual dari order pra-pembukaan. Sedangkan harga penutupan adalah harga terakhir yang dicatat pada akhir sesi perdagangan harian. Harga penutupan sering digunakan sebagai indikator kinerja harian saham dan menjadi basis perhitungan indeks pasar. ([Lihat sumber Disini - repository.stiegici.ac.id])
Harga Tertinggi dan Terendah
Selama periode perdagangan tertentu, saham dapat mencapai harga tertinggi dan terendah. Harga tertinggi menunjukkan level tertinggi yang berhasil dicapai oleh saham, sedangkan harga terendah menunjukkan level terendah selama periode yang sama. Dua metrik ini sering digunakan dalam analisis teknikal untuk memahami volatilitas saham. ([Lihat sumber Disini - repository.stiegici.ac.id])
Mekanisme Pembentukan Harga Saham
Harga saham terbentuk melalui mekanisme pasar yang dikenal sebagai sistem permintaan dan penawaran di bursa efek. Di pasar modal, setiap investor yang ingin membeli saham akan memasang harga bid (tawar), sedangkan yang ingin menjual memasang harga ask (jual). Sistem perdagangan elektronik yang dijalankan oleh bursa akan mencocokkan order-order ini secara otomatis.
Ketika permintaan terhadap saham lebih besar daripada penawaran, permintaan yang tinggi membuat harga cenderung naik karena calon pembeli bersedia membayar lebih untuk mendapatkan saham tersebut. Sebaliknya, ketika penawaran lebih besar daripada permintaan, harga akan menurun karena penjual bersedia menurunkan harga untuk menarik pembeli. Proses ini terjadi dalam waktu nyata selama jam perdagangan sehingga harga saham bisa berubah setiap detik. ([Lihat sumber Disini - journal.untar.ac.id])
Faktor yang mendorong perubahan permintaan dan penawaran bisa sangat beragam, misalnya laporan laba perusahaan, pengumuman dividen, akuisisi, berita ekonomi makro, kebijakan pemerintah, serta sentimen pasar global. Mekanisme ini menegaskan bahwa harga saham bukan hanya angka arbitrer tetapi hasil dari gambaran keseluruhan pasar atas nilai yang diharapkan investor dari perusahaan di masa depan.
Faktor Internal yang Mempengaruhi Harga Saham
Faktor internal adalah segala aspek yang berasal dari dalam perusahaan yang dapat mempengaruhi harga sahamnya. Faktor-faktor ini biasanya berkaitan langsung dengan kinerja keuangan perusahaan, kebijakan korporasi, dan indikator fundamental perusahaan.
Profitabilitas dan Rasio Keuangan
Profitabilitas perusahaan yang diukur melalui rasio-rasio keuangan seperti Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Earning per Share (EPS), Price to Book Value (PBV) dan Debt to Equity Ratio (DER) sering menjadi faktor utama yang mempengaruhi harga saham. Penelitian empiris menunjukkan bahwa variabel-variabel ini secara bersama-sama atau parsial sering mempengaruhi harga saham karena mencerminkan kesehatan keuangan dan kemampuan perusahaan menghasilkan laba. ([Lihat sumber Disini - jurnalmahasiswa.stiesia.ac.id])
EPS misalnya menunjukkan laba bersih yang tersedia untuk setiap lembar saham, sehingga tingkat EPS yang lebih tinggi sering dianggap positif oleh investor dan dapat mendorong kenaikan harga saham. Rasio harga terhadap pendapatan (P/E Ratio) juga sering dipakai untuk menilai apakah saham dihargai terlalu tinggi atau terlalu rendah berdasarkan laba yang dihasilkan perusahaan. ([Lihat sumber Disini - papers.ssrn.com])
Kebijakan Dividen dan Aksi Korporasi
Kebijakan perusahaan dalam memberikan dividen atau melakukan aksi korporasi seperti buyback saham, penerbitan saham baru, atau merger dapat memengaruhi persepsi investor terhadap nilai saham. Misalnya, pembagian dividen yang lebih tinggi sering kali dianggap sebagai tanda kekuatan finansial perusahaan dan dapat mendorong minat beli investor. ([Lihat sumber Disini - ijefm.co.in])
Kualitas Laporan Keuangan
Informasi dalam laporan keuangan yang akurat dan transparan juga merupakan faktor internal penting lainnya. Kualitas laporan yang baik menurunkan tingkat asimetri informasi antara manajemen dan investor sehingga meningkatkan kepercayaan pasar sekaligus memengaruhi harga saham. ([Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov])
Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Harga Saham
Faktor eksternal berasal dari lingkungan ekonomi, industri, dan pasar secara makro yang berada di luar kendali perusahaan tetapi memiliki dampak signifikan terhadap harga saham.
Kondisi Ekonomi Makro
Perubahan suku bunga, tingkat inflasi, nilai tukar mata uang, dan pertumbuhan ekonomi adalah contoh faktor makro yang sering memengaruhi harga saham. Misalnya, suku bunga yang tinggi biasanya meningkatkan biaya modal dan dapat menurunkan daya tarik investasi saham jika imbal hasil obligasi menjadi lebih menarik. Perubahan nilai tukar dapat mempengaruhi perusahaan yang memiliki eksposur global. ([Lihat sumber Disini - ejournal.iainpalopo.ac.id])
Sentimen Pasar dan Peristiwa Eksternal
Sentimen pasar mencakup persepsi dan emosi kolektif investor yang dapat dipengaruhi oleh berita ekonomi, politik, kejadian global seperti pandemi, ataupun peristiwa geopolitik. Sentimen negatif sering memicu aksi jual besar-besaran sementara sentimen positif dapat mendorong lonjakan harga saham. Faktor ini sering disebut dalam literatur sebagai aspek teknikal yang bergerak di luar fundamental perusahaan. ([Lihat sumber Disini - investopedia.com])
Kebijakan Pemerintah dan Regulasi
Kebijakan fiskal dan moneter pemerintah juga berperan penting terhadap dinamika pasar saham. Subsidi, tarif, aturan investasi asing, atau perubahan regulasi pasar modal bisa meningkatkan atau menurunkan kepercayaan investor yang berimbas langsung pada harga saham. ([Lihat sumber Disini - abacademies.org])
Harga Saham dan Informasi Akuntansi
Informasi akuntansi dari laporan keuangan perusahaan, seperti laba rugi, neraca, dan arus kas, adalah salah satu sumber informasi yang sangat diperhatikan oleh investor dan analis pasar saham. Data-data ini memberikan gambaran objektif tentang kinerja historis dan prospek masa depan perusahaan. Kinerja perusahaan yang kuat sering kali ditransmisikan melalui kenaikan laba dan pertumbuhan aset yang lebih tinggi, yang kemudian dapat meningkatkan permintaan saham dan mendorong harga pasar naik.
Akuntansi juga menyediakan metrik penting seperti rasio profitabilitas, likuiditas, leverage, dan efisiensi yang digunakan dalam analisis fundamental untuk menentukan nilai wajar saham. Informasi akuntansi yang baik serta terstandarisasi membantu pasar dalam mengurangi asimetri informasi, yang pada gilirannya membuat harga saham lebih mencerminkan realitas ekonomi perusahaan tersebut. ([Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov])
Kesimpulan
Harga saham adalah indikator nilai perusahaan yang dibentuk oleh dinamika permintaan dan penawaran di pasar modal, mencerminkan persepsi investor terhadap kondisi fundamental dan prospek masa depan perusahaan. Konsep harga saham tidak hanya mencakup angka pasar saat ini tetapi juga jenis-jenis harga seperti harga nominal, harga perdana, harga pasar, serta harga pembukaan dan penutupan. Mekanisme pembentukan harga saham bergantung pada interaksi pasar secara real-time dan dipengaruhi oleh faktor internal seperti kinerja keuangan, kebijakan dividen, serta kualitas laporan keuangan, serta faktor eksternal meliputi kondisi ekonomi makro, sentimen pasar, dan kebijakan pemerintah. Informasi akuntansi memainkan peran krusial dalam menyediakan data objektif yang menjadi dasar analisis fundamental dan pengambilan keputusan oleh investor. Pemahaman menyeluruh terhadap semua aspek ini krusial bagi siapa pun yang terlibat atau tertarik dalam investasi saham dan pasar modal secara umum.