Terakhir diperbarui: 23 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 23 January). Aset Lancar: Konsep, Jenis, dan Likuiditas. SumberAjar. Retrieved 24 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/aset-lancar-konsep-jenis-dan-likuiditas  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Aset Lancar: Konsep, Jenis, dan Likuiditas - SumberAjar.com

Aset Lancar: Konsep, Jenis, dan Likuiditas

Pendahuluan

Aset lancar merupakan elemen penting dalam akuntansi dan analisis keuangan perusahaan. Dalam dunia bisnis, kemampuan sebuah perusahaan untuk bertahan dan memenuhi kewajiban jangka pendek sangat bergantung pada struktur dan pengelolaan aset lancarnya. Aset lancar tidak hanya mencerminkan bagian dari kekayaan perusahaan yang mudah dikonversi menjadi kas, tetapi juga merupakan indikasi utama likuiditas operasional serta kemampuan perusahaan dalam menjaga stabilitas keuangannya di tengah dinamika ekonomi. Pahami bagaimana aset lancar bekerja dan perannya dalam memberikan gambaran kesehatan finansial perusahaan sangatlah penting bagi manajer, investor, dan kreditor. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])


Definisi Aset Lancar

Definisi Aset Lancar Secara Umum

Secara umum, aset lancar atau aktiva lancar adalah sumber daya ekonomi yang dimiliki oleh perusahaan yang dapat diubah menjadi kas atau digunakan dalam jangka waktu satu periode operasional normal, yang biasanya tidak lebih dari satu tahun. Kategori ini mencakup elemen-elemen yang memiliki likuiditas tinggi dan diperkirakan akan berkontribusi terhadap pendanaan aktivitas jangka pendek dan pemenuhan kewajiban jangka pendek perusahaan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Definisi Aset Lancar dalam KBBI

Menurut entri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), aset atau aktiva lancar mengacu pada kas dan sumber lain yang dapat dicairkan menjadi uang tunai serta umumnya habis dipakai dalam satu siklus operasional. Aset jenis ini membantu menggambarkan kas dan nilai yang bisa dimanfaatkan perusahaan dalam jangka waktu dekat. ([Lihat sumber Disini - depositobpr.id])

Definisi Aset Lancar Menurut Para Ahli

  1. Downes dan Goodman menyatakan bahwa aset lancar adalah aset yang diharapkan dapat dijual, dikonsumsi, atau direalisasi menjadi uang tunai melalui operasi normal perusahaan dalam satu tahun fiskal atau siklus operasi. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  2. Kasmir (2021) menyebut aset lancar sebagai komponen aktiva yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek karena mudah direalisasi menjadi kas. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.stie-portnumbay.ac.id])

  3. Basno & Dardac (2004) menguraikan likuiditas dari aset lancar dalam konteks rasio current dan quick yang menilai seberapa cepat aset jangka pendek berubah menjadi kas. ([Lihat sumber Disini - jurnal.unismuhpalu.ac.id])

  4. Handini (2020) menjelaskan bahwa likuiditas merupakan kemampuan menggunakan aset lancar untuk memenuhi kewajiban yang segera jatuh tempo. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.stie-portnumbay.ac.id])


Kriteria Aset Lancar dalam Akuntansi

Aset lancar memiliki beberapa kriteria penting dalam praktik akuntansi, di antaranya adalah:

Kriteria ini membantu memisahkan aset lancar dari aset tidak lancar atau jangka panjang yang tidak direncanakan untuk direalisasi dalam jangka waktu dekat, seperti aset tetap atau investasi jangka panjang. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Jenis-Jenis Aset Lancar

Aset lancar terdiri dari berbagai komponen yang mencerminkan sumber daya jangka pendek perusahaan. Jenis-jenis aset lancar yang umum ditemui adalah sebagai berikut:

Kas dan Setara Kas

Kas fisik serta setara kas adalah bentuk aset yang paling likuid karena dapat langsung digunakan untuk transaksi atau memenuhi kewajiban jangka pendek tanpa proses pencairan lagi. Komponen ini sangat penting dalam pengukuran likuiditas perusahaan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])

Piutang Usaha

Piutang usaha adalah jumlah uang yang diharapkan akan diterima oleh perusahaan dari pelanggan atas penjualan kredit. Meskipun belum terealisasi menjadi kas, piutang merupakan aset yang diharapkan dapat dikonversi dalam periode operasional yang singkat. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])

Persediaan

Persediaan mencakup barang dagangan atau bahan baku yang dimiliki perusahaan yang akan dijual atau digunakan dalam produksi. Persediaan merupakan aset lancar karena biasanya akan dijual dalam siklus operasional dan berubah menjadi kas. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])

Investasi Jangka Pendek

Investasi jangka pendek termasuk surat berharga yang dapat dijual atau dicairkan dalam waktu dekat. Investasi semacam ini memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan arus kas perusahaan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])

Beban Dibayar Dimuka

Beban yang telah dibayar tetapi akan digunakan dalam masa mendatang juga diklasifikasikan sebagai aset lancar, karena manfaatnya akan dikonsumsi dalam periode satu tahun. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])

Jenis-jenis aset ini menunjukkan bagaimana perusahaan mengatur sumber daya jangka pendek yang dapat langsung dimanfaatkan dalam pengelolaan operasional sehari-hari. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])


Aset Lancar sebagai Indikator Likuiditas

Aset lancar sering digunakan dalam pengukuran likuiditas perusahaan melalui berbagai rasio, termasuk current ratio dan quick ratio. Rasio likuiditas ini membantu menilai seberapa efektif perusahaan dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Current Ratio

Current ratio adalah perbandingan total aset lancar dengan total liabilitas lancar, yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajiban jangka pendeknya. Semakin tinggi rasio ini, semakin besar kemampuan perusahaan dalam mempertahankan likuiditas operasi. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Quick Ratio

Quick ratio, juga disebut acid-test ratio, mengecualikan persediaan dari aset lancar karena persediaan dianggap kurang likuid dibandingkan kas atau piutang. Rasio ini memberikan gambaran yang lebih konservatif tentang likuiditas. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Dalam jurnal akuntansi, rasio likuiditas memainkan peran penting dalam mengevaluasi efektivitas pengelolaan aset lancar serta risiko keuangan jangka pendek yang dihadapi perusahaan. ([Lihat sumber Disini - ejournal.utmj.ac.id])


Pengakuan dan Penyajian Aset Lancar

Pada laporan keuangan, aset lancar disajikan dalam neraca perusahaan sebagai bagian dari total aktiva. Penyajian dilakukan secara terpisah dari aset tidak lancar, diurutkan berdasarkan tingkat likuiditasnya, dari yang paling mudah dikonversi menjadi kas hingga yang paling sedikit. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Pengakuan aset lancar mengikuti prinsip akuntansi yang berlaku umum (generally accepted accounting principles), di mana setiap komponen aset harus memenuhi definisi, dapat diukur, serta memiliki manfaat ekonomi bagi perusahaan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Peran Aset Lancar dalam Operasional Perusahaan

Aset lancar berfungsi sebagai fondasi utama dalam pengelolaan modal kerja perusahaan, yang mencerminkan keseimbangan antara aset jangka pendek dan liabilitas jangka pendek. Peran utama aset lancar meliputi:

Memenuhi Kewajiban Jangka Pendek

Aset lancar digunakan untuk membayar kewajiban yang segera jatuh tempo, termasuk utang usaha, biaya operasional, dan beban lainnya tanpa harus menunggu arus kas masuk dari aktivitas lainnya. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Menunjang Aktivitas Operasional

Perusahaan yang memiliki aset lancar memadai dapat menjalankan kegiatan produksi dan penjualan secara efektif karena persediaan dan piutang dapat dikonversi menjadi kas melalui siklus operasi yang lancar. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])

Menjaga Stabilitas Keuangan

Inventaris kas dan aset lainnya memungkinkan perusahaan menanggapi kebutuhan tak terduga atau fluktuasi pasar, sehingga likuiditas terjaga dan risiko kreditor atau investor berkurang. ([Lihat sumber Disini - ejournal.utmj.ac.id])

Dasar Pengambilan Keputusan

Manajemen dan pemangku kepentingan lain menggunakan informasi aset lancar untuk merencanakan strategi operasional, investasi, dan pembiayaan yang optimal. ([Lihat sumber Disini - jwm.ulm.ac.id])


Kesimpulan

Aset lancar merupakan komponen fundamental dalam akuntansi yang mencerminkan kemampuan perusahaan untuk mencairkan sumber dayanya dalam jangka pendek, biasanya dalam satu siklus operasional atau satu tahun fiskal. Aset ini mencakup kas, piutang usaha, persediaan, investasi jangka pendek, dan beban dibayar dimuka. Aset lancar memainkan peran penting sebagai indikator likuiditas perusahaan melalui pengukuran rasio seperti current ratio dan quick ratio, serta membantu memastikan kelancaran operasional perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek tanpa kendala. Penyajian aset lancar dalam laporan keuangan juga mengikuti prinsip akuntansi yang memastikan pengukuran dan pelaporan yang transparan. Dengan pengelolaan aset lancar yang baik, perusahaan dapat mempertahankan stabilitas finansial, merencanakan strategi bisnis yang efektif, dan meningkatkan kepercayaan investor serta kreditor. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Aset lancar adalah aset perusahaan yang dapat dicairkan menjadi kas atau digunakan dalam kegiatan operasional dalam jangka waktu pendek, umumnya tidak lebih dari satu tahun atau satu siklus operasi normal perusahaan.

Aset lancar memiliki kriteria utama yaitu dapat direalisasikan atau digunakan dalam waktu satu tahun, memiliki tingkat likuiditas tinggi, serta dapat diukur dan diakui secara andal dalam laporan keuangan perusahaan.

Contoh aset lancar meliputi kas dan setara kas, piutang usaha, persediaan barang, investasi jangka pendek, serta beban dibayar dimuka yang manfaatnya digunakan dalam jangka pendek.

Aset lancar penting karena berperan dalam menjaga likuiditas perusahaan, mendukung kelancaran operasional, serta memastikan perusahaan mampu memenuhi kewajiban jangka pendek tepat waktu.

Aset lancar digunakan dalam pengukuran likuiditas melalui rasio keuangan seperti current ratio dan quick ratio, yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset yang dimilikinya.

Aset lancar disajikan dalam laporan neraca pada bagian aktiva, disusun berdasarkan tingkat likuiditasnya mulai dari kas hingga aset lancar lain yang pencairannya membutuhkan waktu lebih lama.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Rasio Likuiditas: Konsep, Pengukuran, dan Kemampuan Bayar Rasio Likuiditas: Konsep, Pengukuran, dan Kemampuan Bayar Likuiditas Data: Definisi, Fungsi, dan Contohnya dalam Statistik Likuiditas Data: Definisi, Fungsi, dan Contohnya dalam Statistik Aset Tidak Lancar: Konsep dan Manfaat Jangka Panjang Aset Tidak Lancar: Konsep dan Manfaat Jangka Panjang Manajemen Kas: Konsep, Arus Kas, dan Likuiditas Manajemen Kas: Konsep, Arus Kas, dan Likuiditas Akun Aset: Konsep, Klasifikasi, dan Pengakuan Akun Aset: Konsep, Klasifikasi, dan Pengakuan Liabilitas Jangka Pendek: Konsep dan Kewajiban Lancar Liabilitas Jangka Pendek: Konsep dan Kewajiban Lancar Kapasitas Keuangan Perusahaan: Konsep dan Kemampuan Pendanaan Kapasitas Keuangan Perusahaan: Konsep dan Kemampuan Pendanaan Cash Flow Analysis: Konsep, Arus Kas, dan Kesehatan Keuangan Cash Flow Analysis: Konsep, Arus Kas, dan Kesehatan Keuangan Manajemen Aset: Konsep, Pengelolaan Aset, dan Efisiensi Manajemen Aset: Konsep, Pengelolaan Aset, dan Efisiensi Financial Distress: Konsep, Indikator Kesulitan Keuangan, dan Dampak Financial Distress: Konsep, Indikator Kesulitan Keuangan, dan Dampak Laporan Arus Kas: Konsep, Aktivitas, dan Analisis Laporan Arus Kas: Konsep, Aktivitas, dan Analisis Kas dan Setara Kas: Konsep dan Pengendalian Kas dan Setara Kas: Konsep dan Pengendalian Manajemen Risiko Keuangan: Konsep, Identifikasi Risiko, dan Pengendalian Manajemen Risiko Keuangan: Konsep, Identifikasi Risiko, dan Pengendalian Akun Liabilitas: Konsep dan Kewajiban Perusahaan Akun Liabilitas: Konsep dan Kewajiban Perusahaan Kinerja Keuangan Perusahaan: Konsep, Indikator, dan Evaluasi Kinerja Keuangan Perusahaan: Konsep, Indikator, dan Evaluasi Neraca: Konsep, Komponen, dan Posisi Keuangan Neraca: Konsep, Komponen, dan Posisi Keuangan Kinerja Keuangan: Konsep, Rasio Keuangan, dan Profitabilitas Kinerja Keuangan: Konsep, Rasio Keuangan, dan Profitabilitas Piutang Usaha: Konsep, Pengakuan, dan Penilaian Piutang Usaha: Konsep, Pengakuan, dan Penilaian Risiko Keuangan: Konsep, Jenis Risiko, dan Pengendalian Risiko Keuangan: Konsep, Jenis Risiko, dan Pengendalian Asset Management Ratio: Konsep, Efisiensi Aset, dan Analisis Kinerja Asset Management Ratio: Konsep, Efisiensi Aset, dan Analisis Kinerja
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…