Terakhir diperbarui: 03 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 3 January). Distres Psikologis: Konsep dan Indikator. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/distres-psikologis-konsep-dan-indikator 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Distres Psikologis: Konsep dan Indikator - SumberAjar.com

Distres Psikologis: Konsep dan Indikator

Pendahuluan

Distres psikologis merupakan fenomena yang semakin banyak mendapat perhatian dalam kajian kesehatan mental dan psikologi klinis karena dampaknya yang luas terhadap kesejahteraan individu. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi emosi seseorang, tetapi juga berhubungan dengan kesejahteraan fisik, sosial, dan produktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Secara umum, distres psikologis mencerminkan respons individu terhadap stresor yang dirasakan melebihi kemampuan kopingnya, sehingga menimbulkan perasaan tidak nyaman, kecemasan, bahkan gejala depresi. Banyak penelitian menunjukkan bahwa distres psikologis dapat menjadi indikator awal masalah kesehatan mental yang lebih serius jika dibiarkan tanpa intervensi yang tepat. Fenomena ini penting dipahami secara mendalam, karena pemahaman yang benar akan membantu dalam upaya pencegahan, deteksi dini, serta strategi intervensi yang efektif untuk mengurangi dampak negatifnya pada individu dan masyarakat luas.


Definisi Distres Psikologis

Definisi Distres Psikologis Secara Umum

Distres psikologis secara umum didefinisikan sebagai keadaan psikologis yang mencerminkan penderitaan mental yang intens dan tidak menyenangkan yang dialami individu sebagai respons terhadap stres, tekanan hidup, atau situasi menantang yang dirasakan melebihi kemampuan mereka untuk mengatasinya. Distres dapat melibatkan campuran emosi seperti kecemasan, kesedihan, frustrasi, atau putus asa yang secara signifikan mengganggu fungsi emosional atau kognitif seseorang. Dalam banyak literatur psikologi, distres digambarkan sebagai pengalaman emosional subjektif yang memengaruhi kualitas hidup serta kemampuan individu untuk menangani tuntutan harian secara efektif [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov].

Definisi Distres Psikologis dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah distres sering kali dikaitkan dengan gangguan psikologis yang muncul akibat ketidakseimbangan antara tuntutan lingkungan dan kemampuan seseorang untuk mengatasinya, menyebabkan ketidaknyamanan mental dan emosional. Meski KBBI mungkin tidak merinci terminologi yang lengkap dalam konteks klinis, secara umum kata distres psikologis merujuk pada kondisi tekanan mental yang signifikan dan berdampak pada kesejahteraan psikologis individu, termasuk perasaan cemas atau tertekan. (Catatan: definisi KBBI bisa diakses melalui laman resmi KBBI secara langsung).

Definisi Distres Psikologis Menurut Para Ahli

  1. Belay et al. (2021) menyatakan bahwa distres psikologis adalah suatu keadaan penderitaan emosional yang ditandai oleh gejala depresi (misalnya kehilangan minat, kesedihan) dan kecemasan (misalnya kegelisahan dan ketegangan) yang bervariasi pada setiap individu tergantung pada situasinya. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]

  2. Mirowsky & Ross (2003) memandang distres psikologis sebagai pengalaman subjektif yang tidak menyenangkan berupa depresi dan kecemasan yang dialami individu, mencerminkan ketidaknyamanan emosional yang signifikan. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  3. Ridner (2004) menjelaskan bahwa distres psikologis mencerminkan fungsi psikologis maladaptif sebagai respon terhadap situasi stres, seringkali berkaitan dengan gangguan emosi yang lebih luas. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  4. Wittehnagen (2024) memformulasikan distres sebagai suatu keadaan emosional di mana individu merasa kehilangan kontrol, kewalahan, atau tidak mampu dalam menghadapi tuntutan situasi tertentu. [Lihat sumber Disini - tandfonline.com]


Dimensi Distres Psikologis

Distres psikologis bukanlah konsep monolitik, melainkan terdiri dari beberapa dimensi yang saling terkait tetapi dapat berbeda intensitasnya pada setiap individu. Beberapa penelitian menyebutkan berbagai dimensi utama yang umum digunakan untuk memahami distres psikologis:

  1. Kecemasan (Anxiety)

    Dimensi ini mencakup perasaan takut, cemas, atau kekhawatiran yang berlebihan sebagai respons terhadap situasi yang dianggap mengancam atau tidak pasti. Individu dengan distres sering menunjukkan gejala kegelisahan yang berkelanjutan. [Lihat sumber Disini - journal.ubaya.ac.id]

  2. Depresi (Depression)

    Depresi merupakan dimensi yang mencakup perasaan sedih berkepanjangan, kehilangan minat atau kesenangan, dan perasaan tidak berdaya dalam kehidupan sehari-hari. Ini menjadi salah satu elemen utama dalam pengalaman distres psikologis. [Lihat sumber Disini - journal.ubaya.ac.id]

  3. Hilangan Kontrol Emosional

    Banyak model psikologis melihat distres sebagai keadaan di mana individu merasa tidak mampu mengendalikan respon emosinya terhadap stresor, yang bisa mencerminkan hilangnya kontrol internal. [Lihat sumber Disini - jurnal.radenfatah.ac.id]

Selain itu, dimensi lain yang sering muncul dalam penelitian ialah kombinasi gejala somatik atau fisik (misalnya ketegangan otot, gangguan tidur) yang menunjukkan hubungan erat antara dimensi emosional dan fisiologis dalam distress [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov].


Indikator Distres Psikologis

Indikator distres psikologis merupakan gejala atau tanda yang dapat diamati atau diukur untuk menilai tingkat distress yang dialami individu. Beberapa indikator utama meliputi:

  1. Gejala Depresi:

    Termasuk perasaan sedih berkepanjangan, hilangnya minat terhadap aktivitas yang biasanya dinikmati, dan rasa putus asa. Gejala ini merupakan indikator signifikan dari distres psikologis dalam banyak penelitian klinis. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  2. Gejala Kecemasan:

    Perasaan cemas yang kuat, kegelisahan, dan ketegangan otot yang berkaitan dengan ketidakpastian atau tekanan hidup. Indikator ini sering diukur melalui skala kecemasan standar dalam penelitian psikologi. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  3. Kehilangan Kontrol atau Overwhelm:

    Ketidakmampuan untuk merasa mengendalikan situasi atau respon emosional terhadap stresor sehari-hari. Ini termasuk sensasi kewalahan secara psikologis. [Lihat sumber Disini - tandfonline.com]

  4. Masalah Somatik:

    Distres psikologis sering kali juga muncul dalam indikasi fisik seperti gangguan tidur, ketegangan otot, atau gangguan pencernaan yang tidak dapat dijelaskan secara medis. Banyak instrumen kesehatan mental memasukkan aspek-aspek ini sebagai indikator. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Faktor Penyebab Distres Psikologis

Distres psikologis dapat dipicu oleh berbagai sumber stresor internal maupun eksternal. Faktor-faktor yang umum dilaporkan dalam literatur psikologi dan kesehatan mental di antaranya:

  1. Tekanan Lingkungan dan Sosial:

    Tuntutan pekerjaan, masalah hubungan interpersonal, atau ekspektasi sosial yang berlebihan dapat memicu distress karena individu merasa tidak mampu memenuhi tuntutan tersebut.

  2. Peristiwa Kehidupan yang Menantang:

    Kejadian seperti kehilangan orang terdekat, perceraian, atau kegagalan akademik/karier sering dianggap sebagai pemicu utama distres psikologis.

  3. Faktor Psikososial dan Ekonomi:

    Ketidakpastian finansial, tekanan dari norma sosial, dan kurangnya dukungan sosial dapat memengaruhi tingkat ketahanan psikologis individu terhadap stres. Penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor ini merupakan penentu kuat munculnya distres psikologis di berbagai kelompok populasi. [Lihat sumber Disini - bmcpublichealth.biomedcentral.com]

  4. Faktor Individu:

    Karakteristik kepribadian, coping yang maladaptif, serta kurangnya keterampilan koping emosional dapat memperburuk respons psikologis terhadap stresor sehingga memicu distres psikologis.


Dampak Distres Psikologis terhadap Fungsi Individu

Distres psikologis memiliki dampak yang luas dan signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan individu, baik secara emosional, kognitif, maupun perilaku:

  1. Fungsi Emosional dan Kognitif:

    Individu yang mengalami distres sering menunjukkan gangguan perhatian, ingatan yang buruk, serta kesulitan untuk berpikir jernih atau memutuskan sesuatu. Kondisi ini juga meningkatkan risiko gangguan mood yang lebih serius seperti gangguan kecemasan atau depresi klinis.

  2. Kesehatan Fisik:

    Distres yang berkepanjangan dapat memengaruhi sistem fisiologis tubuh, memperburuk kualitas tidur, meningkatkan gejala somatik, serta menurunkan sistem imun tubuh, sehingga meningkatkan risiko penyakit fisik kronis.

  3. Fungsi Sosial dan Perilaku:

    Individu yang mengalami distres sering menarik diri dari aktivitas sosial, mengalami konflik interpersonal, atau menunjukkan perubahan dalam perilaku sehari-hari seperti peningkatan penggunaan alkohol atau merokok sebagai mekanisme koping.

  4. Produktivitas dan Performa Kerja:

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tingginya distres psikologis berkaitan dengan penurunan produktivitas di tempat kerja melalui meningkatnya ketidakhadiran (absenteeism) dan menurunnya kualitas pekerjaan (presenteeism). [Lihat sumber Disini - link.springer.com]


Distres Psikologis dan Kesehatan Mental

Distres psikologis sering kali dipandang sebagai tanda peringatan awal terhadap gangguan kesehatan mental yang lebih serius. Ketika distres tidak diatasi, kondisi ini dapat berkembang menjadi gangguan mood yang diagnosable seperti gangguan kecemasan umum atau gangguan depresi mayor. Selain itu, distres psikologis sering berhubungan dengan penurunan kualitas hidup secara keseluruhan, termasuk hubungan interpersonal yang buruk, ketidakmampuan dalam fungsi pekerjaan, dan meningkatnya risiko perilaku berbahaya seperti penyalahgunaan zat atau pikiran untuk bunuh diri.

Pemahaman tentang hubungan antara distres psikologis dan kesehatan mental penting dalam konteks deteksi dini dan intervensi psikologis guna mengurangi beban penyakit mental di masyarakat dan membantu individu mengembangkan mekanisme koping yang lebih adaptif serta dukungan sosial yang memadai.


Kesimpulan

Distres psikologis merupakan respons emosional dan psikologis terhadap situasi stres yang dirasakan melebihi kemampuan koping individu, yang ditandai oleh gejala seperti kecemasan, depresi, dan hilangnya kontrol emosional. Kondisi ini memiliki berbagai dimensi yang saling terkait dan indikator yang jelas dapat diamati melalui gejala emosional dan somatik. Distres psikologis dipengaruhi oleh kombinasi faktor lingkungan, sosial, dan individu yang dapat berdampak signifikan pada fungsi emosional, kognitif, sosial, dan fisik seseorang. Hubungan antara distres psikologis dan kesehatan mental sangat erat, karena distres sering menjadi indikator awal gangguan psikologis yang lebih serius jika tidak ditangani secara tepat. Pemahaman menyeluruh tentang konsep ini penting untuk pencegahan, deteksi dini, dan strategi intervensi yang efektif dalam praktik klinis maupun kesehatan masyarakat.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Distres psikologis adalah kondisi tekanan mental yang ditandai oleh perasaan tidak nyaman secara emosional seperti kecemasan, kesedihan, dan perasaan kewalahan akibat tuntutan atau stres yang melebihi kemampuan individu untuk mengatasinya.

Dimensi distres psikologis meliputi kecemasan, depresi, hilangnya kontrol emosional, serta gejala somatik seperti gangguan tidur dan ketegangan fisik yang muncul akibat tekanan psikologis.

Indikator distres psikologis antara lain perasaan sedih berkepanjangan, kecemasan berlebihan, kesulitan berkonsentrasi, gangguan tidur, kelelahan emosional, serta munculnya keluhan fisik tanpa sebab medis yang jelas.

Distres psikologis dapat disebabkan oleh tekanan lingkungan, masalah pekerjaan atau akademik, konflik interpersonal, peristiwa kehidupan yang menekan, masalah ekonomi, serta rendahnya kemampuan koping dan dukungan sosial.

Distres psikologis dapat berdampak pada penurunan fungsi emosional, gangguan konsentrasi, menurunnya produktivitas, masalah kesehatan fisik, serta memburuknya hubungan sosial dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Distres psikologis berkaitan erat dengan kesehatan mental karena sering menjadi tanda awal munculnya gangguan mental seperti kecemasan dan depresi. Jika tidak ditangani, distres dapat berkembang menjadi gangguan psikologis yang lebih serius.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Indikator: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Indikator Kinerja: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Ketuban Mekonium: Konsep, Risiko Persalinan, dan Kesiapsiagaan Nyeri Kronis: Karakteristik, Dampak, dan Tantangan Keperawatan Konsep Kesejahteraan Psikologis Konsep Fungsi Psikologis Sehat Kesiapan Kerja Psikologis: Konsep dan Faktor Kualitas Hidup Psikologis: Konsep dan Indikator Adaptasi Psikologis Pasien: Konsep, Mekanisme Respons, dan Implikasi Stres Ibu Hamil: Konsep, Penyebab, dan Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan: Konsep, evaluasi, dan peningkatan Dukungan Psikologis: Konsep dan Kesehatan Mental Respons Adaptasi Psikologis Pasien Operasionalisasi Konsep: Definisi, Langkah, dan Contohnya Konsep Adaptasi Psikologis Operasionalisasi Variabel: Definisi, Langkah, dan Contoh Psychological Well-Being: Konsep dan Indikator Psychological Readiness: Konsep dan Implikasi Konsep Koping Psikologis Risiko Intoleransi Aktivitas: Indikator dan Penanganannya
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna