Terakhir diperbarui: 07 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 7 January). Konsep Kesejahteraan Psikologis. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/konsep-kesejahteraan-psikologis 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Konsep Kesejahteraan Psikologis - SumberAjar.com

Konsep Kesejahteraan Psikologis

Pendahuluan

Kesejahteraan psikologis merupakan aspek penting dari kesehatan mental yang menunjukkan bagaimana individu menilai dan memaknai fungsi psikologisnya sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini bukan sekadar bebas dari gangguan mental, tetapi mencerminkan kemampuan seseorang untuk berfungsi secara positif, produktif, dan mampu menghadapi tantangan hidup dengan optimal. Penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis berkaitan dengan kemampuan untuk menerima diri sendiri, membangun hubungan sosial yang bermakna, memiliki rasa tujuan hidup, serta mampu mengatur dan menguasai lingkungan secara efektif [Lihat sumber Disini - jurnal.konselingindonesia.com].

Kesejahteraan psikologis bukan sebuah keadaan statis, melainkan hasil dari integrasi antara faktor internal individu dan lingkungan sekitarnya. Kondisi mental yang sehat ini sangat penting karena menjadi dasar bagaimana individu berinteraksi dengan lingkungan sosial, berkontribusi dalam kehidupan kerja dan sosial, serta mengembangkan potensi diri secara penuh. Dalam tulisan ini akan dibahas berbagai aspek konsep kesejahteraan psikologis secara komprehensif berdasarkan temuan jurnal dan literatur ilmiah yang dapat diakses secara publik.


Definisi Kesejahteraan Psikologis

Definisi Kesejahteraan Psikologis Secara Umum

Kesejahteraan psikologis secara umum merujuk pada penilaian individu terhadap pencapaian fungsi psikologis yang positif dan kemampuan berfungsi optimal dalam kehidupan sehari-hari. Ini mencakup evaluasi diri yang positif, hubungan interpersonal yang baik, pengendalian lingkungan, serta kemampuan untuk berkembang secara pribadi [Lihat sumber Disini - jurnal.konselingindonesia.com]. Pada dasarnya, kesejahteraan psikologis menggambarkan keadaan mental yang sehat dan berfungsi secara maksimal, bukan hanya sekadar kebebasan dari tekanan psikologis atau depresi [Lihat sumber Disini - jurnal.dokicti.org].

Psikolog positif sering menekankan bahwa kesejahteraan psikologis bukan hanya tentang merasa baik, tetapi juga tentang fungsi optimal dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk hubungan sosial yang bermakna, pertumbuhan diri, keseimbangan emosional, dan komitmen terhadap tujuan hidup yang jelas.

Definisi Kesejahteraan Psikologis dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah kesejahteraan psikologis tidak memiliki entri tersendiri, tetapi dapat diartikan melalui definisi kata kesejahteraan dan psikologis. Kesejahteraan adalah kondisi atau keadaan yang sejahtera; sedangkan psikologis merujuk pada hal-hal yang berkaitan dengan jiwa atau proses mental seseorang. Secara kontekstual, kesejahteraan psikologis berarti kondisi baiknya fungsi jiwa dan mental individu dalam kehidupannya sehari-hari (KBBI online).

Dengan kata lain, kesejahteraan psikologis adalah aspek kesejahteraan manusia yang khusus membahas kualitas mental dan emosional individu dalam menjalani kehidupannya secara produktif dan bermakna.

Definisi Kesejahteraan Psikologis Menurut Para Ahli

  1. Carol Ryff & Corey Keyes (1995)

    Ryff dan Keyes memaknai kesejahteraan psikologis sebagai kondisi di mana individu mampu memenuhi kriteria fungsi psikologi positif, mencakup kemampuan berhubungan positif dengan orang lain, menerima diri sendiri, mampu tumbuh secara pribadi, menguasai lingkungan, memiliki tujuan hidup, serta otonomi pribadi [Lihat sumber Disini - jurnal.dokicti.org].

  2. Trihastuti (2022)

    Menurut penelitian, kesejahteraan psikologis adalah penilaian individu terhadap terpenuhinya fungsi-fungsi psikologis seperti penerimaan diri, hubungan positif, kemandirian, kontrol lingkungan, tujuan hidup, dan pengembangan potensi diri [Lihat sumber Disini - ejournal.atmajaya.ac.id].

  3. Pedhu (2022)

    Kesejahteraan psikologis digambarkan sebagai kombinasi keadaan positif yang berdampak pada fungsi optimal individu secara sosial dan personal [Lihat sumber Disini - jurnal.konselingindonesia.com].

  4. Estikhomah (tanpa tahun)

    Dinyatakan bahwa kesejahteraan psikologis berperan terhadap kondisi dasar dan perilaku individu dalam konteks sosial, mengindikasikan kesejahteraan psikologis berkaitan erat dengan fungsi sosial-emosional individu [Lihat sumber Disini - jurnal.uns.ac.id].


Dimensi Kesejahteraan Psikologis

Kesejahteraan psikologis merupakan konsep multidimensional yang terdiri atas beberapa dimensi inti yang saling berkaitan. Model yang paling banyak digunakan adalah model six-factor yang diperkenalkan oleh Ryff & Keyes. Model ini membagi kesejahteraan psikologis ke dalam 6 dimensi utama [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]:

  1. Penerimaan Diri (Self-Acceptance)

    Ini adalah kemampuan individu untuk menerima sifat baik dan buruk dalam dirinya, mengakui pengalaman hidup tanpa penilaian negatif yang tajam, serta memiliki rasa positif terhadap diri sendiri.

  2. Hubungan Positif dengan Orang Lain (Positive Relations with Others)

    Individu dengan kesejahteraan tinggi cenderung mampu membangun hubungan yang hangat, penuh kepercayaan, dan empatik dengan orang lain. Hubungan yang berkualitas memberikan dukungan sosial emosional yang kuat.

  3. Otonomi (Autonomy)

    Dimensi ini berkaitan dengan kemampuan individu untuk bertindak secara independen, membuat keputusan sendiri, serta menahan tekanan sosial dalam menentukan jalan hidupnya.

  4. Penguasaan Lingkungan (Environmental Mastery)

    Individu mampu memilih atau menciptakan lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan hidupnya, serta mampu mengatasi tekanan eksternal secara efektif.

  5. Tujuan Hidup (Purpose in Life)

    Menunjukkan seberapa jauh individu memiliki tujuan yang jelas dalam hidup, memahami arah hidupnya, serta motivasi yang kuat untuk mencapainya.

  6. Pertumbuhan Pribadi (Personal Growth)

    Mencerminkan kesadaran individu terhadap potensi diri yang terus berkembang, keterbukaan terhadap pengalaman baru, serta proses pembelajaran sepanjang hidup.

Kelima dimensi tersebut saling bersinergi untuk membentuk gambaran keseluruhan kesejahteraan psikologis yang kuat, di mana individu tidak hanya sekadar merasa baik, tetapi juga berfungsi baik dalam konteks yang luas [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org].


Faktor Internal dan Eksternal Kesejahteraan Psikologis

Kesejahteraan psikologis dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara faktor internal individu dan faktor eksternal lingkungan sosial.

Faktor Internal

Faktor-faktor di dalam diri individu yang memengaruhi kesejahteraan psikologis antara lain:

  • Kualitas kepribadian seperti self-esteem, resiliensi, dan kecerdasan emosional.

  • Kemampuan regulasi diri dalam menghadapi stres, tekanan, dan tuntutan hidup.

  • Sikap kognitif positif seperti optimisme dan harapan.

  • Usia dan tingkat perkembangan psikologis yang memengaruhi adaptasi terhadap peristiwa hidup [Lihat sumber Disini - repository.uin-suska.ac.id].

Faktor Eksternal

Faktor di luar diri individu yang berpengaruh antara lain:

  • Dukungan sosial dari keluarga, teman, maupun komunitas masyarakat.

  • Budaya dan lingkungan sosial yang menyediakan sumber daya psikologis.

  • Pengalaman hidup dan konteks sosial-ekonomi seperti stabilitas pekerjaan dan pendidikan.

  • Interaksi sosial yang positif dan kesempatan untuk berpartisipasi dalam komunitas [Lihat sumber Disini - repository.uin-suska.ac.id].

Interaksi antara faktor internal dan eksternal membentuk kondisi kesejahteraan psikologis, menunjukkan bahwa tidak ada satu faktor tunggal yang menentukan, melainkan gabungan dari banyak elemen kehidupan.


Kesejahteraan Psikologis dan Fungsi Individu

Kesejahteraan psikologis memainkan peran kunci dalam fungsi individu di berbagai ranah kehidupan. Individu dengan tingkat kesejahteraan psikologis yang baik cenderung memiliki kemampuan adaptasi yang lebih tinggi dalam menghadapi tekanan hidup, lebih produktif dalam pekerjaan, serta lebih mampu membangun hubungan interpersonal yang sehat. Penelitian menunjukkan bahwa karyawan dengan kesejahteraan psikologis tinggi memiliki keterlibatan kerja yang lebih baik serta performa profesional yang kuat [Lihat sumber Disini - jerkin.org].

Lebih jauh, kesejahteraan psikologis juga memengaruhi bagaimana seseorang mengatur emosinya, menyelesaikan masalah, serta mengambil keputusan yang berorientasi pada pertumbuhan pribadi dan pencapaian tujuan hidup. Kesejahteraan yang baik membantu individu untuk tetap tenang dalam menghadapi konflik, lebih kreatif dalam mencari solusi, dan lebih resilien dalam bangkit dari kemunduran.


Kesejahteraan Psikologis dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam kehidupan sehari-hari, kesejahteraan psikologis tercermin dari kebiasaan, perilaku, dan sikap individu terhadap lingkungan sekitar. Individu dengan kesejahteraan psikologis yang baik biasanya:

  • Menjalin hubungan sosial yang sehat, penuh empati dan saling mendukung.

  • Berorientasi pada tujuan hidup yang jelas dan terus berusaha untuk mencapainya.

  • Memiliki rasa percaya diri dan otonomi, serta tidak mudah terpengaruh tekanan sosial.

  • Menghadapi tekanan hidup secara adaptif, dengan strategi koping positif seperti refleksi diri dan regulasi emosi.

Kehidupan sehari-hari merupakan panggung utama dimana kesejahteraan psikologis diuji, baik dalam konteks pekerjaan, hubungan keluarga, maupun kegiatan sosial. Kemampuan untuk menjaga keseimbangan emosional dan mental dalam situasi apapun merupakan indikator kuat dari kesejahteraan psikologis yang sehat.


Kesejahteraan Psikologis dan Kesehatan Mental

Kesejahteraan psikologis sangat erat kaitannya dengan kesehatan mental secara keseluruhan. Tingkat kesejahteraan psikologis yang tinggi sering dianggap sebagai indikator kesehatan mental yang positif, karena mencerminkan kapasitas individu dalam mengelola emosi negatif, mempertahankan keseimbangan mental, serta mempertahankan fungsi sosial dan profesional yang baik. Sebaliknya, rendahnya kesejahteraan psikologis sering dikaitkan dengan risiko gangguan mental seperti depresi, kecemasan, dan stres kronis.

Upaya meningkatkan kesejahteraan psikologis dapat berkontribusi secara signifikan terhadap pencegahan gangguan mental dan peningkatan kualitas hidup. Intervensi seperti pengembangan keterampilan regulasi emosi, peningkatan dukungan sosial, dan pembelajaran strategi koping adaptif menjadi bagian penting dalam promosi kesehatan mental yang efektif.


Kesimpulan

Kesejahteraan psikologis merupakan konsep multidimensional yang melibatkan penilaian individu terhadap kemampuan psikologisnya untuk berfungsi secara positif dalam kehidupan. Kesejahteraan ini mencakup enam dimensi utama seperti penerimaan diri, hubungan positif, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi. Dipengaruhi oleh faktor internal seperti kepribadian dan regulasi diri serta faktor eksternal seperti dukungan sosial dan lingkungan sosial, kesejahteraan psikologis berperan penting dalam fungsi individu sehari-hari dan kesehatan mental secara keseluruhan. Individu dengan kesejahteraan psikologis yang baik menunjukkan kemampuan adaptasi yang tinggi, hubungan sosial yang sehat, serta produktivitas dalam berbagai aspek kehidupan. Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis memiliki implikasi positif terhadap peningkatan kualitas hidup dan kesehatan mental masyarakat secara luas.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kesejahteraan psikologis adalah kondisi optimal fungsi mental individu yang ditandai dengan penerimaan diri, hubungan sosial yang positif, tujuan hidup yang jelas, kemampuan mengelola lingkungan, otonomi, serta pertumbuhan pribadi.

Dimensi kesejahteraan psikologis meliputi penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi.

Kesejahteraan psikologis penting karena berperan dalam menjaga kesehatan mental, meningkatkan fungsi sosial dan produktivitas, serta membantu individu menghadapi tekanan dan tantangan hidup secara adaptif.

Kesejahteraan psikologis berfokus pada fungsi psikologis positif dan perkembangan diri, sedangkan kesehatan mental mencakup kondisi bebas dari gangguan mental serta kemampuan individu mengelola emosi dan stres.

Kesejahteraan psikologis dapat ditingkatkan melalui penguatan regulasi emosi, pengembangan tujuan hidup, peningkatan dukungan sosial, penerimaan diri, serta kebiasaan hidup yang seimbang secara mental dan sosial.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Konsep Kesejahteraan Subjektif Mahasiswa Kesejahteraan Subjektif: Konsep dan Pengukuran Kualitas Hidup Psikologis: Konsep dan Indikator Konsep Fungsi Psikologis Sehat Psychological Well-Being: Konsep dan Indikator Konsep Adaptasi Psikologis Adaptasi Psikologis Pasien: Konsep, Mekanisme Respons, dan Implikasi Kesiapan Kerja Psikologis: Konsep dan Faktor Sense of Meaning: Konsep dan Kesejahteraan Psikologis Distres Psikologis: Konsep dan Indikator Keterikatan Sosial: Konsep dan Kebutuhan Psikologis Konsep Koping Psikologis Fear of Missing Out (FOMO): Konsep dan Perilaku Sosial Dukungan Psikologis: Konsep dan Kesehatan Mental Psychological Flexibility: Konsep dan Kesejahteraan Konsep Psikologi Positif Respons Adaptasi Psikologis Pasien Psychological Readiness: Konsep dan Implikasi Konsep Kesehatan Mental Mahasiswa Kualitas Hidup Pasien: Indikator dan Penilaian
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna