Terakhir diperbarui: 02 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 2 January). Psychological Well-Being: Konsep dan Indikator. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/psychological-wellbeing-konsep-dan-indikator  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Psychological Well-Being: Konsep dan Indikator - SumberAjar.com

Psychological Well-Being: Konsep dan Indikator

Pendahuluan

Psychological well-being atau kesejahteraan psikologis merupakan salah satu aspek fundamental dalam kehidupan manusia yang mencakup kemampuan individu untuk berfungsi secara optimal dalam kehidupan sehari-hari, mampu menghadapi tantangan, menjalin hubungan sosial, serta mengejawantahkan potensi diri secara utuh. Konsep ini telah menjadi fokus utama dalam ilmu psikologi, khususnya dalam cabang psikologi positif, yang menekankan pada pengembangan kekuatan dan fungsi positif individu, bukan sekadar bebas dari gangguan atau masalah mental. Makna kesejahteraan psikologis tidak hanya tertumpu pada keadaan bahagia sesaat, tetapi mencakup keseimbangan antara afeksi positif, pertumbuhan pribadi, dan pencapaian tujuan hidup yang bermakna. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]


Definisi Psychological Well-Being

Definisi Psychological Well-Being Secara Umum

Psychological well-being secara umum dipahami sebagai kondisi mental dan emosional di mana individu merasa puas, mampu berfungsi secara efektif dalam kehidupan pribadi dan sosial, serta menghadapi tekanan hidup dengan baik. Bukan sekadar terbebas dari masalah psikologis, tetapi juga mencakup aspek-aspek positif seperti penerimaan terhadap diri sendiri dan hubungan yang sehat dengan orang lain. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Definisi Psychological Well-Being dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kesejahteraan dimaknai sebagai keadaan sejahtera atau baik/positif; kemampuan untuk menjalani kehidupan secara seimbang dan optimal. Psikologis merujuk pada hal-hal yang berkaitan dengan kejiwaan atau proses mental. Dengan demikian, kesejahteraan psikologis dapat diartikan sebagai keadaan mental yang sehat, stabil secara emosional dan sosial, serta mampu menghadapi dinamika kehidupan secara efektif. (Catatan: pengertian ini diadaptasi dari istilah-istilah dasar KBBI dan konsep kesejahteraan psikologis dalam psikologi).

Definisi Psychological Well-Being Menurut Para Ahli

  1. Carol Ryff & Keyes (1995)

    Menurut Ryff dan Keyes, psychological well-being adalah gambaran kesehatan psikologis individu berdasarkan pemenuhan fungsi psikologis positif, termasuk standar subjektif kenyamanan hidup yang damai dan mampu merealisasikan potensi diri secara berkelanjutan. [Lihat sumber Disini - repository.uin-suska.ac.id]

  2. Bradburn (dalam Ryff & Keyes, 1995)

    Bradburn menyatakan bahwa kesejahteraan psikologis mencakup spektrum perasaan sehari-hari dari kondisi mental negatif (seperti kecemasan) hingga kondisi mental positif (seperti realisasi diri). [Lihat sumber Disini - repository.uin-suska.ac.id]

  3. Pendhu (2022)

    Kesejahteraan psikologis dikemukakan sebagai penilaian individu terhadap dirinya sendiri berdasarkan pemenuhan fungsi psikologis positif, di mana individu dapat berfungsi secara optimal dalam kehidupan pribadi maupun sosial. [Lihat sumber Disini - jurnal.konselingindonesia.com]

  4. Istiningtyas (dalam beberapa penelitian adaptasi skala PWB)

    Kesejahteraan psikologis menurut pendekatan eudaimonic berfokus pada pemenuhan potensi individu dan makna hidup, bukan hanya sekadar pengalaman bahagia sesaat. [Lihat sumber Disini - edukatif.org]


Dimensi Psychological Well-Being

Psychological well-being dipandang sebagai konstruk multidimensional, artinya terdiri dari beberapa dimensi yang berbeda tetapi saling terkait. Model yang paling banyak dikutip adalah model Carol Ryff yang mencakup enam dimensi utama:

  1. Penerimaan Diri (Self-Acceptance)

    Dimensi ini mencerminkan kemampuan individu untuk menerima segala aspek dirinya, baik kekuatan maupun keterbatasan. Individu dengan penerimaan diri yang baik umumnya memiliki rasa harga diri yang positif dan mampu menghadapi perasaan negatif tanpa menyalahkan diri sendiri secara berlebihan. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  2. Hubungan Positif dengan Orang Lain (Positive Relations with Others)

    Dimensi ini menunjukkan kemampuan seseorang untuk membentuk hubungan yang hangat, saling menghormati, dan penuh empati dengan orang lain, sebuah aspek penting dalam menjaga kesejahteraan sosial dan psikologis. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  3. Otonomi (Autonomy)

    Otonomi merujuk pada kemampuan untuk mempertahankan prinsip diri sendiri, membuat keputusan independen dan bertindak berdasarkan keyakinan pribadi, tanpa terlalu bergantung pada tekanan sosial. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  4. Penguasaan Lingkungan (Environmental Mastery)

    Dimensi ini berkaitan dengan kemampuan individu untuk mengelola lingkungan hidupnya, termasuk menyelesaikan masalah kehidupan, mengatur rutinitas, dan memanfaatkan peluang secara efektif. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  5. Tujuan Hidup (Purpose in Life)

    Menunjukkan adanya tujuan, arah dan makna hidup yang jelas, sehingga individu dapat menetapkan tujuan jangka panjang dan termotivasi untuk mencapainya. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  6. Pertumbuhan Pribadi (Personal Growth)

    Dimensi ini mencerminkan upaya individu untuk terus belajar, berkembang, dan mencapai potensi diri yang lebih tinggi seiring waktu. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Model ini telah digunakan secara luas dalam penelitian psikologi sebagai dasar pengukuran kesejahteraan psikologis. [Lihat sumber Disini - jptam.org]


Faktor yang Mempengaruhi Psychological Well-Being

Psychological well-being tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor internal maupun eksternal yang saling berinteraksi:

  1. Faktor Individual

    Faktor aspek pribadi seperti self-esteem, resilien, efikasi diri, dan kontrol internal dapat memengaruhi tingkat kesejahteraan psikologis seseorang, karena hal-hal ini berkaitan dengan bagaimana individu memandang dan mengatur kehidupannya. [Lihat sumber Disini - med.libretexts.org]

  2. Dukungan Sosial

    Dukungan dari keluarga, teman, atau lingkungan sosial terbukti menjadi faktor signifikan yang memengaruhi kesejahteraan psikologis. Individu yang mendapatkan dukungan sosial lebih tinggi cenderung memiliki tingkat psychological well-being yang lebih tinggi. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]

  3. Gaya Hidup Sehat

    Faktor gaya hidup seperti pola hidup sehat, olahraga, dan manajemen stres berperan penting dalam membentuk keadaan mental yang lebih positif dan stabil. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  4. Religiositas dan Spiritualitas

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tingkat religiositas dapat memengaruhi psychological well-being. Keyakinan dan praktik spiritual sering kali memberikan makna hidup dan sistem dukungan sosial yang kuat. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  5. Demografi dan Lingkungan Sosial

    Faktor seperti usia, latar belakang pendidikan, kondisi ekonomi, dan lingkungan tempat tinggal juga memberi pengaruh dalam bentuk tantangan dan peluang yang dihadapi individu dalam hidupnya. [Lihat sumber Disini - med.libretexts.org]

  6. Pengalaman dan Evaluasi Hidup

    Evaluasi atas pengalaman hidup, baik positif maupun tantangan, turut memengaruhi cara individu menilai kualitas hidupnya dan kesejahteraan secara keseluruhan. [Lihat sumber Disini - med.libretexts.org]


Indikator Psychological Well-Being

Indikator psychological well-being adalah tanda-tanda atau variabel yang menunjukkan sejauh mana kesejahteraan psikologis seseorang terpenuhi. Berdasarkan dimensi Ryff dan kajian psikologi, indikator-indikator utama meliputi:


Psychological Well-Being dan Kesehatan Mental

Psychological well-being memiliki hubungan yang erat dengan kesehatan mental. Kondisi kesejahteraan psikologis yang optimal tidak hanya mencerminkan absennya gangguan mental, tetapi juga mencakup pengalaman positif, pemenuhan fungsi psikologis, dan adaptasi yang sehat terhadap tuntutan kehidupan. Individu dengan kesejahteraan psikologis yang tinggi cenderung memiliki tingkat stress yang lebih rendah, resilien yang lebih kuat, serta hubungan sosial yang sehat, yang semuanya merupakan aspek kunci dalam kesehatan mental yang stabil dan konstruktif. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]


Upaya Meningkatkan Psychological Well-Being

Meningkatkan psychological well-being dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan yang relevan dengan konteks kehidupan individu:

  1. Mengembangkan Keterampilan Pengaturan Emosi

    Latihan mindfulness, teknik relaksasi, dan refleksi diri membantu individu mengelola emosi negatif dan meningkatkan kesadaran diri secara keseluruhan.

  2. Memperkuat Hubungan Sosial

    Membangun jaringan dukungan sosial yang sehat melalui hubungan keluarga dan teman dapat memberikan rasa aman serta dukungan emosional.

  3. Menetapkan Tujuan dan Makna Hidup

    Menemukan tujuan hidup yang jelas dan bermakna membantu individu merasa lebih termotivasi dan memaknai pengalaman hidupnya.

  4. Mengadopsi Gaya Hidup Sehat

    Pola hidup yang sehat seperti olahraga teratur, tidur cukup, dan pola makan seimbang turut berkontribusi terhadap kesejahteraan mental.

  5. Mendukung Lingkungan Pendidikan dan Kerja yang Positif

    Lingkungan yang mendukung pendidikan dan karier dapat meningkatkan rasa kompetensi dan prestasi individu, yang pada gilirannya meningkatkan psychological well-being.


Kesimpulan

Psychological well-being adalah konsep multidimensional yang mencerminkan kesejahteraan mental dan psikologis seseorang dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Pengertian ini mencakup penerimaan diri, hubungan positif, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi. Berbagai faktor seperti dukungan sosial, gaya hidup, dan pengalaman hidup memengaruhi kesejahteraan psikologis individu. Indikator-indikator serta upaya yang mendukung psychological well-being bersifat praktis dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mendukung kesehatan mental yang lebih optimal. Pemahaman serta penerapan prinsip-prinsip ini penting bagi perkembangan psikologis yang sehat dalam berbagai tahap kehidupan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Psychological well-being adalah kondisi kesejahteraan psikologis individu yang mencerminkan kemampuan untuk menerima diri, menjalin hubungan positif, memiliki tujuan hidup, serta berkembang secara optimal dalam menghadapi tuntutan kehidupan.

Dimensi psychological well-being meliputi penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi.

Psychological well-being dipengaruhi oleh faktor individu, dukungan sosial, gaya hidup sehat, religiositas atau spiritualitas, kondisi lingkungan, serta pengalaman hidup yang dialami individu.

Indikator psychological well-being yang baik meliputi penerimaan diri yang positif, hubungan sosial yang sehat, kemandirian dalam mengambil keputusan, kemampuan mengelola lingkungan, kejelasan tujuan hidup, serta keinginan untuk terus berkembang.

Psychological well-being berkaitan erat dengan kesehatan mental karena individu yang memiliki kesejahteraan psikologis tinggi cenderung lebih stabil secara emosional, resilien terhadap stres, dan mampu menjalani kehidupan dengan lebih seimbang.

Psychological well-being dapat ditingkatkan melalui pengelolaan emosi yang baik, memperkuat hubungan sosial, menetapkan tujuan hidup yang bermakna, menerapkan gaya hidup sehat, serta menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan diri.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Psychological Flexibility: Konsep dan Kesejahteraan Psychological Flexibility: Konsep dan Kesejahteraan Psychological Safety: Konsep dan Lingkungan Sosial Psychological Safety: Konsep dan Lingkungan Sosial Psychological Empowerment Psychological Empowerment Konsep Fungsi Psikologis Sehat Konsep Fungsi Psikologis Sehat Psychological Capital: Komponen dan Manfaatnya Psychological Capital: Komponen dan Manfaatnya Kesiapan Pasien Menghadapi Perubahan Kesehatan Kesiapan Pasien Menghadapi Perubahan Kesehatan Psychological Readiness: Konsep dan Implikasi Psychological Readiness: Konsep dan Implikasi Kesiapan Mental Ibu Menghadapi Menyusui Kesiapan Mental Ibu Menghadapi Menyusui Sense of Meaning: Konsep dan Kesejahteraan Psikologis Sense of Meaning: Konsep dan Kesejahteraan Psikologis Indikator: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Indikator: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Kesejahteraan Subjektif: Konsep dan Pengukuran Kesejahteraan Subjektif: Konsep dan Pengukuran Perubahan Psikologis Ibu pada Masa Menyusui Perubahan Psikologis Ibu pada Masa Menyusui Indikator Kinerja: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Indikator Kinerja: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Self-Compassion: Konsep dan Manfaatnya Self-Compassion: Konsep dan Manfaatnya Konsep Kesehatan Mental Mahasiswa Konsep Kesehatan Mental Mahasiswa Kebutuhan Spiritual Pasien Kebutuhan Spiritual Pasien Validitas Konvergen dan Diskriminan: Definisi dan Contoh Validitas Konvergen dan Diskriminan: Definisi dan Contoh Fenomenologi Eksistensial: Definisi dan Contoh Fenomenologi Eksistensial: Definisi dan Contoh Pengelolaan Stres Pasien Pengelolaan Stres Pasien Self-Esteem: Faktor yang Mempengaruhi dan Pengukurannya Self-Esteem: Faktor yang Mempengaruhi dan Pengukurannya
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…