Terakhir diperbarui: 06 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 6 January). Psychological Readiness: Konsep dan Implikasi. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/psychological-readiness-konsep-dan-implikasi 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Psychological Readiness: Konsep dan Implikasi - SumberAjar.com

Psychological Readiness: Konsep dan Implikasi

Pendahuluan

Kesiapan psikologis merupakan variabel penting dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari pendidikan, pekerjaan, hingga peran sosial dan profesional. Kesiapan ini tidak hanya mencakup aspek kognitif seperti pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menyentuh aspek emosional dan motivasional yang menentukan efektivitas seseorang dalam menjalankan tugas dan menghadapi tuntutan situasi yang kompleks. Dalam era modern yang berubah sangat cepat, kemampuan individu untuk siap secara psikologis merupakan faktor krusial yang memengaruhi performa, adaptasi, dan kesejahteraan secara keseluruhan. Artikel ini mendalami konsep psychological readiness, komponen, komponennya, faktor yang mempengaruhi, serta implikasi penerapannya dalam konteks akademik dan dunia kerja. Pemahaman mendalam terhadap kesiapan psikologis dapat membantu lembaga pendidikan, organisasi, dan individu merancang strategi intervensi untuk meningkatkan kapasitas adaptif dan performa optimal. Berdasarkan kajian ilmiah, kesiapan psikologis bukanlah sifat statis, melainkan fenomena dinamis yang melibatkan dimensi kognitif, emosional, dan volisional yang saling terkait dalam mempersiapkan individu menghadapi tugas atau perubahan tertentu. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Definisi Psychological Readiness

Definisi Psychological Readiness Secara Umum

Kesiapan psikologis (psychological readiness) secara umum dapat dipahami sebagai kondisi internal individu yang memfasilitasi respons efektif terhadap tugas, tantangan, atau situasi yang akan dihadapi. Dalam konteks ini, kesiapan psikologis mencakup pemahaman terhadap tuntutan tugas, kemampuan pengaturan emosi dan motivasi, serta kesiapan mental untuk menghadapi perubahan dan kesulitan dengan ketenangan dan keterampilan adaptif. Ini mencerminkan integrasi antara aspek pengetahuan, kesiapan emosional, dan motivasi untuk merealisasikan performa yang optimal pada saat dibutuhkan. Konsep ini menekankan bahwa kesiapan psikologis tidak semata, mata tentang memiliki keterampilan teknis atau pengetahuan, tetapi lebih kepada kesiapan internal untuk menggunakan sumber daya psikologis secara efektif dalam situasi nyata. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Definisi Psychological Readiness dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah kesiapan sendiri didefinisikan sebagai “kondisi seorang individu untuk melakukan suatu kegiatan tertentu”. Walaupun KBBI tidak secara eksplisit menyediakan entri untuk istilah psychological readiness dalam bahasa Inggris, pengertian tersebut mencakup kesiapan mental dan emosional seseorang untuk melaksanakan suatu tugas atau peran dengan efektif. Dalam psikologi, kesiapan psikologis merujuk pada status kesiapan internal yang memengaruhi bagaimana seseorang bersiap menghadapi tuntutan eksternal dengan stabilitas emosional dan mental yang diperlukan. [Lihat sumber Disini - repository.unusia.ac.id]

Definisi Psychological Readiness Menurut Para Ahli

Para ahli psikologi dan penelitian kontemporer mendefinisikan kesiapan psikologis sebagai sebuah construct multidimensional yang menyatukan komponen kognitif, emosional, dan volisional untuk mendukung kesuksesan dalam situasi tertentu. Berdasarkan penelitian terbaru, kesiapan psikologis meliputi kemampuan individu dalam memobilisasi sumber daya mentalnya, termasuk kontrol diri, motivasi, refleksi, dan kemampuan adaptasi terhadap kondisi yang berubah, untuk dapat bertindak dengan efektif dalam aktivitas profesional maupun akademik. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Beberapa definisi dari para ahli antara lain:

  1. Menurut Kurbanov Ikhtiyor, kesiapan psikologis adalah state mental yang mencerminkan kesiapan seseorang untuk aktivitas tertentu dengan keterlibatan mekanisme mental, emosional, dan motivasional yang memadai. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  2. Kadang, ahli lain menekankan bahwa kesiapan ini mencakup kemampuan mengatur emosi, mengoptimalkan motivasi, dan menerapkan pengetahuan dalam konteks nyata untuk menghadapi tantangan situasi. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  3. Beberapa penelitian psikologi olahraga juga menambahkan bahwa kesiapan psikologis mencakup strategi regulasi diri untuk menjaga fokus, kontrol emosi, dan pengaturan tingkat kecemasan saat tugas berat akan dihadapi. [Lihat sumber Disini - proceeding.unnes.ac.id]

  4. Dalam literatur pendidikan dan pekerjaan, kesiapan psikologis sering dilihat sebagai kompetensi psikososial yang memengaruhi keterlibatan dan keberhasilan individu dalam peran akademik atau profesional. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Komponen Psychological Readiness

Kesiapan psikologis bukanlah fenomena tunggal, melainkan hasil interaksi beberapa dimensi internal yang bekerja bersama untuk mempersiapkan individu menghadapi tuntutan situasi. Berdasarkan kajian penelitian psikologi, komponen, komponen utama kesiapan psikologis meliputi:

  1. Komponen Kognitif, mencakup pengetahuan tentang tuntutan situasi, pemahaman rencana tindakan, serta strategi berpikir yang adaptif yang mendukung pengambilan keputusan yang tepat. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  2. Komponen Emosional, berkaitan dengan pengaturan emosi, stabilitas afektif, dan kemampuan untuk mengelola kecemasan atau stres yang muncul saat menghadapi beban tugas. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  3. Komponen Motivasi, terkait orientasi tujuan, motivasi internal dan dorongan untuk mencapai performa optimal, serta kesiapan untuk berkomitmen pada proses pembelajaran atau pekerjaan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  4. Komponen Regulasi Diri, merujuk pada kemampuan individu untuk mengendalikan respons internalnya (seperti emosi dan impuls) serta menyesuaikan diri dengan tuntutan tugas. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  5. Komponen Volisional, mencerminkan keteguhan hati, komitmen terhadap tugas, dan ketahanan menghadapi hambatan atau tantangan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Komponen, komponen ini saling berinteraksi saling memengaruhi, sehingga pembentukan kesiapan psikologis yang kuat biasanya membutuhkan pengembangan aspek kognitif, emosional, dan motivasional secara bersamaan melalui pengalaman, latihan, dan pembelajaran. [Lihat sumber Disini - proceeding.unnes.ac.id]


Faktor yang Mempengaruhi Psychological Readiness

Kesiapan psikologis seseorang dipengaruhi oleh berbagai variabel internal dan eksternal. Berdasarkan hasil penelitian dan tinjauan literatur ilmiah, faktor, faktor yang memengaruhi kesiapan psikologis meliputi:

  1. Pengalaman dan pembelajaran sebelumnya, karena pengalaman yang berulang memupuk strategi koping dan kontrol diri yang lebih matang. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  2. Motivasi internal yang kuat, termasuk tujuan pribadi dan orientasi terhadap keberhasilan, yang mendorong individu untuk bersiap secara psikologis. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  3. Regulasi emosi dan stabilitas afektif, dimana individu yang mampu mengelola kecemasan atau tekanan memiliki kesiapan psikologis yang lebih tinggi. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  4. Kompetensi sosial dan dukungan lingkungan, termasuk dukungan keluarga, teman, atau tenaga pendidik yang membantu individu merasa lebih percaya diri dan siap menghadapi tugas. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  5. Strategi refleksi dan metakognisi, yang memungkinkan seseorang mengevaluasi kesiapan mereka sendiri dan menyesuaikan strategi saat dibutuhkan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Faktor, faktor ini menunjukkan bahwa kesiapan psikologis bukan hanya hasil kemampuan individu semata, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan konteks sosial di mana individu berada. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Psychological Readiness dan Kesiapan Menghadapi Tuntutan

Kesiapan psikologis memainkan peran sentral dalam kemampuan individu untuk menghadapi tuntutan tugas atau kondisi yang tidak terduga. Individu yang memiliki kesiapan psikologis yang tinggi cenderung memiliki:

Konsep kesiapan psikologis ini secara luas diakui dalam penelitian tentang kesiapan atlet menghadapi kompetisi, di mana kemampuan psikologis untuk mengatur emosinya, memfokuskan perhatian, dan mempertahankan motivasi berhubungan langsung dengan tingkat performa mereka saat bertanding. [Lihat sumber Disini - proceeding.unnes.ac.id]


Implikasi Psychological Readiness terhadap Performa

Kesiapan psikologis memiliki implikasi signifikan terhadap performa individu dalam beragam bidang. Penelitian menunjukkan bahwa individu yang siap secara psikologis mampu:

Dalam konteks kerja, kesiapan psikologis dikaitkan secara positif dengan employability, keterlibatan kerja (work engagement), dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan tuntutan profesi. [Lihat sumber Disini - jurnal.causalita.com]


Psychological Readiness dalam Konteks Akademik dan Kerja

Dalam Konteks Akademik

Di lingkungan akademik, kesiapan psikologis merupakan faktor penting yang memengaruhi prestasi belajar dan adaptasi mahasiswa terhadap tuntutan pendidikan tinggi. Mahasiswa yang memiliki kesiapan psikologis yang kuat mampu mengatur waktu, mengelola stres ujian, dan tetap termotivasi selama proses belajar. Secara praktis, kesiapan psikologis membantu mahasiswa mempertahankan keseimbangan antara tuntutan akademik dan kesejahteraan mental mereka. [Lihat sumber Disini - jurnal.uny.ac.id]

Dalam Konteks Dunia Kerja

Dalam dunia kerja, kesiapan psikologis berkaitan erat dengan kemampuan calon pekerja atau karyawan untuk memahami tugas, beradaptasi terhadap budaya organisasi, serta menghadapi dinamika pekerjaan yang terus berubah. Individu yang siap secara psikologis lebih mampu mempertahankan performa tinggi di lingkungan pekerjaan yang penuh tekanan, memecahkan masalah secara kreatif, dan memperlihatkan resilience terhadap kegagalan atau hambatan. [Lihat sumber Disini - jurnal.causalita.com]


Kesimpulan

Kesiapan psikologis adalah konstruk multidimensional yang mencakup aspek kognitif, emosional, motivasional, dan regulasi diri yang mempersiapkan individu untuk menghadapi tugas, tantangan, atau perubahan situasi dengan efektif. Ini merupakan kondisi internal yang bukan hanya tentang menguasai keterampilan teknis, tetapi juga mencakup kesiapan mental dan emosional untuk bertindak secara adaptif dalam situasi nyata. Faktor, faktor yang memengaruhi kesiapan psikologis berasal dari pengalaman, dukungan lingkungan, dan kemampuan pengaturan diri individu. Implikasinya terhadap performa sangat luas, memengaruhi kemampuan individu dalam bidang akademik, dunia kerja, serta konteks kompetitif seperti olahraga. Dengan memahami dan mengembangkan kesiapan psikologis, individu dan organisasi dapat meningkatkan kualitas performa, adaptasi, dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Psychological readiness adalah kondisi kesiapan mental dan emosional individu yang memungkinkan seseorang menghadapi tugas, tuntutan, atau perubahan situasi secara efektif, adaptif, dan optimal.

Komponen utama psychological readiness meliputi aspek kognitif, emosional, motivasional, regulasi diri, dan volisional yang saling berinteraksi dalam membentuk kesiapan individu menghadapi tuntutan.

Psychological readiness penting dalam konteks akademik karena membantu mahasiswa mengelola stres, mempertahankan motivasi belajar, beradaptasi dengan tuntutan akademik, serta meningkatkan performa dan kesejahteraan psikologis.

Psychological readiness berpengaruh langsung terhadap performa kerja karena individu yang siap secara psikologis lebih mampu mengelola tekanan, beradaptasi dengan lingkungan kerja, mengambil keputusan secara efektif, dan mempertahankan kinerja optimal.

Faktor yang mempengaruhi psychological readiness antara lain pengalaman sebelumnya, motivasi internal, regulasi emosi, dukungan lingkungan sosial, serta kemampuan refleksi dan regulasi diri.

Ya, psychological readiness dapat dikembangkan melalui pembelajaran, pengalaman, pelatihan regulasi emosi, penguatan motivasi, serta dukungan lingkungan yang kondusif.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Psychological Flexibility: Konsep dan Kesejahteraan Psychological Safety: Konsep dan Lingkungan Sosial Psychological Well-Being: Konsep dan Indikator Psychological Empowerment Psychological Capital: Komponen dan Manfaatnya Kesiapan Pasien Menghadapi Perubahan Kesehatan Implikasi Penelitian: Pengertian, Jenis, dan Contohnya Kesiapan Pasien Menghadapi Perubahan Kesehatan: Konsep, Adaptasi, dan Respons Konsep Fungsi Psikologis Sehat Analisis SEM (Structural Equation Modeling): Pengertian dan Contoh Kesiapan Peningkatan Pengetahuan Keluarga Pasien Kesiapan Peningkatan Kesehatan: Definisi dan Implementasi Kesiapan Mental Ibu Menghadapi Menyusui Kesiapan Peningkatan Pengetahuan Keluarga: Konsep, Indikator, dan Peran Pengelolaan Stres Pasien Kesiapan Persalinan Normal: Konsep, Indikator, dan Kesiapan Ibu Kesiapan Fasilitas Kesehatan Sense of Meaning: Konsep dan Kesejahteraan Psikologis Resiliensi: Definisi, Faktor Pembentuk, dan Contoh Dukungan Psikologis: Konsep dan Kesehatan Mental
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna