Terakhir diperbarui: 28 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 28 December). Farmakovigilans: Konsep, Pelaporan Efek Samping, dan Keselamatan. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/farmakovigilans-konsep-pelaporan-efek-samping-dan-keselamatan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Farmakovigilans: Konsep, Pelaporan Efek Samping, dan Keselamatan - SumberAjar.com

Farmakovigilans: Konsep, Pelaporan Efek Samping, dan Keselamatan

Pendahuluan

Farmakovigilans atau pharmacovigilance merupakan aspek penting dalam sistem kesehatan modern karena berperan langsung dalam menjaga keselamatan penggunaan obat setelah obat tersebut beredar di masyarakat. Walaupun uji klinik memberikan data awal tentang keamanan dan efektivitas suatu obat, tidak semua risiko efek samping dapat terdeteksi selama fase tersebut. Efek samping yang jarang, bersifat jangka panjang, atau muncul pada sub-populasi tertentu sering kali baru teridentifikasi ketika obat digunakan secara luas oleh populasi yang heterogen. Farmakovigilans hadir sebagai sistem pemantauan dinamis untuk mendeteksi, menilai, memahami, dan mencegah efek samping atau masalah lain yang berkaitan dengan obat-obatan, sehingga mampu melindungi pasien dari risiko yang tidak diinginkan dan memberikan dasar bagi pengambilan keputusan klinis serta kebijakan kesehatan yang lebih aman. [Lihat sumber Disini - who.int]


Definisi Farmakovigilans

Definisi Farmakovigilans Secara Umum

Farmakovigilans didefinisikan sebagai disiplin ilmu dan aktivitas yang mencakup pengumpulan, deteksi, penilaian, pemantauan, dan pencegahan efek samping obat atau gangguan lain yang berkaitan dengan penggunaan obat-obatan. Tujuan utama dari farmakovigilans adalah melindungi pasien dan populasi umum dari risiko obat yang tidak diinginkan melalui sistem pemantauan obat yang efektif dan berkesinambungan. [Lihat sumber Disini - who.int]

Definisi Farmakovigilans dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), farmakovigilans adalah istilah yang dipinjam dari pharmacovigilance, merujuk pada ilmu atau kegiatan pemantauan terhadap efek samping obat-obatan yang digunakan oleh masyarakat. Definisi ini mencerminkan fungsi utama farmakovigilans dalam melihat efek obat secara real-world setelah diedarkan. (Catatan: KBBI umumnya tidak memiliki artikel yang sangat panjang untuk istilah teknis ini; untuk rujukan formal dapat merujuk pada bank istilah kesehatan atau pedoman BPOM).

Definisi Farmakovigilans Menurut Para Ahli

  1. World Health Organization (WHO) menyatakan pharmacovigilance sebagai ilmu dan aktivitas yang berkaitan dengan deteksi, penilaian, pemahaman, dan pencegahan efek samping atau masalah lain yang terkait dengan penggunaan obat atau vaksin. [Lihat sumber Disini - who.int]

  2. Modul Farmakovigilans BPOM menyebutnya sebagai keseluruhan kegiatan pendeteksian, penilaian, pemahaman, dan pencegahan efek samping atau masalah yang terkait dengan penggunaan obat, dengan tujuan utama mendeteksi masalah keamanan obat yang belum diketahui dan mengomunikasikan informasi risiko untuk pencegahan. [Lihat sumber Disini - e-meso.pom.go.id]

  3. Devi Meilani & Rano K. Sinuraya dalam artikel Farmaka menyatakan bahwa farmakovigilans bertujuan mengidentifikasi bahaya yang terkait dengan produk farmasi dan meminimalkan risiko yang dihadapi pasien melalui pemantauan sistematis pasca pemasaran obat. [Lihat sumber Disini - jurnal.unpad.ac.id]

  4. Artikel ilmiah di jurnal PHARMACY (2025) menyebutkan bahwa farmakovigilans berperan dalam mendeteksi, menilai, memahami, dan mencegah efek samping obat untuk memastikan keselamatan pasien sebagai bagian dari kesehatan masyarakat. [Lihat sumber Disini - jurnalnasional.ump.ac.id]


Konsep dan Tujuan Farmakovigilans

Farmakovigilans bukan sekadar proses administratif laporan efek samping, tetapi merupakan fondasi penting dalam pelayanan kesehatan yang bertujuan menjamin obat yang digunakan aman dan efektif di luar konteks uji klinis. Konsep utama farmakovigilans mencakup beberapa elemen:

  1. Deteksi, Mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti laporan tenaga kesehatan, pasien, studi pasca pemasaran, serta literatur ilmiah untuk mengenali efek samping yang mungkin tidak teridentifikasi sebelumnya. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  2. Penilaian, Menilai hubungan kausal antara obat dan kejadian efek samping yang dilaporkan, termasuk analisis frekuensi, beratnya efek, dan pola kejadian. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  3. Pemahaman, Memahami mekanisme, faktor risiko, serta konteks klinis yang memengaruhi terjadinya efek samping obat. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  4. Pencegahan, Mengembangkan rekomendasi tindakan untuk mencegah kejadian efek samping serupa di masa depan, termasuk perubahan label, edukasi kepada tenaga kesehatan/pasien, atau penarikan produk. [Lihat sumber Disini - who.int]

Tujuan farmakovigilans meliputi:

  • Menentukan karakteristik efek samping yang mungkin bervariasi di luar populasi uji klinik;

  • Melindungi kesehatan pasien melalui pengambilan keputusan berbasis bukti terhadap risiko obat;

  • Mengidentifikasi faktor risiko spesifik seperti usia, komorbiditas, atau interaksi obat;

  • Memberikan data untuk pengembangan obat baru yang lebih aman di masa depan. [Lihat sumber Disini - who.int]


Sistem Pelaporan Efek Samping Obat

Pelaporan efek samping obat merupakan inti dari sistem farmakovigilans karena data pelaporan tersebut merupakan sumber utama dalam mendeteksi sinyal keamanan obat. Sistem pelaporan ini bisa bersifat spontaneous (sukarela), solicited (terstimulasi), atau melalui studi post-marketing. [Lihat sumber Disini - jurnal.unpad.ac.id]

Pelaporan Spontan

Pelaporan spontan adalah metode paling umum di mana tenaga kesehatan atau pasien secara sukarela melaporkan kejadian efek samping yang diduga terkait dengan penggunaan obat kepada otoritas farmakovigilans nasional seperti BPOM di Indonesia atau WHO Programme for International Drug Monitoring. [Lihat sumber Disini - jurnal.unpad.ac.id]

Pelaporan Targeted dan Cohort Monitoring

Selain pelaporan spontan, terdapat metode pelaporan terarah (Targeted Spontaneous Reporting) dan Cohort Event Monitoring, yang masing-masing mengumpulkan data dari kelompok populasi tertentu atau mengikuti kohort pasien untuk mendeteksi kejadian efek samping secara sistematis. [Lihat sumber Disini - jurnal.unpad.ac.id]

Peran Teknologi Digital

Kemajuan teknologi informasi memungkinkan integrasi sistem pelaporan digital, aplikasi pelaporan cepat, dan analisis big data untuk mempercepat deteksi sinyal efek samping dalam skala besar, sehingga meningkatkan efektivitas farmakovigilans secara keseluruhan. [Lihat sumber Disini - jurnalnasional.ump.ac.id]


Peran Tenaga Kesehatan dalam Farmakovigilans

Tenaga kesehatan memiliki peran krusial dalam keberhasilan sistem farmakovigilans karena mereka sering kali menjadi ujung tombak deteksi efek samping obat:

  1. Deteksi dan Pelaporan, Tenaga kesehatan seperti dokter, apoteker, dan perawat mengenali dan melaporkan kejadian efek samping kepada otoritas yang berwenang, mencatat informasi relevan seperti obat yang digunakan, waktu kejadian, serta karakteristik efek sampingnya. [Lihat sumber Disini - journal.aisyahuniversity.ac.id]

  2. Edukasi Pasien, Memberikan edukasi kepada pasien tentang kemungkinan efek samping dan pentingnya melaporkan kejadian tidak diinginkan meningkatkan keterlibatan pasien dalam sistem pelaporan farmakovigilans. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  3. Koordinasi dan Kolaborasi, Kolaborasi lintas profesi kesehatan dalam pelaporan dan tindak lanjut meningkatkan akurasi data dan pemahaman risiko obat di populasi luas. [Lihat sumber Disini - journal.pubmedia.id]


Dampak Pelaporan terhadap Keselamatan Pasien

Pelaporan efek samping obat memberikan kontribusi signifikan terhadap keselamatan pasien. Data yang dikumpulkan membantu otoritas kesehatan dan peneliti untuk:

  • Mendeteksi sinyal risiko baru yang mungkin tidak muncul dalam uji klinik;

  • Mengubah label obat untuk memasukkan peringatan risiko;

  • Menginformasikan kebijakan kesehatan dan praktik klinis;

  • Mencegah kejadian serupa di masa depan dengan strategi mitigasi risiko yang tepat. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Keseluruhan fungsi pelaporan meningkatkan kualitas keputusan klinis, mengurangi morbiditas dan mortalitas akibat efek samping obat, serta meminimalkan biaya keseluruhan sistem kesehatan.


Tantangan dalam Pelaporan Efek Samping

Meskipun sistem pelaporan sangat penting, berbagai tantangan mempengaruhi efektivitas pelaporan farmakovigilans di banyak negara:


Penguatan Sistem Farmakovigilans

Untuk mengatasi tantangan tersebut, berbagai strategi dapat diterapkan:

  1. Peningkatan edukasi dan pelatihan bagi tenaga kesehatan mengenai pentingnya pelaporan ADR dan cara melakukannya secara efektif. [Lihat sumber Disini - journal.aisyahuniversity.ac.id]

  2. Pengembangan infrastruktur digital yang memudahkan pelaporan cepat dari pasien dan tenaga kesehatan melalui aplikasi atau sistem QR code. [Lihat sumber Disini - timesofindia.indiatimes.com]

  3. Kolaborasi lintas sektor termasuk pemerintah, institusi pendidikan, dan profesi kesehatan untuk memperkuat budaya keselamatan pasien. [Lihat sumber Disini - journal.pubmedia.id]

  4. Pemanfaatan big data dan teknologi informasi untuk integrasi data pelaporan dan analisis sinyal secara lebih efisien. [Lihat sumber Disini - jurnalnasional.ump.ac.id]


Kesimpulan

Farmakovigilans merupakan aspek fundamental dalam menjaga keselamatan penggunaan obat setelah dipasarkan, yang melibatkan proses pendeteksian, penilaian, pemahaman, dan pencegahan efek samping obat melalui sistem pelaporan yang efektif. Peran tenaga kesehatan sangat penting dalam mengidentifikasi dan melaporkan kejadian efek samping, yang dampaknya jauh melampaui sekadar dokumentasi, data pelaporan tersebut membentuk dasar pengambilan keputusan klinis dan kebijakan kesehatan publik yang lebih aman. Meski sistem ini menghadapi tantangan seperti pelaporan rendah dan keterbatasan sumber daya, penguatan farmakovigilans melalui pendidikan, teknologi, serta kolaborasi lintas sektor dapat meningkatkan kualitas pelaporan dan keselamatan pasien secara signifikan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Farmakovigilans adalah ilmu dan kegiatan yang berkaitan dengan pendeteksian, penilaian, pemahaman, serta pencegahan efek samping atau masalah lain yang berhubungan dengan penggunaan obat, dengan tujuan utama melindungi keselamatan pasien.

Pelaporan efek samping obat penting karena menjadi sumber utama dalam mendeteksi risiko keamanan obat yang tidak teridentifikasi saat uji klinik. Data pelaporan membantu otoritas kesehatan mengambil tindakan pencegahan untuk meningkatkan keselamatan pasien.

Sistem farmakovigilans melibatkan tenaga kesehatan seperti dokter, apoteker, dan perawat, serta pasien dan masyarakat. Seluruh pihak berperan dalam mendeteksi, melaporkan, dan mencegah efek samping obat.

Farmakovigilans meningkatkan keselamatan pasien dengan mendeteksi efek samping obat secara dini, memperbarui informasi keamanan obat, serta mencegah kejadian efek samping berulang melalui kebijakan dan edukasi yang tepat.

Tantangan utama dalam pelaporan efek samping obat meliputi rendahnya kesadaran tenaga kesehatan dan masyarakat, prosedur pelaporan yang dianggap rumit, keterbatasan sumber daya, serta budaya keselamatan pasien yang belum optimal.

Penguatan sistem farmakovigilans dapat dilakukan melalui peningkatan edukasi dan pelatihan tenaga kesehatan, pemanfaatan teknologi digital untuk pelaporan efek samping, kolaborasi lintas sektor, serta penguatan peran otoritas pengawas obat.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Budaya Keselamatan Kerja Tenaga Kesehatan Budaya Keselamatan Kerja Tenaga Kesehatan Efek Samping Obat: Jenis dan Penanganannya Efek Samping Obat: Jenis dan Penanganannya Keamanan Terapi Farmakologis: Konsep, Prinsip, dan Implementasi Keamanan Terapi Farmakologis: Konsep, Prinsip, dan Implementasi Monitoring Efek Samping Obat Psikotropika Monitoring Efek Samping Obat Psikotropika Keselamatan Pasien: Konsep, implementasi, dan tantangan Keselamatan Pasien: Konsep, implementasi, dan tantangan Efek Samping Obat: Konsep, Klasifikasi, dan Penanganan Efek Samping Obat: Konsep, Klasifikasi, dan Penanganan Safety Culture dalam Rumah Sakit Safety Culture dalam Rumah Sakit Pelaksanaan Standar Keselamatan Pasien Pelaksanaan Standar Keselamatan Pasien Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien Pelaporan Kejadian Tidak Diharapkan Pelaporan Kejadian Tidak Diharapkan Keselamatan Klinis: Konsep, Manajemen Risiko, dan Budaya Organisasi Keselamatan Klinis: Konsep, Manajemen Risiko, dan Budaya Organisasi Keselamatan Pasien dalam Pelayanan Kesehatan Keselamatan Pasien dalam Pelayanan Kesehatan Keamanan Pasien di Ruang Perawatan Keamanan Pasien di Ruang Perawatan Keamanan Pasien di Ruang Perawatan: Konsep, Prinsip, dan Penerapan Keamanan Pasien di Ruang Perawatan: Konsep, Prinsip, dan Penerapan Risiko Perilaku Tidak Aman Pasien Risiko Perilaku Tidak Aman Pasien Risiko Perilaku Tidak Aman Pasien: Konsep, Determinan, dan Pencegahan Risiko Perilaku Tidak Aman Pasien: Konsep, Determinan, dan Pencegahan Monitoring Efek Samping Obat Penurun Asam Urat Monitoring Efek Samping Obat Penurun Asam Urat Evaluasi Efek Samping Terapi Antipsikotik Evaluasi Efek Samping Terapi Antipsikotik Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit Pelaporan Penyakit Wajib Lapor Pelaporan Penyakit Wajib Lapor
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…