Terakhir diperbarui: 16 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 16 December). Keamanan Data Rekam Medis Pasien. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/keamanan-data-rekam-medis-pasien  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Keamanan Data Rekam Medis Pasien - SumberAjar.com

Keamanan Data Rekam Medis Pasien

Pendahuluan

Keamanan data rekam medis pasien merupakan salah satu aspek penting dalam sistem kesehatan modern, khususnya dengan semakin meluasnya digitalisasi layanan kesehatan. Rekam medis pasien berisi informasi sensitif yang mencakup riwayat kesehatan, diagnosa, pengobatan, dan hasil laboratorium, yang apabila bocor atau disalahgunakan dapat berpotensi merugikan pasien secara pribadi dan sosial. Kepercayaan pasien terhadap fasilitas kesehatan sangat bergantung pada kemampuan sistem untuk menjaga kerahasiaan dan integritas data mereka, sehingga keamanan data rekam medis harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan layanan kesehatan digital. Penelitian sistematis menunjukkan bahwa implementasi rekam medis elektronik (RME) meningkatkan kebutuhan akan strategi keamanan yang kuat guna mencegah ancaman siber, kebocoran data, dan pelanggaran privasi pasien. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]


Definisi Keamanan Data Rekam Medis Pasien

Definisi Keamanan Data Rekam Medis Secara Umum

Keamanan data rekam medis pasien secara umum dapat dipahami sebagai upaya menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi kesehatan pasien agar tidak diakses, diubah, atau disalahgunakan oleh pihak yang tidak berwenang. Dalam konteks sistem informasi, keamanan data mencakup mekanisme teknis, prosedur operasional, dan kebijakan yang dirancang untuk melindungi informasi sensitif dari ancaman internal maupun eksternal. [Lihat sumber Disini - ijhim.stikesmhk.ac.id]

Definisi Keamanan Data Rekam Medis Dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah keamanan sendiri berarti keadaan aman dan terlindungi dari bahaya atau gangguan. Dengan demikian, keamanan data rekam medis pasien dapat diartikan sebagai keadaan data rekam medis yang terlindungi sedemikian rupa sehingga bebas dari risiko pencurian, gangguan akses yang tidak sah, maupun kerusakan data yang dapat membahayakan privasi dan keselamatan pasien. [Lihat sumber Disini - jom.htp.ac.id]

Definisi Keamanan Data Rekam Medis Menurut Para Ahli

  1. Suhariyono et al. (2025) menyatakan bahwa keamanan data rekam medis mencakup tiga aspek utama yaitu confidentiality (kerahasiaan), integrity (keutuhan), dan availability (ketersediaan) untuk memastikan data pasien hanya diakses oleh pihak berwenang dan tetap akurat serta tersedia saat dibutuhkan. [Lihat sumber Disini - jmiki.aptirmik.or.id]

  2. Harman (2012) dalam kajian etisnya menjelaskan bahwa keamanan data medis berkaitan erat dengan privasi pasien, kerahasiaan informasi, serta mekanisme untuk mencegah akses, pengungkapan, serta perubahan data yang tidak diotorisasi. [Lihat sumber Disini - journalofethics.ama-assn.org]

  3. Keshta (2021) menekankan bahwa keamanan dan privasi sistem rekam medis elektronik melibatkan identifikasi ancaman dan penerapan solusi teknologi informasi untuk mengurangi risiko kebocoran data serta melindungi informasi pasien dari peretasan. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  4. Komalasari & Mustafa (2023) menyebutkan bahwa kebijakan privasi dan keamanan pada Electronic Health Records (EHR) harus dirancang untuk mengatur siapa saja yang dapat mengakses, membagikan, dan menggunakan data medis secara aman dan sesuai hukum. [Lihat sumber Disini - jurnal.uic.ac.id]


Jenis Ancaman terhadap Keamanan Data Medis

Ancaman terhadap keamanan data rekam medis pasien sangat beragam, baik yang datang dari luar sistem maupun dari dalam organisasi fasilitas kesehatan. Ancaman eksternal seperti serangan siber, peretasan, dan malware dapat mengekspos informasi pasien ke pihak yang tidak bertanggung jawab, yang pada akhirnya akan merusak privasi serta kepercayaan pasien terhadap layanan kesehatan. Ancaman internal seperti akses yang tidak tepat dari tenaga kesehatan atau penyalahgunaan hak akses juga menjadi tantangan serius yang harus ditangani. [Lihat sumber Disini - rammik.pubmedia.id]

Salah satu bentuk ancaman paling umum adalah serangan siber, di mana peretas mencoba mengeksploitasi kelemahan dalam sistem rekam medis elektronik untuk mencuri atau merusak data pasien. Dalam banyak kasus, serangan-serangan ini bisa terjadi melalui phishing, perangkat lunak berbahaya (malware), atau ransomware yang mengunci data penting dan menuntut tebusan untuk membuka kembali aksesnya. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Selain itu, akses internal yang tidak tepat merupakan ancaman serius dari sisi tenaga kesehatan atau staf fasilitas kesehatan yang memiliki hak akses namun menggunakannya di luar kewenangan atau tanpa alasan medis yang sah. Kejadian akses yang tidak sah ini bisa berujung pada penyalahgunaan data pasien, seperti ketika data dipublikasikan tanpa izin atau digunakan untuk tujuan pribadi. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Ancaman lain berasal dari kebocoran data karena sistem yang lemah, misalnya buruknya konfigurasi server atau kurangnya kontrol akses yang kuat dapat memberikan peluang bagi pihak tidak bertanggung jawab untuk mengakses data rekam medis yang seharusnya bersifat rahasia. [Lihat sumber Disini - rammik.pubmedia.id]

Bahaya lain seperti pencurian perangkat fisik atau gangguan jaringan juga dapat memicu kehilangan data atau kerusakan informasi penting, sehingga menyebabkan gangguan layanan medis serta risiko terhadap keselamatan pasien. Ancaman ini menunjukkan bahwa keamanan data rekam medis pasien tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada aturan operasional dan perilaku staf yang memegang akses sistem. [Lihat sumber Disini - rammik.pubmedia.id]


Sistem Pengamanan Data Rekam Medis

Sistem pengamanan data rekam medis pasien berfokus pada penerapan berbagai kontrol teknis dan administratif sesuai dengan prinsip keamanan informasi yang mencakup confidentiality, integrity, dan availability.

1. Kontrol Akses dan Autentikasi

Kontrol akses merupakan salah satu langkah utama dalam pengamanan data rekam medis. Sistem harus memastikan bahwa hanya personel yang berwenang yang dapat mengakses informasi pasien. Sistem autentikasi yang kuat, seperti penggunaan username dan password yang unik untuk setiap pengguna, serta multi-faktor autentikasi dapat meningkatkan tingkat keamanan dengan membatasi akses hanya kepada pihak yang benar-benar berwenang. [Lihat sumber Disini - jmiki.aptirmik.or.id]

2. Enkripsi Data

Enkripsi data adalah mekanisme teknis yang memproteksi informasi dengan mengubahnya menjadi format yang hanya dapat dibaca oleh pihak yang memiliki kunci dekripsi. Pada rekam medis elektronik, data harus dienkripsi saat disimpan (data at rest) dan saat ditransmisikan (data in transit) melalui jaringan untuk melindungi informasi sensitif dari pengintaian atau pencurian oleh pihak yang tidak sah. Ini terutama penting ketika data dibagikan antar fasilitas kesehatan atau disimpan di cloud. [Lihat sumber Disini - ejournal.fhuki.id]

3. Backup dan Pemulihan Data

Sistem pengamanan juga mencakup layanan pencadangan (backup) dan pemulihan data untuk memastikan bahwa informasi dapat dipulihkan dengan cepat jika terjadi kehilangan atau kerusakan data. Hal ini sangat penting untuk menjaga availability dari rekam medis pasien sehingga layanan kesehatan tidak terganggu akibat kegagalan sistem atau bencana. [Lihat sumber Disini - jmiki.aptirmik.or.id]

4. Audit dan Monitoring Sistem

Audit terhadap akses data dan perubahan yang dilakukan sistem merupakan bagian penting dari kontrol keamanan. Sistem monitoring yang efektif memungkinkan deteksi dini terhadap aktivitas yang mencurigakan atau akses tidak sah, sehingga langkah cepat dapat diambil untuk mencegah pelanggaran lebih lanjut. [Lihat sumber Disini - rammik.pubmedia.id]


Peran Teknologi Informasi dalam Keamanan Data

Teknologi Informasi memainkan peran penting dalam penguatan keamanan data rekam medis pasien melalui berbagai solusi teknologi yang efektif dan inovatif.

1. Sistem Rekam Medis Elektronik (EMR/EHR)

Penerapan sistem rekam medis elektronik (Electronic Medical Record atau Electronic Health Record) membantu dalam menyimpan dan mengelola informasi pasien secara digital serta memungkinkan kontrol akses, audit, dan proteksi data secara real-time. Sistem ini membantu dalam pengelolaan data secara terstruktur dan aman dibandingkan dengan rekam medis berbasis kertas yang rentan terhadap kehilangan atau pencurian. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

2. Enkripsi dan Teknologi Keamanan Lainnya

Teknologi enkripsi, firewall, serta sistem deteksi intrusi menjadi bagian penting dari solusi keamanan TI untuk melindungi data pasien dari ancaman siber. Enkripsi yang kuat membantu menjaga privasi pasien bahkan ketika data dicuri atau diakses oleh pihak tidak berwenang. [Lihat sumber Disini - ejournal.fhuki.id]

3. Sistem Pemantauan dan Respon Ancaman

Sistem Security Information and Event Management (SIEM) dan teknologi Intrusion Detection Systems (IDS) memungkinkan staf IT di fasilitas kesehatan untuk memantau kejadian keamanan secara real-time dan merespon ancaman sebelum data pasien terekspos atau diretas. [Lihat sumber Disini - rammik.pubmedia.id]

4. Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan

Selain teknologi, peran pendidikan dan pelatihan staf menjadi aspek penting dalam keamanan data. Tenaga kesehatan dan pegawai fasilitas medis perlu dilatih tentang praktik terbaik keamanan informasi, termasuk cara mengenali ancaman siber dan menjalankan prosedur keamanan dengan benar. [Lihat sumber Disini - ejournal.appihi.or.id]


Risiko Kebocoran Data Pasien

Kebocoran data pasien merupakan salah satu risiko terbesar dalam pengelolaan rekam medis, terutama pada sistem digital. Kebocoran data dapat terjadi melalui berbagai cara, termasuk serangan siber, kesalahan manusia, atau sistem yang tidak terlindungi dengan baik. Ketika data medis bocor, pasien dapat mengalami berbagai dampak negatif seperti pelanggaran privasi, potensi pencurian identitas, penurunan kepercayaan terhadap layanan kesehatan, bahkan kerugian finansial. [Lihat sumber Disini - juridica.ugr.ac.id]

Dalam banyak kasus, kebocoran data dapat terjadi karena kegagalan penerapan kontrol akses yang kuat, kelemahan sistem autentikasi, atau penggunaan jaringan yang tidak aman. Misalnya, data pasien yang dikirimkan melalui jaringan tanpa enkripsi berisiko disadap oleh pihak yang tidak berwenang. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Risiko lain adalah kesalahan internal, di mana pegawai salah menggunakan hak aksesnya atau tidak mengikuti prosedur keamanan yang ditetapkan, sehingga membuka peluang untuk ekspos data secara tidak sengaja. Praktik pengelolaan data yang buruk seperti penyimpanan password yang lemah juga dapat berkontribusi pada kejadian ini. [Lihat sumber Disini - rammik.pubmedia.id]

Kebocoran data juga memberikan konsekuensi hukum bagi fasilitas kesehatan, terutama di negara-negara dengan regulasi perlindungan data yang ketat. Misalnya, peraturan nasional di Indonesia mewajibkan fasilitas kesehatan untuk menjaga keamanan data pasien sesuai standar yang ditentukan oleh Permenkes agar tidak melanggar prinsip kerahasiaan dan integritas data. [Lihat sumber Disini - ejournal.fhuki.id]


Upaya Perlindungan Data Rekam Medis

Upaya perlindungan data rekam medis pasien melibatkan kombinasi strategi teknologi, kebijakan internal, dan prosedur operasional yang efektif untuk memastikan bahwa data pasien tetap aman dari ancaman eksternal ataupun internal.

1. Implementasi Standar Keamanan TI

Fasilitas kesehatan perlu menerapkan standar keamanan TI seperti penggunaan enkripsi kuat, firewall, dan access control lists untuk memastikan bahwa data pasien hanya dapat diakses oleh pihak yang berwenang. Standar keamanan ini berfungsi untuk mencegah serangan siber dan akses tidak sah. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

2. Kepatuhan pada Regulasi Perlindungan Data

Kepatuhan terhadap regulasi nasional dan internasional seperti aturan pemerintah mengenai rekam medis elektronik serta undang-undang perlindungan data pribadi membantu institusi kesehatan dalam menetapkan praktik terbaik dalam pengelolaan data pasien, termasuk prosedur audit, hak akses, dan penanganan insiden kebocoran data. [Lihat sumber Disini - ejournal.fhuki.id]

3. Audit dan Pengujian Keamanan Berkala

Audit sistem dan pengujian keamanan berkala memungkinkan fasilitas kesehatan untuk menemukan dan memperbaiki kelemahan keamanan sebelum dieksploitasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Ini termasuk penetration testing serta simulasi serangan siber untuk mengevaluasi kesiapan sistem. [Lihat sumber Disini - rammik.pubmedia.id]

4. Edukasi dan Pelatihan Personel

Program pelatihan bagi tenaga kesehatan serta staf yang menangani data medis sangat penting untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang praktik terbaik keamanan data, cara mengenali ancaman siber, serta prosedur pelaporan insiden yang benar. [Lihat sumber Disini - ejournal.appihi.or.id]


Kesimpulan

Keamanan data rekam medis pasien adalah aspek krusial dalam sistem layanan kesehatan, terlebih di era digital yang semakin kompleks. Definisi keamanan data pasien mencakup prinsip kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan, yang harus dijaga melalui perpaduan teknologi, kebijakan, serta perilaku sumber daya manusia. Ancaman terhadap data medis dapat berasal dari serangan siber, kesalahan internal, atau sistem yang tidak memadai, sehingga perlindungan yang efektif wajib diterapkan melalui kontrol akses, enkripsi, backup, audit, serta pelatihan personel. Di samping itu, risiko kebocoran data tidak hanya membawa dampak negatif bagi pasien secara individual, tetapi juga berdampak pada reputasi fasilitas kesehatan serta kepatuhan hukum. Dengan menerapkan sistem pengamanan yang komprehensif dan mengikuti regulasi yang berlaku, fasilitas kesehatan dapat membangun lingkungan informasi yang aman, menjaga kepercayaan pasien, dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara keseluruhan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Keamanan data rekam medis pasien adalah serangkaian upaya untuk melindungi informasi kesehatan pasien agar tetap rahasia, akurat, dan tersedia saat dibutuhkan, serta mencegah akses, penggunaan, atau kebocoran data oleh pihak yang tidak berwenang.

Keamanan data rekam medis penting untuk menjaga privasi pasien, mencegah penyalahgunaan informasi kesehatan, mempertahankan kepercayaan pasien terhadap fasilitas kesehatan, serta memenuhi kewajiban hukum dan etika dalam pelayanan kesehatan.

Ancaman terhadap keamanan data rekam medis meliputi serangan siber seperti peretasan dan malware, akses internal yang tidak sah, kesalahan manusia, kelemahan sistem teknologi, serta pencurian perangkat atau gangguan jaringan.

Sistem pengamanan data rekam medis diterapkan melalui kontrol akses dan autentikasi pengguna, enkripsi data, pencadangan dan pemulihan data, audit akses sistem, serta pemantauan keamanan secara berkala.

Teknologi informasi berperan dalam menyediakan sistem rekam medis elektronik yang aman, mendukung enkripsi data, monitoring akses, deteksi ancaman siber, serta membantu pengelolaan data medis secara terstruktur dan terlindungi.

Kebocoran data rekam medis dapat menyebabkan pelanggaran privasi, pencurian identitas, kerugian psikologis dan sosial bagi pasien, serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Upaya perlindungan data rekam medis dilakukan melalui penerapan standar keamanan teknologi informasi, kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data, audit keamanan berkala, serta edukasi dan pelatihan tenaga kesehatan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Regulasi Rekam Medis di Indonesia Regulasi Rekam Medis di Indonesia Etika Rekam Medis Etika Rekam Medis Peran Rekam Medis dalam Kontinuitas Pelayanan Peran Rekam Medis dalam Kontinuitas Pelayanan Pengawasan Mutu Rekam Medis Pengawasan Mutu Rekam Medis Analisis Data Rekam Medis untuk Perencanaan Kesehatan Analisis Data Rekam Medis untuk Perencanaan Kesehatan Audit Internal Rekam Medis Audit Internal Rekam Medis Kelengkapan Dokumen Rekam Medis Kelengkapan Dokumen Rekam Medis Ketersediaan Sarana dan Prasarana Rekam Medis Ketersediaan Sarana dan Prasarana Rekam Medis Kompetensi Petugas Rekam Medis Kompetensi Petugas Rekam Medis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Rekam Medis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Rekam Medis Pengelolaan Arsip Rekam Medis Pengelolaan Arsip Rekam Medis Pemanfaatan Data Rekam Medis untuk Pelaporan Pemanfaatan Data Rekam Medis untuk Pelaporan Ketepatan Pengisian Rekam Medis Ketepatan Pengisian Rekam Medis Rekam Medis Elektronik: Konsep, manfaat, dan kendala Rekam Medis Elektronik: Konsep, manfaat, dan kendala Kerahasiaan Rekam Medis: Konsep, perlindungan data, dan etika Kerahasiaan Rekam Medis: Konsep, perlindungan data, dan etika Beban Kerja Tenaga Rekam Medis Beban Kerja Tenaga Rekam Medis Kualitas Dokumentasi Rekam Medis Elektronik Kualitas Dokumentasi Rekam Medis Elektronik Tantangan dan Prospek Rekam Medis di Era Digital Tantangan dan Prospek Rekam Medis di Era Digital Implementasi Rekam Medis Elektronik di Puskesmas Implementasi Rekam Medis Elektronik di Puskesmas Kepatuhan Pengisian Resume Medis Kepatuhan Pengisian Resume Medis
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…