Terakhir diperbarui: 06 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 6 February). Geogrid: Konsep, Perkuatan Tanah, dan Distribusi Beban. SumberAjar. Retrieved 24 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/geogrid-konsep-perkuatan-tanah-dan-distribusi-beban  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Geogrid: Konsep, Perkuatan Tanah, dan Distribusi Beban - SumberAjar.com

Geogrid: Konsep, Perkuatan Tanah, dan Distribusi Beban

Pendahuluan

Tanah merupakan elemen fundamental dalam konstruksi geoteknik, tetapi sifatnya yang heterogen dan sering tidak stabil menimbulkan tantangan besar bagi perancangan struktur seperti jalan, lereng, dinding penahan, dan pondasi. Salah satu teknologi yang berkembang pesat untuk meningkatkan kinerja tanah di berbagai aplikasi adalah penggunaan geogrid. Material ini menjadi salah satu solusi modern dalam memperbaiki stabilitas tanah dan menyebarkan beban secara merata pada sistem tanah bertulang, sehingga mengurangi risiko deformasi, penurunan, dan kegagalan struktural. Artikel ini menyajikan kajian komprehensif tentang geogrid, termasuk definisi, karakteristik, mekanisme perilaku perkuatan tanah, distribusi beban, aplikasi serta efektivitasnya berdasarkan penelitian yang telah dipublikasikan secara ilmiah dalam konteks geoteknik modern. Sumber yang digunakan adalah jurnal dan artikel teknis yang dapat diakses publik serta referensi ilmiah lain yang relevan.


Definisi Geogrid

Definisi Geogrid Secara Umum

Geogrid adalah material geosintetik yang dirancang untuk memperkuat tanah atau material granular lainnya. Secara fisik, geogrid berbentuk lembaran dengan pola kisi atau jaring yang memiliki bukaan cukup besar sehingga memungkinkan tanah atau agregat masuk ke dalamnya dan menciptakan mekanisme ikatan (interlocking) yang meningkatkan kekuatan dan stabilitas tanah. Material ini umumnya terbuat dari polimer berkekuatan tinggi seperti polypropylene, polyester, atau polietilen yang dibentuk melalui proses pelubangan dan peregangan sehingga menghasilkan struktur grid yang kuat terhadap gaya tarik. Fungsi utama geogrid adalah sebagai elemen perkuatan struktur tanah yang lemah atau lunak sehingga dapat mendukung beban kerja yang lebih besar daripada tanpa perkuatan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Definisi Geogrid dalam KBBI

Saat ini berdasarkan pencarian sumber kamus bahasa Indonesia, istilah “geogrid” belum tercantum di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai entri resmi. Namun secara terminologi teknik sipil dan geoteknik, istilah geogrid digunakan secara luas dalam literatur ilmiah dan standar industri untuk merujuk pada material geosintetik berstruktur kisi yang fungsinya memperkuat tanah. Karena istilah ini merupakan terminologi teknis yang berasal dari bahasa Inggris, artinya di Indonesia lebih sering dijelaskan melalui deskripsi teknis seperti “material geosintetik untuk perkuatan tanah” daripada definisi leksikal formal di KBBI. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Definisi Geogrid Menurut Para Ahli

Menurut para ahli di bidang geoteknik dan geosintetik:

  1. Koerner (2012) mendeskripsikan geogrid sebagai salah satu jenis material geosintetik yang memiliki struktur jaring terbuka dengan kekuatan tarik tinggi untuk memperkuat tanah sehingga memperbaiki perilaku mekanisnya dalam konstruksi geoteknik. ([Lihat sumber Disini - jurnal.unismuhpalu.ac.id])

  2. Derksen (2021) menyatakan bahwa geogrid bekerja dengan mentransfer gaya tarik dari tanah ke elemen grid sehingga menciptakan interaksi tarik antara material reinforcement dan massa tanah yang memperkuat struktur tanah secara keseluruhan. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

  3. Venkateswarlu & Hegde (2019) menekankan bahwa geogrid memiliki interface shear strength yang signifikan dengan tanah yang mempengaruhi distribusi tegangan dan interlocking partikel tanah, sehingga memperkuat sistem tanah-geo-grid dalam berbagai kondisi geoteknik. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

  4. Penelitian Laksono (2025) mengamati bahwa interaksi antara geogrid dan tanah di bawah beban dinamis dapat memperbaiki stabilitas tanah lereng serta mengurangi deformasi lateral tanah. ([Lihat sumber Disini - journal.untar.ac.id])


Karakteristik dan Jenis Geogrid

Geogrid memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari material geosintetik lain seperti geotextile. Material ini dirancang khusus untuk menahan gaya tarik dengan kuat dan memiliki struktur kisi yang memungkinkan tanah masuk ke dalam bukaan geogrid untuk menciptakan mekanisme penguncian (interlocking) yang efektif. Karakteristik utama geogrid termasuk kekuatan tarik tinggi, kemuluran rendah (low creep), serta ketahanan terhadap degradasi kimia dan biologis di lingkungan tanah. ([Lihat sumber Disini - maccaferri.com])

Berdasarkan bentuk struktur dan arah perkuatan, geogrid dapat dibedakan menjadi beberapa jenis:

  • Geogrid Uniaxial, yang memiliki kekuatan tarik dominan pada satu arah sehingga cocok untuk perkuatan struktur seperti dinding penahan tanah dan lereng curam. ([Lihat sumber Disini - maccaferri.com])

  • Geogrid Biaxial, yang memiliki kekuatan tarik seimbang pada dua arah (longitudinal dan transversal). Jenis ini efektif untuk stabilisasi tanah dasar dan distribusi beban secara luas dalam sistem pondasi dan timbunan. ([Lihat sumber Disini - geokonstruksi.com])

  • Geogrid Triaxial, yang memperluas kemampuan distribusi tegangan ke berbagai arah melalui pola bukaan segitiga sehingga performa perkuatan lebih unggul terutama pada tanah yang kompleks. ([Lihat sumber Disini - geokonstruksi.com])
    Jenis-jenis ini menunjukkan variasi geometri bukaan yang mempengaruhi respons mekanis dan aplikasi praktis dari geogrid di lapangan konstruksi. ([Lihat sumber Disini - maccaferri.com])


Mekanisme Perkuatan Tanah dengan Geogrid

Perkuatan tanah dengan geogrid terjadi melalui interaksi mekanis antara material geogrid dan massa tanah di sekitarnya. Ketika geogrid ditempatkan di dalam tanah atau di bawah lapisan timbunan, partikel tanah akan masuk ke dalam bukaan geogrid sehingga menciptakan interlocking yang kuat di antara struktur tanah dan geogrid. Interaksi ini memungkinkan geogrid untuk memikul beban tarik yang efektif dan mentransfer gaya tersebut ke massa tanah, sehingga meningkatkan kapasitas dukung dan mengurangi deformasi. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

Secara umum ada dua mode aktivasi perkuatan: aktivasi aktif ketika gaya tarik diterapkan langsung pada geogrid, dan aktivasi pasif ketika geogrid terlibat secara tidak langsung melalui gerakan lateral tanah (misalnya pada lereng atau timbunan). Mekanisme ini meningkatkan tegangan lateral dalam tanah sehingga meningkatkan koefisien gesek internal dan ketahanan terhadap deformasi. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

Selain itu, parameter seperti ukuran dan bentuk aperture geogrid, kekuatan material, serta kondisi tanah sangat mempengaruhi efektivitas mekanisme perkuatan. Penelitian menunjukkan bahwa geogrid dengan pola aperture tertentu dapat meningkatkan shear strength antarmuka dengan tanah serta mengoptimalkan distribusi tegangan dalam tanah. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])


Distribusi Beban pada Tanah Bertulang Geogrid

Perkuatan tanah dengan geogrid tidak hanya meningkatkan kekuatan tanah, tetapi juga memengaruhi cara beban diteruskan melalui massa tanah. Ketika geogrid terintegrasi dengan tanah, tegangan vertikal dari beban eksternal dapat didistribusikan secara lebih merata di seluruh zona tanah bertulang. Tingkat distribusi ini tergantung pada kedalaman pemasangan geogrid, jumlah lapisan geogrid, serta sifat mekanik tanah dan geogrid itu sendiri. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

Penelitian pada timbunan bertiang menunjukkan bahwa distribusi beban pada tanah dengan reinforcement geosintetik menghasilkan pola tegangan yang berbeda dibandingkan tanah tanpa reinforcement, terutama pada tanah kohesif versus tanah berbutir. Jenis distribusi seperti busur tekanan (pressure arching) memungkinkan beban dikurangi pada tanah dasar melalui redistribusi ke elemen geogrid. ([Lihat sumber Disini - binamarga.pu.go.id])

Distribusi beban secara merata ini juga membantu mengurangi konsentrasi tegangan di bawah pondasi atau lapisan atas jalan, sehingga menurunkan risiko penurunan tidak merata atau kegagalan struktural. Semakin banyak lapisan geogrid yang digunakan dalam suatu sistem pondasi, semakin efektif geogrid tersebut dalam terbentuknya zona distribusi tegangan yang luas di bawah beban. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])


Aplikasi Geogrid dalam Struktur Geoteknik

Geogrid memiliki aplikasi yang luas dalam berbagai struktur geoteknik, terutama di area yang membutuhkan peningkatan kapasitas dukung tanah atau stabilitas lereng. Di antaranya termasuk penggunaan dalam perkuatan subgrade dan base course pada jalan raya serta rel kereta api, meningkatkan daya dukung tanah lembek di bawah pondasi, mendukung struktur MSE (Mechanically Stabilized Earth) seperti dinding penahan tanah, stabilisasi lereng, serta penggunaan dalam timbunan dan waduk. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

Dalam aplikasi pondasi, geogrid membantu mengurangi penurunan tanah serta memperkuat zona tanah lemah sehingga beban struktur dapat didukung dengan lebih baik. Pemasangan geogrid di bawah lapisan subgrade dapat mengurangi deformasi lateral dan membantu mempertahankan integritas struktural jalan atau platform konstruksi sepanjang umur layanan. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

Aplikasi lain termasuk stabilisasi lereng dan timbunan di mana geogrid meningkatkan kemampuan tanah untuk menahan gaya geser lateral serta memperbaiki performa sistem keseluruhan terhadap pengaruh beban dinamis dan statis. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Efektivitas Geogrid dalam Meningkatkan Stabilitas

Hasil-hasil penelitian baik melalui model fisik maupun analisis numerik menunjukkan bahwa penggunaan geogrid secara signifikan meningkatkan stabilitas tanah. Misalnya, geogrid dapat mengurangi deformasi lateral, meningkatkan shear strength, serta menyebarkan tegangan secara lebih merata dibandingkan tanah tanpa reinforcement, sehingga kapasitas dukung tanah meningkat secara signifikan. ([Lihat sumber Disini - frontiersin.org])

Jumlah dan kedalaman lapisan geogrid, serta konfigurasi pola aperture, memengaruhi seberapa efektif geogrid bekerja dalam situasi tertentu. Beberapa studi menunjukkan bahwa penambahan lapisan geogrid mengurangi strain pada material dan memperbaiki respon terhadap beban berulang, yang berarti sistem tanah bertulang geogrid mampu mempertahankan kinerja lebih baik dalam jangka panjang. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])


Kesimpulan

Geogrid merupakan material geosintetik dengan struktur kisi yang memainkan peran penting dalam perkuatan tanah modern. Melalui mekanisme interlocking antara tanah dan kisi geogrid, geogrid mampu meningkatkan kapasitas dukung tanah, menyebarkan beban secara lebih merata, serta memperbaiki stabilitas tanah pada berbagai struktur geoteknik seperti jalan, pondasi, lereng, dan dinding penahan tanah. Meskipun istilah ini belum tercantum secara formal dalam KBBI, para ahli teknik sipil telah memberikan konsep operasional yang jelas tentang geogrid dan aplikasinya. Beragam penelitian ilmiah menunjukkan bahwa geogrid secara efektif meningkatkan performa tanah yang lemah di bawah beban statis maupun dinamis, terutama bila desain pemasangan dan karakteristik materialnya dioptimalkan sesuai kebutuhan proyek.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Geogrid adalah material geosintetik berbentuk kisi atau jaring yang digunakan untuk perkuatan tanah. Geogrid bekerja dengan mekanisme interlocking antara kisi dan partikel tanah sehingga meningkatkan kekuatan, stabilitas, dan daya dukung tanah.

Fungsi utama geogrid adalah memperkuat tanah, meningkatkan kapasitas dukung, mengurangi deformasi dan penurunan tanah, serta mendistribusikan beban secara lebih merata pada struktur geoteknik seperti jalan, lereng, timbunan, dan dinding penahan tanah.

Mekanisme perkuatan tanah dengan geogrid terjadi melalui interlocking antara partikel tanah dan bukaan geogrid. Interaksi ini memungkinkan geogrid menahan gaya tarik dan mentransfer beban ke massa tanah di sekitarnya, sehingga meningkatkan kekuatan geser dan stabilitas tanah.

Jenis geogrid yang umum digunakan meliputi geogrid uniaxial untuk perkuatan satu arah, geogrid biaxial untuk distribusi beban dua arah, dan geogrid triaxial yang memiliki pola bukaan segitiga untuk distribusi tegangan multi-arah.

Geogrid diaplikasikan pada konstruksi jalan raya, rel kereta api, perkuatan lereng, timbunan, pondasi bangunan, dinding penahan tanah, serta proyek stabilisasi tanah lunak dalam bidang geoteknik.

Ya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa penggunaan geogrid secara signifikan meningkatkan stabilitas tanah, mengurangi deformasi lateral, serta memperbaiki distribusi beban, sehingga struktur menjadi lebih aman dan tahan lama.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Perkuatan Tanah: Konsep, Sistem Perkuatan, dan Kestabilan Tanah Perkuatan Tanah: Konsep, Sistem Perkuatan, dan Kestabilan Tanah Kuat Geser Tanah: Konsep, Parameter Geser, dan Stabilitas Tanah Kuat Geser Tanah: Konsep, Parameter Geser, dan Stabilitas Tanah Kadar Air Tanah: Konsep, Kondisi Tanah, dan Perilaku Mekanis Kadar Air Tanah: Konsep, Kondisi Tanah, dan Perilaku Mekanis Perkuatan Struktur: Konsep, Metode Perkuatan, dan Peningkatan Kapasitas Perkuatan Struktur: Konsep, Metode Perkuatan, dan Peningkatan Kapasitas Klasifikasi Tanah: Konsep, Sistem Klasifikasi, dan Identifikasi Tanah Klasifikasi Tanah: Konsep, Sistem Klasifikasi, dan Identifikasi Tanah Karakteristik Tanah: Konsep, Parameter Teknik, dan Klasifikasi Karakteristik Tanah: Konsep, Parameter Teknik, dan Klasifikasi Daya Dukung Tanah: Konsep, Mekanisme Kegagalan, dan Kapasitas Tanah Daya Dukung Tanah: Konsep, Mekanisme Kegagalan, dan Kapasitas Tanah Kohesi Tanah: Konsep, Kontribusi Geser, dan Karakteristik Tanah Kohesi Tanah: Konsep, Kontribusi Geser, dan Karakteristik Tanah Tanah Lunak: Konsep, Karakteristik Tanah, dan Perbaikan Tanah Tanah Lunak: Konsep, Karakteristik Tanah, dan Perbaikan Tanah Konsolidasi Tanah: Konsep, Proses Pemampatan, dan Waktu Konsolidasi Konsolidasi Tanah: Konsep, Proses Pemampatan, dan Waktu Konsolidasi Tekanan Tanah Lateral: Konsep, Teori Tanah, dan Gaya Lateral Tekanan Tanah Lateral: Konsep, Teori Tanah, dan Gaya Lateral Kepadatan Tanah: Konsep, Derajat Pemadatan, dan Daya Dukung Kepadatan Tanah: Konsep, Derajat Pemadatan, dan Daya Dukung Stabilisasi Tanah: Konsep, Metode Perbaikan, dan Peningkatan Kekuatan Stabilisasi Tanah: Konsep, Metode Perbaikan, dan Peningkatan Kekuatan Permeabilitas Tanah: Konsep, Aliran Air, dan Drainase Tanah Permeabilitas Tanah: Konsep, Aliran Air, dan Drainase Tanah Geotekstil: Konsep, Fungsi Rekayasa, dan Aplikasi Lapangan Geotekstil: Konsep, Fungsi Rekayasa, dan Aplikasi Lapangan Tekanan Air Pori: Konsep, Kondisi Tanah, dan Stabilitas Tekanan Air Pori: Konsep, Kondisi Tanah, dan Stabilitas Penurunan Tanah: Konsep, Jenis Settlement, dan Pengaruh Struktur Penurunan Tanah: Konsep, Jenis Settlement, dan Pengaruh Struktur Getaran Tanah: Konsep, Propagasi Gelombang, dan Respons Struktur Getaran Tanah: Konsep, Propagasi Gelombang, dan Respons Struktur Sudut Geser Dalam: Konsep, Kestabilan Lereng, dan Kekuatan Tanah Sudut Geser Dalam: Konsep, Kestabilan Lereng, dan Kekuatan Tanah Penurunan Pondasi: Konsep, Pengaruh Tanah, dan Respons Struktur Penurunan Pondasi: Konsep, Pengaruh Tanah, dan Respons Struktur
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…