Terakhir diperbarui: 06 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 6 February). Geotekstil: Konsep, Fungsi Rekayasa, dan Aplikasi Lapangan. SumberAjar. Retrieved 6 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/geotekstil-konsep-fungsi-rekayasa-dan-aplikasi-lapangan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Geotekstil: Konsep, Fungsi Rekayasa, dan Aplikasi Lapangan - SumberAjar.com

Geotekstil: Konsep, Fungsi Rekayasa, dan Aplikasi Lapangan

Pendahuluan

Geotekstil adalah salah satu inovasi penting dalam rekayasa geoteknik dan teknik sipil yang khsusnya digunakan untuk menangani permasalahan tanah dan infrastruktur tanah. Material ini kini semakin banyak diaplikasikan dalam pembangunan jalan, sistem drainase, pengendalian erosi, hingga stabilisasi struktur tanah yang kompleks. Geotekstil membantu meningkatkan kinerja tanah agar lebih stabil dan tahan terhadap beban maupun kondisi lingkungan yang berat. Dengan demikian, pemahaman mengenai konsep, fungsi, mekanisme kerja, serta aplikasi lapangan geotekstil menjadi penting bagi para insinyur, peneliti, serta praktisi teknik sipil.


Definisi Geotekstil

Definisi Geotekstil Secara Umum

Geotekstil adalah material tekstil yang bersifat permeabel (lolos air) dan digunakan bersama tanah, batuan, atau material geoteknik lainnya untuk memenuhi fungsi tertentu dalam proyek konstruksi termasuk filtrasi, drainase, pemisahan, dan perkuatan struktur tanah. Geotekstil dibuat dari serat sintetis seperti polypropylene atau polyester atau kombinasi keduanya sehingga mampu menangani kondisi tanah dan beban tertentu secara efektif. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Definisi Geotekstil dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah geotekstil merujuk pada bahan tekstil yang dipasang di dalam atau bersama dengan tanah dan material geoteknik lainnya dalam pekerjaan teknik sipil. Penggunaan istilah ini berasal dari kombinasi kata ‘geo’ yang berarti bumi atau tanah dan ‘tekstil’ yang berarti kain. ([Lihat sumber Disini - geosinindo.co.id])

Definisi Geotekstil Menurut Para Ahli

  1. Jean-Pierre Giroud, seorang pionir dalam geosintetik, menjelaskan bahwa geotekstil adalah kain atau lembaran yang digunakan dalam kontak langsung dengan tanah atau material geoteknik untuk berbagai fungsi konstruksi. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  2. Robert M. Koerner menyebut geotekstil sebagai suatu geosintetik permeabel yang dirancang supaya dapat berfungsi seiring tanah dalam proyek geoteknik, termasuk di dalamnya pemisahan dan filtrasi. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  3. Dalam konteks geoteknik modern, geotekstil diartikan sebagai tekstil teknik yang memiliki sifat permeabilitas dan daya tahan yang memungkinkan aliran fluida tetapi menahan partikel tanah, sehingga berguna dalam stabilisasi dan sistem drainase. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

  4. Beberapa literatur teknik juga menyatakan bahwa geotekstil berfungsi sebagai komponen perkuatan dan stabilisasi tanah yang menggabungkan sifat mekanik dan hidrolik untuk meningkatkan performa tanah. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.poliban.ac.id])


Jenis-Jenis Geotekstil

Geotekstil dapat dibedakan berdasarkan struktur dan metode pembuatannya, yang masing-masing memiliki karakteristik serta kegunaan yang spesifik dalam aplikasi geoteknik.

1. Geotekstil Anyaman (Woven)

Jenis ini dibuat dengan metode tenun seperti kain biasa namun menggunakan serat sintetis khusus. Geotekstil woven umumnya memiliki kekuatan tarik yang tinggi sehingga sangat cocok untuk aplikasi yang memerlukan perkuatan dan stabilisasi tanah di bawah beban berat seperti pada konstruksi jalan atau timbunan tanah. ([Lihat sumber Disini - geosinindo.co.id])

2. Geotekstil Nir-Anyam (Non-Woven)

Geotekstil non-woven dibuat melalui proses bonding atau penjahitan benang secara acak sehingga membentuk lembaran yang kuat tetapi fleksibel. Jenis ini cocok untuk fungsi filtrasi, drainase, dan pemisahan karena strukturnya memungkinkan aliran air namun menahan partikel tanah. ([Lihat sumber Disini - geosinindo.co.id])

3. Komposit Geotekstil

Selain dua jenis utama di atas, terdapat juga geotekstil komposit yang merupakan kombinasi antara geotekstil dengan material lain seperti geonet atau geogrid untuk meningkatkan fungsi tertentu seperti drainase sekaligus perkuatan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Jenis-jenis ini dipilih berdasarkan kebutuhan proyek, beban tanah, serta fungsi yang diinginkan, sehingga pemilihan material geotekstil harus disesuaikan dengan kondisi lapangan dan tujuan rekayasa.


Fungsi Geotekstil dalam Rekayasa Geoteknik

Geotekstil berperan penting dalam berbagai fungsi teknik sipil karena kemampuannya untuk berinteraksi dengan tanah dan air secara efektif. Fungsi-fungsi utama geotekstil antara lain:

1. Pemisah (Separator)

Sebagai pemisah, geotekstil ditempatkan di antara dua jenis tanah yang berbeda untuk mencegah pencampuran material yang dapat menurunkan daya dukung struktur tanah di atasnya. Pemisahan ini sangat penting pada konstruksi jalan di atas tanah lunak agar lapisan dasar dan agregat tidak tercampur. ([Lihat sumber Disini - jualgeotextile.com])

2. Filtrasi (Filtration)

Fungsi filtrasi geotekstil adalah memungkinkan aliran air melalui material sambil menahan partikel tanah sehingga mencegah erosi internal dan mempertahankan stabilitas struktur tanah. Material non-woven sering digunakan untuk fungsi ini karena permeabilitasnya yang tinggi. ([Lihat sumber Disini - repositori.uma.ac.id])

3. Drainase (Drainage)

Geotekstil juga dapat berfungsi sebagai elemen drainase untuk mengalirkan air dari tanah ke sistem keluar, mengurangi tekanan air pori yang dapat menyebabkan kegagalan struktur. Fungsi ini penting di proyek-proyek drainase bawah tanah dan pengendalian air tanah. ([Lihat sumber Disini - repositori.uma.ac.id])

4. Perkuatan (Reinforcement)

Salah satu fungsi kunci geotekstil adalah meningkatkan kekuatan tanah melalui mekanisme perkuatan yang memanfaatkan kekuatan tarik material geotekstil. Ini membantu menahan deformasi lateral dan mendistribusikan beban secara merata di lapangan. ([Lihat sumber Disini - academia.edu])

5. Stabilitas dan Perlindungan (Stabilization & Protection)

Geotekstil membantu meningkatkan stabilitas tanah dan melindungi permukaan dari erosi fisik maupun kimia, terutama pada lereng, talud sungai, dan struktur tanah yang rentan terhadap pencucian atau erosi. ([Lihat sumber Disini - dspace.uii.ac.id])


Mekanisme Kerja Geotekstil pada Tanah

Mekanisme kerja geotekstil pada tanah melibatkan interaksi kompleks antara material tekstil dan partikel tanah di sekitarnya. Secara umum, geotekstil bekerja berdasarkan beberapa prinsip utama:

Interaksi Hidrolik dan Mekanik

Geotekstil memiliki sifat permeabilitas sehingga memungkinkan aliran air melalui material sambil menahan partikel tanah tertentu. Ketika air bergerak melalui geotekstil, tekanan air pori di dalam tanah berkurang, yang pada gilirannya dapat meningkatkan stabilitas struktur tanah dan mengurangi potensi kegagalan akibat erosi internal. ([Lihat sumber Disini - repositori.uma.ac.id])

Distribusi Tegangan dan Perkuatan Tanah

Dalam fungsi perkuatan, geotekstil bertindak sebagai elemen tarik yang mendistribusikan beban lateral tanah ke area yang lebih luas. Ketika beban vertikal diterapkan, geotekstil menarik dan mentransfer tegangan sehingga meningkatkan kapasitas dukung dan mengurangi deformasi tanah di bawah beban. ([Lihat sumber Disini - academia.edu])

Pencegahan Pencampuran Material

Mekanisme pemisahan melibatkan kemampuan geotekstil untuk mencegah pencampuran dua jenis material tanah, yang penting dalam proyek jalan atau timbunan tanah. Hal ini membantu menjaga integritas lapisan tanah dan memperpanjang umur struktur atasnya. ([Lihat sumber Disini - jualgeotextile.com])


Aplikasi Geotekstil di Lapangan

Geotekstil digunakan di berbagai proyek rekayasa geoteknik dan teknik sipil serta lingkungan. Beberapa contoh aplikasinya antara lain:

1. Konstruksi Jalan dan Timbunan Tanah

Penggunaan geotekstil dalam lapisan dasar jalan di atas tanah lunak sangat umum untuk meningkatkan stabilitas, distribusi beban, dan mencegah percampuran material tanah. Ini meningkatkan kualitas jalan dan mengurangi penurunan permukaan. ([Lihat sumber Disini - jualgeotextile.com])

2. Sistem Drainase dan Pengendalian Erosi

Geotekstil digunakan dalam sistem drainase bawah tanah untuk mengalirkan air serta dalam proyek pengendalian erosi untuk menjaga permukaan tanah dari pencucian akibat aliran air atau hujan deras. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

3. Fondasi Bangunan dan Struktur Berat

Dalam proyek fondasi, geotekstil dapat digunakan untuk memperkuat tanah dasar sehingga struktur bangunan di atasnya memiliki daya dukung yang lebih baik serta mengurangi penurunan atau deformasi akibat beban berat. ([Lihat sumber Disini - semnas.iti.ac.id])

4. Talud, Lereng, dan Penahan Tanah

Geotekstil membantu stabilisasi lereng atau talud dengan meminimalkan erosi serta mendistribusikan tekanan lateral tanah sehingga memperkuat struktur penahan tanah. ([Lihat sumber Disini - dspace.uii.ac.id])


Kinerja Geotekstil terhadap Beban dan Lingkungan

Kinerja geotekstil sangat dipengaruhi oleh sifat mekanik, hidrolik, dan lingkungan di lokasi aplikasi. Material geotekstil yang baik akan memiliki kekuatan tarik tinggi, permeabilitas sesuai kebutuhan aplikasi, serta stabilitas terhadap kondisi lingkungan seperti sengatan sinar UV, suhu ekstrem, dan kelembaban. Dalam kondisi beban tinggi, geotekstil mampu menahan deformasi dan mempertahankan stabilitas tanah di lapangan. Geotekstil juga harus tahan terhadap degradasi lingkungan seperti radiasi ultraviolet atau serangan kimia dari tanah atau air. Dalam banyak aplikasi geoteknik modern, penelitian terus dilakukan untuk meningkatkan kinerja geotekstil melalui modifikasi material seperti geotekstil berkinerja tinggi atau penggunaan serat alami yang ramah lingkungan. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Kesimpulan

Geotekstil merupakan material geosintetik yang sangat penting dalam rekayasa geoteknik dan teknik sipil. Material ini berfungsi untuk pemisahan, filtrasi, drainase, serta perkuatan tanah dalam berbagai aplikasi lapangan seperti konstruksi jalan, sistem drainase, pengendalian erosi, serta stabilisasi talud. Keunggulan geotekstil terletak pada sifat permeabilitasnya, kemampuan menahan beban dan mendistribusikan tegangan, serta fleksibilitas dalam berbagai kondisi tanah. Interaksi mekanik dan hidrolik antara geotekstil dan tanah menghasilkan manfaat teknis yang signifikan terhadap stabilitas dan kinerja struktur tanah. Dengan begitu, geotekstil menjadi solusi efektif dalam menghadapi tantangan rekayasa tanah dan lingkungan di berbagai proyek infrastruktur.

Semua penjelasan di atas didukung oleh literatur dan jurnal ilmiah serta sumber teknis yang relevan untuk memberikan konteks lengkap mengenai geotekstil dalam dunia rekayasa tanah. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Geotekstil adalah material tekstil permeabel yang digunakan dalam rekayasa geoteknik untuk bekerja bersama tanah atau batuan dengan tujuan meningkatkan stabilitas, filtrasi, drainase, pemisahan, dan perkuatan struktur tanah.

Jenis geotekstil yang umum digunakan meliputi geotekstil woven (anyaman) yang memiliki kekuatan tarik tinggi dan geotekstil non woven (nir-anyam) yang memiliki permeabilitas tinggi untuk fungsi filtrasi dan drainase. Selain itu terdapat geotekstil komposit yang menggabungkan beberapa fungsi sekaligus.

Fungsi utama geotekstil dalam rekayasa geoteknik meliputi pemisahan lapisan tanah, filtrasi air, drainase, perkuatan tanah, serta perlindungan terhadap erosi dan degradasi lingkungan.

Geotekstil bekerja melalui interaksi mekanik dan hidrolik dengan tanah, yaitu dengan menahan partikel tanah, memungkinkan aliran air, mendistribusikan tegangan akibat beban, serta mencegah pencampuran material tanah yang berbeda.

Geotekstil diaplikasikan pada konstruksi jalan, timbunan tanah, sistem drainase, pengendalian erosi, stabilisasi lereng, fondasi bangunan, serta struktur penahan tanah.

Geotekstil memiliki kinerja yang baik terhadap beban tarik dan tekan serta mampu bertahan terhadap pengaruh lingkungan seperti kelembaban, aliran air, dan kondisi tanah agresif, asalkan dipilih sesuai spesifikasi teknis dan kebutuhan lapangan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Aplikasi Mobile untuk Pengumpulan Data Lapangan Aplikasi Mobile untuk Pengumpulan Data Lapangan Observasi Lapangan: Pengertian, Tujuan, dan Contoh dalam Penelitian Observasi Lapangan: Pengertian, Tujuan, dan Contoh dalam Penelitian Eksperimen Lapangan: Pengertian, Langkah, dan Contoh Penerapan Eksperimen Lapangan: Pengertian, Langkah, dan Contoh Penerapan Tanah Lunak: Konsep, Karakteristik Tanah, dan Perbaikan Tanah Tanah Lunak: Konsep, Karakteristik Tanah, dan Perbaikan Tanah Stabilitas Lereng: Konsep, Mekanisme Longsor, dan Faktor Keamanan Stabilitas Lereng: Konsep, Mekanisme Longsor, dan Faktor Keamanan Model Eksperimen Lapangan di Pendidikan Model Eksperimen Lapangan di Pendidikan Metode Eksperimen Lapangan: Tahapan dan Keunggulannya Metode Eksperimen Lapangan: Tahapan dan Keunggulannya Aplikasi Mobile untuk Jadwal Kuliah dan Reminder Aplikasi Mobile untuk Jadwal Kuliah dan Reminder Perkuatan Tanah: Konsep, Sistem Perkuatan, dan Kestabilan Tanah Perkuatan Tanah: Konsep, Sistem Perkuatan, dan Kestabilan Tanah Peran Aplikasi Kesehatan Digital Peran Aplikasi Kesehatan Digital Faktor Keamanan Struktur: Konsep, Filosofi Desain, dan Margin Keselamatan Faktor Keamanan Struktur: Konsep, Filosofi Desain, dan Margin Keselamatan Aplikasi Mobile Manajemen Keuangan Siswa Aplikasi Mobile Manajemen Keuangan Siswa Pengembangan Sistem Mobile Cross-Platform Pengembangan Sistem Mobile Cross-Platform Sistem Informasi Berbasis Progressive Web App (PWA) Sistem Informasi Berbasis Progressive Web App (PWA) Klasifikasi Tanah: Konsep, Sistem Klasifikasi, dan Identifikasi Tanah Klasifikasi Tanah: Konsep, Sistem Klasifikasi, dan Identifikasi Tanah Teknologi Web Modern Teknologi Web Modern Metode Elemen Hingga: Konsep, Pemodelan Numerik, dan Analisis Struktur Metode Elemen Hingga: Konsep, Pemodelan Numerik, dan Analisis Struktur Pengembangan Sistem Berbasis Firebase Pengembangan Sistem Berbasis Firebase Monitoring Kesehatan Berbasis Aplikasi Monitoring Kesehatan Berbasis Aplikasi Analisis Elastis: Konsep, Asumsi Linear, dan Batas Tegangan Analisis Elastis: Konsep, Asumsi Linear, dan Batas Tegangan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…