Terakhir diperbarui: 15 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 15 December). Hubungan Asupan Magnesium dengan Kualitas Tidur. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/hubungan-asupan-magnesium-dengan-kualitas-tidur  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Hubungan Asupan Magnesium dengan Kualitas Tidur - SumberAjar.com

Hubungan Asupan Magnesium dengan Kualitas Tidur

Pendahuluan

Tidur merupakan salah satu pilar utama kesehatan yang menentukan kualitas hidup seseorang secara keseluruhan. Kualitas tidur yang buruk tidak hanya mempengaruhi suasana hati dan konsentrasi, tetapi juga berhubungan erat dengan risiko gangguan kesehatan kronis seperti obesitas, diabetes, serta gangguan fungsi kardiovaskular. Asupan nutrisi memainkan peran signifikan dalam kualitas tidur, termasuk micronutrient seperti magnesium. Magnesium, mineral yang sering disebut sebagai “mineral relaksasi”, telah menjadi fokus penelitian dalam konteks kesehatan tidur. Artikel ini membahas hubungan antara asupan magnesium dan kualitas tidur berdasarkan bukti ilmiah terkini, serta bagaimana magnesium bekerja dalam tubuh berkaitan dengan tidur, sumber pangan yang kaya magnesium, faktor yang mempengaruhi asupan, serta dampak kekurangannya terhadap tidur.


Definisi Magnesium dan Tidur

Definisi Magnesium dan Tidur Secara Umum

Magnesium adalah mineral esensial yang diperlukan tubuh untuk menjalankan lebih dari 300 reaksi biokimia yang berbeda, termasuk fungsi sistem saraf, produksi energi, dan regulasi neurotransmitter. Mineral ini sering disebut sebagai kofaktor penting dalam metabolisme energi dan relaksasi otot yang dapat berpengaruh pada proses tidur. [Lihat sumber Disini - jurnal.stkipmb.ac.id]

Tidur adalah keadaan fisiologis periodik di mana tubuh dan pikiran mengalami pemulihan dari aktivitas harian. Tidur berkualitas biasanya ditandai oleh durasi tidur yang cukup (7, 9 jam pada dewasa), kemampuan untuk tertidur dengan mudah, dan sedikit atau tanpa terbangun di malam hari.

Definisi Magnesium dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), magnesium didefinisikan sebagai unsur logam berwarna putih perak yang diperoleh dari elektrolisis, dengan lambang Mg dan nomor atom 12. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]

Definisi Magnesium Menurut Para Ahli

  1. Dr. A. Arab et al. (2023) dalam The Role of Magnesium in Sleep Health: A Systematic Review menyatakan bahwa status magnesium dalam tubuh berkaitan dengan berbagai parameter kualitas tidur seperti durasi tidur, waktu untuk tertidur, serta gejala kantuk di siang hari. [Lihat sumber Disini - pubmed.ncbi.nlm.nih.gov]

  2. Zhang et al. (2021) menemukan bahwa asupan magnesium yang lebih tinggi berkaitan dengan kualitas tidur yang lebih baik dan durasi tidur yang normal pada dewasa muda dalam studi longitudinal. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  3. Hauser-blas et al. (2024) menunjukkan bahwa tingkat magnesium yang lebih tinggi di plasma dikaitkan dengan pemeliharaan ritme sirkadian yang normal dan peningkatan kualitas tidur. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  4. Breus et al. (2024) dalam studi intervensi mencatat perbaikan signifikan pada durasi tidur dan efisiensi tidur setelah suplementasi magnesium. [Lihat sumber Disini - esmed.org]


Peran Magnesium dalam Regulasi Tidur

Magnesium berperan dalam proses biologis yang memengaruhi sistem saraf pusat serta neurotransmitter yang berhubungan dengan tidur dan relaksasi. Mineral ini membantu mengatur aktivitas neurotransmitter seperti GABA (gamma-aminobutyric acid), yang merupakan senyawa penting untuk menenangkan aktivitas otak dan memfasilitasi tidur. Kontribusi magnesium dalam menjaga ritme sirkadian serta fungsi GABA menjadikannya nutrisi yang relevan dalam menjaga pola tidur yang sehat. [Lihat sumber Disini - pubmed.ncbi.nlm.nih.gov]

Sejumlah penelitian observasional menunjukkan adanya hubungan positif antara asupan magnesium dan kualitas tidur, seperti keteraturan tidur, durasi tidur yang memadai, dan pengurangan gejala gangguan tidur. Namun demikian, hasil dari uji klinis acak terkontrol sampai saat ini masih menunjukkan hasil yang bervariasi, sehingga hubungan kausal belum sepenuhnya dapat dipastikan. [Lihat sumber Disini - pubmed.ncbi.nlm.nih.gov]

Selanjutnya, magnesium juga diduga membantu menenangkan sistem saraf otonom sehingga mendukung transisi dari keadaan terjaga ke tidur. Mineral ini berpartisipasi dalam relaksasi otot dan pengaturan hormon yang mempengaruhi tidur, seperti melatonin, meskipun mekanisme pastinya masih dalam penelitian. [Lihat sumber Disini - sleepfoundation.org]


Sumber Pangan Tinggi Magnesium

Asupan magnesium dapat diperoleh dari berbagai sumber pangan. Diet seimbang kaya magnesium tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan umum tetapi juga dikaitkan dengan tidur yang lebih baik karena perannya dalam regulasi saraf dan fungsi relaksasi. Sumber pangan yang terkenal kaya magnesium antara lain:

• Kacang-kacangan dan biji-bijian seperti almond, chia, dan biji labu. [Lihat sumber Disini - hellosehat.com]
• Sayuran berdaun hijau gelap seperti bayam dan kale. [Lihat sumber Disini - hellosehat.com]
• Gandum utuh dan biji-bijian utuh lainnya. [Lihat sumber Disini - hellosehat.com]
• Legum seperti kacang hitam dan lentil. [Lihat sumber Disini - hellosehat.com]
• Cokelat hitam yang juga menyediakan magnesium. [Lihat sumber Disini - hellosehat.com]

Mengonsumsi variasi makanan di atas secara teratur dapat membantu memenuhi kebutuhan magnesium harian dan mendukung kesehatan secara keseluruhan, termasuk potensi perannya pada kualitas tidur.


Faktor yang Mempengaruhi Asupan Magnesium

Beberapa faktor dapat memengaruhi asupan dan status magnesium dalam tubuh:

Pola diet: Diet rendah makanan kaya magnesium berisiko menyebabkan asupan yang tidak memadai. [Lihat sumber Disini - hellosehat.com]
Penyerapan usus: Kondisi gastrointestinal tertentu dapat mengurangi penyerapan magnesium dari makanan.
Kebutuhan fisiologis: Kebutuhan magnesium dapat berbeda antar individu berdasarkan usia, jenis kelamin, aktivitas, dan status kesehatan.
Interaksi nutrisi: Mineral lain seperti kalsium dan fosfor dapat bersaing dalam penyerapan di usus, memengaruhi status magnesium.
Konsumsi obat tertentu: Beberapa obat diuretik atau antibiotik dapat memengaruhi kadar magnesium.

Faktor-faktor ini perlu dipertimbangkan saat mengevaluasi hubungan antara magnesium dan kualitas tidur, karena status magnesium dalam tubuh bukan hanya ditentukan oleh asupan makanan tetapi juga oleh bagaimana tubuh menyerap dan memanfaatkannya.


Hubungan Asupan Magnesium dengan Gangguan Tidur

Penelitian epidemiologis menunjukkan bahwa rendahnya asupan magnesium berkorelasi dengan gangguan tidur seperti insomnia, durasi tidur yang tidak mencukupi, serta kualitas tidur yang buruk. Dalam studi populasi, magnesium dikaitkan dengan peningkatan probabilitas tidur 7, 9 jam dan skor kualitas tidur yang lebih tinggi. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Namun, beberapa penelitian observasional di konteks Indonesia juga menunjukkan hasil yang bervariasi. Sebagai contoh, studi cross-sectional pada mahasiswa menemukan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara asupan magnesium dan kualitas tidur berdasarkan skor tertentu. [Lihat sumber Disini - digilib.esaunggul.ac.id] Sedangkan studi lain melaporkan bahwa pola diet rendah magnesium kerap berhubungan dengan gangguan tidur, walaupun faktor lain seperti stres dan kecemasan juga berperan. [Lihat sumber Disini - e-journal.unair.ac.id]

Penelitian intervensi suplemen magnesium pada beberapa populasi menemukan perbaikan pada onset tidur, durasi, dan efisiensi tidur, meskipun bukti ini belum konsisten di seluruh studi. [Lihat sumber Disini - esmed.org] Hal ini menunjukkan bahwa hubungan asupan magnesium dengan gangguan tidur bersifat kompleks dan mungkin dipengaruhi oleh banyak variabel lain seperti status nutrisi keseluruhan, tingkat stres, dan kondisi medis individu.


Dampak Kekurangan Magnesium terhadap Kualitas Tidur

Kekurangan magnesium (hipomagnesemia) dapat berdampak negatif terhadap fungsi saraf dan otot, serta berhubungan dengan berbagai gangguan fisiologis. Walaupun gejala klasik kekurangan magnesium terkait dengan tremor dan kejang otot, efek pada tidur juga dilaporkan. Studi menunjukkan bahwa kadar magnesium yang lebih rendah dapat berkaitan dengan kualitas tidur yang buruk dan peningkatan gejala kantuk siang hari pada beberapa populasi. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Kondisi kekurangan magnesium sering terlihat pada individu dengan diet yang buruk atau gangguan penyerapan nutrisi, dan telah dikaitkan dengan gangguan tidur kronis dalam beberapa penelitian. Walaupun bukti klinis tidak selalu konsisten, hipotesis bahwa magnesium mempengaruhi tidur melalui pengaturan neurotransmitter dan relaksasi otot memberikan dasar biologis yang plausibel. [Lihat sumber Disini - pubmed.ncbi.nlm.nih.gov]


Kesimpulan

Asupan magnesium tampaknya memainkan peran dalam kualitas tidur, dengan sebagian besar bukti observasional menunjukkan hubungan antara magnesium yang memadai dan tidur yang lebih baik, termasuk durasi yang cukup dan efisiensi tidur yang meningkat. Magnesium terlibat dalam proses neurologis dan biologis yang mendukung relaksasi saraf dan pengaturan ritme tidur-bangun. Sumber pangan tinggi magnesium seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian dapat membantu memenuhi kebutuhan harian. Meskipun bukti intervensi klinis masih beragam, kekurangan magnesium berpotensi berkontribusi pada gangguan tidur. Oleh karena itu, mencukupi asupan magnesium melalui pola makan sehat merupakan pendekatan awal yang berguna untuk mendukung kualitas tidur yang baik, bersamaan dengan pendekatan gaya hidup lain seperti kebersihan tidur yang baik dan manajemen stres.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Asupan magnesium adalah jumlah magnesium yang dikonsumsi melalui makanan dan minuman sehari-hari. Magnesium merupakan mineral esensial yang berperan dalam fungsi saraf, relaksasi otot, metabolisme energi, serta pengaturan sistem saraf pusat yang berhubungan dengan kualitas tidur.

Magnesium berperan dalam mengatur neurotransmitter seperti GABA yang membantu menenangkan aktivitas otak. Selain itu, magnesium mendukung relaksasi otot dan membantu menjaga keseimbangan sistem saraf, sehingga memudahkan proses tidur dan mempertahankan kualitas tidur.

Sumber pangan tinggi magnesium meliputi sayuran hijau seperti bayam, kacang-kacangan, biji-bijian, gandum utuh, legum, serta cokelat hitam. Konsumsi makanan tersebut secara teratur dapat membantu memenuhi kebutuhan magnesium harian.

Kekurangan magnesium dapat berhubungan dengan gangguan tidur seperti sulit tidur, kualitas tidur yang buruk, dan sering terbangun di malam hari. Kondisi ini berkaitan dengan terganggunya fungsi sistem saraf dan proses relaksasi tubuh.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa asupan magnesium yang rendah sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko gangguan tidur. Sebaliknya, asupan magnesium yang cukup cenderung berhubungan dengan durasi tidur yang lebih baik dan kualitas tidur yang lebih optimal.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Pengetahuan Ibu tentang Pola Tidur Bayi Pengetahuan Ibu tentang Pola Tidur Bayi Kualitas Tidur Pasien: Konsep dan Contoh Intervensi Kualitas Tidur Pasien: Konsep dan Contoh Intervensi Faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Tidur Bayi Baru Lahir Faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Tidur Bayi Baru Lahir Kualitas Tidur Pasien: Gangguan Umum dan Implikasi Keperawatan Kualitas Tidur Pasien: Gangguan Umum dan Implikasi Keperawatan Hubungan Kualitas Tidur dengan Nafsu Makan Anak Hubungan Kualitas Tidur dengan Nafsu Makan Anak Pola Tidur Ibu Selama Kehamilan Pola Tidur Ibu Selama Kehamilan Pola Istirahat dan Tidur Pasien Pola Istirahat dan Tidur Pasien Pola Istirahat dan Tidur Pasien: Konsep, Gangguan, dan Dampaknya Pola Istirahat dan Tidur Pasien: Konsep, Gangguan, dan Dampaknya Pengaruh Pola Tidur terhadap Nafsu Makan Pengaruh Pola Tidur terhadap Nafsu Makan Pola Tidur Ibu Hamil: Konsep, Gangguan Tidur, dan Dampaknya Pola Tidur Ibu Hamil: Konsep, Gangguan Tidur, dan Dampaknya Hubungan Pola Tidur dengan Respons Terapi Hubungan Pola Tidur dengan Respons Terapi Pola Tidur Masyarakat Perkotaan Pola Tidur Masyarakat Perkotaan Risiko Ketidakseimbangan Elektrolit: Definisi dan Faktor Penyebab Risiko Ketidakseimbangan Elektrolit: Definisi dan Faktor Penyebab Ketidakseimbangan Elektrolit: Konsep, Faktor Penyebab, dan Implikasi Klinis Ketidakseimbangan Elektrolit: Konsep, Faktor Penyebab, dan Implikasi Klinis Pengetahuan Pasien tentang Obat Hipnotik Pengetahuan Pasien tentang Obat Hipnotik Faktor yang Mempengaruhi Ketidaknyamanan Trimester Ketiga Faktor yang Mempengaruhi Ketidaknyamanan Trimester Ketiga Hubungan Gizi dan Kesehatan Mental Hubungan Gizi dan Kesehatan Mental Asupan Zat Besi pada Anak Sekolah Asupan Zat Besi pada Anak Sekolah Konseling Nutrisi untuk Pasien Hipertensi Konseling Nutrisi untuk Pasien Hipertensi Diet Hipertensi: Konsep, Pendekatan Gizi, dan Pencegahan Diet Hipertensi: Konsep, Pendekatan Gizi, dan Pencegahan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…