Terakhir diperbarui: 15 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 15 December). Hubungan Status Gizi dengan Efek Samping Obat. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/hubungan-status-gizi-dengan-efek-samping-obat  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Hubungan Status Gizi dengan Efek Samping Obat - SumberAjar.com

Hubungan Status Gizi dengan Efek Samping Obat

Pendahuluan

Dalam praktik klinis, efek samping obat (adverse drug reactions/ADRs) merupakan salah satu tantangan utama dalam terapi medis karena dapat menurunkan kualitas hidup pasien, menimbulkan perawatan tambahan, hingga menyebabkan putus terapi. Di sisi lain, status gizi pasien, apakah normal, kurang, atau lebih, memainkan peran penting dalam cara tubuh merespons obat-obatan. Kondisi gizi tidak hanya memengaruhi metabolisme dan distribusi obat dalam tubuh, tetapi juga tolerabilitas terhadap efek samping yang muncul. Dalam beberapa studi, status gizi buruk atau malnutrisi terbukti meningkatkan risiko efek samping obat dan mengubah respons terapi secara signifikan. Oleh karena itu, penting bagi tenaga kesehatan untuk memahami keterkaitan antara status gizi dan efek samping obat dalam rangka meningkatkan keamanan terapi dan hasil klinis pasien. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Definisi Hubungan Status Gizi dengan Efek Samping Obat

Definisi Umum

Hubungan status gizi dengan efek samping obat menggambarkan bagaimana kondisi nutrisi seseorang, termasuk keseimbangan kalori, protein, vitamin, mineral, dan komponen gizi lainnya, dapat memengaruhi farmakokinetik (absorbsi, distribusi, metabolisme, dan ekskresi) serta farmakodinamik (efek obat pada tubuh) suatu obat. Dengan kata lain, keadaan gizi bukan sekadar faktor latar belakang, tetapi dapat menentukan seberapa cepat obat diserap, seberapa besar bagian obat yang aktif, dan seberapa berat respons atau reaksi tubuh terhadap obat tertentu. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Status gizi yang buruk atau malnutrisi cenderung menurunkan kemampuan metabolisme obat, meningkatkan kadar obat bebas dalam darah, dan memperbesar risiko toksisitas. Sebaliknya, gizi yang baik mendukung metabolisme yang optimal sehingga menurunkan kejadian efek samping obat dan meningkatkan keberhasilan terapi. [Lihat sumber Disini - longdom.org]

Definisi dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), gizi didefinisikan sebagai zat makanan yang diperlukan tubuh untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan, perkembangan, dan fungsi tubuh. Sementara efek samping obat merujuk pada reaksi atau gejala yang tidak diinginkan dari penggunaan obat selain efek utamanya. Dengan demikian, hubungan antara status gizi dan efek samping obat adalah interaksi antara kondisi nutrisi tubuh dengan reaksi yang muncul sebagai akibat penggunaan obat, yang bisa memperburuk atau memoderasi gejala. (Sumber definisi bahasa Indonesia dapat dilihat di situs resmi KBBI). Catatan: KBBI tidak selalu menyediakan istilah ilmiah lengkap secara online, jadi rujukan ini bersifat definisi umum dan bukan jurnal.

Definisi Menurut Para Ahli

  1. C. D’Alessandro et al. (2022) menjelaskan bahwa interaksi antara obat dan makanan merupakan hubungan dua arah, di mana obat dapat memengaruhi status nutrisi (misalnya memicu penurunan nafsu makan) serta nutrisi dapat memengaruhi bioavailabilitas obat dan risiko toksisitas. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  2. NN Ngcobo et al. (2025) menunjukkan bahwa malnutrisi secara signifikan mengubah farmakokinetik obat, mempengaruhi absorbsi, distribusi, metabolisme, dan ekskresi, yang berujung pada respons obat yang tidak diinginkan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  3. Benet D. (2024) dalam ulasan tentang pengaruh kebiasaan diet terhadap terapi farmakologis menyoroti bahwa status gizi dan kebiasaan makan dapat memodulasi respon obat, efektivitas, serta kejadian efek samping. [Lihat sumber Disini - longdom.org]

  4. Ortolani E. et al. (2013) menunjukkan bahwa status gizi memengaruhi farmakokinetik dan farmakodinamik obat di berbagai kelompok usia (termasuk lansia), memperkuat konsep bahwa nutrisi merupakan salah satu penentu keselamatan terapi. [Lihat sumber Disini - walshmedicalmedia.com]


Pengaruh Status Gizi terhadap Metabolisme Obat

Status gizi memiliki hubungan langsung dengan metabolisme obat, yang mencakup proses tubuh dalam menyerap, mendistribusikan, memecah, dan mengeluarkan obat. Orang dengan malnutrisi seringkali mengalami perubahan fisiologis seperti penurunan massa otot, kadar albumin rendah, dan fungsi hati/ginjal terganggu, yang semuanya dapat berkontribusi pada perubahan metabolisme obat. Misalnya:

Hubungan ini penting untuk dipahami karena metabolisme yang tidak optimal bisa menghasilkan kadar obat yang lebih tinggi atau tidak mencukupi, memicu efek samping atau gagal terapi. Studi menunjukkan bahwa pasien yang kurang gizi lebih mungkin mengalami efek samping obat karena keterbatasan tubuh dalam memroses dan mengeliminasi obat dengan benar. [Lihat sumber Disini - longdom.org]


Jenis Efek Samping yang Dipengaruhi Status Gizi

Beberapa jenis efek samping obat dipengaruhi oleh status gizi pasien secara langsung, baik melalui mekanisme farmakokinetik maupun dampak fisiologis umum, seperti:

Efek samping ini tidak hanya memengaruhi kesejahteraan pasien, tetapi juga dapat menyebabkan ketidakpatuhan terhadap terapi, sehingga menurunkan keberhasilan pengobatan. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]


Risiko Efek Samping pada Pasien Malnutrisi

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa pasien dengan status gizi buruk memiliki risiko lebih tinggi mengalami efek samping obat dibandingkan mereka yang memiliki status gizi normal. Sebagai contoh:

Dalam studi pada pasien tuberkulosis paru, ditemukan bahwa pasien dengan status gizi buruk memiliki kecenderungan mengalami efek samping pengobatan yang lebih berat dibandingkan pasien dengan status gizi baik. Hal ini menunjukkan adanya hubungan antara status gizi dan intensitas efek samping obat yang diterima pasien. [Lihat sumber Disini - nersbaya.poltekkes-surabaya.ac.id]

Pasien malnutrisi juga sering mengalami penurunan imun respons dan perubahan metabolik yang memperbesar risiko reaksi toksik terhadap obat tertentu. Studi menunjukkan bahwa malnutrisi memperlambat metabolisme obat dan menurunkan tolerabilitas terhadap terapi, sehingga risiko komplikasi meningkat. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Hubungan IMT dengan Tolerabilitas Obat

Indeks Massa Tubuh (IMT) sering digunakan sebagai indikator status gizi. Variasi IMT, baik underweight maupun overweight, dapat memengaruhi bagaimana tubuh memproses obat:

  • Underweight/Malnutrisi: Dapat mengurangi protein plasma (seperti albumin), yang menyebabkan peningkatan obat bebas dalam darah → meningkatkan risiko efek samping dan toksisitas. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  • Overweight/Obesitas: Perubahan distribusi jaringan lemak dapat memengaruhi distribusi obat dan metabolisme enzim tertentu, mengubah biodisponibilitas obat dan tolerabilitas terhadap terapi. [Lihat sumber Disini - longdom.org]

Pada dua kondisi ini, dosis obat seringkali perlu disesuaikan agar efek terapi maksimal dan efek samping minimal. Evaluasi antropometri seperti IMT merupakan bagian penting dari assessment gizi sebelum terapi. [Lihat sumber Disini - longdom.org]


Implikasi Status Gizi dalam Keamanan Terapi

Dalam konteks klinis, mempertimbangkan status gizi pasien sebelum dan selama terapi obat dapat:

  • Membantu menentukan dosis obat yang lebih tepat dan aman;

  • Mengurangi kejadian efek samping yang tidak diinginkan;

  • Meningkatkan keberhasilan terapi dan kepatuhan pasien;

  • Mengoptimalkan penggunaan sumber daya kesehatan melalui pencegahan komplikasi.

Pendekatan multidisiplin yang melibatkan dokter, ahli gizi, dan farmakolog dapat membantu mengintegrasikan status gizi dalam rencana terapi pasien sehingga terapi menjadi aman dan efektif. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]


Kesimpulan

Status gizi pasien memiliki peranan penting dalam memengaruhi metabolisme obat, risiko efek samping, dan tolerabilitas terapi. Pasien dengan malnutrisi atau status gizi yang tidak optimal cenderung mengalami perubahan farmakokinetik dan farmakodinamik obat, yang dapat meningkatkan risiko reaksi tidak diinginkan dan menurunkan keberhasilan terapi. Evaluasi status gizi yang komprehensif, termasuk penilaian IMT, konsumsi makanan, serta pemeriksaan biokimia, sangat penting sebagai bagian dari strategi keamanan terapi obat. Integrasi penilaian gizi dalam praktik klinis membantu tenaga kesehatan dalam meminimalkan efek samping obat dan memaksimalkan hasil terapi secara keseluruhan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Hubungan status gizi dengan efek samping obat adalah keterkaitan antara kondisi gizi seseorang dengan reaksi tidak diinginkan yang muncul akibat penggunaan obat. Status gizi dapat memengaruhi proses absorbsi, distribusi, metabolisme, dan ekskresi obat sehingga menentukan tingkat keamanan dan tolerabilitas terapi.

Status gizi memengaruhi metabolisme obat melalui perubahan fungsi hati, ginjal, kadar protein plasma, dan aktivitas enzim metabolik. Pada kondisi malnutrisi, metabolisme obat dapat melambat sehingga meningkatkan kadar obat dalam darah dan risiko efek samping.

Pasien malnutrisi memiliki cadangan nutrisi dan protein tubuh yang rendah, sehingga distribusi dan eliminasi obat menjadi tidak optimal. Kondisi ini meningkatkan konsentrasi obat bebas dalam darah dan membuat pasien lebih rentan terhadap efek samping dan toksisitas obat.

Ya, indeks massa tubuh berhubungan dengan tolerabilitas obat. IMT yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat memengaruhi distribusi dan metabolisme obat, sehingga meningkatkan atau menurunkan risiko terjadinya efek samping selama terapi.

Penilaian status gizi penting untuk menentukan dosis obat yang aman, mencegah efek samping, dan meningkatkan keberhasilan terapi. Dengan mempertimbangkan status gizi, tenaga kesehatan dapat mengoptimalkan keamanan dan efektivitas penggunaan obat.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Monitoring Efek Samping Obat Psikotropika Monitoring Efek Samping Obat Psikotropika Monitoring Efek Samping Obat Penurun Asam Urat Monitoring Efek Samping Obat Penurun Asam Urat Evaluasi Efek Samping Terapi Antipsikotik Evaluasi Efek Samping Terapi Antipsikotik Pengaruh Defisiensi Mikronutrien terhadap Efek Samping Obat Pengaruh Defisiensi Mikronutrien terhadap Efek Samping Obat Efek Samping Obat: Jenis dan Penanganannya Efek Samping Obat: Jenis dan Penanganannya Efek Samping Obat: Konsep, Klasifikasi, dan Penanganan Efek Samping Obat: Konsep, Klasifikasi, dan Penanganan Farmakovigilans: Konsep, Pelaporan Efek Samping, dan Keselamatan Farmakovigilans: Konsep, Pelaporan Efek Samping, dan Keselamatan Status Gizi Pasien sebagai Faktor Respons Terapi Status Gizi Pasien sebagai Faktor Respons Terapi Status Nutrisi Pasien: Definisi dan Pengukurannya Status Nutrisi Pasien: Definisi dan Pengukurannya Status Nutrisi Pasien: Indikator dan Metode Penilaian Status Nutrisi Pasien: Indikator dan Metode Penilaian Efek Suplemen Zat Besi terhadap Gangguan Pencernaan Efek Suplemen Zat Besi terhadap Gangguan Pencernaan Nutrisi Buruk sebagai Faktor Risiko Efek Samping Obat Nutrisi Buruk sebagai Faktor Risiko Efek Samping Obat Rasionalitas Penggunaan Obat Antihistamin Rasionalitas Penggunaan Obat Antihistamin Nutritional Status: Pengertian dan Penilaian Nutritional Status: Pengertian dan Penilaian Pengetahuan Pasien tentang Obat Anti-Alergi Pengetahuan Pasien tentang Obat Anti-Alergi Evaluasi Penggunaan Obat Antidepresan Evaluasi Penggunaan Obat Antidepresan Hubungan Status Gizi dengan Efektivitas Pengobatan Hubungan Status Gizi dengan Efektivitas Pengobatan Perilaku Pasien dalam Menggunakan Obat Kortikosteroid Perilaku Pasien dalam Menggunakan Obat Kortikosteroid Faktor yang Mempengaruhi Terapi Kortikosteroid Jangka Panjang Faktor yang Mempengaruhi Terapi Kortikosteroid Jangka Panjang Status Mental Pasien: Konsep, Metode Penilaian, dan Klasifikasi Status Mental Pasien: Konsep, Metode Penilaian, dan Klasifikasi
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…