
Nutritional Status: Pengertian dan Penilaian
Pendahuluan
Status gizi merupakan indikator penting yang mencerminkan keadaan kesehatan suatu individu atau populasi. Penilaian status gizi tidak hanya memberikan informasi tentang apakah seseorang mengalami kekurangan gizi atau kelebihan gizi, tetapi juga menjadi dasar dalam upaya pencegahan penyakit, perencanaan program kesehatan masyarakat, dan evaluasi intervensi gizi. Penilaian status gizi umumnya mencakup serangkaian metode baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif untuk mengidentifikasi adanya malnutrisi dalam berbagai bentuk, mulai dari kekurangan zat gizi makro hingga defisiensi mikronutrien, serta obesitas dan gangguan metabolik lainnya. Pengetahuan yang sistematis mengenai konsep ini menjadi penting dalam konteks upaya menjaga keseimbangan gizi individu serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Definisi Nutritional Status dan Komponen Utamanya
Definisi Nutritional Status Secara Umum
Status gizi, atau nutritional status, dapat dipahami sebagai keadaan kesehatan seseorang berdasarkan keseimbangan antara asupan zat gizi, pemanfaatannya, serta kebutuhan tubuh untuk pertumbuhan dan fungsi fisiologis. Konsep ini melibatkan hubungan dinamis antara konsumsi makanan, proses pencernaan dan absorpsi, serta penggunaan zat gizi oleh jaringan tubuh untuk memastikan fungsi normal organ dan metabolisme energi. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
Definisi Nutritional Status dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), status gizi adalah gambaran kondisi tubuh yang mencerminkan hubungan antara asupan zat gizi yang diperoleh dari makanan dan kebutuhan zat gizi tubuh untuk menjalankan fungsi metabolisme dan aktivitas harian secara seimbang. Definisi ini menekankan keseimbangan antara apa yang dimakan dan kemampuan tubuh dalam memanfaatkan zat gizi tersebut. [Lihat sumber Disini - eprints.poltekkesjogja.ac.id]
Definisi Nutritional Status Menurut Para Ahli
-
Menurut Kesari (2023), nutritional status adalah evaluasi sistematis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk mendiagnosis malnutrisi serta faktor-faktor yang mendasarinya, melalui serangkaian pemeriksaan yang melibatkan diet, antropometri, dan data klinis. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]
-
Fernández-Lázaro (2023) menyatakan bahwa status gizi merupakan hasil interaksi antara intake nutrisi yang diterima dan kebutuhan nutrisi tubuh, yang harus mempertimbangkan penggunaan dan simpanan nutrisi untuk mempertahankan fungsi tubuh yang optimal. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
-
Menurut beberapa ahli di bidang antropometri, status gizi merupakan ekspresi keadaan keseimbangan tubuh yang dapat diukur melalui variabel tertentu seperti berat badan, tinggi badan, dan proporsi jaringan tubuh seperti lemak dan otot. [Lihat sumber Disini - repository2.unw.ac.id]
-
Dalam konteks kesehatan masyarakat, nutritional status juga didefinisikan sebagai hasil dari konsumsi makanan dan faktor lingkungan yang mempengaruhi kemampuan tubuh untuk tumbuh, berkembang, dan bertahan terhadap penyakit. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
Metode Penilaian Status Gizi (IMT, LILA, Antropometri)
Pemantauan dan penilaian status gizi melibatkan berbagai pendekatan. Metode yang paling umum digunakan mencakup teknik antropometri, klinis, biokimia, dan survei diet.
Indeks Massa Tubuh (IMT / BMI)
Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan parameter yang digunakan untuk mengklasifikasikan status gizi pada orang dewasa berdasarkan perbandingan berat badan terhadap tinggi badan. Ini memberikan gambaran tentang apakah individu berada pada kategori kurus, normal, overweight, atau obesitas. Di samping itu, konsep serupa seperti BMI-for-age digunakan untuk menilai status gizi anak dan remaja karena memperhitungkan variasi pertumbuhan sebagai fungsi umur dan jenis kelamin. [Lihat sumber Disini - dhsprogram.com]
Lingkar Lengan Atas (LILA / MUAC)
Pengukuran Mid-Upper Arm Circumference (MUAC) atau Lingkar Lengan Atas (LILA) merupakan metode cepat untuk menilai status gizi, terutama pada kelompok rentan seperti balita dan ibu hamil. MUAC memberikan indikasi cadangan protein dan energi tubuh. Klasifikasi berdasarkan LILA dapat menunjukkan apakah seseorang berada dalam kategori gizi baik, gizi kurang, atau berisiko malnutrisi. [Lihat sumber Disini - worldnutrijournal.org]
Metode Antropometri Lainnya
Penilaian antropometri mencakup berbagai pengukuran tubuh seperti berat badan, tinggi badan, berat badan menurut umur, tinggi badan menurut umur, serta rasio lingkar pinggang-pinggul. Pengukuran ini memungkinkan klasifikasi status gizi individu berdasarkan standar pertumbuhan internasional (misalnya standar WHO). Penggunaan z-score juga umum dilakukan untuk mengukur sejauh mana nilai antropometrik individu menyimpang dari populasi referensi sehat. [Lihat sumber Disini - nutritionalassessment.org]
Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi
Status gizi dipengaruhi oleh banyak faktor yang bersifat langsung maupun tidak langsung.
Asupan Nutrisi
Faktor paling langsung adalah pola makan dan intake nutrisi. Ketidakseimbangan antara asupan nutrisi dan kebutuhan tubuh, baik dalam bentuk kelebihan maupun kekurangan, dapat menyebabkan malnutrisi atau obesitas. Variasi dalam asupan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral memainkan peranan penting terhadap status gizi. [Lihat sumber Disini - jurnal.stikesalmaarif.ac.id]
Faktor Kesehatan
Kondisi kesehatan umum seseorang, termasuk adanya penyakit atau gangguan pencernaan yang memengaruhi absorpsi nutrisi, juga berdampak besar pada status gizi. Penyakit infeksi atau gangguan metabolik dapat mempercepat kerugian nutrisi. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]
Faktor Sosial-Ekonomi dan Lingkungan
Status sosial ekonomi seseorang mempengaruhi kemampuan akses terhadap makanan bergizi, fasilitas kesehatan, serta pendidikan gizi. Lingkungan tempat seseorang tinggal juga menentukan pola konsumsi makanan dan aktivitas fisik. [Lihat sumber Disini - eprints.poltekkesjogja.ac.id]
Pengaruh Usia dan Jenis Kelamin terhadap Status Gizi
Usia merupakan faktor penting karena kebutuhan nutrisi berubah sepanjang tahap hidup. Anak di bawah lima tahun, remaja, dewasa, dan lansia memiliki kebutuhan yang berbeda, dan setiap fase memiliki risiko gizi yang berbeda pula. Demikian pula, perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan memengaruhi metabolisme, distribusi lemak tubuh, serta kebutuhan zat gizi tertentu, seperti besi pada perempuan usia reproduktif. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
Peran Asupan Zat Gizi Makro dan Mikro
Zat Gizi Makro
Karbohidrat, protein, dan lemak merupakan zat gizi makro yang menyediakan energi dan blok bangunan bagi jaringan tubuh. Ketidakseimbangan asupan energi akan terlihat pada indikator antropometri seperti IMT dan LILA. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Zat Gizi Mikro
Vitamin dan mineral seperti zat besi, vitamin A, dan vitamin D diperlukan dalam jumlah kecil tetapi berperan penting dalam fungsi metabolik, imunitas, dan pertumbuhan. Defisiensi mikronutrien sering kali tidak terlihat melalui pengukuran antropometri saja tetapi memiliki dampak besar terhadap kesehatan tubuh.
Hubungan Status Gizi dengan Kesehatan Tubuh
Status gizi yang optimal mendorong kemampuan tubuh dalam mempertahankan fungsi fisiologis normal dan resistensi terhadap penyakit. Sebaliknya, status gizi buruk (baik kekurangan maupun kelebihan) terkait dengan peningkatan risiko penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, gangguan imun, gangguan tumbuh kembang pada anak, serta gangguan fungsi kognitif.
Tantangan dalam Penilaian Status Gizi di Lapangan
Penilaian status gizi di lapangan menghadapi sejumlah tantangan seperti variasi teknik pengukuran oleh tenaga kesehatan, kualitas data, keterbatasan peralatan, dan kesadaran responden. Penggunaan aplikasi digital atau sistem survei inovatif telah meningkatkan akurasi, namun tetap memerlukan pelatihan untuk operator di lapangan. [Lihat sumber Disini - e-journal.unair.ac.id]
Peran Tenaga Gizi dalam Pemantauan Status Gizi
Tenaga gizi bertanggung jawab untuk melakukan penilaian status gizi, memberikan edukasi gizi, serta mengembangkan rencana intervensi berdasarkan hasil evaluasi. Peran ini sangat penting dalam konteks promotif, preventif, dan kuratif, terutama pada kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan lansia.
Dampak Status Gizi Buruk pada Kesehatan
Status gizi buruk dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan pada anak, defisiensi mikronutrien, gangguan sistem imun, perlambatan perkembangan kognitif, serta meningkatnya mortalitas dan morbiditas. Sebaliknya, kelebihan gizi terutama obesitas, terkait dengan risiko penyakit metabolik dan kardiovaskular.
Evaluasi Status Gizi pada Populasi Risiko
Kelompok risiko seperti anak balita, remaja, ibu hamil, dan lansia memerlukan evaluasi status gizi secara berkala karena kebutuhan nutrisi mereka lebih tinggi dan gangguan gizi dapat berakibat jangka panjang. Pemeriksaan antropometri rutin dan penapisan gizi adalah bagian penting dari pemantauan kesehatan masyarakat.
Kesimpulan
Status gizi merupakan indikator multidimensional yang mencerminkan keseimbangan antara asupan nutrisi dan kebutuhan tubuh. Penilaian status gizi menggunakan berbagai metode seperti IMT, LILA, dan antropometri merupakan alat penting dalam kesehatan masyarakat untuk menentukan status kesehatan individu dan populasi. Faktor yang mempengaruhi status gizi sangat beragam, termasuk usia, jenis kelamin, pola makan, kesehatan umum, serta lingkungan sosial ekonomi. Peran tenaga gizi dalam pemantauan dan intervensi sangat penting untuk mencegah dampak negatif status gizi buruk pada kesehatan tubuh dan mengoptimalkan kualitas hidup masyarakat.