Terakhir diperbarui: 28 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 28 December). Status Gizi: Konsep, Indikator Penilaian, dan Implikasi. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/status-gizi-konsep-indikator-penilaian-dan-implikasi  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Status Gizi: Konsep, Indikator Penilaian, dan Implikasi - SumberAjar.com

Status Gizi: Konsep, Indikator Penilaian, dan Implikasi

Pendahuluan

Status gizi adalah aspek fundamental yang mencerminkan kondisi kesehatan individu maupun populasi. Keadaan ini tidak hanya berkaitan dengan konsumsi makanan semata, tetapi juga dengan bagaimana tubuh menerima, memetabolisme, dan menggunakan kebutuhan nutrisi yang diperoleh dari makanan. Ketidakseimbangan nutrisi dapat berkonsekuensi serius terhadap kemampuan fisik, daya tahan terhadap penyakit, performa kognitif, serta kualitas hidup secara umum, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Pentingnya status gizi telah diakui secara luas sebagai salah satu indikator utama derajat kesehatan masyarakat dan dasar perencanaan intervensi kesehatan yang efektif. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Definisi Status Gizi

Definisi Status Gizi Secara Umum

Status gizi dapat dipahami sebagai keadaan kesehatan seseorang yang mencerminkan keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dan kebutuhan tubuh untuk menjalankan fungsi normalnya. Keadaan ini mencerminkan interaksi kompleks antara konsumsi makanan, penyerapan, metabolisme, serta penggunaan zat gizi untuk pertumbuhan, perbaikan jaringan dan energi. [Lihat sumber Disini - sumberajar.com]

Definisi Status Gizi dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), gizi merujuk pada zat makanan yang diperlukan untuk pertumbuhan dan kesehatan badan. Dengan demikian status gizi bermakna kondisi tubuh berdasarkan pemenuhan kebutuhan nutrisi yang diperoleh dari asupan makanan yang dikonsumsi. [Lihat sumber Disini - journal.fkm-untika.ac.id]

Definisi Status Gizi Menurut Para Ahli

Para ahli mendefinisikan status gizi dengan berbagai rumusan ilmiah:

  1. Menurut beberapa literatur kesehatan, status gizi adalah ekspresi dari keadaan keseimbangan zat gizi yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan digunakan oleh tubuh untuk fungsi fisiologisnya. [Lihat sumber Disini - repository.poltekkes-tjk.ac.id]

  2. Dalam buku penilaian nutrisi, status gizi diartikan sebagai kondisi tubuh yang menunjukkan apakah asupan dan penggunaan zat gizi telah sesuai dengan kebutuhan metabolik. [Lihat sumber Disini - digilib.esaunggul.ac.id]

  3. Definisi lain menambahkan bahwa kondisi ini merupakan hasil akhir dari interaksi antara makanan yang dikonsumsi, penyerapannya, dan berbagai faktor internal maupun eksternal yang mempengaruhi pemanfaatannya. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  4. Dalam penelitian kesehatan masyarakat, status gizi juga digambarkan sebagai salah satu cerminan derajat kesehatan individu dalam konteks kebutuhan nutrisi seimbang untuk kemampuan kerja dan kualitas hidup. [Lihat sumber Disini - journal.fkm-untika.ac.id]


Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi

Status gizi dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan dan mampu memperkuat atau memperlemah dampak satu sama lain:

Asupan Makanan dan Pola Konsumsi

Asupan makanan merupakan sumber utama nutrisi. Pola makan yang tidak seimbang, misalnya konsumsi tinggi lemak jenuh, rendah serat, atau kurang protein, dapat menyebabkan status gizi tidak optimal, baik berupa kurang gizi maupun gizi lebih. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]

Pengetahuan dan Perilaku Gizi

Tingkat pengetahuan individu tentang nutrisi berkorelasi dengan kemampuan mereka memilih menu yang memenuhi kebutuhan gizi. Pengetahuan yang baik mampu meminimalkan risiko malnutrisi baik defisiensi maupun kelebihan. [Lihat sumber Disini - jurnal.untirta.ac.id]

Faktor Fisiologis dan Kesehatan

Kondisi medis seperti gangguan pencernaan, infeksi kronis, maupun gangguan metabolik mempengaruhi kemampuan tubuh dalam menyerap dan memanfaatkan nutrisi. Penyakit tertentu dapat meningkatkan kebutuhan energi atau membuat penyerapan nutrisi menjadi kurang efisien. [Lihat sumber Disini - prosiding.iainponorogo.ac.id]

Faktor Sosioekonomi dan Lingkungan

Pendapatan, akses terhadap sumber makanan sehat, budaya pangan, serta dukungan sosial mempengaruhi status gizi. Keterbatasan akses terhadap makanan yang bergizi utuh sering dikaitkan dengan status gizi buruk di berbagai komunitas. [Lihat sumber Disini - prosiding.iainponorogo.ac.id]

Usia dan Aktivitas Fisik

Kebutuhan nutrisi berbeda sesuai umur dan aktivitas fisik. Anak-anak dan remaja membutuhkan nutrisi optimal untuk pertumbuhan, sedangkan lansia memiliki penyesuaian kebutuhan tertentu karena penurunan metabolisme atau perubahan fisiologis. [Lihat sumber Disini - digilib.esaunggul.ac.id]


Indikator Penilaian Status Gizi

Penilaian status gizi menggunakan indikator yang mencerminkan kondisi nutrisi dan kesehatan secara kuantitatif maupun kualitatif:

Indikator Antropometri

Ini mencakup pengukuran fisik seperti berat badan, tinggi badan, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan lingkar lengan atas. Indikator ini sering digunakan dalam survei kesehatan masyarakat dan klinik karena relatif mudah diukur dan memberikan gambaran kondisi gizi umum. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Indikator Biokimia

Uji darah atau urin untuk melihat kadar zat gizi tertentu (misalnya hemoglobin, albumin, vitamin) dapat memberikan informasi dini tentang status gizi mikronutrien atau masalah metabolik yang tidak terlihat secara fisik. [Lihat sumber Disini - emedicine.medscape.com]

Penilaian Klinis

Pemeriksaan fisik oleh tenaga kesehatan untuk mengidentifikasi tanda-tanda kekurangan atau kelebihan zat gizi seperti edema, kelelahan, kulit kering, atau perubahan rambut. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Analisis Diet dan Riwayat Gizi

Evaluasi konsumsi makanan melalui food recall atau survey frekuensi konsumsi memberi wawasan tentang pola makan dan potensi defisiensi nutrisi. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]


Metode Penilaian Status Gizi

Metode penilaian dirancang untuk memberikan gambaran komprehensif tentang status gizi individu maupun populasi:

Metode Antropometri

Metode ini mengukur dimensi tubuh seperti berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan. Indeks seperti BMI-for-age juga digunakan untuk mengklasifikasikan status gizi anak dan dewasa. [Lihat sumber Disini - gizipoltekkesaceh.ac.id]

Pemeriksaan Biokimia

Melibatkan tes laboratorium untuk mengukur kadar nutrien tertentu dalam darah atau urin, membantu mendeteksi kekurangan mikronutrien atau gangguan metabolik sebelum gejala klinis muncul. [Lihat sumber Disini - emedicine.medscape.com]

Pemeriksaan Klinis

Dilakukan melalui wawancara dan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda defisiensi atau kelebihan zat gizi. Sebagai contoh, melihat kondisi kulit, rambut, dan selaput lendir. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Evaluasi Diet

Metode ini mencakup pengumpulan data konsumsi makanan, seperti recall 24 jam atau survei frekuensi konsumsi makanan, untuk menilai seberapa baik asupan nutrisi sesuai dengan kebutuhan. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]


Dampak Status Gizi terhadap Kesehatan

Status gizi yang tidak optimal memiliki implikasi luas terhadap kesehatan dan fungsi tubuh:

Dampak pada Pertumbuhan dan Perkembangan

Pada anak-anak, status gizi buruk berhubungan dengan gangguan pertumbuhan, perkembangan otak lambat, dan rendahnya daya tahan terhadap infeksi. Sebaliknya, gizi lebih dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit metabolik di kemudian hari. [Lihat sumber Disini - whj.umi.ac.id]

Dampak pada Fungsi Imun dan Penyakit

Kekurangan nutrisi melemahkan sistem imun, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap infeksi. Nutrisi yang baik membantu tubuh mempertahankan fungsi imun optimal serta pemulihan dari penyakit lebih cepat. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Kualitas Hidup dan Produktivitas

Status gizi yang baik mendukung fungsi kognitif, stamina, dan produktivitas kerja atau belajar. Sebaliknya, malnutrisi dapat menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Implikasi Status Gizi dalam Upaya Kesehatan

Pemahaman status gizi membawa konsekuensi penting dalam program kesehatan masyarakat:

Perencanaan Intervensi Gizi

Penilaian status gizi membantu merancang program intervensi seperti suplementasi mikro-nutrien, pendidikan gizi, dan kebijakan pangan yang tepat sasaran untuk mencegah malnutrisi dan penyakit terkait nutrisi. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Pemantauan dan Evaluasi Program Kesehatan

Indikator status gizi dipakai untuk mengevaluasi efektivitas program kesehatan seperti school feeding atau kampanye pola makan sehat. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Pengambilan Kebijakan Publik

Data status gizi populasi menjadi dasar perumusan kebijakan kesehatan dan pangan, termasuk alokasi sumber daya kesehatan dan pengembangan standar gizi nasional. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Kesimpulan

Status gizi adalah cerminan keseimbangan antara asupan dan pemanfaatan nutrisi dalam tubuh yang memiliki implikasi langsung terhadap kesehatan individu dan masyarakat. Penilaian status gizi dilakukan melalui berbagai indikator seperti antropometri, biokimia, klinis, dan evaluasi diet untuk mendapatkan gambaran komprehensif. Faktor biologis, perilaku, sosial-ekonomi, dan lingkungan berkontribusi terhadap kondisi gizi seseorang. Implikasi status gizi sangat luas, memengaruhi pertumbuhan anak, fungsi imun, produktivitas, hingga kebijakan kesehatan. Oleh karena itu, strategi intervensi gizi yang tepat diperlukan untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Status gizi adalah kondisi kesehatan seseorang yang mencerminkan keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dengan kebutuhan tubuh untuk pertumbuhan, pemeliharaan jaringan, dan aktivitas sehari-hari.

Status gizi penting karena berpengaruh langsung terhadap daya tahan tubuh, pertumbuhan dan perkembangan, fungsi kognitif, produktivitas, serta risiko terjadinya berbagai penyakit baik infeksi maupun penyakit tidak menular.

Status gizi dipengaruhi oleh asupan makanan, pengetahuan dan perilaku gizi, kondisi kesehatan dan fisiologis, faktor sosial ekonomi, lingkungan, usia, serta tingkat aktivitas fisik seseorang.

Indikator penilaian status gizi meliputi indikator antropometri seperti berat dan tinggi badan, indikator biokimia seperti pemeriksaan darah, indikator klinis berupa tanda fisik, serta penilaian konsumsi makanan.

Metode penilaian status gizi dilakukan melalui pengukuran antropometri, pemeriksaan biokimia laboratorium, pemeriksaan klinis oleh tenaga kesehatan, serta evaluasi pola konsumsi makanan.

Status gizi yang tidak optimal dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, penurunan daya tahan tubuh, meningkatnya risiko penyakit, gangguan perkembangan kognitif, serta menurunnya kualitas hidup dan produktivitas.

Implikasi status gizi dalam upaya kesehatan meliputi perencanaan intervensi gizi, pemantauan program kesehatan, serta sebagai dasar pengambilan kebijakan publik untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Status Nutrisi Pasien: Definisi dan Pengukurannya Status Nutrisi Pasien: Definisi dan Pengukurannya Status Gizi Anak Sekolah Dasar Status Gizi Anak Sekolah Dasar Literasi Gizi: Konsep, Peran Edukasi, dan Perilaku Makan Literasi Gizi: Konsep, Peran Edukasi, dan Perilaku Makan Status Gizi Balita Status Gizi Balita Nutritional Status: Pengertian dan Penilaian Nutritional Status: Pengertian dan Penilaian Pengaruh Edukasi Gizi terhadap Asupan Makanan Ibu Hamil Pengaruh Edukasi Gizi terhadap Asupan Makanan Ibu Hamil Nutritional Literacy Nutritional Literacy Status Gizi Balita: Konsep, Determinan, dan Pemantauan Status Gizi Balita: Konsep, Determinan, dan Pemantauan Gizi Buruk: Konsep, Faktor Penyebab, dan Strategi Pencegahan Gizi Buruk: Konsep, Faktor Penyebab, dan Strategi Pencegahan Status Gizi Pasien sebagai Faktor Respons Terapi Status Gizi Pasien sebagai Faktor Respons Terapi Status Gizi Remaja: Konsep, Tantangan Nutrisi, dan Pencegahan Status Gizi Remaja: Konsep, Tantangan Nutrisi, dan Pencegahan Status Gizi Ibu Menyusui Status Gizi Ibu Menyusui Edukasi Gizi Seimbang Edukasi Gizi Seimbang Hubungan Status Gizi Ibu Hamil dengan Ukuran Lingkar Kepala Bayi Hubungan Status Gizi Ibu Hamil dengan Ukuran Lingkar Kepala Bayi Monitoring Gizi Balita di Posyandu Monitoring Gizi Balita di Posyandu Hubungan Status Gizi dengan Efektivitas Pengobatan Hubungan Status Gizi dengan Efektivitas Pengobatan Status Gizi Lansia dan Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Lansia dan Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Remaja Putri Status Gizi Remaja Putri Gizi Buruk: Faktor dan Pencegahan Gizi Buruk: Faktor dan Pencegahan Status Gizi Lansia: Konsep, Perubahan Fisiologis, dan Kebutuhan Status Gizi Lansia: Konsep, Perubahan Fisiologis, dan Kebutuhan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…