
Status Nutrisi Pasien: Indikator dan Metode Penilaian
Pendahuluan
Status nutrisi merupakan salah satu aspek fundamental dalam praktik perawatan kesehatan karena memengaruhi kemampuan tubuh dalam menghadapi penyakit, proses penyembuhan, dan pemulihan pasien. Ketidakseimbangan nutrisi dapat memperburuk kondisi klinis, meningkatkan risiko komplikasi, memperpanjang masa rawat inap, serta menurunkan kualitas hidup pasien secara keseluruhan. Penilaian status nutrisi yang akurat dan komprehensif sangat penting untuk mendiagnosis masalah gizi, merencanakan intervensi yang efektif, dan memantau respons terhadap terapi nutrisi. Pendekatan ini menjadi bagian integral dari asuhan keperawatan holistik yang berfokus pada keseluruhan kebutuhan bio-psiko-sosial pasien. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]
Definisi Status Nutrisi Pasien
Definisi Status Nutrisi Pasien Secara Umum
Status nutrisi pasien secara umum merujuk pada keadaan keseimbangan antara asupan dan kebutuhan zat gizi yang diperlukan tubuh untuk menjalankan fungsi biologis normal, termasuk pertumbuhan, pemeliharaan jaringan, serta penanganan stres dari penyakit atau trauma. Kondisi ini mencerminkan sejauh mana tubuh menerima nutrisi cukup, baik dan seimbang untuk mendukung kesehatan dan fungsi fisiologisnya. Istilah ini sering digunakan dalam konteks klinis untuk menggambarkan kondisi gizi pasien selama masa sakit atau rawat inap. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Definisi Status Nutrisi Pasien dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), nutrisi didefinisikan sebagai proses pemasukan dan pengolahan zat makanan oleh tubuh serta makanan bergizi yang diperlukan untuk kesehatan dan pertumbuhan tubuh. Status nutrisi kemudian mencerminkan hasil dari proses ini dalam hal keseimbangan gizi di dalam tubuh pasien. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]
Definisi Status Nutrisi Pasien Menurut Para Ahli
-
Menurut Raiten & Combs (2015), penilaian status nutrisi merupakan interpretasi hasil dari pengukuran data antropometri, biomarker biokimia, serta informasi klinis dan diet untuk menentukan apakah individu tersebut dalam keadaan gizi baik atau malnutrisi. [Lihat sumber Disini - nutritionalassessment.org]
-
Gibson (2025) menyatakan bahwa status nutrisi dapat diukur melalui indeks dan indikator yang dibandingkan dengan batas acuan yang telah ditetapkan, seperti status berat badan terhadap tinggi badan. [Lihat sumber Disini - med.libretexts.org]
-
Menurut Martin dan kolaborator dalam literatur keperawatan, indikator status nutrisi termasuk perubahan berat badan, asupan makanan, dan tanda-tanda fisik yang terlihat pada pasien. [Lihat sumber Disini - studysmarter.co.uk]
-
Fernandez-Lázaro dkk. (2023) menjelaskan status nutrisi sebagai hasil dari hubungan antara asupan nutrisi yang diterima tubuh dengan tuntutan nutrisi yang diperlukan untuk pemeliharaan fungsi fisiologis. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Konsep dan Pentingnya Status Nutrisi
Status nutrisi mencakup keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dan kemampuan tubuh dalam menggunakan nutrisi tersebut untuk mendukung pertumbuhan, fungsi organ, dan mekanisme pertahanan terhadap penyakit. Ketidakseimbangan dalam status nutrisi, baik berupa kurang gizi maupun gizi lebih, memiliki dampak klinis yang signifikan pada pasien, mulai dari penurunan sistem imun hingga komplikasi metabolik. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Sebagai contoh, pasien kanker sering mengalami malnutrisi akibat anoreksia dan sarkopenia, yang berdampak negatif pada respons terhadap terapi, peningkatan komplikasi, serta penurunan kualitas hidup. Intervensi nutrisi yang terstruktur seperti Medical Nutrition Therapy (MNT) dapat memperbaiki status nutrisi dan hasil klinis pasien. [Lihat sumber Disini - forikes-ejournal.com]
Status nutrisi juga memainkan peran penting dalam proses penyembuhan luka, pemulihan setelah operasi, serta modulasi respons imun terhadap infeksi. Ketika asupan nutrisi tidak memadai atau tidak seimbang, tubuh tidak dapat memproduksi energi dan komponen struktural yang dibutuhkan untuk regenerasi jaringan, yang mengakibatkan penurunan fungsi dan hasil klinis yang buruk. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
Faktor yang Mempengaruhi Status Nutrisi Pasien
Beberapa faktor internal dan eksternal memengaruhi status nutrisi pasien, di antaranya:
-
Asupan Makanan dan Pola Diet
Kuantitas dan kualitas makanan yang dikonsumsi secara langsung memengaruhi keseimbangan zat gizi dalam tubuh. Pola makan yang tidak teratur atau kurang beragam dapat menyebabkan defisiensi berbagai zat gizi penting seperti protein, vitamin, dan mineral. [Lihat sumber Disini - studysmarter.co.uk]
-
Kondisi Penyakit dan Metabolisme
Penyakit akut maupun kronis dapat meningkatkan kebutuhan energi dan protein tubuh akibat stres metabolik, bahkan sekaligus mengurangi asupan makanan karena kehilangan nafsu makan, mual, atau perubahan dalam metabolisme. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]
-
Usia dan Fungsi Fisiologis
Usia lanjut sering dikaitkan dengan perubahan fisiologis yang menurunkan kemampuan tubuh dalam menyerap dan menggunakan nutrisi, sehingga pasien geriatrik berisiko lebih tinggi mengalami malnutrisi. [Lihat sumber Disini - scielo.br]
-
Status Sosial Ekonomi
Faktor sosial ekonomi seperti pendidikan, pendapatan keluarga, dan akses terhadap makanan bergizi memainkan peran penting dalam menentukan pola makan dan status nutrisi pasien. [Lihat sumber Disini - studysmarter.co.uk]
-
Faktor Psikologis
Depresi atau gangguan mental lainnya dapat menyebabkan perubahan pola makan yang memengaruhi status nutrisi pasien, baik berupa kurang makan maupun pola makan yang tidak sehat. [Lihat sumber Disini - studysmarter.co.uk]
Indikator Status Nutrisi Pasien
Status nutrisi pasien dinilai melalui berbagai indikator yang saling melengkapi, karena tidak ada satu indikator tunggal yang dapat menggambarkan keseluruhan kondisi gizi dengan akurat. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]
-
Indeks Massa Tubuh (IMT/BMI)
IMT merupakan salah satu indikator antropometri yang paling umum digunakan untuk menilai apakah pasien berada pada status gizi kurang, normal, atau berlebih sesuai dengan perbandingan berat badan terhadap tinggi badan. [Lihat sumber Disini - med.libretexts.org]
-
Perubahan Berat Badan
Perubahan berat badan dalam periode tertentu dapat menjadi indikator utama penurunan atau peningkatan status nutrisi, terutama jika perubahan tersebut terjadi secara drastis dalam waktu singkat. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
-
Asupan Diet dan Pola Makan
Evaluasi asupan makanan harian melalui recall 24 jam, food frequency questionnaire, atau food diary membantu menentukan kecukupan nutrisi yang diterima pasien. [Lihat sumber Disini - slideshare.net]
-
Indikator Klinis
Tanda fisik seperti kondisi kulit, rambut, serta kelemahan otot dapat mencerminkan status nutrisi pasien ketika diperiksa secara klinis. [Lihat sumber Disini - openstax.org]
-
Biomarker Biokimia
Pengukuran parameter laboratorium seperti kadar albumin, prealbumin, atau indeks seperti Geriatric Nutrition Risk Index (GNRI) dapat membantu menilai status nutrisi secara objektif di samping parameter klinis dan antropometri. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
Metode Penilaian Status Nutrisi
Penilaian status nutrisi pasien dilakukan melalui pendekatan multidimensional yang meliputi beberapa metode berikut:
-
Metode Antropometri
Metode ini melibatkan pengukuran fisik pasien seperti berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, serta perhitungan IMT yang memberikan gambaran kuantitatif tentang komposisi tubuh dan keberadaan obesitas atau malnutrisi. [Lihat sumber Disini - slideshare.net]
-
Penilaian Biokimia/Laboratorium
Metode ini mencakup pemeriksaan darah atau urine untuk menilai parameter nutrisi seperti protein serum, kadar vitamin dan mineral, serta biomarker lainnya yang menunjukkan status metabolik dan keseimbangan nutrisi. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
-
Evaluasi Klinis
Evaluasi klinis dilakukan melalui pemeriksaan fisik yang sistematis untuk mengidentifikasi tanda-tanda defisiensi nutrisi atau masalah kesehatan lainnya yang berkaitan dengan status gizi. [Lihat sumber Disini - openstax.org]
-
Penilaian Diet
Metode ini melibatkan pengumpulan informasi mengenai asupan makanan melalui wawancara atau catatan makan untuk mengetahui pola asupan makanan pasien, yang selanjutnya dibandingkan dengan kebutuhan nutrisi harian yang dianjurkan. [Lihat sumber Disini - slideshare.net]
-
Alat Skrining Nutrisi
Instrumen seperti Mini Nutrition Assessment-Short Form (MNA-SF) digunakan terutama pada populasi lanjut usia untuk menilai risiko malnutrisi secara cepat sebelum dilakukan penilaian menyeluruh. [Lihat sumber Disini - e-journal.unair.ac.id]
Dampak Gangguan Nutrisi terhadap Kesehatan
Gangguan nutrisi, baik berupa kekurangan maupun kelebihan gizi, memiliki konsekuensi serius terhadap kesehatan pasien. Malnutrisi dapat meningkatkan risiko infeksi, memperlambat penyembuhan luka, dan menyebabkan penurunan massa otot serta fungsi kekebalan tubuh. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]
Pada pasien kanker, malnutrisi terkait dengan penurunan respons terhadap terapi, meningkatnya komplikasi, serta kualitas hidup yang lebih buruk, sehingga intervensi nutrisi terstruktur menjadi bagian penting dari manajemen klinis. [Lihat sumber Disini - forikes-ejournal.com]
Sebaliknya, status gizi berlebih seperti obesitas juga dikaitkan dengan risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, serta gangguan metabolik lainnya yang memperburuk prognosis klinis pasien. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
Peran Perawat dalam Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi
Perawat memainkan peran kunci dalam penilaian dan pemenuhan kebutuhan nutrisi pasien melalui beberapa kegiatan utama:
-
Melakukan Skrining dan Penilaian Nutrisi
Perawat bertanggung jawab melakukan skrining nutrisi awal saat pasien masuk layanan kesehatan untuk mengidentifikasi risiko malnutrisi dan menentukan kebutuhan evaluasi lebih lanjut. [Lihat sumber Disini - eatrightpro.org]
-
Mengumpulkan Data Klinis dan Diet
Melalui wawancara, pemeriksaan fisik, serta pengumpulan data asupan makanan, perawat dapat mengevaluasi status nutrisi pasien dan mengidentifikasi faktor risiko yang relevan. [Lihat sumber Disini - openstax.org]
-
Kolaborasi dengan Tim Multidisiplin
Perawat bekerja sama dengan ahli gizi, dokter, dan tenaga kesehatan lainnya untuk merancang rencana perawatan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan individu pasien. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]
-
Edukasi Pasien dan Keluarga
Memberikan edukasi mengenai pola makan sehat, pentingnya asupan nutrisi yang adekuat, serta penjadwalan makan yang tepat merupakan bagian dari peran perawat dalam mendukung pemulihan pasien. [Lihat sumber Disini - studysmarter.co.uk]
-
Pemantauan dan Evaluasi Berkala
Perawat melakukan pemantauan berkala terhadap indikator status nutrisi seperti berat badan dan asupan makanan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi dan menyesuaikan rencana perawatan bila diperlukan. [Lihat sumber Disini - eatrightpro.org]
Kesimpulan
Status nutrisi pasien adalah aspek penting dalam praktik klinis yang mencerminkan keseimbangan antara asupan zat gizi dan kebutuhan metabolik tubuh. Penilaian status nutrisi dilakukan melalui pendekatan multidimensional yang mencakup metode antropometri, evaluasi klinis, biokimia, serta penilaian diet. Faktor seperti asupan makanan, kondisi penyakit, usia, dan sosial ekonomi memengaruhi status nutrisi pasien. Gangguan nutrisi dapat memperburuk hasil klinis, sehingga perawat berperan penting dalam penilaian, pemantauan, serta intervensi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pasien demi mendukung penyembuhan dan kualitas hidup yang optimal.