Terakhir diperbarui: 10 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 10 December).  Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Pemilihan Metode Persalinan. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/hubungan-tingkat-pendidikan-ibu-dengan-pemilihan-metode-persalinan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Pemilihan Metode Persalinan - SumberAjar.com

Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Pemilihan Metode Persalinan

Pendahuluan

Persalinan merupakan momen penting dalam siklus kehidupan manusia, tidak sekadar proses biologis, tapi juga dipengaruhi oleh konteks sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan. Di Indonesia, pilihan metode persalinan, normal/vaginal atau melalui prosedur Caesarean section (CS), dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tingkat pendidikan ibu. Pemahaman ibu terhadap risiko, manfaat, dan prosedur persalinan sangat mungkin dipengaruhi oleh pendidikan formal yang dimilikinya, yang kemudian memengaruhi preferensi serta keputusan persalinan. Artikel ini mengulas bagaimana tingkat pendidikan ibu berperan sebagai faktor penentu dalam pemilihan metode persalinan, serta implikasi dari perbedaan ini terhadap hasil persalinan.


Definisi Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Pemilihan Metode Persalinan

Definisi Hubungan (umum)

Secara umum, “hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan pemilihan metode persalinan” merujuk pada interaksi atau korelasi antara seberapa tinggi pendidikan formal ibu dengan kecenderungan memilih metode persalinan tertentu (normal atau CS), berdasarkan pengetahuan, sikap, akses informasi, serta persepsi risiko.

Definisi dalam KBBI

Meskipun frasa tersebut tidak tersedia secara literal dalam kamus umum seperti Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kita bisa memaknai istilah-istilah dasarnya: “tingkat pendidikan” berarti jenjang pendidikan formal yang telah diselesaikan ibu (misalnya tidak sekolah, pendidikan dasar, menengah, tinggi), sedangkan “pemilihan metode persalinan” berarti keputusan untuk melahirkan secara normal atau lewat operasi. Jadi definisi gabungannya dapat diartikan sebagai korelasi antara jenjang pendidikan ibu dengan pilihan metode persalinan.

Definisi Menurut Para Ahli

Beberapa penelitian di bidang kesehatan ibu dan anak telah membahas peran pendidikan ibu terhadap pilihan persalinan dan perilaku kesehatan. Misalnya:

  • Menurut Diah Yunitawati dkk. (2024), tingkat pendidikan ibu secara signifikan mempengaruhi kemungkinan persalinan melalui CS; ibu dengan pendidikan menengah dan tinggi memiliki peluang lebih besar melakukan CS dibandingkan ibu tanpa pendidikan formal. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  • Studi R Fitria (2025) menekankan bahwa tingkat pendidikan berhubungan dengan pengetahuan dan pilihan persalinan aman di antara ibu hamil di Indonesia. [Lihat sumber Disini - bio-conferences.org]

  • Penelitian di wilayah timur Indonesia menunjukkan bahwa ibu dengan pendidikan rendah lebih cenderung memilih melahirkan di rumah (bukan di fasilitas kesehatan). [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  • Pada penelitian di pedesaan tertentu, ibu dengan pendidikan rendah lebih memilih pertolongan persalinan tradisional (misalnya dukun) dibanding tenaga kesehatan terlatih. [Lihat sumber Disini - journal.lpkd.or.id]

Berdasarkan temuan tersebut, hubungan ini dipahami sebagai proses di mana pendidikan ibu memengaruhi pemahaman, sikap, akses informasi, dan akhirnya keputusan mengenai metode persalinan.


Tingkat Pendidikan sebagai Faktor Penentu Perilaku Kesehatan

Tingkat pendidikan ibu merupakan bagian dari determinan sosial kesehatan, faktor sosial ekonomi dan demografis yang memengaruhi status kesehatan individu maupun populasi. Ibu dengan pendidikan lebih tinggi umumnya memiliki kemampuan literasi yang lebih baik: membaca, memahami informasi kesehatan, sekaligus lebih terbuka terhadap saran medis. Hal ini memungkinkan mereka lebih responsif terhadap informasi kesehatan selama kehamilan, melakukan kunjungan antenatal (ANC), dan mempertimbangkan pilihan persalinan berdasarkan prosedur medis. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

Sebaliknya, ibu dengan pendidikan rendah atau tanpa pendidikan formal mungkin memiliki keterbatasan literasi kesehatan, kesulitan memahami informasi medis, cenderung bergantung pada tradisi atau norma sosial, sehingga perilaku kesehatan seperti persiapan persalinan, kunjungan ANC, dan keputusan persalinan bisa berbeda. [Lihat sumber Disini - journal.lpkd.or.id]


Pengaruh Pendidikan terhadap Pengetahuan Persalinan

Penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan ibu, semakin besar kemungkinan mereka memahami proses kehamilan, tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan, dan manfaat persalinan di fasilitas kesehatan. [Lihat sumber Disini - library.stikesbup.ac.id]

Misalnya, studi baru-baru ini menunjukkan bahwa ibu hamil dengan pendidikan tinggi menunjukkan pengetahuan lebih baik tentang metode persalinan aman dan pilihan fasilitas persalinan dibanding ibu dengan pendidikan rendah. [Lihat sumber Disini - bio-conferences.org]

Pengetahuan yang lebih baik ini memungkinkan ibu membuat keputusan lebih rasional dalam memilih metode persalinan, mempertimbangkan risiko dan manfaat, serta menyadari pentingnya bantuan tenaga kesehatan terlatih.


Sikap Ibu Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan ibu juga berimplikasi pada sikap terhadap kesehatan dan persalinan. Ibu dengan pendidikan tinggi cenderung lebih terbuka terhadap informasi baru, lebih rasional dalam mengevaluasi risiko dan manfaat, dan lebih proaktif dalam mempersiapkan persalinan, termasuk mengikuti ANC, kelas ibu hamil, atau konsultasi dengan tenaga medis. [Lihat sumber Disini - library.stikesbup.ac.id]

Di sisi lain, ibu dengan pendidikan rendah kadang menunjukkan sikap konservatif, mengandalkan tradisi, mitos, atau rekomendasi non-medis (keluarga, dukun, masyarakat), serta kurang percaya terhadap layanan medis. Hal ini memengaruhi preferensi metode persalinan dan keengganan menggunakan fasilitas kesehatan. [Lihat sumber Disini - journal.lpkd.or.id]


Perbedaan Preferensi Metode Persalinan

Beberapa penelitian empiris di Indonesia menunjukkan munculnya perbedaan preferensi metode persalinan berdasarkan tingkat pendidikan:

  • Dalam penelitian oleh Diah Yunitawati dkk. (2024), ditemukan bahwa wanita dengan pendidikan menengah mempunyai peluang 2, 174 kali lebih besar, dan wanita dengan pendidikan tinggi mempunyai peluang 3, 241 kali lebih besar melakukan persalinan dengan CS dibanding wanita tanpa pendidikan formal. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  • Di wilayah timur Indonesia, ibu dengan pendidikan rendah lebih cenderung melahirkan di rumah, menandakan preferensi terhadap persalinan tradisional, ketimbang ibu dengan pendidikan lebih tinggi. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  • Dalam konteks pertolongan tradisional vs medis, studi di pedesaan menunjukkan ibu berpendidikan rendah lebih memilih pertolongan persalinan oleh dukun. [Lihat sumber Disini - journal.lpkd.or.id]

Perbedaan ini menunjukkan bahwa pendidikan ibu dapat memengaruhi pilihan metode persalinan secara nyata.


Peran Tenaga Kesehatan dalam Edukasi Persalinan

Tenaga kesehatan, bidan, dokter, petugas Puskesmas, memiliki peran penting untuk memberikan edukasi, informasi risiko, manfaat, dan pilihan metode persalinan. Edukasi antenatal dan persiapan persalinan dapat membantu ibu, terutama yang berpendidikan rendah, untuk memahami proses persalinan dan alternatif yang aman. [Lihat sumber Disini - repository.stikesmitrakeluarga.ac.id]

Program “kelas ibu hamil”, konseling, dan penyuluhan kesehatan juga terbukti membantu menurunkan kecemasan, meningkatkan pengetahuan, dan mempengaruhi keputusan persalinan. [Lihat sumber Disini - jurnalsandihusada.polsaka.ac.id]

Dengan demikian, peran aktif tenaga kesehatan untuk memberikan informasi secara jelas dan mudah dipahami sangat penting, terutama untuk ibu dengan tingkat pendidikan rendah, agar mereka bisa membuat keputusan persalinan berdasarkan informasi, bukan mitos atau kebiasaan.


Faktor Sosial Ekonomi dan Akses Informasi

Pendidikan tidak berdiri sendiri: seringkali berkorelasi dengan status sosial ekonomi, akses ke fasilitas kesehatan, dan akses informasi. Ibu dengan pendidikan tinggi cenderung memiliki status ekonomi lebih baik, tinggal di area perkotaan, dan memiliki akses lebih mudah ke layanan kesehatan serta informasi melalui media, internet, atau jejaring sosial. Hal ini mempengaruhi kemampuan mereka dalam memilih fasilitas persalinan dan metode persalinan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Sebaliknya, ibu dari keluarga berpendidikan rendah dan ekonomi terbatas mungkin sulit mengakses fasilitas kesehatan, memiliki keterbatasan biaya transportasi, atau informasi kesehatan yang terbatas, sehingga pilihan persalinan bisa dipengaruhi oleh keterbatasan tersebut, bukan preferensi ideal. [Lihat sumber Disini - sjik.org]


Pengaruh Pendidikan terhadap Persepsi Risiko

Pendidikan membantu ibu memahami potensi risiko persalinan, komplikasi, perdarahan, infeksi, kebutuhan intervensi, serta keuntungan persalinan di fasilitas kesehatan. Ibu berpendidikan lebih tinggi biasanya memiliki persepsi risiko yang lebih realistis dan rasional, sehingga lebih terbuka terhadap metode persalinan medis atau CS jika diperlukan. Studi menunjukkan bahwa ibu dengan pendidikan tinggi lebih sering memilih persalinan di fasilitas institusional. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Sebaliknya, ibu dengan pendidikan rendah mungkin memiliki pemahaman risiko yang kurang, atau mempercayai mitos/tradisi, sehingga persepsi risiko bisa rendah atau salah, dan preferensi persalinan bisa dipengaruhi oleh pertimbangan non-medis. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Hubungan Pendidikan dengan Pengambilan Keputusan

Pendidikan bukan hanya soal pengetahuan, tapi juga kapasitas berpikir kritis, literasi kesehatan, dan kekuatan untuk mengambil keputusan secara mandiri. Ibu dengan pendidikan tinggi cenderung lebih mampu mengevaluasi informasi, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, dan membuat keputusan persalinan berdasarkan data, risiko, dan kenyamanan.

Sementara itu, ibu dengan pendidikan rendah mungkin kurang memiliki kemampuan ini, sehingga keputusan sering dipengaruhi oleh opini keluarga, tradisi, atau keterbatasan akses informasi. Faktor sosial (suami, orang tua, komunitas) bisa lebih dominan dalam menentukan metode persalinan. Ini memperlihatkan bagaimana pendidikan memengaruhi otonomi keputusan ibu dalam persalinan.


Dampak Pendidikan terhadap Hasil Persalinan

Pilihan metode persalinan yang tepat, berdasarkan risiko medis dan kesiapan, dapat memengaruhi hasil persalinan: keamanan bagi ibu dan bayi, komplikasi, kelancaran proses persalinan, serta keberhasilan inisiasi menyusui.

Misalnya, jika ibu berpendidikan tinggi memilih CS berdasarkan informasi dan indikasi medis, hal tersebut bisa mengurangi risiko komplikasi, atau sebaliknya, jika memilih persalinan normal di fasilitas kesehatan dengan persiapan dan tenaga medis memadai, bisa memberikan hasil optimal. Studi menunjukkan ibu dengan pendidikan tinggi lebih mungkin memberikan ASI eksklusif dibanding ibu tanpa pendidikan, yang menunjukkan bahwa pendidikan juga memengaruhi praktik pasca-persalinan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Sebaliknya, ibu dengan pendidikan rendah yang melahirkan di rumah atau tanpa tenaga kesehatan bisa menghadapi risiko lebih tinggi untuk komplikasi, kematian ibu atau bayi, terutama jika tidak ada akses fasilitas medis, suatu masalah kesehatan masyarakat yang serius. [Lihat sumber Disini - sjik.org]


Hambatan Ibu Berpendidikan Rendah dalam Akses Informasi

Beberapa hambatan utama bagi ibu berpendidikan rendah dalam memperoleh informasi dan layanan persalinan antara lain:

  • Keterbatasan literasi kesehatan, sulit memahami informasi medis, tanda bahaya kehamilan, atau prosedur persalinan.

  • Akses geografis dan ekonomi: tinggal di daerah terpencil, biaya transportasi, keterbatasan fasilitas kesehatan.

  • Norma sosial dan budaya, kepercayaan terhadap tradisi atau dukun, ketidakpercayaan terhadap tenaga medis.

  • Minimnya edukasi selama kehamilan (kurang kunjungan ANC, tidak ikut kelas ibu hamil), kurangnya penyuluhan kesehatan.

Akibatnya, ibu berpendidikan rendah lebih rentan membuat keputusan persalinan yang suboptimal, tidak berdasarkan bukti, dan lebih beresiko bagi ibu dan bayi. [Lihat sumber Disini - repository.stikesmitrakeluarga.ac.id]


Kesimpulan

Tingkat pendidikan ibu memainkan peranan penting dalam pemilihan metode persalinan, melalui jalur pengetahuan, sikap, akses informasi, persepsi risiko, dan kemampuan membuat keputusan. Ibu dengan pendidikan lebih tinggi cenderung memiliki pengetahuan dan literasi kesehatan yang lebih baik, lebih terbuka terhadap layanan medis, mampu mengevaluasi risiko dan manfaat, sehingga sering memilih persalinan dengan fasilitas medis atau CS jika diperlukan. Sebaliknya, ibu dengan pendidikan rendah menghadapi hambatan literasi, akses, serta dipengaruhi tradisi dan norma sosial, yang berpotensi mengarah ke pilihan persalinan suboptimal dan meningkatkan risiko bagi ibu dan bayi.

Oleh karena itu, penting untuk memperkuat edukasi antenatal dan penyuluhan kesehatan, khususnya bagi ibu dengan pendidikan rendah; memperluas akses layanan kesehatan ibu dan anak; serta meningkatkan literasi kesehatan reproduksi di seluruh lapisan masyarakat agar keputusan persalinan dapat dibuat secara rasional, aman, dan berdasarkan informasi.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Tingkat pendidikan ibu memengaruhi pengetahuan, sikap, persepsi risiko, dan kemampuan mengambil keputusan terkait metode persalinan. Semakin tinggi pendidikan ibu, semakin besar peluang memilih metode persalinan berdasarkan pertimbangan medis dan informasi yang akurat.

Pendidikan meningkatkan literasi kesehatan, sehingga ibu lebih mampu memahami informasi tentang prosedur persalinan, tanda bahaya, dan risiko medis. Hal ini membuat keputusan persalinan lebih rasional dan aman.

Ya, ibu dengan pendidikan rendah sering mengalami hambatan seperti keterbatasan akses informasi, minimnya literasi kesehatan, pengaruh budaya, dan keterbatasan akses layanan kesehatan, sehingga pilihan persalinan bisa kurang optimal.

Tenaga kesehatan berperan memberikan edukasi, konseling, dan informasi yang mudah dipahami agar ibu dapat menentukan metode persalinan berdasarkan kondisi medis, risiko, dan pertimbangan keselamatan.

Ya, pendidikan ibu berpengaruh terhadap hasil persalinan karena memengaruhi persiapan kehamilan, pemilihan fasilitas kesehatan, keputusan intervensi medis, serta pemahaman risiko yang berdampak pada keselamatan ibu dan bayi.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
SPK Pemilihan Supplier Logistik SPK Pemilihan Supplier Logistik Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Guru Berprestasi Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Guru Berprestasi Evaluasi Ketepatan Penggunaan Obat Batuk Evaluasi Ketepatan Penggunaan Obat Batuk Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Obat OTC Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Obat OTC SPK Pemilihan Software Akuntansi SPK Pemilihan Software Akuntansi SPK Penentuan Metode Pembelajaran Efektif SPK Penentuan Metode Pembelajaran Efektif Linearitas Hubungan: Pengertian dan Contoh Linearitas Hubungan: Pengertian dan Contoh SPK Penentuan Tingkat Kelayakan Restoran SPK Penentuan Tingkat Kelayakan Restoran Perbedaan Metode Eksperimen dan Observasi Perbedaan Metode Eksperimen dan Observasi Analisis Klaster (Cluster Analysis): Fungsi dan Penerapan Analisis Klaster (Cluster Analysis): Fungsi dan Penerapan Penggunaan Alat Kontrasepsi Penggunaan Alat Kontrasepsi Hubungan antara Eksperimen dan Metode Ilmiah Hubungan antara Eksperimen dan Metode Ilmiah Sampling: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Sampling: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Efektivitas Konseling Farmasis dalam Pemilihan Suplemen Efektivitas Konseling Farmasis dalam Pemilihan Suplemen Eksperimen: Definisi, Jenis, dan Langkah-langkahnya beserta sumber [PDF] Eksperimen: Definisi, Jenis, dan Langkah-langkahnya beserta sumber [PDF] Metode Campuran: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Metode Campuran: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Sikap Ibu terhadap KB Modern Sikap Ibu terhadap KB Modern Interpretasi Korelasi Pearson dan Spearman Interpretasi Korelasi Pearson dan Spearman Hipotesis: Definisi, Jenis, dan Cara Merumuskannya beserta sumber [pdf] Hipotesis: Definisi, Jenis, dan Cara Merumuskannya beserta sumber [pdf] Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Rawat Jalan Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Rawat Jalan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…