
Metode Saldo Menurun: Konsep dan Percepatan Beban
Pendahuluan
Penyusutan aset tetap merupakan salah satu komponen penting dalam akuntansi keuangan dan perpajakan karena berpengaruh langsung terhadap alokasi biaya, besaran laba yang dilaporkan, serta jumlah pajak yang harus dibayar oleh perusahaan. Penyusutan sendiri adalah proses sistematis untuk mengalokasikan biaya perolehan aset tetap selama masa manfaatnya, sejalan dengan penurunan manfaat ekonomis yang dimiliki aset tersebut. Di antara berbagai metode penyusutan, metode saldo menurun merupakan bentuk accelerated depreciation yang mencatat pengakuan beban penyusutan lebih besar di tahun awal umur aset dan menurun seiring waktu, suatu pendekatan yang mencerminkan realitas bahwa banyak aset mengalami utilitas yang lebih tinggi di awal masa pakainya. Metode ini sering dipilih oleh perusahaan yang ingin mencocokkan beban penyusutan dengan pola pemanfaatan aset di awal masa manfaat, serta meminimalisir kewajiban pajak dalam periode awal penggunaan aset tetap mereka. ([Lihat sumber Disini - zahironline.com])
Definisi Metode Saldo Menurun
Definisi Metode Saldo Menurun Secara Umum
Metode saldo menurun adalah teknik penyusutan di mana biaya penyusutan dihitung berdasarkan nilai buku aset yang bersangkutan pada awal setiap periode penyusutan. Dalam metode ini, persentase penyusutan yang tetap diterapkan terhadap nilai buku yang terus menurun dari tahun ke tahun, sehingga beban penyusutan tahunan otomatis semakin kecil seiring menurunnya nilai buku aset tersebut. Pendekatan ini sering disebut declining balance atau reducing balance depreciation, dan merupakan salah satu cara untuk mengakui depresiasi secara lebih cepat pada tahun awal masa manfaat aset, sesuai dengan pola pemakaian atau penurunan fungsi aset yang cenderung tinggi pada tahun awal penggunaan. ([Lihat sumber Disini - artax.id])
Definisi Metode Saldo Menurun dalam KBBI
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah menurun berarti berkurang atau menjadi lebih rendah. Bila dikombinasikan dalam terminologi penyusutan akuntansi, metode saldo menurun menggambarkan suatu pendekatan alokasi biaya aset yang berkurang setiap periode sejalan dengan menurunnya nilai buku aset tersebut. Walaupun KBBI tidak merinci istilah akuntansinya secara spesifik, istilah saldo menurun selaras dengan konsep berkurangnya nilai buku dari waktu ke waktu sebagai dasar pengakuan penyusutan. (KBBI, diakses melalui laman resmi KBBI online)
Sumber: [Lihat sumber Disini - kbbi.kemdikbud.go.id]
Definisi Metode Saldo Menurun Menurut Para Ahli
-
Kamaruddin & Mahmuda (2021) menjelaskan bahwa metode saldo menurun merupakan salah satu dari dua metode penyusutan yang diakui dalam lingkup fiskal (berdasarkan PSAK dan UU perpajakan), di mana penyusutan dilakukan berdasarkan nilai buku aset dengan beban yang lebih tinggi pada periode awal dan menurun pada periode selanjutnya. ([Lihat sumber Disini - journal.unrika.ac.id])
-
Meylani & Nurjanah (2019) menekankan bahwa metode saldo menurun menghasilkan beban penyusutan yang lebih besar dibandingkan metode garis lurus pada tahun awal penyusutan sehingga dapat membantu perusahaan meminimalisir kewajiban pajak di periode awal. ([Lihat sumber Disini - jurnal.ywnr.org])
-
Literature Study of Fixed Asset Depreciation Calculation (2024) menyatakan bahwa metode saldo menurun adalah salah satu dari beberapa metode yang digunakan untuk menghitung depresiasi dan memiliki dampak signifikan terhadap pencatatan biaya dan laporan laba rugi perusahaan. ([Lihat sumber Disini - penerbitadm.pubmedia.id])
-
Investopedia (Konsep Declining Balance Method) menggambarkan metode ini sebagai teknik depresiasi dipercepat yang memberikan beban penyusutan lebih tinggi pada awal umur aset, yang kemudian menurun seiring berkurangnya nilai buku aset tersebut. ([Lihat sumber Disini - investopedia.com])
Prinsip Percepatan Beban Penyusutan
Percepatan beban penyusutan adalah prinsip di mana jumlah beban penyusutan yang diakui pada periode awal umur aset relatif lebih besar dibandingkan periode berikutnya. Dalam metode saldo menurun, prinsip ini tercermin melalui penghitungan beban penyusutan berdasarkan nilai buku aset yang terus menurun setiap tahun. Dengan cara ini, biaya penyusutan lebih banyak dikaitkan dengan periode awal ketika manfaat ekonomis aset kemungkinan terbesar diperoleh, yang mencerminkan matching principle atau prinsip pencocokan biaya dengan pendapatan dalam akuntansi. ([Lihat sumber Disini - artax.id])
Selain itu, percepatan beban penyusutan juga sering menjadi strategi perpajakan yang sah untuk mengurangi laba kena pajak di tahun awal, sehingga menghasilkan penghematan pajak (tax saving) di periode tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan metode saldo menurun dapat membantu perusahaan meminimalisir pembayaran pajak apabila dibandingkan dengan metode penyusutan lainnya. ([Lihat sumber Disini - jurnal.ywnr.org])
Perhitungan Penyusutan Metode Saldo Menurun
Dalam metode saldo menurun, penghitungan penyusutan umumnya dilakukan dengan mengalikan nilai buku aset pada awal periode dengan tarif penyusutan tertentu yang telah ditetapkan. Besarnya tarif biasanya didasarkan pada persentase tertentu yang ditentukan oleh kebijakan akuntansi perusahaan atau peraturan perpajakan. Pada metode saldo menurun ganda (double declining balance), tarif ini bisa menjadi dua kali lipat dari tarif garis lurus, menghasilkan percepatan beban penyusutan yang lebih ekstrem. ([Lihat sumber Disini - emagia.com])
Contoh sederhana dalam metode saldo menurun adalah:
Nilai penyusutan = Nilai buku awal × Persentase penyusutan
Karena nilai buku menurun setiap periode (berkurang oleh akumulasi penyusutan), maka beban yang diakui setiap tahun juga menurun. Pendekatan ini berbeda dengan metode garis lurus yang memberikan beban penyusutan tetap setiap tahun. ([Lihat sumber Disini - kledo.com])
Perbandingan Metode Saldo Menurun dengan Garis Lurus
Perbedaan utama antara metode saldo menurun dan metode garis lurus terletak pada pola pengakuan beban penyusutan sepanjang umur aset: ([Lihat sumber Disini - artax.id])
-
Pola Pengakuan Beban
-
Metode Saldo Menurun: Mengakui beban penyusutan lebih besar pada awal periode dan semakin menurun seiring waktu. ([Lihat sumber Disini - artax.id])
-
Metode Garis Lurus: Beban penyusutan dicatat sama besar setiap periode sepanjang umur aset. ([Lihat sumber Disini - artax.id])
-
-
Dampak pada Laporan Laba Rugi
-
Metode saldo menurun cenderung menghasilkan beban yang lebih tinggi di awal sehingga laba tercatat lebih rendah pada periode awal dibandingkan metode garis lurus. ([Lihat sumber Disini - penerbitadm.pubmedia.id])
-
Metode garis lurus memberikan distribusi beban yang stabil, sehingga laba setiap periode cenderung lebih konsisten. ([Lihat sumber Disini - artax.id])
-
-
Strategi Perpajakan
-
Metode saldo menurun dapat memberikan keuntungan fiskal di periode awal karena beban penyusutan besar mengurangi laba kena pajak. ([Lihat sumber Disini - pajak.go.id])
-
Metode garis lurus umumnya lebih sederhana dan tidak memberikan percepatan beban seperti metode saldo menurun. ([Lihat sumber Disini - artax.id])
-
Dampak Metode Saldo Menurun terhadap Laba
Pemilihan metode penyusutan akan langsung mempengaruhi laporan laba rugi perusahaan. Karena metode saldo menurun memberikan beban penyusutan yang lebih besar pada awal masa pemakaian aset, laba bersih yang dilaporkan pada periode awal biasanya lebih rendah dibandingkan bila menggunakan metode garis lurus. Studi empiris menunjukkan bahwa pilihan metode ini dapat mempengaruhi laba perusahaan sepanjang umur aset tetap; misalnya, penelitian di berbagai perusahaan menunjukkan laba yang tercatat cenderung lebih rendah bila menggunakan metode penyusutan dipercepat dibandingkan metode lain yang lebih stabil. ([Lihat sumber Disini - e-jurnal.unisda.ac.id])
Selain itu, strategi ini bisa menghasilkan penghematan pajak di tahun awal, yang berkontribusi pada arus kas operasi yang lebih baik di periode tersebut. Namun, di periode berikutnya ketika beban penyusutan menurun, laba bersih yang dilaporkan bisa menjadi lebih tinggi jika dibandingkan dengan metode garis lurus yang lebih merata. ([Lihat sumber Disini - jurnal.ywnr.org])
Kelebihan dan Keterbatasan Metode Saldo Menurun
Kelebihan
-
Percepatan Beban Penyusutan
Metode ini lebih mencerminkan pola pemanfaatan aset yang intensif pada awal masa manfaatnya dengan membebankan biaya lebih tinggi di awal periode. ([Lihat sumber Disini - artax.id]) -
Penghematan Pajak di Tahun Awal
Beban lebih tinggi di awal dapat mengurangi laba kena pajak sehingga berpotensi mengurangi kewajiban pajak dalam jangka pendek. ([Lihat sumber Disini - pajak.go.id]) -
Cocok untuk Aset dengan Utilitas Cepat Menurun
Metode ini bermanfaat untuk aset yang cepat menjadi usang, seperti teknologi, mesin intensif penggunaan, atau kendaraan transportasi. ([Lihat sumber Disini - ppmschool.ac.id])
Keterbatasan
-
Kompleksitas Penghitungan
Dibandingkan metode garis lurus, penghitungan saldo menurun lebih kompleks karena harus memperhatikan nilai buku yang terus berubah. ([Lihat sumber Disini - emagia.com]) -
Laba Tidak Konsisten
Karena beban penyusutan berfluktuasi, laba bersih yang dilaporkan tiap periode juga cenderung tidak stabil. ([Lihat sumber Disini - penerbitadm.pubmedia.id]) -
Kurang Representatif untuk Aset Stabil
Tidak ideal untuk aset yang tidak mengalami penurunan manfaat yang tinggi di awal, misalnya gedung atau bangunan yang pemakaiannya relatif stabil sepanjang umur efektif. ([Lihat sumber Disini - artax.id])
Kesimpulan
Metode saldo menurun adalah teknik akuntansi untuk menghitung penyusutan aset tetap yang menempatkan beban lebih besar di awal masa manfaat aset dan menurun setiap tahunnya. Pendekatan ini didukung oleh prinsip percepatan biaya yang mencerminkan pola pemanfaatan aset yang intens di awal periode dan dapat memberikan manfaat penghematan pajak di tahun awal. Perbandingan dengan metode garis lurus menunjukkan bahwa saldo menurun lebih agresif dalam mengakui biaya dan memengaruhi laba bersih yang tercatat dalam laporan keuangan, sehingga pilihan metode tergantung pada tujuan akuntansi dan strategi perpajakan perusahaan. Masing-masing metode memiliki kelebihan dan keterbatasannya sendiri; oleh karena itu, perusahaan harus mempertimbangkan karakteristik aset dan kebutuhan pelaporan keuangannya saat memilih metode penyusutan. ([Lihat sumber Disini - zahironline.com])