
Interaksi Sosial: Konsep dan Bentuk-Bentuknya
Pendahuluan
Interaksi sosial merupakan fenomena khas yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia sebagai makhluk sosial. Dalam setiap sendi kehidupan masyarakat, manusia senantiasa berhubungan dan berkomunikasi dengan orang lain yang berdampak pada pembentukan norma, nilai, dan struktur sosial yang dinamis. Tanpa adanya interaksi sosial, masyarakat tidak dapat berkembang, memahami peran sosial, atau membentuk ikatan kebersamaan yang kokoh. Interaksi sosial tidak hanya terjadi dalam pertemuan wajah ke wajah, tetapi juga dalam proses komunikasi yang lebih luas, seperti transaksi ekonomi, pendidikan, hingga konteks lintas budaya. Berbagai bentuk interaksi sosial ini mampu membawa perubahan terhadap pola perilaku individu maupun kelompok dalam masyarakat luas karena adanya hubungan timbal balik yang berlangsung secara kontinu. Fenomena inilah yang menjadikan studi tentang interaksi sosial sangat penting dalam memahami dinamika kehidupan sosial modern.
Definisi Interaksi Sosial
Definisi Interaksi Sosial Secara Umum
Interaksi sosial secara sederhana dapat dipahami sebagai hubungan timbal balik antara individu dengan individu atau antara individu dengan kelompok yang berlangsung dalam konteks sosial tertentu. Hubungan ini ditandai oleh adanya komunikasi dan aksi sosial yang saling mempengaruhi satu sama lain, sehingga memicu perubahan sikap atau perilaku di antara pelaku interaksi. Interaksi sosial merupakan bentuk hubungan sosial yang dinamis dan dapat terjadi antara individu-individu maupun antara kelompok dalam masyarakat. [Lihat sumber Disini - brainacademy.id]
Definisi Interaksi Sosial dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), interaksi sosial berarti hubungan timbal balik antara dua individu atau lebih, yang melibatkan aksi dan reaksi sosial yang saling mempengaruhi dalam kehidupan bermasyarakat. Definisi ini menekankan aspek relasional di mana perilaku satu pihak memiliki dampak terhadap perilaku pihak lain, dan sebaliknya, sehingga membentuk suatu pola hubungan sosial yang kompleks. (Definisi KBBI, diakses online melalui web resmi KBBI).
Definisi Interaksi Sosial Menurut Para Ahli
Soerjono Soekanto menyatakan bahwa interaksi sosial merupakan suatu hubungan timbal balik yang dinamis antara dua manusia atau lebih, di mana perilaku individu yang satu mempengaruhi perilaku individu lain atau sebaliknya. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]
W.A. Gerungan mengartikan interaksi sosial sebagai hubungan antara dua manusia atau lebih yang melibatkan pengaruh dan perubahan sikap atau tindakan satu pihak atas pihak lain. [Lihat sumber Disini - repository.uin-suska.ac.id]
Kartini Kartono menyebut bahwa interaksi sosial merupakan proses dinamis yang melibatkan hubungan antarindividu atau antar kelompok, yang memungkinkan mereka saling mempengaruhi dan saling belajar satu sama lain. [Lihat sumber Disini - jurnal-stiepari.ac.id]
Para peneliti pendidikan sosiologi umumnya mendefinisikan interaksi sosial sebagai proses hubungan yang mampu menghasilkan perubahan sosial akibat adanya komunikasi dan kontak sosial yang terus menerus. [Lihat sumber Disini - jurnal-stiepari.ac.id]
Syarat Terjadinya Interaksi Sosial
Agar interaksi sosial dapat terjadi, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Pertama, kontak sosial harus terjadi, yaitu adanya hubungan langsung atau tidak langsung antara pelaku interaksi. Kontak sosial dapat berupa komunikasi tatap muka, telepon, ataupun media lain yang memungkinkan pesan sosial disampaikan. Kedua, harus ada komunikasi sosial, yakni proses penyampaian pesan, ide, atau simbol yang dipahami oleh semua pihak sehingga timbal balik dapat berlangsung. Tanpa dua syarat ini, hubungan sosial tidak dapat berkembang menjadi interaksi yang nyata dan saling membentuk. [Lihat sumber Disini - proceeding.dharmawangsa.ac.id]
Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial
Interaksi sosial dapat berlangsung dalam berbagai bentuk, yang masing-masing mempunyai karakteristik khas yang mempengaruhi dinamika masyarakat.
Asosiatif
Bentuk interaksi sosial ini mengarah pada kerjasama, akomodasi, serta usaha untuk mencapai tujuan bersama. Asosiatif mencerminkan perilaku sosial yang harmonis dan kooperatif, seperti kerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan tugas tertentu. [Lihat sumber Disini - ejournal.unibabwi.ac.id]
Disosiatif
Kebalikan dari asosiatif, bentuk ini muncul ketika individu atau kelompok mengalami konflik, persaingan, atau pertentangan. Disosiatif menunjukkan hubungan yang kurang harmonis atau bahkan antagonistik, yang dapat menyebabkan tekanan sosial ataupun pertentangan dalam masyarakat. [Lihat sumber Disini - ejournal.unibabwi.ac.id]
Kerja Sama
Bentuk ini mencerminkan perilaku kolektif untuk mencapai tujuan yang sama melalui tindakan bersama, seperti kolaborasi dalam kegiatan ekonomi atau kegiatan sosial masyarakat. [Lihat sumber Disini - journal.ipm2kpe.or.id]
Akomodasi
Upaya untuk meredakan konflik atau menyesuaikan perbedaan pandangan demi menjaga stabilitas sosial. Akomodasi sering muncul ketika ada perbedaan yang perlu ditengahi untuk menciptakan suasana damai. [Lihat sumber Disini - ejournal.unibabwi.ac.id]
Asimilasi
Proses di mana kelompok sosial yang berbeda latar budaya atau norma sosial berinteraksi secara intens sehingga nilai atau kebiasaan tertentu menjadi lebih homogen. [Lihat sumber Disini - journal.unnes.ac.id]
Pertentangan dan Konflik Sosial
Bentuk ini merupakan dinamika hubungan sosial di mana ada perbedaan pendapat yang tajam antara individu atau kelompok sosial yang dapat berujung pada konflik. [Lihat sumber Disini - ejournal.unibabwi.ac.id]
Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial
Beberapa faktor yang mendorong atau mempengaruhi terjadinya interaksi sosial antara individu atau kelompok adalah sebagai berikut:
Imitasi, dorongan untuk meniru perilaku orang lain karena dianggap positif atau efektif. [Lihat sumber Disini - fisip.umsu.ac.id]
Sugesti, pengaruh satu pihak terhadap pihak lain yang membuat pihak lain menerima pandangan atau sikap tertentu. [Lihat sumber Disini - fisip.umsu.ac.id]
Identifikasi, kecenderungan individu untuk menyerupai orang lain yang dianggap sebagai role model. [Lihat sumber Disini - fisip.umsu.ac.id]
Simpati dan Empati, rasa tertarik dan peduli terhadap kondisi atau perasaan pihak lain yang dapat memperkuat ikatan sosial. [Lihat sumber Disini - fisip.umsu.ac.id]
Motivasi, dorongan dari dalam diri individu untuk mencari hubungan sosial sesuai kebutuhan atau tujuan tertentu. [Lihat sumber Disini - fisip.umsu.ac.id]
Faktor-faktor ini dapat berinteraksi dan saling memperkuat dalam konteks kehidupan sosial yang kompleks sehingga mempengaruhi cara individu berhubungan dan saling memahami satu sama lain. [Lihat sumber Disini - fisip.umsu.ac.id]
Interaksi Sosial dalam Kehidupan Masyarakat
Dalam kehidupan masyarakat, interaksi sosial menjadi mediator utama bagi pembentukan struktur sosial, norma, dan nilai. Melalui interaksi sosial, individu belajar tentang peran sosialnya, berbagi nilai budaya, serta memperluas jaringan sosial yang menjamin kelangsungan kehidupan bersama. Interaksi sosial hadir dalam berbagai konteks, mulai dari hubungan antar keluarga, kehidupan pendidikan, dunia kerja, hingga kehidupan publik seperti dalam proses demokrasi dan dialog antar budaya. Partisipasi dalam organisasi sosial, rembug warga, dan pertukaran ekonomi adalah contoh nyata bagaimana interaksi sosial menjadi mekanisme dasar dalam pembentukan masyarakat yang adaptif terhadap perubahan. [Lihat sumber Disini - brainacademy.id]
Dampak Interaksi Sosial terhadap Perilaku Individu
Interaksi sosial memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan perilaku dan sikap individu. Dampak positif dari interaksi sosial termasuk peningkatan keterampilan komunikasi, memperkaya pengetahuan budaya, memperluas jaringan sosial, serta memupuk rasa saling percaya dan toleransi antar kelompok sosial. Sebaliknya, interaksi sosial juga dapat membawa dampak negatif seperti konflik, prasangka, atau tekanan sosial yang dapat mempengaruhi stabilitas psikologis individu jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian menunjukkan bahwa intensitas interaksi sosial memiliki hubungan signifikan dengan terbentuknya aspek kepribadian dan konsep diri individu, seperti yang terlihat dalam perkembangan remaja yang mampu membentuk konsep diri yang kuat melalui hubungan sosial yang bermakna. [Lihat sumber Disini - ejournal.ummuba.ac.id]
Kesimpulan
Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang dinamis antara individu atau kelompok dalam masyarakat yang mencakup kontak sosial dan komunikasi. Interaksi sosial memiliki berbagai bentuk, baik yang bersifat asosiatif seperti kerjasama, akomodasi, dan asimilasi, maupun disosiatif seperti konflik dan pertentangan. Faktor-faktor seperti imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, empati, dan motivasi memainkan peran penting dalam mendorong terjadinya interaksi sosial. Dampak dari interaksi sosial bisa positif maupun negatif terhadap perilaku individu dan struktur sosial secara keseluruhan. Interaksi sosial tidak hanya membentuk hubungan antarindividu tetapi juga menjadi fondasi utama pembentukan nilai, norma, dan struktur masyarakat yang dinamis dalam kehidupan sosial.