Terakhir diperbarui: 08 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 8 January). Stratifikasi Sosial: Konsep dan Bentuk Pelapisan Sosial. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/stratifikasi-sosial-konsep-dan-bentuk-pelapisan-sosial 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Stratifikasi Sosial: Konsep dan Bentuk Pelapisan Sosial - SumberAjar.com

Stratifikasi Sosial: Konsep dan Bentuk Pelapisan Sosial

Pendahuluan

Stratifikasi sosial merupakan salah satu fenomena fundamental dalam kehidupan masyarakat yang mencerminkan bagaimana individu dan kelompok masyarakat diposisikan dalam suatu tatanan sosial yang berlapis-lapis. Fenomena ini tidak hanya menunjukkan perbedaan dalam hal kekayaan dan kekuasaan, tetapi juga mencerminkan bagaimana akses terhadap kesempatan, hak, dan sumber daya didistribusikan secara tidak merata di antara anggota masyarakat. Dalam setiap masyarakat, baik tradisional maupun modern, stratifikasi sosial muncul sebagai realitas sosial yang tidak dapat dihindari, karena setiap individu menempati posisi tertentu dalam hierarki sosial berdasarkan nilai yang dihargai dalam masyarakat tersebut. Karena itulah, memahami stratifikasi sosial menjadi penting untuk menganalisis dinamika sosial dan ketidaksetaraan yang muncul dalam kehidupan bersama. [Lihat sumber Disini - pressbooks.pub]


Definisi Stratifikasi Sosial

Definisi Stratifikasi Sosial Secara Umum

Stratifikasi sosial secara umum merujuk pada fenomena pembagian atau pengelompokan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang berbeda dan bertingkat, di mana setiap lapisan memiliki akses yang berbeda terhadap sumber daya sosial, seperti kekayaan, kekuasaan, pendidikan, dan prestise. Dengan kata lain, stratifikasi sosial menunjukkan struktur sosial yang terdiri atas kelompok-kelompok yang diposisikan secara hierarki berdasarkan kriteria yang dianggap penting dalam masyarakat tersebut. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]

Definisi Stratifikasi Sosial dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, stratifikasi sosial adalah proses atau keadaan perbedaan kedudukan sosial dalam masyarakat yang berbentuk lapisan atau tingkatan. Istilah ini berasal dari kata “stratum” yang berarti lapisan, dan “sosial” yang merujuk pada masyarakat, sehingga secara harfiah berarti lapisan sosial dalam kehidupan masyarakat. (Definisi KBBI diperoleh berdasarkan penelusuran umum terhadap istilah; khusus KBBI online dapat diakses untuk verifikasi istilah tersebut).

Definisi Stratifikasi Sosial Menurut Para Ahli

  1. Menurut Soejono Soekanto, stratifikasi sosial adalah lapisan-lapisan dalam masyarakat yang harus ada dalam setiap masyarakat, karena selama sebuah masyarakat memiliki sesuatu yang dihargai, stratifikasi sosial akan otomatis muncul berdasarkan nilai tersebut. [Lihat sumber Disini - jurnal.peneliti.net]

  2. Maunah menjelaskan bahwa stratifikasi sosial adalah sistem pembedaan individu atau kelompok dalam masyarakat yang menempatkan mereka dalam kelas-kelas sosial berbeda secara hierarki dan memberikan hak serta kewajiban yang berbeda pula antar lapisan. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

  3. Dalam perspektif sosiologi klasik, stratifikasi sosial dipahami sebagai struktur sosial yang membentuk hierarki status di mana anggota masyarakat dinilai berdasarkan tingkatan tertentu seperti kekayaan, pendidikan, atau kekuasaan. [Lihat sumber Disini - openstax.org]

  4. Beberapa sosiolog modern melihat stratifikasi sosial sebagai cara masyarakat menilai dan mendistribusikan hak, peluang, dan penghargaan kepada individu atau kelompok berdasarkan nilai-nilai yang berbeda seperti kekuasaan, prestise, dan sumber daya ekonomi. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]


Dasar-Dasar Stratifikasi Sosial

Stratifikasi sosial muncul bukan tanpa alasan. Ada sejumlah prinsip dan dasar yang membuat fenomena ini menjadi bagian yang inheren dalam struktur sosial:

  1. Perbedaan Nilai dalam Masyarakat

    Dalam setiap masyarakat, terdapat nilai-nilai yang dianggap penting atau berharga, seperti kekayaan, pendidikan, status pekerjaan, atau kekuasaan. Perbedaan dalam pencapaian nilai-nilai ini menjadi dasar seseorang atau kelompok menempati posisi sosial tertentu. [Lihat sumber Disini - jurnal.peneliti.net]

  2. Hierarki Sosial

    Stratifikasi sosial menempatkan individu dan kelompok dalam hierarki yang mencerminkan kedudukan mereka di dalam suatu struktur sosial. Hierarki ini bisa bersifat formal (seperti struktur kasta) maupun informal (seperti dalam masyarakat modern berdasarkan ekonomi atau pendidikan). [Lihat sumber Disini - openstax.org]

  3. Perbedaan Akses terhadap Sumber Daya

    Seseorang berada pada lapisan sosial tertentu karena aksesnya terhadap sumber daya, seperti penghasilan, tingkat pendidikan, koneksi sosial, atau peluang kerja, berbeda dengan individu lain. Ini juga membentuk celah dalam kesempatan hidup individu. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]

  4. Asimilasi Nilai Sosial Budaya

    Adanya budaya atau sistem nilai tertentu di dalam masyarakat yang merekomendasikan atau menilai perilaku sosial tertentu juga dapat memperkuat stratifikasi sosial, misalnya budaya patriarki yang mengorganisasi peran gender dalam masyarakat. [Lihat sumber Disini - humanisa.my.id]


Bentuk-Bentuk Stratifikasi Sosial

Stratifikasi sosial tidak hanya satu bentuk. Bentuknya sangat bervariasi tergantung masyarakatnya:

  1. Stratifikasi Kelas Sosial

    Ini adalah bentuk stratifikasi yang paling umum dalam masyarakat modern, di mana masyarakat dibagi menjadi kelas atas, kelas menengah, dan kelas bawah berdasarkan variabel seperti pendapatan, pendidikan, dan status pekerjaan. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]

  2. Stratifikasi Berdasarkan Pendidikan dan Pekerjaan

    Ketika pendidikan dan pekerjaan menjadi basis penilaian status sosial, individu dengan tingkat pendidikan dan profesi yang lebih tinggi biasanya diposisikan dalam strata sosial yang lebih tinggi, sedangkan mereka dengan pendidikan rendah ditempatkan di lapisan yang lebih rendah. [Lihat sumber Disini - jurnal.itbsemarang.ac.id]

  3. Stratifikasi Keturunan (Sebagai Sistem Tertutup)

    Di beberapa masyarakat tradisional, stratifikasi bersifat lebih kaku (termasuk dalam sistem kasta) di mana posisi sosial seseorang ditentukan saat lahir dan sangat sulit untuk berubah. [Lihat sumber Disini - openstax.org]

  4. Stratifikasi Berdasarkan Kekuasaan dan Kekayaan

    Dalam banyak masyarakat, individu yang memiliki kekuasaan politik, ekonomi, atau sosial yang besar menduduki strata atas, sementara mereka yang tidak memiliki akses terhadap kekuasaan atau kekayaan menempati lapisan sosial bawah. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]

  5. Stratifikasi Multidimensi (Weberian)

    Max Weber mengemukakan bahwa stratifikasi sosial tidak hanya dipengaruhi oleh kekayaan, tetapi juga oleh status/prestise dan kekuasaan, sehingga tidak hanya satu dimensi saja yang menentukan kedudukan sosial. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Faktor Penyebab Stratifikasi Sosial

Beberapa faktor utama yang menjadi penyebab muncul dan berlanjutnya stratifikasi sosial adalah:

  1. Faktor Ekonomi dan Kekayaan

    Tingkat kekayaan individu menjadi salah satu faktor dominan dalam menentukan posisi sosial seseorang. Ketimpangan dalam penguasaan sumber daya ekonomi menciptakan stratifikasi sosial yang nyata. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]

  2. Tingkat Pendidikan dan Keterampilan

    Pendidikan memberikan peluang bagi individu untuk mendapatkan pekerjaan dengan status sosial yang lebih tinggi. Kekurangan akses pendidikan dapat memperkuat stratifikasi sosial. [Lihat sumber Disini - ejurnal.kampusakademik.co.id]

  3. Pengaruh Budaya dan Nilai Sosial

    Budaya yang menghargai atribut tertentu, seperti keturunan, agama, atau gender, dapat memperkuat stratifikasi sosial. Di beberapa komunitas, nilai budaya dan adat menjadi dasar stratifikasi. [Lihat sumber Disini - journal.upy.ac.id]

  4. Faktor Politik dan Kekuasaan

    Kepemilikan kekuasaan politik dapat mempengaruhi distribusi hak, kewajiban, kesempatan, dan sumber daya sosial. Individu yang memiliki pengaruh politik besar seringkali menduduki strata atas. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]

  5. Sistem Sosial dan Kebijakan Negara

    Kebijakan pemerintahan, seperti sistem pendidikan, kesempatan ekonomi, dan jaminan sosial, juga dapat memperkuat atau mengurangi stratifikasi sosial. [Lihat sumber Disini - jurnal.permapendis-sumut.org]


Dampak Stratifikasi Sosial terhadap Kehidupan Sosial

Stratifikasi sosial memiliki dampak yang luas pada berbagai aspek kehidupan sosial, baik secara positif maupun negatif:

  1. Ketimpangan Akses terhadap Sumber Daya

    Stratifikasi sosial dapat menyebabkan kesenjangan signifikan dalam akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan peluang ekonomi, yang pada gilirannya memperkuat siklus ketidaksetaraan. [Lihat sumber Disini - ejurnal.kampusakademik.co.id]

  2. Mobilitas Sosial

    Dalam sistem stratifikasi yang lebih terbuka, ada kesempatan mobilitas sosial (perpindahan status sosial ke atas atau ke bawah). Namun dalam sistem tertutup, mobilitas sosial sangat terbatas, sehingga memperkokoh ketidaksetaraan. [Lihat sumber Disini - openstax.org]

  3. Kesenjangan Kehidupan

    Posisi sosial yang berbeda mempengaruhi kualitas hidup individu, termasuk akses terhadap pendidikan berkualitas, layanan kesehatan, dan peluang kerja. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]

  4. Dinamika Interaksi Sosial

    Stratifikasi sosial dapat memperkuat stereotip dan prasangka antar kelompok sosial, menghambat solidaritas sosial, bahkan menciptakan konflik sosial jika ketimpangan terlalu tajam. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

  5. Perbedaan dalam Pengambilan Keputusan

    Individu atau kelompok dalam strata atas cenderung memiliki peluang lebih besar untuk mempengaruhi kebijakan dan pengambilan keputusan di masyarakat, sementara kelompok bawah seringkali terpinggirkan. [Lihat sumber Disini - journal.yazri.com]


Stratifikasi Sosial dalam Masyarakat Modern

Dalam konteks masyarakat modern, stratifikasi sosial terus berkembang dan mengambil bentuk yang kompleks. Faktor ekonomi modern seperti pendapatan, kekayaan, serta tingkatan pendidikan menjadi indikator utama dalam menentukan posisi sosial seseorang. Di era modern, stratifikasi sosial seringkali terkait dengan ketimpangan akses terhadap peluang pendidikan berkualitas, pekerjaan bergaji tinggi, dan layanan kesehatan yang memadai, sehingga memperburuk kesenjangan antara kelompok sosial. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]

Selain itu, faktor budaya, globalisasi, dan teknologi juga berperan dalam membentuk stratifikasi sosial kontemporer, karena kemampuan individu dalam mengakses sumber daya teknologi dan informasi dapat mempengaruhi status sosial mereka dalam masyarakat modern. [Lihat sumber Disini - journal.yazri.com]


Kesimpulan

Stratifikasi sosial adalah struktur pembagian masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang menghasilkan perbedaan dalam akses terhadap sumber daya, hak, dan kesempatan hidup. Fenomena ini memiliki dasar yang kuat dalam perbedaan nilai sosial budaya serta akses terhadap pendidikan, ekonomi, dan kekuasaan. Stratifikasi sosial tidak hanya dibentuk oleh faktor ekonomi semata, tetapi juga oleh pendidikan, budaya, politik, dan kebijakan negara, menciptakan dampak yang luas terhadap kehidupan sosial, termasuk mobilitas sosial, kesenjangan hak, dan interaksi sosial. Dalam masyarakat modern, stratifikasi sosial semakin kompleks, dipengaruhi oleh berbagai faktor kontemporer seperti globalisasi dan teknologi, yang terus memperkaya dinamika struktur sosial dalam kehidupan bersama.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Stratifikasi sosial adalah pembagian masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang bertingkat berdasarkan perbedaan nilai yang dihargai, seperti kekayaan, kekuasaan, pendidikan, dan prestise, sehingga setiap lapisan memiliki kedudukan dan akses yang berbeda terhadap sumber daya sosial.

Dasar stratifikasi sosial meliputi perbedaan nilai dalam masyarakat, hierarki sosial, perbedaan akses terhadap sumber daya ekonomi dan pendidikan, serta pengaruh budaya dan sistem sosial yang berkembang dalam suatu masyarakat.

Bentuk stratifikasi sosial antara lain stratifikasi berdasarkan kelas sosial, pendidikan dan pekerjaan, kekuasaan dan kekayaan, keturunan atau sistem kasta, serta stratifikasi multidimensi yang mencakup status, kekuasaan, dan ekonomi.

Faktor penyebab stratifikasi sosial meliputi ketimpangan ekonomi, perbedaan tingkat pendidikan dan keterampilan, pengaruh budaya dan nilai sosial, kekuasaan politik, serta kebijakan dan sistem sosial yang berlaku dalam masyarakat.

Stratifikasi sosial berdampak pada munculnya ketimpangan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, mempengaruhi mobilitas sosial, membentuk pola interaksi sosial, serta dapat memicu konflik sosial apabila kesenjangan antar lapisan terlalu besar.

Dalam masyarakat modern, stratifikasi sosial cenderung bersifat terbuka dan dinamis, ditentukan oleh faktor pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan penguasaan teknologi, meskipun ketimpangan sosial tetap dapat terjadi akibat perbedaan akses terhadap sumber daya.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Mobilitas Sosial: Konsep dan Jenis Pergerakan Sosial Diferensiasi Sosial: Konsep dan Bentuknya Teknik Sampling Acak Berstrata: Fungsi dan Langkah Struktur Sosial: Konsep dan Karakteristik Teori Relativitas Sosial dalam Kajian Ilmiah Regresi Logistik: Pengertian dan Aplikasinya Teknik Sampling Random: Langkah dan Penerapan Kekuasaan Sosial: Konsep dan Sumber Legitimasi Ketimpangan Sosial: Konsep, Penyebab, dan Dampaknya Konflik Sosial: Konsep, Faktor, dan Penanganannya Teori Sosial: Definisi, Fungsi, dan Contoh Perubahan Budaya: Konsep dan Faktor Pendorong Modernisasi: Konsep, Proses, dan Implikasi Sosial Stigma Penyakit Konsumerisme Modern: Konsep dan Kritik Sosial Konsep Realitas Sosial: Definisi dan Analisis Kepedulian Sosial: Konsep, Faktor, dan Ekspresi Sosial Hubungan Status Sosial Ekonomi dengan Perilaku Makan Dominasi Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Bias dalam Penelitian Kesehatan: Konsep, Sumber Bias, dan Pengendalian
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna