
Kepatuhan Ibu Hamil Mengikuti Kelas Parenting
Pendahuluan
Kehamilan adalah periode penting dalam kehidupan seorang perempuan, tidak hanya dari sisi biologis dan kesehatan, tetapi juga dari sisi persiapan psikologis, pengetahuan, dan kesiapan menjadi orang tua. Untuk mendukung kehamilan yang sehat dan persalinan yang aman, berbagai program edukasi pralahir (antenatal) telah dikembangkan, termasuk kelas parenting atau kelas ibu hamil (prenatal class / pregnancy class). Namun demikian, tingkat kepatuhan ibu hamil dalam mengikuti kelas tersebut beragam, dan tidak semua ibu mendapatkan manfaat optimal dari program ini. Maka dari itu penting untuk mengevaluasi faktor-faktor yang mendorong maupun menghambat kepatuhan, serta dampak dari kepatuhan terhadap pengetahuan, kesiapan persalinan, dan perawatan bayi baru lahir. Artikel ini membahas konsep, faktor, peran tenaga kesehatan dan keluarga, metode pembelajaran yang efektif, serta pengaruh kepatuhan terhadap hasil maternal dan neonatal.
Definisi Kepatuhan Ibu Hamil Mengikuti Kelas Parenting
Definisi Umum
Kepatuhan (adherence/compliance) dalam konteks ini merujuk pada sejauh mana ibu hamil berpartisipasi dalam kelas parenting atau prenatal class sesuai anjuran, yaitu hadir dalam sesi-sesi edukasi, aktif mengikuti materi, dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam praktik kehamilan, persalinan, dan perawatan neonatal.
Definisi dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “kepatuhan” berarti sikap atau perilaku mematuhi, yaitu taat atau patuh terhadap suatu aturan, anjuran, atau kewajiban. Dalam hal ini, ibu hamil ‘mematuhi’ anjuran untuk mengikuti kelas parenting/prenatal.
Definisi Menurut Para Ahli
Beberapa definisi dari literatur/penelitian:
-
Menurut Winarni dkk. (2025), kelas ibu hamil yang diberikan secara terstruktur, baik psikopedagogis maupun edukatif, memberikan intervensi yang meningkatkan kesejahteraan psikologis ibu hamil serta motivasi untuk menjaga perilaku kesehatan selama kehamilan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
-
Menurut Hooper et al. (2025), pendidikan antenatal (antenatal education) dirancang untuk mempersiapkan perempuan terhadap kehamilan, persalinan, dan peran parenting, termasuk aspek fisik, emosional, dan persiapan diri. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
-
Menurut penelitian di Puskesmas Padang Matinggi (2025), kepatuhan ibu hamil dalam mengikuti kelas prenatal dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan peran tenaga kesehatan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
-
Menurut penelitian di Puskesmas Mutiara Barat (2023), pengetahuan dan dukungan keluarga signifikan mempengaruhi keaktifan ibu dalam menghadiri kelas ibu hamil. [Lihat sumber Disini - midwifery.iocspublisher.org]
Dengan demikian, dalam konteks akademis dan implementatif di layanan kesehatan, “kepatuhan ibu hamil mengikuti kelas parenting” mencakup aspek kehadiran, keaktifan, serta penerapan pengetahuan dan sikap yang diperoleh dari kelas.
Pentingnya Kelas Parenting bagi Ibu Hamil
Kelas parenting atau prenatal class memiliki sejumlah fungsi penting:
-
Menyediakan edukasi komprehensif tentang perawatan kehamilan (nutrisi, tanda bahaya, antenatal care), persiapan persalinan, serta perawatan bayi baru lahir. Edukasi semacam ini terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan kesiapan ibu. [Lihat sumber Disini - ejournal.medistra.ac.id]
-
Membantu mengurangi kecemasan, ketidakpastian, dan stres pada ibu hamil, terutama bagi primipara. Intervensi psikopedagogis dalam antenatal class dapat memperbaiki kesejahteraan psikologis ibu. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
-
Mendorong penggunaan layanan maternal & neonatal secara lebih optimal, seperti pemeriksaan antenatal rutin, persalinan dengan tenaga kesehatan profesional, dan perawatan neonatal, hal yang dapat menurunkan risiko komplikasi. [Lihat sumber Disini - bmcpublichealth.biomedcentral.com]
-
Mempersiapkan ibu (dan keluarga) secara informasi dan mental, membantu pengambilan keputusan yang tepat saat persalinan dan setelah melahirkan. [Lihat sumber Disini - theicph.com]
Oleh karena itu, kelas parenting bukan sekadar “tambahan”, melainkan bagian penting dari upaya promotif-preventif dalam kesehatan maternal dan neonatal.
Faktor yang Mendorong dan Menghambat Kepatuhan
Faktor yang Mendorong
-
Pengetahuan dan sikap ibu hamil: Ibu yang memiliki pengetahuan baik serta sikap positif terhadap manfaat kelas prenatal cenderung lebih aktif mengikuti kelas. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
-
Dukungan keluarga (terutama suami): Dukungan keluarga, termasuk suami, berpengaruh signifikan terhadap keikutsertaan ibu hamil dalam kelas prenatal. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
-
Peran tenaga kesehatan dan fasilitator: Tenaga kesehatan yang aktif memberikan edukasi, motivasi, dan fasilitasi kelas prenatal meningkatkan partisipasi ibu. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
-
Metode pendidikan yang sesuai: Model edukasi yang fleksibel (misalnya metode hybrid, tatap muka + daring) bisa meningkatkan keterjangkauan dan kepatuhan kelas. [Lihat sumber Disini - jurnal.unismuhpalu.ac.id]
Faktor yang Menghambat
-
Kurangnya pengetahuan atau sikap negatif: Jika ibu belum memahami manfaat atau meremehkan pentingnya kelas, kecenderungan untuk tidak ikut tinggi. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
-
Keterbatasan dukungan keluarga: Tanpa dukungan suami atau keluarga, ibu mungkin kesulitan mengalokasikan waktu atau merasa kurang termotivasi. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
-
Keterbatasan fasilitas atau akses: Fasilitas kesehatan yang jauh, waktu kelas yang tidak fleksibel, atau kurangnya info bisa jadi hambatan. [Lihat sumber Disini - ejournal.poltekharber.ac.id]
-
Keterbatasan tenaga kesehatan/fasilitator: Jika tenaga kesehatan tidak aktif memfasilitasi kelas, atau metode penyampaian kurang menarik, partisipasi bisa rendah. [Lihat sumber Disini - journal.poltekkesaceh.ac.id]
-
Kesibukan atau ketidaknyamanan ibu: Ibu hamil dengan pekerjaan, tanggung jawab keluarga, atau kekhawatiran lain bisa sulit meluangkan waktu ke kelas. [Lihat sumber Disini - ejournal.poltekharber.ac.id]
Peran Tenaga Kesehatan dalam Pelaksanaan Kelas
Tenaga kesehatan, seperti bidan, perawat, dokter, atau fasilitator prenatal, memainkan peran krusial:
-
Memberikan edukasi secara sistematis dan komprehensif: dari ANC, nutrisi, persiapan persalinan, tanda bahaya, hingga perawatan bayi baru lahir. Dengan materi yang lengkap dan relevan, ibu hamil memperoleh pengetahuan yang dibutuhkan. [Lihat sumber Disini - theicph.com]
-
Menyediakan intervensi psikososial: melalui pendekatan psikopedagogis atau psychoeducation, membantu mengatasi kecemasan, stres, dan membangun kesiapan mental ibu terhadap persalinan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
-
Memfasilitasi kelas dengan metode yang menarik dan fleksibel: misalnya metode hybrid (tatap muka + daring), diskusi, tanya jawab, praktik, sehingga lebih mudah dijangkau ibu yang sibuk. [Lihat sumber Disini - jurnal.unismuhpalu.ac.id]
-
Mendorong partisipasi suami/keluarga: dengan melibatkan keluarga dalam kelas, memberikan pemahaman pentingnya dukungan, yang secara empiris berhubungan dengan kepatuhan ibu. [Lihat sumber Disini - jurnal.fkmumi.ac.id]
Dengan demikian, keberhasilan kelas parenting sangat bergantung pada kualitas dan peran aktif tenaga kesehatan sebagai fasilitator.
Dukungan Suami dan Keluarga
Keluarga, terutama suami, memiliki peranan signifikan dalam menentukan apakah ibu hamil ikut kelas parenting/prenatal. Beberapa hal:
-
Ketika suami ikut serta, ibu cenderung lebih mendapatkan motivasi dan dukungan logistik (antar-jemput, pengaturan waktu), sehingga kehadiran menjadi lebih mungkin. Studi menunjukkan suami yang ikut kelas ibu hamil rata-rata memiliki partisipasi dalam pengambilan keputusan kehamilan dan persalinan yang baik. [Lihat sumber Disini - jurnal.fkmumi.ac.id]
-
Dukungan moral dan emosional dari keluarga membantu ibu merasa dihargai dan didukung, sehingga lebih terbuka terhadap edukasi dan perubahan perilaku selama kehamilan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
-
Sebaliknya, ketika keluarga tidak mendukung, misalnya pandangan tradisional bahwa kelas tidak penting, anggapan bahwa “kehamilan sudah natural”, kepatuhan akan menurun drastis. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Oleh karena itu, melibatkan keluarga dalam program prenatal sangat disarankan agar dampaknya maksimal.
Pengaruh Kepatuhan terhadap Pengetahuan dan Kesiapan Persalinan
Ada banyak bukti empiris bahwa ibu hamil yang patuh mengikuti kelas parenting menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesiapan persalinan:
-
Menurut penelitian “Antenatal Care Education as an Initial Step Toward Maternal …” (2025), kelas antenatal meningkatkan pemahaman ibu terhadap ANC dari 40% menjadi 88%. [Lihat sumber Disini - ejournal.medistra.ac.id]
-
Studi intervensi dengan metode hybrid juga menunjukkan peningkatan KAP (knowledge, attitude, practice) ibu mengenai perawatan maternal setelah mengikuti kelas. [Lihat sumber Disini - jurnal.unismuhpalu.ac.id]
-
Dalam penelitian di Papua (2025), ibu yang mengikuti prenatal class lebih mungkin berhasil melakukan inisiasi menyusui dini (EIBF), menunjukkan bahwa kelas prenatal berpengaruh sampai ke praktik postpartum. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
-
Kajian pada kesiapan menghadapi perdarahan pascapersalinan (postpartum hemorrhage) menunjukkan bahwa antenatal class membantu meningkatkan kesiapan ibu dalam mengenali tanda bahaya dan merespons dengan tepat. [Lihat sumber Disini - oahsj.org]
Secara ringkas, kepatuhan mengikuti kelas parenting cenderung meningkatkan pengetahuan ibu, membentuk sikap positif terhadap kehamilan/persalinan, serta mempersiapkan ibu untuk melahirkan dan merawat bayi baru lahir dengan lebih baik.
Metode Pembelajaran yang Efektif
Agar kelas parenting/prenatal efektif, metode penyampaian sangat menentukan. Berdasarkan literatur:
-
Kombinasi metode: ceramah, diskusi, tanya jawab, demonstrasi, dan praktik (redemonstrasi). Hal ini membantu ibu tidak hanya mendengar teori, tetapi juga mempraktikkan keterampilan, misalnya teknik relaksasi, senam hamil, perawatan bayi. [Lihat sumber Disini - ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id]
-
Model hybrid (tatap muka + daring): fleksibel terhadap waktu dan akses ibu, penting terutama di masa when akses fisik sulit atau untuk ibu dengan mobilitas terbatas. Studi menunjukkan model hybrid efektif meningkatkan KAP ibu hamil. [Lihat sumber Disini - jurnal.unismuhpalu.ac.id]
-
Penyampaian yang interaktif dan kontekstual: Materi yang relevan dengan kondisi lokal (budaya, ekonomi, fasilitas) membuat ibu lebih mudah menyerap dan menerapkan. Kelas dengan fasilitator terlatih, dengan pendekatan psikososial, misalnya konseling, membantu mengatasi kecemasan dan memperkuat motivasi. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
-
Pelibatan pasangan dan keluarga: Mengajak suami/anggota keluarga ikut kelas membantu mendukung ibu secara sosial, logistik, dan emosional, sehingga keberlanjutan perubahan perilaku lebih besar. [Lihat sumber Disini - jurnal.fkmumi.ac.id]
Dengan metode yang tepat, kelas parenting dapat menjadi alat yang efektif untuk transfer pengetahuan sekaligus pemberdayaan ibu hamil.
Dampak Kepatuhan terhadap Perawatan Bayi Baru Lahir
Partisipasi ibu, dan keluarganya, dalam kelas parenting/prenatal tidak hanya berdampak pada kehamilan dan persalinan, tapi juga pada perawatan bayi setelah lahir:
-
Ibu yang mengikuti kelas prenatal lebih mungkin melakukan inisiasi menyusui dini (EIBF) dan menyusui eksklusif, yang penting untuk kesehatan bayi jangka panjang. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
-
Ibu lebih siap menyadari tanda bahaya pada bayi baru lahir, misalnya masalah kesehatan, perawatan neonatal, imunisasi, dan menjaga asupan nutrisi, karena mendapatkan edukasi sejak masa kehamilan. [Lihat sumber Disini - oahsj.org]
-
Kelas prenatal membantu orang tua membangun kesiapan mental dan emosional menjadi orang tua baru, mendukung bonding, perawatan bayi, dan peran parenting secara lebih sadar dan terinformasi. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Dengan demikian, kepatuhan terhadap kelas parenting memiliki efek jangka panjang, tidak hanya sampai persalinan, tetapi dalam membentuk praktik pengasuhan dan kesehatan bayi baru lahir.
Faktor Konteks dan Tantangan Implementasi
Dalam praktik, beberapa tantangan muncul:
-
Tidak semua ibu hamil memiliki akses ke kelas prenatal, terutama di daerah terpencil atau fasilitas kesehatan dengan sumber daya terbatas. Infrastruktur, fasilitas, maupun tenaga kesehatan bisa mempengaruhi ketersediaan kelas. [Lihat sumber Disini - ejournal.poltekharber.ac.id]
-
Variasi metode dan kualitas penyampaian: kelas yang disampaikan secara monoton, kurang interaktif, atau kurang relevan bisa membuat ibu enggan datang atau cepat bosan. [Lihat sumber Disini - journal.poltekkesaceh.ac.id]
-
Kesibukan ibu atau keluarga, kendala transportasi, waktu, atau komitmen lainnya bisa menghambat kehadiran, apalagi jika suami/keluarga kurang mendukung. [Lihat sumber Disini - ejournal.poltekharber.ac.id]
-
Perubahan sosial dan budaya: di beberapa komunitas, mungkin kurang populer ikut kelas prenatal, dianggap tidak perlu, atau kurang sejalan dengan tradisi lokal.
Kesimpulan
Kelas parenting atau prenatal class merupakan komponen penting dalam upaya meningkatkan kesehatan maternal dan neonatal. Kepatuhan ibu hamil mengikuti kelas parenting, yang dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan peran tenaga kesehatan, terbukti meningkatkan pengetahuan, kesiapan persalinan, serta kualitas perawatan bayi baru lahir.
Agar program ini efektif, diperlukan penyelenggaraan kelas dengan metode yang fleksibel, interaktif, dan kontekstual; pelibatan keluarga (terutama suami) sebagai pendukung; serta fasilitasi dari tenaga kesehatan yang terlatih. Tantangan seperti akses, fasilitas, dan hambatan sosial harus dikenali dan diatasi agar manfaat kelas parenting dapat dirasakan secara optimal.
Dengan demikian, program kelas parenting bukanlah sekadar pelengkap layanan antenatal, melainkan bagian esensial dari sistem kesehatan maternal, neonatal yang dapat menyelamatkan nyawa, meningkatkan kualitas hidup ibu dan bayi, dan membentuk fondasi parenting yang sehat sejak awal.