Terakhir diperbarui: 22 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 22 December). Perilaku Caring Perawat: Makna dan Implikasi Pelayanan. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/perilaku-caring-perawat-makna-dan-implikasi-pelayanan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Perilaku Caring Perawat: Makna dan Implikasi Pelayanan - SumberAjar.com

Perilaku Caring Perawat: Makna dan Implikasi Pelayanan

Pendahuluan

Caring atau perilaku caring adalah konsep fundamental dalam profesi keperawatan yang telah menjadi fokus berbagai penelitian dan praktik klinis dalam beberapa dekade terakhir. Konsep caring ini tidak hanya sekadar memberikan tindakan medis atau teknis, tetapi lebih jauh mencakup tindakan kepedulian yang tulus untuk memenuhi kebutuhan fisik, emosional, dan psikososial pasien sebagai individu secara utuh. Ini mencerminkan dimensi humanistik yang menjadi daya pembeda antara layanan keperawatan profesional dengan layanan kesehatan lainnya. Perilaku caring perawat menjadi indikator penting dalam menentukan kualitas layanan, kepuasan pasien, dan mutu keseluruhan pelayanan kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa penerapan caring yang baik dapat meningkatkan kepuasan pasien, membangun kepercayaan, serta memperkuat hubungan terapeutik antara perawat dan pasien, yang pada akhirnya berdampak positif pada pengalaman pasien selama perawatan. [Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id]


Definisi Perilaku Caring Perawat

Definisi Perilaku Caring Perawat Secara Umum

Dalam konteks umum, caring sering diartikan sebagai suatu sikap dan tindakan yang menunjukkan kepedulian, perhatian, serta empati terhadap orang lain, terutama dalam menghadapi kondisi kesehatan yang menantang. Secara praktis, perilaku caring terlihat dari bagaimana perawat memperhatikan kebutuhan pasien secara menyeluruh, tidak sekadar memenuhi kebutuhan fisik tetapi juga emosional serta psikososial pasien. Perilaku caring mencakup tindakan yang memperlihatkan keramahan, kehati-hatian, komunikasi efektif, serta respon cepat atas kebutuhan dan keluhan pasien sehingga menciptakan suasana perawatan yang humanis dan nyaman. [Lihat sumber Disini - jprokep.jurnal.centamaku.ac.id]

Definisi Perilaku Caring Perawat dalam KBBI

Istilah caring dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai istilah yang diadopsi dari bahasa Inggris sebenarnya tidak tercantum dengan definisi yang sesuai dalam KBBI daring, hasil pencarian menunjukkan adanya entries lain yang tidak relevan secara praktik keperawatan. Namun dalam konteks keperawatan, interpretasi KBBI terhadap kata “peduli” dapat digunakan sebagai dasar pemahaman caring, yakni sebagai sikap memperhatikan atau memperihatinkan sesuatu yang terjadi di sekitar diri seseorang dan orang lain yang memerlukan perhatian. Pemahaman ini sejalan dengan prinsip dasar caring yang memberi perhatian penuh kepada pasien sebagai individu yang memerlukan dukungan holistik. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]

Definisi Perilaku Caring Perawat Menurut Para Ahli

Para ahli keperawatan memberikan definisi caring yang menekankan esensi dan peran sentral dalam praktik keperawatan:

  1. Jean Watson, Watson mendefinisikan caring sebagai inti atau esensi dari keperawatan yang berfokus pada hubungan interpersonal yang autentik antara perawat dan pasien, yang membawa makna kesehatan, nilai kemanusiaan, dan perhatian tulus dalam asuhan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  2. Sumber Penelitian Keperawatan Indonesia, Caring dalam keperawatan profesional adalah gabungan perilaku seperti tanggung jawab, keramahan, kesiapan membantu, memberikan motivasi, empati, dan simpati, yang harus dipraktikkan secara konsisten dalam asuhan keperawatan. [Lihat sumber Disini - ejournal.stik-sintcarolus.ac.id]

  3. Sitorus (2021), Caring secara umum merupakan kemampuan berdedikasi pada orang lain, mencakup pengawasan waspada, perhatian, empati, dan kasih sayang, serta penghormatan terhadap martabat manusia. [Lihat sumber Disini - repository.uki.ac.id]

  4. Pendekatan Teoritis, Konsep caring mencakup aspek biofisik dan perilaku manusia yang saling terintegrasi dalam memberikan asuhan keperawatan yang optimal, menunjukkan komitmen untuk mencegah keadaan negatif dan meningkatkan keselamatan pasien. [Lihat sumber Disini - repository.poltekkes-tjk.ac.id]


Konsep dan Makna Caring dalam Keperawatan

Perilaku caring adalah konsep yang menjadi pusat praktik keperawatan karena mencakup cara perawat memahami, merespon, dan memberikan perawatan yang penuh perhatian kepada pasien secara holistik. Perilaku ini jauh melampaui sekadar tindakan klinis dan teknis, namun lebih kepada suatu pendekatan yang menghormati martabat pasien, memperhatikan kebutuhan emosi, serta menunjukkan rasa empati yang mendalam.

Konsep caring dalam keperawatan didasarkan pada landasan humanistik yang melihat pasien sebagai individu unik yang memiliki kebutuhan tidak hanya fisik tetapi juga psikologis dan sosial. Tindakan caring ini melibatkan pemahaman yang komprehensif terhadap situasi dan kondisi pasien, serta respon yang tulus untuk membantu mereka mencapai pemulihan atau kenyamanan yang optimal. [Lihat sumber Disini - jurnal.stikeskesdam4dip.ac.id]

Selain itu, caring juga mencerminkan keterlibatan interpersonal antara perawat dan pasien yang bersifat dinamis, saling memengaruhi, serta bersifat transpersonal, yakni menjangkau hubungan yang lebih dalam daripada sekadar hubungan profesional biasa. Interaksi seperti ini memperkuat kepercayaan pasien terhadap perawat, serta dapat mempercepat proses pemulihan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Dimensi Perilaku Caring Perawat

Dimensi perilaku caring perawat mencakup berbagai aspek yang menunjukkan bagaimana perawat menerapkan kepedulian secara konkret dalam praktik keperawatan. Secara umum, dimensi ini mencakup:

  1. Empati dan Simpati, Menunjukkan kemampuan memahami perasaan dan kondisi pasien dari sudut pandang mereka sendiri.

  2. Komunikasi Terapeutik, Mendengarkan aktif, memberikan informasi yang jelas, serta responsif terhadap pertanyaan atau rasa khawatir pasien.

  3. Tanggung Jawab dan Profesionalisme, Melaksanakan tugas perawatan dengan akurat, bertanggung jawab, dan etis.

  4. Kehadiran dan Kesiapan Membantu, Hadir secara fisik dan mental untuk pasien, serta menunjukkan kesediaan membantu setiap saat.

  5. Dukungan Emosional, Memberikan kenyamanan, motivasi, dan dorongan psikologis kepada pasien selama proses perawatan. [Lihat sumber Disini - repository.poltekkes-tjk.ac.id]

Dimensi-dimensi ini bekerja secara terpadu untuk menciptakan hubungan terapeutik yang mendalam dan meningkatkan pengalaman pasien menerima layanan keperawatan.


Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Caring

Perilaku caring perawat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berasal dari individu perawat itu sendiri hingga lingkungan organisasi tempat mereka bekerja. Beberapa faktor utama yang terbukti memengaruhi perilaku caring antara lain:

  • Motivasi dan Penghargaan, Motivasi kerja serta penghargaan yang diterima perawat dapat meningkatkan semangat mereka untuk menunjukkan perilaku caring. [Lihat sumber Disini - jurnal.edi.or.id]

  • Pengalaman Kerja, Lama bekerja memberikan pengalaman yang memperkaya keterampilan interpersonal dan teknis, yang berdampak pada kemampuan caring perawat. [Lihat sumber Disini - jurnal.edi.or.id]

  • Faktor Psikologis dan Kepribadian, Sifat kepribadian, termasuk karakteristik psikologis perawat, dapat memengaruhi bagaimana mereka menerapkan caring dalam praktiknya. [Lihat sumber Disini - jik.ub.ac.id]

  • Kepemimpinan dan Budaya Organisasi, Lingkungan organisasi yang mendukung, termasuk gaya kepemimpinan yang positif, dapat memfasilitasi perilaku caring di antara perawat. [Lihat sumber Disini - jurnal.unai.edu]

Faktor-faktor ini menunjukkan bahwa perilaku caring bukan hanya tanggung jawab individu perawat, tetapi juga dipengaruhi oleh context lingkungan kerja dan sistem manajemen organisasi kesehatan.


Dampak Perilaku Caring terhadap Kepuasan Pasien

Bukti penelitian menunjukkan bahwa perilaku caring perawat mempunyai hubungan yang kuat dengan tingkat kepuasan pasien. Pasien yang merasakan tindakan kepedulian oleh perawat umumnya melaporkan tingkat kepuasan yang lebih tinggi terhadap layanan keperawatan yang mereka terima. [Lihat sumber Disini - jurnal.stikespantiwaluya.ac.id]

Perilaku caring yang ditunjukkan melalui keramahan, komunikasi yang baik, empati dan dukungan emosional membuat pasien merasa diperhatikan secara pribadi. Hal ini bukan hanya menciptakan pengalaman yang lebih positif, tetapi juga memperkuat kepercayaan pasien terhadap pelayanan kesehatan. Penelitian di beberapa rumah sakit di Indonesia menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat perilaku caring perawat dengan kepuasan pasien, di mana pasien cenderung melaporkan kepuasan yang tinggi ketika mereka merasakan kepedulian yang kuat dari perawat. [Lihat sumber Disini - jurnal.stikesnh.ac.id]


Hubungan Caring dengan Mutu Pelayanan Keperawatan

Perilaku caring adalah indikator penting mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya. Mutu pelayanan mencakup aspek klinis, interpersonal, dan keselamatan pasien. Perilaku caring membantu memperkuat keterlibatan pasien, komunikasi efektif, serta menciptakan pengalaman perawatan yang holistik dan menyeluruh.

Sebagai contoh, penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit GMIM Pancaran Kasih Manado menunjukkan bahwa adanya perilaku caring perawat dikaitkan dengan kepuasan pasien yang merupakan salah satu indikator mutu pelayanan keperawatan. [Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id]

Mutu pelayanan yang baik tidak hanya diukur dari hasil klinis, tetapi juga dari bagaimana pasien merasa diperlakukan dan dihormati dalam proses perawatan. Perilaku caring yang kuat memperkuat hubungan terapeutik, meningkatkan kepercayaan pasien, dan pada akhirnya menciptakan pengalaman pelayanan kesehatan yang berkualitas tinggi.


Penguatan Perilaku Caring dalam Praktik Keperawatan

Penguatan perilaku caring perawat dapat dilakukan melalui beberapa strategi yang efektif, antara lain:

  1. Pendidikan dan Pelatihan, Menyediakan program pelatihan yang menekankan keterampilan komunikasi, empati, serta hubungan terapeutik dalam perawatan pasien.

  2. Pendekatan Kepemimpinan Caring, Gaya kepemimpinan yang mendukung caring culture dalam organisasi kesehatan mendorong perawat untuk menerapkan perilaku ini dalam kegiatan sehari-hari. [Lihat sumber Disini - jurnal.unai.edu]

  3. Evaluasi dan Umpan Balik, Memberikan umpan balik berkelanjutan kepada perawat terkait penerapan caring behaviour dalam praktik mereka, serta menggunakan indikator kepuasan pasien sebagai tolok ukur.

  4. Lingkungan Kerja yang Mendukung, Menyediakan lingkungan kerja yang aman, menghargai karyawan, serta memberikan dukungan emosional bagi perawat sehingga mereka dapat menerapkan caring secara konsisten.

Struktur pendidikan keperawatan dan program pengembangan profesional juga dapat memberikan pemahaman lebih mendalam tentang konsep teoritis dan praktik caring yang berdampak pada kualitas pelayanan.


Kesimpulan

Perilaku caring perawat merupakan komponen esensial dalam keperawatan yang mencerminkan kepedulian, empati, dan komunikasi efektif terhadap pasien secara holistik. Konsep ini bukan hanya sekadar respons teknis terhadap kebutuhan pasien, tetapi juga mencakup dimensi interpersonal yang memengaruhi kepuasan pasien, hubungan terapeutik, dan mutu pelayanan keperawatan secara keseluruhan. Caring dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti motivasi kerja, pengalaman, faktor psikologis, serta budaya organisasi. Penerapan caring yang kuat dalam praktik klinik dapat meningkatkan pengalaman pasien dan memberikan kontribusi signifikan terhadap kualitas pelayanan kesehatan yang profesional dan humanis. Implementasi strategi penguatan perilaku caring melalui pendidikan, kepemimpinan, dan lingkungan kerja yang mendukung sangat penting untuk mengoptimalkan hasil asuhan keperawatan dalam konteks pelayanan kesehatan modern.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Perilaku caring perawat adalah sikap dan tindakan kepedulian yang ditunjukkan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan secara holistik, mencakup perhatian terhadap kebutuhan fisik, emosional, sosial, dan psikologis pasien.

Perilaku caring penting karena menjadi inti dari praktik keperawatan, membangun hubungan terapeutik, meningkatkan rasa aman dan nyaman pasien, serta berkontribusi pada peningkatan kepuasan dan mutu pelayanan keperawatan.

Dimensi perilaku caring perawat meliputi empati, simpati, komunikasi terapeutik, tanggung jawab profesional, kehadiran perawat bagi pasien, serta dukungan emosional dalam proses perawatan.

Perilaku caring perawat dipengaruhi oleh motivasi kerja, pengalaman dan masa kerja, kepribadian, kondisi psikologis, beban kerja, kepemimpinan, serta budaya organisasi di lingkungan pelayanan kesehatan.

Perilaku caring perawat berdampak positif terhadap kepuasan pasien karena pasien merasa dihargai, diperhatikan, dan diperlakukan secara manusiawi, sehingga meningkatkan kepercayaan dan kenyamanan selama menjalani perawatan.

Perilaku caring memiliki hubungan erat dengan mutu pelayanan keperawatan karena menjadi indikator kualitas pelayanan yang mencakup aspek interpersonal, keselamatan pasien, serta pengalaman pasien dalam menerima layanan kesehatan.

Penguatan perilaku caring dapat dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan, penerapan kepemimpinan yang mendukung budaya caring, evaluasi kinerja perawat, serta penciptaan lingkungan kerja yang kondusif dan suportif.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Perilaku Caring dalam Keperawatan Perilaku Caring dalam Keperawatan Tingkat Kecemasan Pasien: Pengertian, Faktor, dan Penanganannya Tingkat Kecemasan Pasien: Pengertian, Faktor, dan Penanganannya Komunikasi Terapeutik Perawat: Peran dan Kualitas Hubungan Terapeutik Komunikasi Terapeutik Perawat: Peran dan Kualitas Hubungan Terapeutik Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan: Konsep, Indikator Mutu Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan: Konsep, Indikator Mutu Implikasi Penelitian: Pengertian, Jenis, dan Contohnya Implikasi Penelitian: Pengertian, Jenis, dan Contohnya Tingkat Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan Tingkat Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan Mutu Pelayanan Kesehatan: Konsep, evaluasi, dan peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan: Konsep, evaluasi, dan peningkatan Kualitas Pelayanan Puskesmas Kualitas Pelayanan Puskesmas Manajemen Waktu Perawatan: Konsep, Efisiensi, dan Mutu Pelayanan Manajemen Waktu Perawatan: Konsep, Efisiensi, dan Mutu Pelayanan Manajemen Waktu Perawatan Manajemen Waktu Perawatan Komunikasi Terapeutik Perawat Komunikasi Terapeutik Perawat Tingkat Ketergantungan Pasien Tingkat Ketergantungan Pasien Kepercayaan Pasien terhadap Tenaga Kesehatan: Konsep, Makna, dan Implikasi Kepercayaan Pasien terhadap Tenaga Kesehatan: Konsep, Makna, dan Implikasi Manajemen Pelayanan Kesehatan Primer Manajemen Pelayanan Kesehatan Primer Mutu Pelayanan Peserta JKN Mutu Pelayanan Peserta JKN Kerusakan Integritas Kulit: Indikator dan Pencegahannya Kerusakan Integritas Kulit: Indikator dan Pencegahannya Sistem Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan Sistem Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan Mutu Pelayanan Kesehatan Rawat Inap Mutu Pelayanan Kesehatan Rawat Inap Sense of Meaning: Konsep dan Kesejahteraan Psikologis Sense of Meaning: Konsep dan Kesejahteraan Psikologis Tingkat Kecemasan Pasien: Indikator, Faktor, dan Implikasi Keperawatan Tingkat Kecemasan Pasien: Indikator, Faktor, dan Implikasi Keperawatan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…