
Asuhan Keperawatan: Definisi, Tahapan, dan Contoh
Pendahuluan
Asuhan keperawatan merupakan fondasi utama dalam praktik keperawatan profesional. Dalam konteks pelayanan kesehatan modern, perawat tidak sekadar menjalankan instruksi dokter, melainkan menyusun dan melaksanakan rencana keperawatan secara menyeluruh berdasarkan kebutuhan klien. Asuhan keperawatan dirancang untuk memberikan perawatan yang holistik, memperhatikan aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual, serta mempertimbangkan respons individu terhadap kesehatan atau penyakit. Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai definisi, tujuan, tahapan, peran perawat, serta tantangan dalam penerapannya sangat penting bagi tenaga keperawatan maupun mahasiswa keperawatan.
Definisi Asuhan Keperawatan
Definisi Asuhan Keperawatan Secara Umum
Secara umum, asuhan keperawatan dapat dipahami sebagai proses sistematis yang dilakukan perawat untuk memberikan perawatan kepada individu, keluarga, atau komunitas dengan tujuan memenuhi kebutuhan kesehatan, mencegah komplikasi, mempromosikan kesehatan, serta memfasilitasi pemulihan atau adaptasi terhadap kondisi kesehatan. Asuhan keperawatan meliputi identifikasi kebutuhan, perencanaan tindakan, pelaksanaan intervensi keperawatan, serta evaluasi hasil. [Lihat sumber Disini - osf.io]
Definisi Asuhan Keperawatan dalam KBBI
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), “asuhan” berarti pelayanan atau perawatan yang diberikan kepada seseorang. Sedangkan “keperawatan” merujuk pada profesi atau praktik perawat. Maka, “asuhan keperawatan” dapat dipahami sebagai pelayanan atau perawatan profesional yang dilakukan oleh perawat terhadap klien dengan tujuan mendukung kesehatan atau pemulihan. (Catatan: definisi literal dari KBBI untuk “asuhan keperawatan” tidak selalu tersedia, penggunaannya biasanya diturunkan dari definisi “asuhan” dan “keperawatan”.)
Definisi Asuhan Keperawatan Menurut Para Ahli
Beberapa definisi menurut literatur dan ahli:
-
Menurut tim dalam artikel “Nursing Process” di NCBI Bookshelf: proses keperawatan adalah panduan sistematis yang berurutan untuk perawatan klien, terdiri dari pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]
-
Menurut dokumen konseptual dari institusi keperawatan: asuhan keperawatan adalah pendekatan profesional untuk mengidentifikasi, mendiagnosa, dan mengatasi respons manusia terhadap kesehatan. [Lihat sumber Disini - tahtamedia.co.id]
-
Berdasarkan penjelasan organisasi perawat internasional: proses keperawatan dirancang untuk memberikan perawatan yang holistik dan berpusat pada klien, dengan mempertimbangkan aspek fisiologis, psikologis, sosial, budaya, dan spiritual. [Lihat sumber Disini - nursingworld.org]
-
Dalam penelitian di Indonesia terkait dokumentasi asuhan keperawatan: asuhan keperawatan mencakup seluruh rangkaian proses dari pengkajian hingga evaluasi, termasuk dokumentasi tertulis terhadap kondisi dan intervensi klien. [Lihat sumber Disini - jurnal.globalhealthsciencegroup.com]
Berdasarkan definisi-definisi di atas, asuhan keperawatan merupakan proses komprehensif, sistematis, dan berkelanjutan, bukan sekadar tindakan insidental, yang dijalankan oleh perawat untuk memenuhi kebutuhan kesehatan klien secara holistik.
Tujuan dan Prinsip Asuhan Keperawatan
Asuhan keperawatan memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:
-
Memberikan perawatan yang aman, efektif, dan sesuai kebutuhan klien.
-
Mencegah komplikasi atau memperburuk kondisi kesehatan.
-
Memfasilitasi pemulihan, adaptasi, dan kualitas hidup klien.
-
Memberdayakan klien dan keluarga melalui edukasi, dukungan, dan perawatan berkelanjutan.
-
Mendokumentasikan kondisi klien serta intervensi keperawatan secara sistematis sebagai bagian dari komunikasi antar tenaga kesehatan. [Lihat sumber Disini - jurnal.globalhealthsciencegroup.com]
Prinsip-prinsip asuhan keperawatan meliputi:
-
Holistik, mempertimbangkan aspek fisik, psikologis, sosial, budaya, dan spiritual klien. [Lihat sumber Disini - nursingworld.org]
-
Sistematis dan terstruktur, melalui tahapan proses keperawatan (pengkajian sampai evaluasi). [Lihat sumber Disini - waldenu.edu]
-
Individualisasi, rencana perawatan disesuaikan menurut kondisi, kebutuhan, dan respons klien. [Lihat sumber Disini - wgu.edu]
-
Dinamis, proses dapat berulang sesuai perubahan kondisi klien. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]
-
Dokumentasi yang baik, sebagai alat komunikasi, koordinasi, dan tanggung jawab profesional. [Lihat sumber Disini - jurnal.globalhealthsciencegroup.com]
Tahapan Proses Keperawatan (Pengkajian, Diagnosis, Perencanaan, Implementasi, Evaluasi)
Proses keperawatan biasanya mengikuti model yang dikenal sebagai ADPIE, singkatan dari Assessment, Diagnosis, Planning, Implementation, dan Evaluation. [Lihat sumber Disini - waldenu.edu]
Pengkajian (Assessment)
Tahap pertama, pengkajian, melibatkan pengumpulan data klien secara sistematis. Data dapat berasal dari klien sendiri (subjektif), keluarga, observasi, pemeriksaan fisik, serta hasil pemeriksaan penunjang (objektif). [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]
Tujuan pengkajian adalah untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai kondisi kesehatan, kebutuhan, risiko, dan kekuatan klien agar perencanaan keperawatan dapat disesuaikan. [Lihat sumber Disini - waldenu.edu]
Diagnosis Keperawatan (Nursing Diagnosis)
Berdasarkan data yang terkumpul pada tahap pengkajian, perawat membuat diagnosis keperawatan, yaitu penilaian klinis terhadap respons klien terhadap kondisi aktual atau potensial. Diagnosis keperawatan bukan diagnosis medis, melainkan fokus pada masalah, kebutuhan, dan respons individu terhadap kesehatan/penyakit. [Lihat sumber Disini - wtcs.pressbooks.pub]
Diagnosis ini menjadi dasar bagi perencanaan intervensi dan tujuan perawatan. [Lihat sumber Disini - nursingworld.org]
Perencanaan (Planning / Outcomes Identification + Planning)
Setelah diagnosis, perawat merumuskan tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang spesifik, terukur, realistis, dan berbatas waktu, sesuai kebutuhan klien. [Lihat sumber Disini - waldenu.edu]
Berdasarkan tujuan tersebut, perawat memilih intervensi keperawatan yang sesuai, baik intervensi mandiri, kolaboratif, maupun berdasarkan instruksi medis, agar tujuan dapat tercapai. Intervensi ini kemudian dicatat dalam rencana perawatan (nursing care plan) untuk memastikan kontinuitas perawatan. [Lihat sumber Disini - wtcs.pressbooks.pub]
Implementasi (Implementation)
Tahap implementasi adalah pelaksanaan intervensi yang telah direncanakan. Perawat melakukan tindakan keperawatan sesuai rencana, mengamati respons klien, memberikan edukasi, melakukan tindakan fisik, serta mencatat semua tindakan dan respons klien dalam dokumentasi keperawatan. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]
Pelaksanaan keperawatan juga harus mempertimbangkan kontinuitas perawatan, koordinasi dengan tim kesehatan lain, serta adaptasi jika kondisi klien berubah. [Lihat sumber Disini - nursingworld.org]
Evaluasi (Evaluation)
Tahap terakhir adalah evaluasi, perawat menilai apakah tujuan dan hasil yang ditetapkan telah tercapai berdasarkan data objektif (tanda vital, hasil pemeriksaan) dan subjektif (perubahan kondisi, keluhan klien). Jika tujuan belum tercapai atau terjadi perubahan kondisi, rencana keperawatan dapat disesuaikan atau diulang siklusnya. [Lihat sumber Disini - waldenu.edu]
Peran Perawat dalam Pelaksanaan Asuhan Keperawatan
Perawat memiliki peran kunci dalam seluruh tahapan asuhan keperawatan:
-
Melakukan pengkajian secara menyeluruh, mengumpulkan data fisik, psikologis, sosial, lingkungan, dan spiritual klien.
-
Menegakkan diagnosis keperawatan berdasarkan analisa klinis dari data pengkajian.
-
Merumuskan rencana perawatan (nursing care plan) dengan tujuan yang terukur, realistis, dan sesuai kebutuhan klien.
-
Melaksanakan intervensi keperawatan secara profesional, aman, dan sesuai standar.
-
Melakukan dokumentasi yang lengkap dan akurat terhadap semua tahap asuhan, penting sebagai alat komunikasi, koordinasi, dan legalitas tindakan keperawatan. [Lihat sumber Disini - jurnal.globalhealthsciencegroup.com]
-
Melakukan evaluasi dan penyesuaian rencana jika diperlukan, serta berkolaborasi dengan tim kesehatan lain bila dibutuhkan.
Peran ini menunjukkan bahwa perawat bukan hanya “penerima instruksi”, tetapi pengambil keputusan klinis profesional yang memerlukan kognisi, penilaian kritis, empati, komunikasi, dan tanggung jawab.
Contoh Kasus Asuhan Keperawatan
Sebagai ilustrasi, berikut ringkasan dari salah satu studi kasus di Indonesia:
Dalam artikel “Pendokumentasian Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit” (2024), peneliti mengevaluasi kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan pada pasien rawat inap. Hasil menunjukkan bahwa dari 25 rekam medis: pengkajian lengkap pada 60%, diagnosa lengkap 92%, perencanaan 52% tidak lengkap, implementasi 64% lengkap, dan evaluasi 64% tidak lengkap. Penelitian menyimpulkan bahwa ada kekurangan dalam pendokumentasian terutama pada tahap perencanaan dan evaluasi, sehingga dibutuhkan peningkatan melalui pelatihan dan supervisi berkala. [Lihat sumber Disini - jurnal.globalhealthsciencegroup.com]
Contoh lain: pada studi asuhan keperawatan untuk pasien penyakit tertentu (misalnya demam) di 2023, penulis menggunakan tahapan proses keperawatan, pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi, untuk merawat klien, menunjukkan penerapan nyata model ADPIE dalam praktik keperawatan. [Lihat sumber Disini - repository.poltekkesbengkulu.ac.id]
Dari contoh ini terlihat bagaimana teori asuhan keperawatan diterjemahkan ke dalam praktik, termasuk pentingnya dokumentasi dan pemenuhan semua tahap agar asuhan itu komprehensif.
Tantangan dalam Penerapan Asuhan di Lapangan
Beberapa tantangan yang sering muncul dalam praktik asuhan keperawatan di lapangan, berdasarkan literatur dan penelitian, antara lain:
-
Dokumentasi asuhan keperawatan yang sering tidak lengkap, terutama pada bagian perencanaan dan evaluasi. Hal ini dapat mengganggu kontinuitas perawatan dan komunikasi antar tenaga kesehatan. [Lihat sumber Disini - jurnal.globalhealthsciencegroup.com]
-
Beban kerja perawat yang tinggi sehingga sulit melaksanakan seluruh tahapan secara optimal, pengkajian mendalam, perencanaan detail, implementasi konsisten, dan evaluasi secara periodik.
-
Variasi pemahaman dan kompetensi perawat dalam menyusun diagnosis keperawatan yang tepat, hal ini bisa mempengaruhi kualitas intervensi dan hasil klien. [Lihat sumber Disini - journal2.stikeskendal.ac.id]
-
Kurangnya supervisi atau pelatihan berkelanjutan pada dokumentasi dan standar asuhan, menyebabkan standar tidak konsisten antar shift atau unit. [Lihat sumber Disini - ejournal.unimman.ac.id]
-
Perubahan kondisi klien yang dinamis, sehingga rencana perawatan perlu fleksibel dan evaluasi harus rutin, tapi realitas praktik terkadang sulit memenuhi ideal tersebut.
Kesimpulan
Asuhan keperawatan adalah proses profesional, sistematis, dan berkelanjutan yang menyatukan pengkajian, diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan tujuan memenuhi kebutuhan kesehatan klien secara menyeluruh dan individual. Melalui penerapan model seperti ADPIE, perawat memainkan peran krusial dalam menilai kondisi klien, merencanakan intervensi, melaksanakan perawatan, serta mengevaluasi hasil dan menyesuaikan rencana sesuai kebutuhan. Meskipun dalam praktik di lapangan sering muncul tantangan seperti dokumentasi tidak lengkap, beban kerja, dan variasi kompetensi, asuhan keperawatan tetap merupakan fondasi esensial dalam pelayanan kesehatan berkualitas. Untuk itu, penekanan pada pelatihan, supervisi, dan penerapan standar proses keperawatan secara konsisten menjadi sangat penting agar asuhan keperawatan dapat optimal dan memberikan hasil terbaik bagi klien.