Terakhir diperbarui: 08 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 8 January). Sosialisasi: Konsep, Tahapan, dan Agen Sosial. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/sosialisasi-konsep-tahapan-dan-agen-sosial 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Sosialisasi: Konsep, Tahapan, dan Agen Sosial - SumberAjar.com

Sosialisasi: Konsep, Tahapan, dan Agen Sosial

Pendahuluan

Sosialisasi merupakan salah satu proses fundamental dalam kehidupan manusia yang memungkinkan individu bukan sekadar menjadi makhluk biologis, tetapi juga menjadi bagian aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Di tengah kompleksitas sosial yang terus berubah, seseorang dituntut untuk belajar norma, nilai, perilaku, bahkan identitas sosial sejak lahir hingga dewasa. Proses ini tidak hanya penting untuk menumbuhkan kemampuan berinteraksi, tetapi juga menjadi fondasi bagi integrasi budaya dan stabilitas sosial. Tanpa sosialisasi, makna kehidupan bersama susah dibentuk dan keberlangsungan suatu masyarakat semakin rapuh karena tidak ada transfer nilai dan budaya dari generasi ke generasi. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]


Definisi Sosialisasi

Definisi Sosialisasi Secara Umum

Secara umum, sosialisasi diartikan sebagai proses interaksi dan pembelajaran yang dijalani oleh individu di dalam masyarakat untuk memahami, menerima, serta menginternalisasi nilai, norma, perilaku, dan keterampilan sosial yang berlaku dalam komunitasnya. Proses ini melibatkan interaksi dengan berbagai pihak termasuk keluarga, teman sebaya, pendidikan, serta institusi sosial lain sepanjang kehidupan seseorang. [Lihat sumber Disini - gramedia.com]

Definisi Sosialisasi dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sosialisasi adalah proses penyesuaian diri atau penyesuaian nilai-nilai, norma, adat istiadat, dan pola perilaku sosial tertentu yang dijalankan seseorang dalam masyarakat supaya ia menjadi anggota masyarakat yang mampu berfungsi dalam interaksi sosialnya. Dalam konteks ini, sosialisasi menjelaskan bagaimana individu bukan hanya belajar berinteraksi, tetapi juga memahami peran yang dibutuhkan agar dapat beradaptasi dengan baik dalam lingkungan sosialnya.

Definisi Sosialisasi Menurut Para Ahli

  1. Peter L. Berger & Thomas Luckmann menyatakan bahwa sosialisasi adalah proses melalui mana seorang individu belajar menjadi anggota masyarakat dan mempelajari norma serta pola budaya yang berlaku di sekitarnya. [Lihat sumber Disini - journal.unismuh.ac.id]

  2. Menurut Mustafa Tatar, sosialisasi merupakan proses belajar menjadi manusia, yakni individu belajar norma, nilai, dan keterampilan sosial yang diperlukan untuk bertahan hidup dan berinteraksi dalam masyarakat. [Lihat sumber Disini - ijpe.inased.org]

  3. Sosiolog lainnya melihat sosialisasi sebagai proses pembelajaran panjang tentang norma, nilai, serta peran sosial yang berkembang terus sepanjang kehidupan seseorang dan memungkinkan adanya kesinambungan budaya serta keteraturan sosial. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]

  4. Dari perspektif sosiologi pendidikan, sosialisasi juga dipahami sebagai proses sosial yang ditempuh individu melalui pendidikan formal maupun informal untuk membentuk sikap serta tindakan yang sesuai dengan budaya masyarakat. [Lihat sumber Disini - jurnal.alhamidiyah.ac.id]


Tujuan Sosialisasi dalam Masyarakat

Sosialisasi bukanlah interaksi acak; ia memiliki tujuan penting yang berkaitan dengan fungsi individu dalam kehidupan sosial dan budaya. Beberapa tujuan utama sosialisasi dalam masyarakat antara lain:

  1. Mentransfer Nilai Nilai Budaya dan Norma Sosial

    Sosialisasi membantu anggota baru masyarakat mempelajari nilai-nilai dasar dan norma yang berlaku. Tanpa proses ini, kelangsungan budaya dan nilai yang menjadi ciri suatu masyarakat sulit terjaga. Melalui sosialisasi, individu memahami apa yang dianggap baik atau buruk serta bagaimana mereka seharusnya bertindak dalam situasi sosial. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]

  2. Mengajarkan Peran Sosial yang Tepat

    Tujuan lainnya adalah agar individu mengetahui peran sosial yang diharapkan darinya, misalnya peran sebagai anak, pelajar, teman sebaya, pekerja, atau warga negara. Dengan memahami peran sosial ini, seseorang mampu menyesuaikan perilaku sesuai dengan norma yang berlaku. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]

  3. Mengembangkan Identitas Sosial dan Pribadi

    Sosialisasi juga membantu pengembangan identitas diri, yaitu bagaimana seseorang memandang dirinya dan posisinya dalam struktur sosial. Proses ini berkontribusi pada pembentukan sikap, nilai moral, dan kepribadian yang khas. [Lihat sumber Disini - ijpe.inased.org]

  4. Menjaga Stabilitas Sosial

    Dengan mentransfer norma serta nilai sosial secara berkelanjutan, sosialisasi berperan penting dalam mempertahankan keteraturan dan stabilitas dalam masyarakat serta mengurangi kemungkinan konflik sosial. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]


Tahapan Sosialisasi

Tahapan sosialisasi menjelaskan urutan perkembangan individu dari awal hidup hingga kedewasaan dalam memahami dan berinteraksi dengan masyarakat. Secara umum, tahapan utama sosialisasi dibagi menjadi:

Sosialisasi Primer

Ini adalah tahapan pertama dalam proses sosialisasi yang dialami seseorang pada masa anak-anak, terutama sejak lahir hingga usia dini. Pada tahap ini individu belajar norma dasar, nilai, bahasa, emosi, serta pola perilaku sosial utama melalui interaksi dengan keluarga inti seperti orang tua dan saudara. Sosialisasi primer merupakan fondasi kemampuan sosialisasi seseorang dan kerap menentukan corak kepribadian serta hubungan sosial awalnya. [Lihat sumber Disini - journal.unismuh.ac.id]

Sosialisasi Sekunder

Tahap ini terjadi setelah sosialisasi primer dan berkembang ketika individu mulai berinteraksi dengan lingkungan sosial yang lebih luas seperti sekolah, kelompok teman sebaya, lingkungan profesional, maupun institusi sosial lainnya. Sosialisasi sekunder membantu individu menginternalisasi peran dan perilaku yang lebih spesifik sesuai kelompok sosial yang lebih luas, serta memperluas wawasan budaya yang telah dimulai di tahap primer. [Lihat sumber Disini - journal.unismuh.ac.id]

Selain dua tahapan utama tersebut, dalam literatur internasional kadang juga dibahas tahapan lanjutan seperti sosialisasi tersier atau resosialisasi yang berkaitan dengan perubahan besar dalam identitas sosial seseorang (misalnya perubahan budaya, pekerjaan baru, atau pergeseran nilai hidup), tetapi fokus utama dalam kajian sosial umum tetap pada primer dan sekunder. [Lihat sumber Disini - ejournal.undip.ac.id]


Agen-Agen Sosialisasi

Agen sosial adalah pihak atau institusi yang berperan sebagai penghubung utama dalam proses sosialisasi, artinya mereka membantu individu mempelajari serta menerapkan norma, nilai, dan keterampilan sosial.

Beberapa agen sosialisasi utama antara lain:

  1. Keluarga

    Keluarga merupakan agen sosialisasi yang paling awal dan paling kuat dalam kehidupan individu. Keluarga mengajarkan nilai dasar seperti bahasa, moral, agama, serta pola perilaku yang menjadi landasan seluruh proses sosialisasi. [Lihat sumber Disini - journal.unismuh.ac.id]

  2. Sekolah

    Institusi pendidikan formal memperluas pembelajaran sosial dari yang diperoleh di keluarga dengan mengajarkan keterampilan sosial lebih terstruktur, termasuk kerja tim, peraturan kelompok besar, serta peran sosial dalam konteks yang lebih luas. [Lihat sumber Disini - journal.unismuh.ac.id]

  3. Teman Sebaya

    Kelompok sebaya memainkan peran penting dalam pembentukan identitas sosial dan keterampilan interaksi yang bebas serta setara, terutama pada masa remaja. [Lihat sumber Disini - journal.unismuh.ac.id]

  4. Media Massa dan Teknologi

    Media termasuk media sosial modern menjadi agen sosialisasi yang semakin signifikan, mentransmisikan nilai, budaya populer, serta norma-norma baru yang memengaruhi cara individu berpikir dan berperilaku. [Lihat sumber Disini - journal.unismuh.ac.id]

  5. Institusi Agama dan Budaya

    Nilai-nilai spiritual dan tradisi budaya khas sering kali ditransmisikan melalui institusi keagamaan atau budaya lokal sehingga membentuk kepercayaan serta norma moral individu. [Lihat sumber Disini - journal.unismuh.ac.id]


Sosialisasi Primer dan Sekunder

Seperti telah dibahas, sosialisasi primer berfokus pada pembentukan dasar perilaku sosial melalui keluarga saat masa kanak-kanak, sementara sosialisasi sekunder memperluas pemahaman tersebut ketika individu mulai memasuki lingkungan sosial yang lebih luas seperti sekolah, pekerjaan, atau kelompok sosial lain. Dalam sosialisasi primer, nilai dan norma yang dipelajari bersifat lebih erat dan emosional karena terjadi dalam lingkup keluarga. Sebaliknya, sosialisasi sekunder terjadi dalam konteks formal maupun nonformal yang lebih luas, dan membantu individu memperoleh keterampilan serta peran sosial yang lebih spesifik sesuai keadaan lingkungan sosialnya. [Lihat sumber Disini - journal.unismuh.ac.id]


Peran Sosialisasi dalam Pembentukan Kepribadian

Sosialisasi memiliki peran yang krusial dalam membentuk kepribadian individu karena:

  1. Internalisasi Norma dan Nilai Moral

    Melalui sosialisasi, individu belajar norma serta nilai yang menjadi dasar cara berpikir dan bertindak dalam masyarakat, sehingga moral serta etika sosial mulai terinternalisasi dalam kepribadian. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]

  2. Pembentukan Identitas Sosial

    Sosialisasi membantu individu mengenali perannya dalam masyarakat, apakah sebagai anggota keluarga, siswa, pekerja, atau warga negara, sehingga identitas sosialnya semakin kuat. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]

  3. Pengembangan Keterampilan Sosial

    Dalam proses sosialisasi, individu mempelajari keterampilan berkomunikasi, bernegosiasi, mengatur konflik, hingga mengembangkan empati sosial yang semuanya membentuk struktur kepribadian yang matang. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]

  4. Adaptasi Terhadap Perubahan Sosial

    Kepribadian seseorang juga dipengaruhi oleh kemampuannya beradaptasi dalam konstelasi budaya dan nilai baru yang sering kali diperoleh melalui sosialisasi sekunder, termasuk adaptasi sosial di lingkungan kerja, komunitas, atau perubahan teknologi. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]


Kesimpulan

Sosialisasi merupakan proses esensial dalam kehidupan manusia yang memungkinkan individu belajar norma, nilai, perilaku sosial, serta keterampilan yang diperlukan untuk menjadi anggota masyarakat yang efektif. Definisinya mencakup konsep umum proses pembelajaran sosial, pengertian formal dari KBBI, hingga pandangan para ahli yang menekankan pentingnya sosialisasi dalam pembentukan identitas sosial. Tujuan sosialisasi berfokus pada transfer budaya, pengembangan peran sosial, serta mempertahankan stabilitas sosial. Tahapan sosialisasi, terutama primer dan sekunder, menandai perjalanan individu dari masa kanak-kanak hingga memasuki lingkungan sosial yang lebih luas. Agen sosialisasi seperti keluarga, sekolah, teman sebaya, media, dan institusi agama memainkan peran sentral dalam mentransfer norma serta nilai tersebut. Pada akhirnya, sosialisasi berkontribusi fundamental terhadap pembentukan kepribadian, identitas sosial, dan kemampuan adaptasi individu dalam kehidupan bermasyarakat yang terus berubah.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Sosialisasi adalah proses pembelajaran yang dialami individu untuk memahami, menghayati, dan menerapkan nilai, norma, serta peran sosial yang berlaku dalam masyarakat agar mampu berinteraksi dan berfungsi secara sosial.

Tujuan sosialisasi adalah mentransfer nilai dan norma sosial, membentuk kepribadian individu, mengajarkan peran sosial, serta menjaga keteraturan dan stabilitas kehidupan bermasyarakat.

Tahapan sosialisasi meliputi sosialisasi primer yang berlangsung pada masa kanak-kanak melalui keluarga, dan sosialisasi sekunder yang terjadi ketika individu berinteraksi dengan lingkungan sosial yang lebih luas seperti sekolah, teman sebaya, dan dunia kerja.

Agen sosialisasi meliputi keluarga, sekolah, teman sebaya, media massa, serta institusi agama dan budaya yang berperan dalam menanamkan nilai, norma, dan pola perilaku sosial.

Sosialisasi primer terjadi pada masa awal kehidupan melalui keluarga dan bersifat mendasar, sedangkan sosialisasi sekunder berlangsung setelahnya melalui lingkungan sosial yang lebih luas dan berfokus pada penguasaan peran sosial yang lebih spesifik.

Sosialisasi penting karena membentuk sikap, nilai moral, identitas sosial, serta keterampilan berinteraksi yang menjadi dasar kepribadian individu dalam kehidupan bermasyarakat.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Internalitas Nilai Sosial: Konsep dan Proses Sosialisasi Workflow Penelitian: Pengertian, Tahapan, dan Contohnya Norma Budaya: Konsep dan Pengaruh Perilaku Langkah Analisis Data: Tahapan, Tujuan, dan Contoh Ilmiah Kendala Administrasi BPJS Budaya Organisasi: Konsep, Elemen, dan Dampaknya Prosedur Penelitian: Tahapan, Fungsi, dan Contoh Implementasi Nilai Sosial: Konsep dan Fungsi dalam Masyarakat Kesiapan Perubahan Perilaku: Konsep, Tahapan Perubahan, dan Implikasinya Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum Merdeka Berpikir Kritis: Pengertian, Tahapan, dan Contohnya Lembaga Sosial: Konsep, Fungsi, dan Perannya Harmonisasi Sosial: Konsep, Peran, dan Faktor Pendukung Perencanaan Penelitian Tahapan dan Prinsip Dasarnya SDLC: Pengertian, Tahapan, dan Contoh Evolusi Teori Ilmiah: Tahapan dan Contoh Sistem Informasi Penduduk: Modul dan Contoh Penerapan Sistem Informasi Pemesanan Tiket Online Grounded Theory: Definisi, Tahapan, dan Contohnya Sikap Sosial Remaja: Konsep dan Pembentukannya
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna