
Obligasi: Konsep, Penerbitan, dan Pengakuan
Pendahuluan
Obligasi merupakan salah satu instrumen keuangan yang menjadi elemen penting dalam pasar modal dan struktur pembiayaan modern. Keberadaannya tidak hanya mencerminkan kebutuhan entitas untuk mendapatkan modal dari investor, tetapi juga menjadi indikator sentimen pasar terhadap risiko kredit dan kebijakan moneter suatu negara. Instrumen ini memungkinkan entitas, baik korporasi maupun pemerintah, untuk mendapatkan sumber dana yang lebih stabil dan terjangkau dalam jangka panjang dibandingkan dengan pembiayaan melalui pinjaman bank konvensional. Seiring dengan perkembangan pasar modal global, obligasi telah menjadi komoditas investasi dengan berbagai tipe dan karakteristik yang berbeda, serta menjadi fokus pembelajaran dalam bidang ekonomi dan akuntansi untuk memahami bagaimana utang jangka panjang dicatat, diukur, dan diungkapkan dalam laporan keuangan suatu entitas. Persoalan seperti bagaimana obligasi diterbitkan, apa saja risiko dan imbal hasilnya, serta bagaimana seharusnya pencatatannya sesuai standar akuntansi merupakan bagian penting dari pemahaman yang komprehensif tentang instrumen ini.
Definisi Obligasi
Definisi Obligasi Secara Umum
Obligasi dalam istilah dasar ekonomi adalah surat utang jangka panjang yang diterbitkan oleh suatu entitas untuk memperoleh dana dari investor dengan perjanjian pembayaran kembali pokok utang serta bunga pada waktu yang telah ditetapkan. Dalam banyak studi, obligasi dipandang sebagai instrumen hutang yang menawarkan imbal hasil tetap atau variabel kepada pemegangnya, serta memberikan kepastian arus kas berdasarkan kupon hingga jatuh tempo. Instrumen ini menjadi bagian penting dari pasar modal sebagai salah satu sarana pembiayaan jangka panjang dan sebagai alternatif investasi berpendapatan tetap dibandingkan saham. ([Lihat sumber Disini - jurnal.univpgri-palembang.ac.id])
Definisi Obligasi dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan sumber hukum administratif di Indonesia, obligasi didefinisikan sebagai surat utang yang berjangka waktu lebih dari 12 bulan yang diterbitkan oleh pemerintah, daerah, atau entitas lain sebagai bentuk pembiayaan jangka menengah hingga panjang. Definisi ini menunjukkan bahwa obligasi tidak hanya terbatas pada istilah pasar modal secara umum, tetapi juga diatur dalam regulasi pemerintahan terkait efek berjangka panjang. ([Lihat sumber Disini - jdih.kemenkeu.go.id])
Definisi Obligasi Menurut Para Ahli
-
Menurut literatur ekonomi pasar modal, obligasi adalah surat berharga yang diterbitkan perusahaan atau pemerintah yang memiliki nilai nominal dan jatuh tempo tertentu, serta memberikan pembayaran bunga berkala kepada pemegangnya hingga pelunasan pokok utang. ([Lihat sumber Disini - ejournal3.undip.ac.id])
-
Beberapa akademisi ekonomi menyatakan bahwa obligasi merupakan surat pernyataan utang yang melibatkan hubungan kreditur-debitur di mana pihak pemegang obligasi memberikan dana sebagai hutang kepada perusahaan penerbit, yang selanjutnya harus dilunasi sesuai jadwal yang ditetapkan. ([Lihat sumber Disini - repository.stie-mce.ac.id])
-
Dalam perspektif keuangan korporasi, obligasi diklasifikasikan sebagai sekuritas hutang (fixed income securities) yang memberi peluang bagi investor untuk mendapatkan pendapatan melalui bunga (kupon) dan biasanya memiliki risiko lebih rendah dibandingkan saham biasa. ([Lihat sumber Disini - jurnaljam.ub.ac.id])
-
Dari sisi hukum positif Indonesia, obligasi termasuk surat berharga yang dikeluarkan berdasarkan PP dan menjadi tanggung jawab penerbit untuk membayar kupon dan nilai pokok sebagaimana diatur dalam peraturan pemerintah yang berlaku. ([Lihat sumber Disini - jdih.kemenkeu.go.id])
Karakteristik dan Jenis Obligasi
Instrumen obligasi memiliki sejumlah karakteristik utama yang membedakannya dari instrumen keuangan lain. Pertama, obligasi memiliki nilai nominal (par value) yang menjadi basis pembayaran pokok pada saat jatuh tempo. Kedua, obligasi biasanya menawarkan pembayaran bunga berkala atau kupon kepada investor sebagai kompensasi atas risiko yang ditanggung. Ketiga, obligasi memiliki jangka waktu yang tetap, umumnya jangka menengah hingga panjang, yang dapat memengaruhi penetapan tingkat bunga dan struktur pembayaran. Keempat, obligasi memiliki tingkat risiko kredit yang dipengaruhi oleh peringkat obligasi dari lembaga pemeringkat pasar. Penalti atau premi bisa muncul tergantung pada tingkat kredit perusahaan penerbit dan kondisi pasar modal. Selain itu, ada biaya penerbitan yang ditanggung oleh penerbit seperti underwriting, komisi, dan pajak yang harus diperhatikan dalam analisis total biaya pendanaan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.univpgri-palembang.ac.id])
Jenis obligasi dapat dibagi berdasarkan beberapa kategori. Berdasarkan penerbitnya, obligasi dapat berupa obligasi pemerintah, obligasi korporasi, atau obligasi daerah yang memiliki karakter risiko dan implikasi hukum berbeda. Obligasi pemerintah cenderung dianggap lebih aman karena biasanya didukung oleh kekuatan fiskal negara, sedangkan obligasi korporasi menawarkan imbal hasil lebih tinggi namun dengan risiko default yang relatif lebih besar. Selain itu, berdasarkan struktur pembayaran bunga, ada obligasi dengan bunga tetap (fixed coupon), bunga mengambang, atau bahkan tanpa bunga (zero coupon), di mana obligasi tanpa bunga biasanya dijual dengan diskonto dan dilunasi pada nilai nominal pada saat jatuh tempo. (Garis besar tersebut dicerminkan pada jenis-jenis obligasi dalam literatur pasar modal). ([Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id])
Proses Penerbitan Obligasi
Penerbitan obligasi merupakan rangkaian proses kompleks yang melibatkan berbagai pihak, termasuk penerbit, penasihat keuangan, lembaga pemeringkat, otoritas pasar modal, dan investor. Secara garis besar, langkah awal dalam penerbitan obligasi adalah keputusan strategis dari dewan direksi perusahaan atau otoritas pemerintah untuk memperoleh dana melalui pasar modal. Selanjutnya, proses persetujuan peraturan dan dokumen penawaran diterbitkan, termasuk prospektus yang merinci karakteristik obligasi, risiko, dan struktur pembayaran. Dokumen tersebut selanjutnya diajukan kepada otoritas terkait untuk mendapatkan persetujuan emisi. Setelah itu, lembaga pemeringkat sering kali dilibatkan untuk memberikan peringkat kredit yang mencerminkan risiko default dari obligasi yang diterbitkan. Proses ini tidak hanya berdampak pada biaya modal yang akan dibebankan kepada investor, tetapi juga berperan sebagai sinyal reputasi dan kredibilitas perusahaan di pasar modal global. Penelitian empiris menunjukkan bahwa variabel seperti reputasi penerbit, struktur modal, dan dinamika pasar menjadi determinan kuat dalam peluang dan biaya penerbitan obligasi. ([Lihat sumber Disini - mdpi.com])
Pengakuan Obligasi dalam Akuntansi
Dalam perspektif akuntansi keuangan, pengakuan obligasi berkaitan dengan “kapan dan bagaimana obligasi dicatat” dalam laporan posisi keuangan entitas. Standar akuntansi internasional seperti IFRS (dan adaptasinya dalam PSAK sebagai PSAK 71: Instrumen Keuangan) mengatur bahwa obligasi yang diterbitkan menciptakan liabilitas bagi penerbit pada nilai wajar saat penerbitan. Liabilitas ini harus dicatat sebagai kewajiban jangka panjang yang mencakup nilai pokok dan bunga berjalan. Standar tersebut juga mengatur pengakuan biaya penerbitan yang berkaitan dengan transaksi obligasi, yang pada banyak praktik diakui sebagai biaya tangguhan yang kemudian diamortisasi selama umur obligasi menggunakan effective interest method. Pendekatan ini membantu mencerminkan biaya dan pendapatan secara akurat dalam laporan keuangan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Pencatatan awal biasanya mencerminkan kas yang diterima dari investor dan liabilitas obligasi yang terutang. Selanjutnya setiap periode, bunga diakui sebagai beban bunga sesuai dengan jadwal kupon atau metode bunga efektif jika digunakan. Ketentuan pengukuran dan pengungkapan juga mencakup rincian kewajiban yang harus diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan, seperti jatuh tempo, suku bunga yang dikenakan, serta informasi risiko yang relevan bagi pengguna laporan keuangan. Ketentuan ini sejalan dengan prinsip transparansi dan relevansi informasi akuntansi. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Obligasi sebagai Sumber Pendanaan
Obligasi telah lama diakui sebagai salah satu sumber pendanaan strategis bagi entitas non-bank, baik korporasi maupun pemerintah. Berbeda dengan pinjaman utang jangka pendek dari lembaga keuangan, obligasi menawarkan fleksibilitas periode pembayaran yang lebih panjang, serta potensi biaya modal yang lebih kompetitif tergantung kondisi pasar dan profil risiko penerbit. Obligasi memungkinkan entitas untuk mendapatkan modal dalam jumlah besar yang terdiversifikasi dari berbagai investor, mengurangi ketergantungan pada lembaga kredit saja. Selain itu, di banyak negara, obligasi pemerintah menjadi instrumen utama bagi otoritas moneter untuk mempengaruhi likuiditas pasar uang melalui operasi pasar terbuka.
Alokasi dana dari hasil emisi obligasi sering dialokasikan untuk investasi proyek jangka panjang, ekspansi bisnis, refinancing hutang yang ada, atau pembiayaan fiskal pemerintah. Efektivitas obligasi sebagai sumber pendanaan juga dapat dilihat dari bagaimana pasar merespon emisi baru, termasuk tingkat permintaan investor dan biaya bunga yang harus dibayar oleh penerbit. Di banyak studi, obligasi dipandang sebagai alternatif pembiayaan yang efisien dengan risiko yang dapat dikelola jika dibandingkan dengan sumber pembiayaan lain seperti kredit bank jangka panjang. ([Lihat sumber Disini - ejournal3.undip.ac.id])
Penyajian Obligasi dalam Laporan Keuangan
Penyajian obligasi dalam laporan keuangan mencakup beberapa elemen penting yang harus diperhatikan oleh penyusun laporan. Pertama, liabilitas obligasi harus ditampilkan sebagai bagian dari kewajiban jangka panjang dalam neraca, diukur sesuai dengan prinsip pengakuan awal liabilitas finansial. Informasi seperti nilai tercatat, jatuh tempo, nilai nominal, dan tingkat bunga harus dijelaskan dalam catatan atas laporan keuangan agar pengguna laporan memperoleh gambaran penuh atas eksposur utang entitas.
Selain itu, biaya bunga yang terkait dengan obligasi harus diakui dalam laporan laba rugi sesuai periode terjadinya. Pengungkapan tambahan sering kali mencakup risiko suku bunga, risiko likuiditas, dan kebijakan manajemen terhadap risiko pasar. Standar akuntansi internasional memberikan pedoman rinci mengenai bagaimana mengukur, mengklasifikasikan, dan mengungkapkan instrumen keuangan seperti obligasi di dalam laporan keuangan, terutama dalam konteks transparansi dan perbandingan antar periode serta antar entitas yang berbeda. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Kesimpulan
Obligasi merupakan instrumen utang jangka panjang yang memainkan peran penting dalam pasar modal dan struktur pembiayaan global. Secara umum, obligasi adalah surat utang yang mencerminkan kewajiban penerbit atas pokok dan bunga yang harus dibayar kepada pemegangnya berdasarkan perjanjian yang telah disepakati. Instrumen ini memiliki karakteristik unik seperti nilai nominal, jatuh tempo tetap, pembayaran kupon, serta jenis-jenis yang beragam menurut penerbit dan struktur pembayaran. Proses penerbitannya melibatkan persiapan dokumen, persetujuan otoritas pasar modal, hingga penetapan peringkat kredit.
Dari perspektif akuntansi, pengakuan dan pencatatan obligasi mengikuti standar akuntansi yang memastikan bahwa liabilitas dan biaya bunga dicatat dan diukur secara tepat serta transparan dalam laporan keuangan. Obligasi juga merupakan sumber pendanaan yang efektif karena memberikan fleksibilitas jangka panjang dan diversifikasi sumber modal dibandingkan pembiayaan konvensional lainnya. Penyajian obligasi dalam laporan keuangan harus mencerminkan kewajiban, beban bunga, serta risiko yang terkait sehingga informasi dapat dipahami dan digunakan oleh para pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan ekonomi dan investasi.