Terakhir diperbarui: 10 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 10 December). Kesiapan Suami Mendampingi Persalinan. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/kesiapan-suami-mendampingi-persalinan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Kesiapan Suami Mendampingi Persalinan - SumberAjar.com

Kesiapan Suami Mendampingi Persalinan

Pendahuluan

Persalinan adalah salah satu peristiwa penting dalam kehidupan keluarga, bukan hanya bagi ibu dan bayi, tetapi juga bagi suami yang mendampingi. Kehadiran suami sebagai pendamping persalinan dapat menjadi sumber kekuatan emosional dan fisik bagi istri, membantu menciptakan suasana yang nyaman, aman, serta mendukung kelancaran proses persalinan. Di Indonesia, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa dukungan suami berhubungan erat dengan kesiapan ibu dalam menghadapi persalinan dan hasil persalinan itu sendiri. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Dengan demikian, penting untuk memahami apa yang dimaksud dengan “kesiapan suami mendampingi persalinan”, faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta bagaimana peran suami dapat memengaruhi pengalaman persalinan. Artikel ini bertujuan menguraikan aspek-aspek tersebut secara sistematis, berdasarkan literatur dan hasil penelitian terkini.


Definisi Kesiapan Suami Mendampingi Persalinan

Definisi Umum

“Kesiapan suami mendampingi persalinan” merujuk pada kondisi di mana seorang suami berada dalam keadaan siap, baik secara psikologis, emosional, maupun fisik, untuk mendampingi istrinya selama proses persalinan. Ini mencakup kesiapan mental untuk memberi dukungan emosional, kesiapan informasi untuk memahami proses persalinan, serta kesiapan logistik/praktis untuk menghadiri dan membantu selama persalinan.

Definisi dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “kesiapan” diartikan sebagai keadaan sudah siap; keadaan dalam kondisi siap. Sedangkan “mendampingi” berarti menemani atau menjadi pendamping. Oleh karena itu, secara harfiah “kesiapan suami mendampingi persalinan” berarti keadaan di mana suami telah siap menemani persalinan.

Definisi Menurut Para Ahli

Sejauh penelusuran literatur di Indonesia dan internasional, meskipun istilah “kesiapan suami mendampingi persalinan” jarang didefinisikan dengan satu definisi baku, sejumlah penelitian menjelaskan aspek-aspek kesiapan tersebut dalam konteks dukungan suami:

  • Dhita Yuniar Kristianingrum (2021) mendefinisikan peran suami selama hamil dan persalinan sebagai bentuk “dukungan” yang mencakup emosional, informasional, instrumental, sehingga kesiapan suami berarti ia bersedia dan mampu memberikan dukungan tersebut. [Lihat sumber Disini - jurnal.unipasby.ac.id]

  • Ramatian Simanihuruk (2021) dalam penelitiannya di Puskesmas Noemuti menyatakan bahwa kesiapan menghadapi persalinan dipengaruhi oleh dukungan suami: kesiapan lahir dari dukungan psikologis dan fisik suami kepada ibu hamil. [Lihat sumber Disini - jurnalintelektiva.com]

  • Omiati Natalia et al. (2023) mengartikan kesiapan persalinan sebagai proses perencanaan kelahiran dan antisipasi terhadap tindakan darurat, di mana dukungan suami menjadi faktor penting. [Lihat sumber Disini - journal.unpacti.ac.id]

  • Khairunisya et al. (2023) menunjukkan bahwa dukungan dan pengetahuan suami secara signifikan menurunkan kecemasan ibu pada trimester III, yang mengindikasikan kesiapan mental ibu, dan siap mendampingi juga memerlukan kesiapan suami. [Lihat sumber Disini - ejurnal.ung.ac.id]

Dengan demikian, kesiapan suami bisa dipahami sebagai multidimensional, meliputi aspek emosional, informasional, fisik dan logistik, dan bukan hanya “bersedia hadir di ruang bersalin”.


Pemahaman Suami tentang Proses Persalinan

Pemahaman suami mengenai proses persalinan sangat menentukan bagaimana ia bisa mendampingi secara efektif. Suami yang memahami tahapan persalinan, potensi risiko, serta kebutuhan ibu selama persalinan cenderung lebih siap dan mampu memberikan dukungan yang optimal.

Beberapa penelitian di Indonesia menekankan bahwa suami seringkali kurang terlibat dalam pendidikan antenatal sehingga kurang memahami proses persalinan. [Lihat sumber Disini - journal.arikesi.or.id]

Sebaliknya, ketika suami diberi edukasi, baik berupa penyuluhan dari tenaga kesehatan maupun melalui media edukasi seperti modul atau e-modul, pengetahuan dan pemahaman mereka meningkat. Sebagai hasilnya, suami lebih siap mendampingi dan memberi dukungan yang diperlukan. [Lihat sumber Disini - ejurnal.poltekkes-tanjungpinang.ac.id]


Faktor yang Mempengaruhi Kesiapan Suami

Ada beberapa faktor yang memengaruhi sejauh mana suami siap mendampingi persalinan. Berdasarkan literatur dan penelitian:


Peran Emosional dan Fisik Suami saat Persalinan

Saat mendampingi persalinan, suami tidak hanya sebagai “hadir fisik”, perannya seringkali meliputi:

Penelitian oleh Kristianingrum (2021) menunjukkan bahwa suami yang aktif dalam memberikan dukungan berdampak positif terhadap kesehatan emosional istri, meningkatkan rasa percaya diri istri menjalani persalinan dan masa nifas. [Lihat sumber Disini - jurnal.unipasby.ac.id]


Pengaruh Edukasi Persiapan Persalinan

Edukasi persiapan persalinan, yang melibatkan suami dan keluarga, memiliki peran penting dalam meningkatkan kesiapan suami sebagai pendamping. Beberapa temuan:


Hambatan Suami dalam Mendampingi Istri

Meskipun banyak manfaat, tidak sedikit suami menghadapi hambatan dalam mendampingi persalinan. Berikut beberapa hambatan umum berdasarkan penelitian:


Dampak Kesiapan Suami terhadap Pengalaman Persalinan

Kesiapan dan kehadiran suami dalam persalinan bisa membawa dampak positif signifikan, baik bagi ibu maupun bayi, serta terhadap pengalaman persalinan secara keseluruhan:

  • Penelitian menunjukkan bahwa dukungan suami berhubungan dengan kesiapan persalinan pada ibu hamil, semakin baik dukungan, semakin siap ibu dalam menghadapi persalinan. [Lihat sumber Disini - jpk.jurnal.unej.ac.id]

  • Suami yang mendampingi dapat membantu memperlancar persalinan: menurut penelitian pada ibu multipara di Puskesmas Pulau Sapi, dukungan suami berhubungan dengan lama persalinan kala II, mendampingi suami berhubungan dengan persalinan lebih singkat. [Lihat sumber Disini - e-jurnal.stikesmitraadiguna.ac.id]

  • Dukungan dan pendampingan dari suami dapat mengurangi kecemasan ibu hamil menjelang persalinan, terutama di trimester III. [Lihat sumber Disini - ejurnal.ung.ac.id]

  • Dengan suasana yang lebih aman, nyaman, dan didukung secara emosional, ibu lebih mampu menjalani proses persalinan dengan percaya diri, yang dapat berdampak positif pada hasil persalinan dan kesehatan ibu-bayi. [Lihat sumber Disini - jurnal.unipasby.ac.id]


Peran Tenaga Kesehatan dalam Memberikan Edukasi

Tenaga kesehatan (bidan, dokter, perawat) memiliki peran sentral dalam meningkatkan kesiapan suami mendampingi persalinan, melalui:


Faktor Contextual dan Sosial Ekonomi

Di luar faktor individu dan pengetahuan, konteks sosial ekonomi dan budaya turut memengaruhi kesiapan suami mendampingi persalinan. Contohnya:


Kesimpulan

“Kesiapan suami mendampingi persalinan” adalah kondisi multidimensional, mencakup kesiapan emosional, informasional, fisik, dan logistik, agar suami bisa mendampingi istri secara optimal selama persalinan.

Faktor utama yang memengaruhi kesiapan ini meliputi pengetahuan suami tentang proses persalinan, dukungan sosial dan keluarga, norma budaya, kesiapan mental, serta intervensi edukatif dari tenaga kesehatan. Edukasi persiapan persalinan yang melibatkan suami terbukti meningkatkan kesiapan dan keterlibatan suami, serta berkontribusi pada kelancaran persalinan dan pengalaman persalinan yang lebih positif bagi ibu.

Namun hambatan, seperti kurangnya pengetahuan, persepsi budaya, ketidaksiapan mental, atau kurangnya dukungan sistem pelayanan kesehatan, masih sering dijumpai. Oleh karena itu, penting bagi tenaga kesehatan dan sistem layanan kesehatan di Indonesia untuk mendorong keterlibatan suami secara aktif, serta menyediakan edukasi yang mudah diakses oleh pasangan suami-istri.

Dengan kesiapan dan pendampingan suami yang baik, persalinan dapat menjadi proses yang lebih aman, nyaman, dan penuh dukungan, bukan hanya bagi ibu, tetapi juga bagi suami dan keluarga secara keseluruhan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kesiapan suami mendampingi persalinan adalah kemampuan suami untuk hadir secara fisik, mental, emosional, dan informasional dalam membantu istri selama proses persalinan. Ini mencakup pemahaman tentang tahapan persalinan, dukungan emosional, serta kesiapan menghadapi kondisi persalinan.

Peran suami penting karena dapat membantu mengurangi kecemasan ibu, memberikan rasa aman, meningkatkan kenyamanan, memperlancar proses persalinan, serta membantu pengambilan keputusan bersama tenaga kesehatan.

Beberapa faktor yang memengaruhi kesiapan suami antara lain pengetahuan tentang persalinan, dukungan keluarga, norma budaya, kesiapan mental, pengalaman sebelumnya, serta edukasi yang diberikan oleh tenaga kesehatan.

Dukungan suami dapat menurunkan kecemasan ibu, meningkatkan rasa percaya diri, memperlancar proses persalinan, membantu proses pengambilan keputusan, serta memberikan pengalaman persalinan yang lebih positif bagi ibu.

Tenaga kesehatan dapat meningkatkan kesiapan suami melalui edukasi antenatal, konseling pasangan, pemberian materi persalinan, pelibatan suami dalam kunjungan ANC, serta menyediakan program edukatif seperti modul atau e-modul pendampingan persalinan.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Kesiapan Ibu Menghadapi Persalinan Normal Kesiapan Ibu Menghadapi Persalinan Normal Hubungan Dukungan Suami dengan Kesehatan Ibu Hubungan Dukungan Suami dengan Kesehatan Ibu Tingkat Pengetahuan Suami tentang ASI Eksklusif Tingkat Pengetahuan Suami tentang ASI Eksklusif Kesiapan Persalinan Normal: Konsep, Indikator, dan Kesiapan Ibu Kesiapan Persalinan Normal: Konsep, Indikator, dan Kesiapan Ibu Persepsi Ibu Hamil terhadap Induksi Persalinan Persepsi Ibu Hamil terhadap Induksi Persalinan Pengetahuan Ibu tentang Risiko Persalinan Lama Pengetahuan Ibu tentang Risiko Persalinan Lama Persepsi Ibu terhadap Persalinan Operatif Persepsi Ibu terhadap Persalinan Operatif Pengaruh Edukasi Prenatal terhadap Pengurangan Ketakutan Persalinan Pengaruh Edukasi Prenatal terhadap Pengurangan Ketakutan Persalinan Ketakutan Menghadapi Proses Melahirkan Ketakutan Menghadapi Proses Melahirkan Persepsi Ibu terhadap Penggunaan Birth Ball saat Persalinan Persepsi Ibu terhadap Penggunaan Birth Ball saat Persalinan Pengetahuan Ibu tentang Komplikasi Persalinan Pengetahuan Ibu tentang Komplikasi Persalinan Persepsi Ibu Hamil tentang Persalinan di Fasilitas Kesehatan Persepsi Ibu Hamil tentang Persalinan di Fasilitas Kesehatan Kesiapan Keluarga Menyambut Bayi Kesiapan Keluarga Menyambut Bayi  Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Pemilihan Metode Persalinan Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Pemilihan Metode Persalinan Nyeri Persalinan: Jenis dan Penanganan Nyeri Persalinan: Jenis dan Penanganan Dukungan Suami: Konsep, Peran Keluarga, dan Kesehatan Ibu Dukungan Suami: Konsep, Peran Keluarga, dan Kesehatan Ibu Komplikasi Persalinan: Konsep, Faktor Risiko, dan Pencegahan Komplikasi Persalinan: Konsep, Faktor Risiko, dan Pencegahan Ketakutan Menghadapi Persalinan: Konsep, Faktor Psikologis, dan Dukungan Ketakutan Menghadapi Persalinan: Konsep, Faktor Psikologis, dan Dukungan Kecemasan Ibu Menjelang Persalinan Kecemasan Ibu Menjelang Persalinan Evaluasi Pengetahuan Pasangan tentang Peran Ayah dalam ASI Eksklusif Evaluasi Pengetahuan Pasangan tentang Peran Ayah dalam ASI Eksklusif
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…