Terakhir diperbarui: 23 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 23 December). Kesiapan Peningkatan Kesehatan: Konsep, Makna, dan Implementasi. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/kesiapan-peningkatan-kesehatan-konsep-makna-dan-implementasi  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Kesiapan Peningkatan Kesehatan: Konsep, Makna, dan Implementasi - SumberAjar.com

Kesiapan Peningkatan Kesehatan: Konsep, Makna, dan Implementasi

Pendahuluan

Dalam era kesehatan modern saat ini, masyarakat dan tenaga kesehatan dihadapkan pada tantangan signifikan untuk tidak hanya mengobati penyakit tetapi juga dalam upaya peningkatan kesehatan secara berkelanjutan. Peningkatan kesehatan bukan sekadar proses medis, tetapi kondisi yang melibatkan komitmen individu, lingkungan sosial, dan layanan kesehatan untuk memperbaiki kualitas kesehatan dan mencegah masalah kesehatan baru. Fenomena ini penting karena dengan meningkatnya penyakit tidak menular dan kebutuhan gaya hidup sehat, kesiapan individu untuk meningkatkan kesehatan menjadi faktor kunci dalam efektivitas upaya kesehatan masyarakat secara umum.

Isu kesiapan dalam konteks kesehatan mengandung dimensi perilaku, pengetahuan, motivasi, dan kemampuan penerapan rencana kesehatan. Konsep ini relevan terutama di setting praktik keperawatan dan promosi kesehatan karena perawat seringkali menjadi ujung tombak dalam mengidentifikasi kesiapan pasien dan melakukan intervensi yang tepat. Oleh karena itu, pemahaman menyeluruh tentang kesiapan peningkatan kesehatan melalui tinjauan konsep, faktor yang mempengaruhi, serta implementasinya sangat penting bagi profesional kesehatan, khususnya perawat.


Definisi Kesiapan Peningkatan Kesehatan

Definisi Kesiapan Peningkatan Kesehatan Secara Umum

Kesiapan peningkatan kesehatan secara umum merujuk kepada kondisi di mana individu menunjukkan kemampuan fisik, psikologis, dan sosial untuk merencanakan dan melaksanakan tindakan atau perilaku yang mendukung kesehatan yang optimal. Ini berarti seseorang tidak hanya menyadari apa yang harus dilakukan, tetapi juga memiliki motivasi dan kesiapan mental untuk melakukan tindakan kesehatan tersebut.

Secara konsep, kesiapan ini melibatkan kehendak untuk membuat perubahan dalam pola hidup, seperti meningkatkan aktivitas fisik, memperbaiki pola makan, atau mengelola stres guna mencapai derajat kesehatan yang lebih baik. Kesiapan ini berbeda dari keadaan pasif, bukan sekadar tidak sakit, tetapi melibatkan tindakan proaktif untuk secara aktif mempertahankan atau meningkatkan fungsi kesehatan diri.

Definisi Kesiapan Peningkatan Kesehatan dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah kesiapan bisa didefinisikan sebagai keadaan atau kondisi siap atau bersedia untuk melakukan sesuatu. Kata peningkatan berarti proses menuju ke keadaan yang lebih tinggi atau lebih baik. Sedangkan kesehatan merujuk pada keadaan fungsi tubuh dan mental yang utuh serta seimbang.

Dengan demikian, secara bahasa kesiapan peningkatan kesehatan adalah keadaan di mana seseorang berada dalam kondisi siap dan bersedia melakukan upaya-keupaya menuju kesehatan yang lebih baik. Definisi ini senada dengan diagnosis keperawatan SDKI yakni kesiapan peningkatan manajemen kesehatan yang menjadi indikator perilaku promosi kesehatan.(sumber SDKI) [Lihat sumber Disini - perawat.org]

Definisi Kesiapan Peningkatan Kesehatan Menurut Para Ahli

  1. NANDA International mendefinisikan readiness for enhanced health management sebagai pola pengaturan dan pengintegrasian penanganan masalah kesehatan dalam kehidupan sehari-hari yang cukup untuk mencapai tujuan kesehatan dan dapat ditingkatkan. Ini merupakan diagnosa keperawatan yang diterima secara internasional sebagai indikasi bahwa klien memiliki kesiapan untuk mengembangkan kebiasaan atau perilaku yang mendukung kesehatannya. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

  2. Menurut sumber klinis pendidikan kesehatan di NCBI, readiness to learn atau kesiapan belajar kesehatan adalah kemampuan dan kemauan klien untuk menerima informasi dan menginisiasi perubahan perilaku yang mengarah pada hasil kesehatan yang lebih baik. Ini menunjukkan bahwa aspek psikologis dan motivasi klien merupakan bagian intrinsik dari kesiapan peningkatan kesehatan. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

  3. Wardini (2024) dalam tinjauan literaturnya tentang pendidikan interprofesional menggarisbawahi bahwa kesiapan kesehatan juga berkaitan erat dengan kompetensi proaktif tenaga kesehatan dan peserta didik dalam merencanakan, mengimplementasikan, serta mengevaluasi strategi promosi kesehatan, baik dalam konteks akademis maupun praktik klinis. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  4. Studi yang menggambarkan kesiapan mahasiswa keperawatan juga menekankan bahwa kesiapan tidak hanya mencakup pengetahuan klinis, tetapi juga keterampilan komunikasi, self-management, dan keyakinan diri untuk menghadapi tantangan pelayanan kesehatan yang kompleks. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Singkatnya, kesiapan peningkatan kesehatan menurut para ahli melibatkan kemampuan, motivasi, dan sikap proaktif individu atau kelompok untuk mengubah perilaku, menerima informasi, dan mengimplementasikan langkah-langkah yang meningkatkan kesehatannya.


Faktor yang Mempengaruhi Kesiapan Peningkatan Kesehatan

1. Pengetahuan dan Informasi Kesehatan

Pengetahuan yang baik tentang kondisi kesehatan dan risiko kesehatan merupakan basis utama kesiapan. Individu yang memiliki informasi yang memadai tentang apa yang perlu dilakukan cenderung lebih mudah siap untuk mengadopsi tindakan kesehatan. Misalnya, pasien yang memahami hubungan antara gaya hidup tidak sehat dengan risiko penyakit kronis akan lebih termotivasi dalam melakukan perubahan perilaku.

Kesiapan ini juga dipengaruhi oleh kemampuan klien untuk menerima dan memahami informasi, ini termasuk aspek literasi kesehatan atau health literacy. Tanpa pengetahuan yang tepat, individu mungkin tidak menyadari pentingnya melakukan tindakan kesehatan tertentu atau tidak yakin bagaimana melakukannya dengan benar.

2. Motivasi dan Keyakinan Diri

Motivasi personal adalah pendorong utama kesiapan. Individu yang memiliki keyakinan kuat bahwa perubahan perilaku akan berdampak positif terhadap kesehatannya lebih cenderung siap untuk melakukan langkah-langkah peningkatan kesehatan. Sikap mental ini berhubungan dengan teori perilaku perubahan yang menunjukkan bahwa motivasi dan kesiapan psikologis adalah prasyarat perubahan perilaku. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Keyakinan diri (self-efficacy) juga penting karena tanpa rasa percaya bahwa diri sendiri mampu mencapai tujuan kesehatan, banyak individu akan menghindari tindakan perubahan. Ini relevan dalam konteks pasien yang menghadapi kondisi kronis seperti diabetes atau hipertensi.

3. Lingkungan Sosial dan Dukungan Keluarga

Faktor sosial sangat memengaruhi kesiapan. Dukungan dari keluarga, komunitas, dan lingkungan sosial dapat memperkuat kesiapan seseorang untuk melakukan perubahan. Misalnya, lingkungan yang memiliki budaya hidup sehat (misalnya kelompok olahraga bersama atau kampanye kesehatan masyarakat) membantu individu merasa lebih percaya diri dan termotivasi untuk ikut serta.

Ketiadaan dukungan sosial sering kali menjadi penghambat kesiapan karena individu mungkin merasa sendirian atau kurang termotivasi ketika menghadapi tantangan perubahan perilaku.

4. Faktor Psikologis dan Emosional

Emosi seperti kecemasan, depresi, atau rasa takut dapat memengaruhi kesiapan seseorang. Klien yang mengalami tekanan emosional mungkin mengalami kesulitan untuk fokus pada upaya peningkatan kesehatan meskipun memiliki pengetahuan dan motivasi yang cukup.

Kesiapan untuk belajar, beradaptasi, dan menerapkan perubahan perilaku juga dipengaruhi oleh aspek emosional, misalnya kesiapan mental untuk menghadapi perubahan gaya hidup dan keterbukaan terhadap bantuan profesional kesehatan. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

5. Pendidikan dan Keterampilan Pribadi

Tingkat pendidikan dan kemampuan keterampilan seseorang dalam mengelola masalah kesehatan memiliki peran penting. Individu yang memahami bagaimana merencanakan pola makan sehat, mengatur jadwal aktivitas fisik, atau menerapkan strategi manajemen stres secara efektif cenderung lebih siap dibanding yang tidak memilikinya.

Tenaga kesehatan juga perlu berperan dalam meningkatkan keterampilan praktis pasien melalui edukasi yang efektif dan relevan.


Makna Kesiapan Peningkatan Kesehatan bagi Pasien

Kesiapan peningkatan kesehatan tidak sekadar status klinis pasif, tetapi merupakan suatu kondisi aktif di mana pasien menunjukkan kesediaan dan kemampuan untuk terlibat dalam proses peningkatan kesehatan diri.

1. Mendorong Kepemilikan Peran Pasien

Kesiapan ini menandakan bahwa pasien tidak lagi menjadi objek layanan kesehatan semata, tetapi sebagai subjek yang aktif terlibat dalam setiap keputusan terkait kesehatannya. Dengan kesiapan yang tinggi, pasien cenderung lebih berpartisipasi dalam menentukan tujuan kesehatan dan memilih strategi terbaik untuk mencapainya, seperti manajemen diet, olahraga, atau pemeriksaan kesehatan periodic.

2. Menguatkan Ekspektasi Perubahan Perilaku

Individu yang siap meningkatkan kesehatannya akan menunjukkan perubahan perilaku nyata, misalnya merencanakan pola hidup sehat, menyesuaikan pola makan, atau menerapkan strategi pengelolaan stres. Ini bukan sekadar retorika, tetapi langkah nyata yang berdampak pada outcome kesehatan jangka panjang.

3. Mengoptimalkan Peran Tenaga Kesehatan

Dalam proses terapi dan asuhan, kesiapan pasien menjadi umpan balik yang penting bagi tenaga kesehatan untuk merancang intervensi yang sesuai dengan kesiapan pasien tersebut. Contohnya, jika pasien sudah siap secara psikologis dan pengetahuan, perawat dapat langsung menerapkan edukasi lanjutan; bila belum siap, maka perawat mesti melakukan pendekatan motivasional terlebih dahulu.


Penilaian Keperawatan Kesiapan Peningkatan Kesehatan

Dalam praktik keperawatan, penilaian kesiapan peningkatan kesehatan sering dilakukan melalui pengkajian holistik pasien, mencakup aspek fisik, psikologis, pengetahuan, perilaku, dan lingkungan.

1. Wawancara dan Anamnesis

Perawat melakukan wawancara untuk menilai apakah pasien sudah menunjukkan tanda kesiapan, misalnya dengan mengungkapkan keinginan untuk mengubah perilaku, memahami informasi kesehatan, atau menunjukkan komitmen terhadap perubahan tersebut.

2. Penggunaan Kerangka Pengkajian Gordon

Model pola kesehatan Gordon dapat membantu perawat menilai kesiapan dalam berbagai domain seperti persepsi kesehatan dan manajemen, nutrisi, aktivitas fisik, serta pola koping pasien. Dengan mengidentifikasi data subyektif dan obyektif, perawat dapat memetakan kesiapan pasien secara komprehensif. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

3. Penilaian Motivasi dan Keterampilan

Perawat mengukur motivasi pasien serta keterampilan praktiknya. Misalnya, apakah pasien mampu mengatur pola makan sehat, mengelola waktu untuk aktivitas fisik, atau mampu mengidentifikasi faktor risiko kesehatannya sendiri.

4. Identifikasi Hambatan dan Faktor Pendukung

Perawat perlu mengidentifikasi hambatan yang mungkin mengurangi kesiapan pasien, seperti tekanan sosial, keterbatasan akses informasi kesehatan, atau kekurangan dukungan keluarga, sekaligus faktor pendukung yang dapat memperkuat kesiapan.


Implementasi Intervensi Peningkatan Kesehatan

Intervensi dilakukan berdasarkan temuan penilaian kesiapan. Tujuan utamanya adalah mendukung proses perubahan perilaku pasien menuju peningkatan kesehatan.

1. Edukasi Kesehatan

Edukasi atau penyuluhan merupakan inti intervensi dalam peningkatan kesiapan kesehatan. Edukasi ini menjelaskan risiko kesehatan, strategi perubahan perilaku, dan cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan edukasi adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pasien untuk melakukan tindakan kesehatan yang tepat. [Lihat sumber Disini - repositori.uin-alauddin.ac.id]

2. Pendampingan Motivasi

Perawat menerapkan pendekatan coaching motivasional untuk mendukung pasien dalam mengatasi hambatan psikologis yang mungkin muncul selama proses perubahan. Pendampingan semacam ini meningkatkan komitmen pasien terhadap tujuan kesehatan yang telah disepakati bersama.

3. Dukungan Perilaku dan Kebiasaan Sehat

Intervensi ini mencakup bimbingan perilaku seperti bagaimana membentuk kebiasaan sehat bertahap, menyusun jadwal aktivitas fisik, atau terlibat dalam kelompok pendukung gaya hidup sehat.

4. Kolaborasi Interprofesional

Peningkatan kesehatan bukan tanggung jawab perawat semata, tetapi juga memerlukan keterlibatan dokter, nutrisionis, psikolog, dan profesional kesehatan lainnya untuk menciptakan pendekatan yang menyeluruh. Kolaborasi ini memperkuat efektivitas intervensi. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

5. Evaluasi Berkala

Evaluasi dilakukan secara periodik untuk memantau progress pasien dalam mencapai tujuan kesehatannya, memastikan bahwa intervensi yang diberikan relevan dan tepat waktu.


Peran Perawat dalam Promosi Kesehatan

Perawat memiliki peran sentral dalam promosi kesehatan, terutama dalam konteks kesiapan peningkatan kesehatan.

1. Edukator Kesehatan

Perawat bertindak sebagai edukator yang memberikan informasi yang akurat dan relevan tentang risiko kesehatan, strategi pencegahan, dan perilaku sehat yang dapat diadopsi oleh pasien.

2. Fasilitator Perubahan Perilaku

Perawat memfasilitasi proses perubahan perilaku pasien, memberikan motivasi, dukungan psikologis, serta membantu mengatasi hambatan yang dialami pasien selama proses perbaikan kesehatan.

3. Advocate Kesehatan

Perawat juga menjadi advokat bagi pasien untuk mendapatkan akses layanan kesehatan yang diperlukan, termasuk pemeriksaan kesehatan berkala, pengobatan komorbiditas, serta dukungan sosial dari keluarga dan komunitas.

4. Penilai Kesiapan Pasien

Perawat adalah garda terdepan dalam menilai sejauh mana kesiapan pasien dalam menerima intervensi kesehatan dan menyesuaikan strategi asuhan berdasarkan profil kesiapan tersebut.


Kesimpulan

Kesiapan peningkatan kesehatan merupakan konsep penting dalam pelayanan kesehatan modern, yang mencakup kondisi psikologis, motivasi, pengetahuan, dan kemampuan individu untuk mengambil tindakan yang mendukung kesehatannya. Konsep ini tidak semata-mata teori, tetapi nyata digunakan dalam praktik keperawatan sebagai salah satu bentuk diagnosis keperawatan dan dasar pengambilan keputusan asuhan. Faktor-faktor seperti pengetahuan, motivasi, dukungan sosial, serta keterampilan praktis memainkan peran penting dalam menentukan tingkat kesiapan seseorang. Peran perawat sangat krusial dalam menilai kesiapan pasien dan melaksanakan intervensi yang tepat, mulai dari edukasi kesehatan, motivasi, dukungan perilaku sehat, hingga koordinasi interprofesional.

Dengan memahami dan menerapkan pendekatan kesiapan peningkatan kesehatan secara komprehensif, tenaga kesehatan terutama perawat dapat meningkatkan efektivitas pelayanan, meningkatkan keterlibatan pasien, dan pada akhirnya memperbaiki outcome kesehatan secara berkelanjutan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kesiapan peningkatan kesehatan adalah kondisi ketika individu memiliki kemauan, motivasi, pengetahuan, dan kemampuan untuk melakukan perubahan perilaku yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatannya secara optimal.

Kesiapan peningkatan kesehatan penting karena menjadi dasar bagi perawat dalam menentukan intervensi promotif dan preventif yang tepat, sehingga asuhan keperawatan lebih efektif dan berpusat pada pasien.

Faktor yang memengaruhi kesiapan peningkatan kesehatan meliputi pengetahuan kesehatan, motivasi dan keyakinan diri, dukungan keluarga dan lingkungan sosial, kondisi psikologis, serta tingkat pendidikan dan keterampilan individu.

Perawat menilai kesiapan peningkatan kesehatan melalui wawancara, pengkajian pola kesehatan, penilaian motivasi dan keterampilan pasien, serta identifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam upaya peningkatan kesehatan.

Peran perawat meliputi edukator kesehatan, fasilitator perubahan perilaku, motivator, advokat kesehatan, serta penilai kesiapan pasien dalam menjalani intervensi promosi dan peningkatan kesehatan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Kesiapan Belajar Mahasiswa: Konsep dan Indikator Kesiapan Belajar Mahasiswa: Konsep dan Indikator Kesiapan Belajar Pasien: Indikator dan Penilaian Keperawatan Kesiapan Belajar Pasien: Indikator dan Penilaian Keperawatan Kesiapan Kerja Psikologis: Konsep dan Faktor Kesiapan Kerja Psikologis: Konsep dan Faktor Kesiapan Perubahan Perilaku: Konsep, Tahapan Perubahan, dan Implikasinya Kesiapan Perubahan Perilaku: Konsep, Tahapan Perubahan, dan Implikasinya Kesiapan Ibu Menghadapi Persalinan Normal Kesiapan Ibu Menghadapi Persalinan Normal Kesiapan Menyusui: Konsep, Faktor Psikologis, dan Keberhasilan Laktasi Kesiapan Menyusui: Konsep, Faktor Psikologis, dan Keberhasilan Laktasi Kesiapan Peningkatan Pengetahuan Keluarga: Konsep, Indikator, dan Peran Kesiapan Peningkatan Pengetahuan Keluarga: Konsep, Indikator, dan Peran  Kesiapan Peningkatan Kesehatan: Definisi dan Implementasi Kesiapan Peningkatan Kesehatan: Definisi dan Implementasi Kesiapan Pasien Menghadapi Perubahan Kesehatan: Konsep, Adaptasi, dan Respons Kesiapan Pasien Menghadapi Perubahan Kesehatan: Konsep, Adaptasi, dan Respons Hubungan Kesiapan Mental Ibu dengan Keberhasilan IMD Hubungan Kesiapan Mental Ibu dengan Keberhasilan IMD Kesiapan Keluarga Menyambut Bayi Kesiapan Keluarga Menyambut Bayi Kesiapan Persalinan Normal: Konsep, Indikator, dan Kesiapan Ibu Kesiapan Persalinan Normal: Konsep, Indikator, dan Kesiapan Ibu Psychological Readiness: Konsep dan Implikasi Psychological Readiness: Konsep dan Implikasi Kesiapan Pasien Menghadapi Perubahan Kesehatan Kesiapan Pasien Menghadapi Perubahan Kesehatan Kesiapan Peningkatan Pengetahuan Keluarga Pasien Kesiapan Peningkatan Pengetahuan Keluarga Pasien Kesiapan Mental Ibu Menghadapi Menyusui Kesiapan Mental Ibu Menghadapi Menyusui Kesiapan Fasilitas Kesehatan Kesiapan Fasilitas Kesehatan Kesiapan Suami Mendampingi Persalinan Kesiapan Suami Mendampingi Persalinan Kesiapan Belajar Pasien: Pengertian dan Indikator Kesiapan Belajar Pasien: Pengertian dan Indikator Kesiapan Keluarga Menyambut Bayi: Konsep, Dukungan Sosial, dan Adaptasi Kesiapan Keluarga Menyambut Bayi: Konsep, Dukungan Sosial, dan Adaptasi
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…