Terakhir diperbarui: 30 November 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 30 November). Koefisien Determinasi R²: Fungsi dan Arti. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/koefisien-determinasi-r-fungsi-dan-arti  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Koefisien Determinasi R²: Fungsi dan Arti - SumberAjar.com

Koefisien Determinasi R²: Fungsi dan Arti


Pendahuluan

Dalam analisis statistik, khususnya regresi, peneliti sering menghadapi pertanyaan: seberapa baik model regresi tersebut menjelaskan variasi data? Salah satu ukuran yang paling umum digunakan untuk menjawab pertanyaan ini adalah Koefisien Determinasi, yang biasanya disimbolkan sebagai . Nilai R² membantu kita memahami seberapa besar bagian dari variabilitas (keragaman) variabel dependen (respon) dapat dijelaskan oleh variabel independen (prediktor) dalam model. Pemahaman yang tepat terhadap R² penting agar interpretasi hasil penelitian menjadi valid, dan agar kita sadar keterbatasan ketika mengandalkan satu ukuran saja. Dalam artikel ini akan dibahas pengertian R² dari berbagai sudut pandang, fungsi utamanya, cara interpretasinya, serta catatan kritis dalam penggunaannya.


Definisi Koefisien Determinasi R²

Definisi secara umum

Koefisien Determinasi (R²) adalah ukuran statistik yang menunjukkan proporsi dari variasi total variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel independen dalam model regresi. Dengan kata lain: R² mencerminkan seberapa baik model regresi cocok (fit) terhadap data. Semakin mendekati 1 (atau 100 %), semakin besar “kemampuan penjelasan” model. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Sebagai ilustrasi interpretasi praktis: jika R² = 0,70, berarti 70 % variasi dalam variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel independen dalam model, sedangkan 30 % sisanya disebabkan oleh faktor lain di luar model (error, variabel lain, atau variabel yang tak diukur). [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Definisi dalam KBBI

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai acuan baku bahasa Indonesia tidak secara spesifik memuat istilah “koefisien determinasi” karena ini termasuk terminologi teknis statistik. Namun jika dikontekstkan dalam bahasa Indonesia sehari-hari, “determinasi” berarti “ketentuan” atau “penentuan”, sedangkan “koefisien” adalah “angka pembanding” atau “angka pengukur”. Secara bebas bisa diartikan sebagai “angka yang menunjukkan seberapa besar suatu model/statistik dapat menentukan (menjelaskan) variabilitas data”. Dalam literatur statistik berbahasa Indonesia dan aplikasi penelitian kuantitatif istilah ini diterjemahkan langsung sebagai “koefisien determinasi (R²)”. Misalnya dalam artikel-artikel penelitian di Indonesia, istilah ini digunakan persis demikian tanpa modifikasi arti. [Lihat sumber Disini - ojs3.lppm-uis.org]

Definisi menurut para ahli

Berikut definisi R² menurut beberapa pakar / literatur statistik / penelitian empiris:

  • Menurut literatur statistik klasik, R² didefinisikan sebagai “kuadrat dari koefisien korelasi” (pada regresi linier sederhana) antara variabel independen dan dependen; sedangkan pada regresi berganda R² adalah kuadrat dari koefisien korelasi berganda (multiple correlation coefficient). [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
  • Dalam konteks regresi linier berganda dan penelitian sosial/ekonomi, R² diartikan sebagai ukuran yang menunjukkan “seberapa besar kontribusi variabel bebas (independen) menjelaskan variasi variabel terikat (dependen) secara simultan”. [Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id]
  • Menurut penjelasan di situs pendidikan statistik, R² memberi gambaran mengenai “kemampuan model dalam menerangkan variabilitas data”, dengan rentang 0 sampai 1; semakin mendekati 1 → model dianggap semakin baik. [Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id]
  • Dalam penelitian empiris kontemporer (misalnya dalam kontekstual evaluasi model regresi atau prediktif), R² dianggap sebagai metrik informatif untuk mengevaluasi kualitas prediksi, dan dalam banyak kasus lebih disarankan dibanding metrik lain seperti MSE, error absolut, atau MAPE, karena R² mencerminkan proporsi variasi yang tertangkap oleh model. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Fungsi dan Arti Koefisien Determinasi R² dalam Praktik

Untuk mengevaluasi kecocokan model (goodness-of-fit)

Salah satu fungsi utama R² adalah sebagai indikator goodness-of-fit: apakah model regresi yang dibangun cukup “menjelaskan” data yang nyata. Nilai tinggi menunjukkan bahwa sebagian besar variasi data dijelaskan oleh prediktor, sehingga model dianggap representatif. Sebaliknya, nilai rendah menunjukkan bahwa banyak variabilitas “tersisa” yang tidak tertangkap, menandakan model kurang fit, atau banyak faktor penting yang belum dimasukkan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Untuk mengukur kontribusi variabel independen

Dalam penelitian sosial, ekonomi, manajemen, pendidikan, dan bidang kuantitatif lainnya, R² digunakan untuk menunjukkan seberapa besar kontribusi variabel independen (masing-masing atau secara bersama) dalam menjelaskan variabilitas variabel dependen. Misalnya dalam penelitian tentang harga dan kualitas produk terhadap loyalitas pelanggan: R² = 0.633 menunjukkan bahwa variabel harga dan kualitas produk bersama-sama menjelaskan 63.3% variasi loyalitas pelanggan, sisanya (36.7%) dipengaruhi variabel di luar model. [Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id]

Untuk membandingkan model alternatif

Ketika peneliti membandingkan beberapa model regresi (misalnya dengan kombinasi variabel independen berbeda), R² bisa dijadikan dasar untuk menilai model mana yang “lebih baik” dalam menjelaskan data. Model dengan R² lebih tinggi dianggap lebih “efektif” dalam menangkap variasi data. Namun, perlu diwaspadai: menambah variabel independen selalu cenderung menaikkan R², bahkan jika variabel baru tidak relevan secara substantif. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Untuk memberikan gambaran sejauh mana hasil penelitian dapat diandalkan

Dalam laporan penelitian, R² memberi gambaran kepada pembaca tentang kredibilitas model: apakah hasil estimasi dapat dijadikan dasar analisis/prediksi dengan tingkat kepercayaan relatif tinggi. Dengan demikian, R² membantu transparansi ilmiah dan interpretasi data.


Cara Interpretasi R² & Catatan Penting

Rentang nilai dan arti umum

  • R² = 0 → model tidak menjelaskan sama sekali variasi variabel dependen (semua variasi dijelaskan oleh faktor lain). [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
  • R² mendekati 1 → model hampir “menangkap” semua variasi dalam data, menunjukkan fit yang sangat baik. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
  • Nilai antara 0 dan 1 → menunjukkan persentase variasi yang dijelaskan, interpretasi: “X% variasi dijelaskan oleh model; sisanya milik faktor lain / error.”

Adjusted R² untuk regresi berganda

Saat model melibatkan lebih dari satu variabel independen (regresi berganda), penggunaan nilai R² biasa kadang menyesatkan karena R² secara mekanis bisa meningkat jika variabel ditambah, meskipun variabel tambahan tidak substansial. Karena itu digunakan Adjusted R-squared (R² disesuaikan) untuk mendapatkan gambaran yang lebih realistis tentang kualitas model. [Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id]

Bukan bukti kausalitas

R² hanya menunjukkan asosiasi/korelasi, bukan sebab-akibat. Nilai R² tinggi tidak berarti variabel independen secara pasti menyebabkan perubahan pada variabel dependen. Faktor eksternal, variable omitted, bias spesifikasi model, semua bisa mempengaruhi. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Tidak menjamin model benar secara asumsi

Nilai R² tinggi tidak menjamin bahwa model memenuhi asumsi regresi (linearitas, homoscedasticity, normalitas residual, bebas multikolinearitas, dll). Dengan kata lain: fit statistik ≠ validitas model. Ini penting terutama dalam penelitian ilmiah.

R² negatif atau > 1 dalam kasus tertentu

Dalam kondisi non-konvensional atau model non-least squares, R² bisa saja di luar rentang 0–1, menunjukkan model jauh buruknya atau ketidaktepatan pemodelan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Contoh Penggunaan dalam Penelitian Empiris di Indonesia

  • Dalam penelitian atas “Harga, Kualitas Produk, dan Loyalitas Pelanggan”, ditemukan R² = 0,633 → artinya 63,3% variasi loyalitas pelanggan dijelaskan oleh variabel harga dan kualitas produk. [Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id]
  • Penelitian lain menunjukkan model regresi linier berganda yang menjelaskan variabilitas peringkat perguruan tinggi hingga 84,26%. [Lihat sumber Disini - jurnal.unds.ac.id]
  • Dalam penelitian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja fisik instansi publik, nilai R² = 0.9096 menunjukkan bahwa sekitar 90.96% variasi kinerja bisa dijelaskan oleh variabel dalam model. [Lihat sumber Disini - journal.uii.ac.id]
  • Namun, ada juga penelitian dengan R² sangat kecil (misalnya 0.053) yang menunjukkan variabel independen dalam model hanya menjelaskan 5.3% variasi variabel dependen, artinya variabel lain atau error mendominasi. [Lihat sumber Disini - jurnal.umj.ac.id]

Kelebihan dan Keterbatasan Koefisien Determinasi R²

Kelebihan

  • Memberi gambaran cepat dan intuitif tentang seberapa baik model menjelaskan data, memudahkan interpretasi.
  • Berguna untuk membandingkan efektivitas model regresi (dengan jumlah variabel independen sama atau serupa).
  • Dalam banyak domain, sains, ekonomi, sosial, dianggap sebagai metrik standar untuk evaluasi model.

Keterbatasan

  • Hanya menunjukkan asosiasi, bukan penyebab (tidak bisa dipakai untuk inferensi kausalitas secara langsung).
  • Dalam regresi berganda, R² bisa meningkat hanya dengan menambah variabel, bahkan jika variabel tidak relevan → bisa menyesatkan jika tidak dibarengi dengan analisis lain.
  • Tidak mencerminkan apakah model memenuhi asumsi regresi; model bisa punya R² tinggi namun asumsi dasar dilanggar.
  • Tidak menunjukkan variabel mana yang penting secara individual, untuk itu diperlukan analisis koefisien (regresi) + uji signifikansi.
  • Dalam beberapa jenis model (misalnya non-linear, non-least squares, prediksi out-of-sample), interpretasi R² bisa jadi menyesatkan, sering perlu metrik tambahan atau alternatif. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Rekomendasi Penggunaan R² dalam Penelitian

  • Gunakan R² (dan jika regresi berganda: Adjusted R²) sebagai salah satu indikator dalam mengevaluasi model, bukan satu-satunya. Kombinasikan dengan uji signifikansi (t-test / F-test), analisis residual, validasi asumsi model, dan bila relevan, evaluasi prediksi (misalnya cross-validation).
  • Hindari menambah variabel secara sembarangan hanya untuk mengejar R² tinggi, pikirkan relevansi teoritis & praktis variabel.
  • Saat melaporkan hasil, jelaskan interpretasi R² dengan jelas: “model menjelaskan sekitar X% variasi, sisanya dipengaruhi faktor luar model (error atau variabel tak diukur)”.
  • Di konteks prediksi atau pemodelan non-linier / machine learning, pertimbangkan metrik tambahan selain R² (misalnya MSE, RMSE, MAE, atau metrik domain khusus) agar kualitas model dievaluasi lebih komprehensif.

Kesimpulan

Koefisien Determinasi R² adalah ukuran fundamental dalam analisis regresi statistik, memberikan gambaran seberapa besar variabilitas variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel independen dalam model. Nilai R² membantu peneliti dan pembaca untuk menilai kualitas fit model secara intuitif. Namun, interpretasi R² perlu hati-hati: nilai tinggi jangan dianggap sebagai bukti kausalitas, dan nilai rendah tidak berarti model buruk mutlak, bisa jadi banyak faktor eksternal. Untuk regresi berganda, penggunaan Adjusted R² serta analisis lanjutan (asumsi, signifikansi, residual, validasi) penting agar hasil penelitian lebih valid dan dapat dipercaya. Dengan demikian, R² paling baik digunakan sebagai salah satu dari sekian indikator dalam rangka evaluasi model yang menyeluruh, bukan sebagai satu-satunya tolok ukur.

 

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Koefisien Determinasi R² adalah ukuran statistik yang menunjukkan persentase variasi variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel independen dalam model regresi. Nilainya berada pada rentang 0 sampai 1.

Fungsi utama R² adalah mengukur seberapa baik model regresi menjelaskan data, membantu menilai kontribusi variabel independen, dan memudahkan peneliti membandingkan kecocokan beberapa model regresi.

Cara membaca R² adalah melihat proporsi variasi data yang dapat dijelaskan model. Misalnya R² = 0.70 berarti 70% variasi variabel dependen dapat dijelaskan oleh model, sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model.

R² tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat. Angka ini hanya menggambarkan seberapa besar hubungan atau keterkaitan antar variabel, bukan membuktikan variabel independen menyebabkan perubahan variabel dependen.

Adjusted R² menyesuaikan nilai R² dengan jumlah variabel dalam model. Hal ini diperlukan karena R² cenderung meningkat setiap kali variabel baru ditambahkan, sedangkan Adjusted R² memberikan gambaran lebih akurat terhadap kualitas model.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Contingency: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya dalam Statistik Contingency: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya dalam Statistik Interpretasi Korelasi Pearson dan Spearman Interpretasi Korelasi Pearson dan Spearman Pengujian Multikolinearitas: Langkah dan Interpretasi Pengujian Multikolinearitas: Langkah dan Interpretasi Analisis Regresi Ganda: Langkah dan Interpretasi Analisis Regresi Ganda: Langkah dan Interpretasi Analisis Regresi Linear: Langkah dan Contoh Analisis Regresi Linear: Langkah dan Contoh Analisis Moderasi: Fungsi dan Teknik Uji Analisis Moderasi: Fungsi dan Teknik Uji Pengujian Reliabilitas Tes dengan KR-20 dan KR-21 Pengujian Reliabilitas Tes dengan KR-20 dan KR-21 Analisis Jalur (Path Analysis): Pengertian dan Contohnya Analisis Jalur (Path Analysis): Pengertian dan Contohnya Reliability Internal: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Reliability Internal: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Analisis Korelasi: Jenis dan Interpretasi Analisis Korelasi: Jenis dan Interpretasi Justifikasi Statistik: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya Justifikasi Statistik: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya Reliabilitas: Definisi, Jenis, dan Cara Mengukurnya beserta sumber [pdf] Reliabilitas: Definisi, Jenis, dan Cara Mengukurnya beserta sumber [pdf] X-Variable: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Statistik X-Variable: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Statistik Studi Korelasional: Pengertian, Tujuan, dan Contoh Studi Korelasional: Pengertian, Tujuan, dan Contoh Reliabilitas Instrumen: Pengujian dan Interpretasi Reliabilitas Instrumen: Pengujian dan Interpretasi Uji Reliabilitas Antar Penilai (Inter-Rater Reliability) Uji Reliabilitas Antar Penilai (Inter-Rater Reliability) Analisis SEM (Structural Equation Modeling): Pengertian dan Contoh Analisis SEM (Structural Equation Modeling): Pengertian dan Contoh Interpretasi: Pengertian, Tahap, dan Contoh dalam Penelitian beserta Sumber [PDF] Interpretasi: Pengertian, Tahap, dan Contoh dalam Penelitian beserta Sumber [PDF] Determinisme: Konsep dan Contoh dalam Penelitian Sosial Determinisme: Konsep dan Contoh dalam Penelitian Sosial Y Variable: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Statistik Y Variable: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Statistik
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…