Terakhir diperbarui: 29 November 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 29 November). Analisis SEM (Structural Equation Modeling): Pengertian dan Contoh. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/analisis-sem-structural-equation-modeling-pengertian-dan-contoh  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Analisis SEM (Structural Equation Modeling): Pengertian dan Contoh - SumberAjar.com

Analisis SEM (Structural Equation Modeling): Pengertian dan Contoh

Pendahuluan

Analisis data kuantitatif dalam riset sosial, psikologi, edukasi, maupun manajemen seringkali melibatkan banyak variabel, baik yang bisa diobservasi langsung maupun variabel tersembunyi (latent). Untuk memahami sejauh mana variabel-variabel tersebut saling berhubungan, baik secara langsung maupun tak langsung, dibutuhkan metode analisis yang mampu menangani kompleksitas tersebut secara simultan. Structural Equation Modeling (SEM) hadir sebagai teknik analisis multivariat yang memungkinkan peneliti untuk membangun, menguji, dan mengevaluasi model teoritik yang melibatkan variabel laten dan indikator. Dengan SEM, bukan hanya hubungan sederhana antar variabel yang bisa diuji, melainkan juga struktur kausal yang lebih kompleks, keterkaitan antar indikator, serta validitas konstruk dari variabel laten.

Melalui artikel ini, akan dibahas definisi SEM dari berbagai perspektif, komponen utama analisis SEM, hingga contoh penerapannya dalam studi kontemporer, agar pembaca memiliki gambaran yang jelas tentang apa itu SEM dan bagaimana SEM digunakan dalam penelitian ilmiah.


Definisi Structural Equation Modeling

Definisi SEM secara Umum

Structural Equation Modeling (SEM) adalah kumpulan teknik analisis statistik multivariat yang dirancang untuk menganalisis struktur hubungan kompleks antara variabel, baik variabel yang dapat diobservasi secara langsung (observed variables) maupun variabel tersembunyi atau laten (latent variables). [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

SEM menggabungkan unsur-unsur dari analisis faktor (factor analysis) dan analisis jalur (path analysis). Dengan demikian, SEM memungkinkan pengujian model teoretis: bagaimana variabel laten membentuk indikator, serta bagaimana variabel laten saling mempengaruhi. [Lihat sumber Disini - journal.rescollacomm.com]

Definisi SEM menurut Para Ahli

  • Menurut penjelasan dalam sebuah panduan up-to-date, SEM disebut juga sebagai “causal modeling”, “simultaneous equation modeling”, atau “analisis struktur kovarians”, yaitu sekumpulan teknik statistik yang memungkinkan pengujian rangkaian hubungan kompleks antar variabel dalam satu kesatuan model. [Lihat sumber Disini - repository.upnjatim.ac.id]
  • Lebih lanjut, SEM dipahami sebagai kombinasi antara analisis faktor dan analisis regresi / analisis jalur, memungkinkan penelitian untuk menguji model teoritik yang melibatkan variabel laten. [Lihat sumber Disini - journal.unm.ac.id]
  • Dalam literatur metodologi, SEM terdiri dari dua komponen utama: model pengukuran (measurement model) yang menghubungkan latent variables dengan indikator (observed variables); dan model struktural (structural model) yang menggambarkan hubungan antar latent variables (eksogen dan endogen). [Lihat sumber Disini - jurnal.uns.ac.id]
  • Sebagai metode statistik modern, SEM memungkinkan estimasi simultan atas semua koefisien, termasuk efek langsung, tidak langsung, serta error (kesalahan pengukuran dan residu), sehingga hasil analisis bisa lebih komprehensif dibanding metode regresi sederhana. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Komponen & Tahapan dalam SEM

Model Pengukuran (Measurement Model)

Model pengukuran adalah bagian dari SEM yang mendefinisikan bagaimana variabel laten diukur melalui indikator-indikator observasi. Dalam SEM, indikator-indikator ini bisa berupa item kuesioner, skor tes, atau variabel terobservasi lain. Model pengukuran dibagi menjadi dua jenis:

Melalui model pengukuran, peneliti dapat mengevaluasi validitas dan reliabilitas konstruk (apakah indikator benar-benar menggambarkan variabel laten, apakah variabel laten konsisten secara internal, dsb). [Lihat sumber Disini - fst.walisongo.ac.id]

Model Struktural (Structural Model)

Model struktural menggambarkan hubungan teoritik antar variabel laten, bisa berupa hubungan kausal, prediktif, langsung, maupun tidak langsung. Dalam SEM, variabel laten dibagi menjadi:

  • Variabel eksogen (independen, penyebab)
  • Variabel endogen (dependen, dipengaruhi)

Koefisien jalur (path coefficients) menunjukkan kekuatan dan arah efek antar variabel laten. SEM menghitung sekaligus semua relasi, baik antar latent variables maupun antara latent dan indikator, dalam satu analisis terpadu. [Lihat sumber Disini - journal.unm.ac.id]

Langkah Umum dalam Analisis SEM

Secara umum, tahapan dalam penggunaan SEM meliputi:

  1. Spesifikasi model: menentukan variabel, indikator, dan struktur hipotesis (hubungan kausal). [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
  2. Estimasi model: menggunakan software statistik (misalnya LISREL, AMOS, SmartPLS, atau program statistik lain) untuk menghitung koefisien jalur, varians, dan error. [Lihat sumber Disini - fst.walisongo.ac.id]
  3. Evaluasi model: mengevaluasi apakah model cocok dengan data melalui uji kecocokan (fit indices), reliabilitas, validitas, serta penilaian atas signifikansi jalur. [Lihat sumber Disini - scholar.ummetro.ac.id]
  4. Interpretasi hasil: menafsirkan koefisien jalur, baik efek langsung maupun tidak langsung, serta implikasi teoritik/pengukuran. Perlu kehati-hatian sebab model yang fit secara statistik tidak selalu menjamin kebenaran kausal di dunia nyata. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Keunggulan & Keterbatasan SEM

Keunggulan SEM

Keterbatasan / Catatan Penting


Contoh Penerapan SEM dalam Penelitian Terkini

Berikut contoh penelitian terkini (2021–2025) di Indonesia yang menggunakan SEM:

  • Studi Linking Belief to Thought: A Structural Equation Modeling Analysis of Self‑Efficacy and Critical Thinking Among Indonesian Pre-Service Teacher (2025) menunjukkan bahwa self-efficacy secara signifikan mempengaruhi keterampilan berpikir kritis pada calon guru. Koefisien jalur langsung dilaporkan 0.44. [Lihat sumber Disini - journals2.ums.ac.id]
  • Penelitian Bayesian‑Structural Equation Modeling on E‑Learning Readiness, Self‑Directed Learning Readiness, and Learning Motivation (2021) menggunakan pendekatan SEM berbasis Bayesian untuk mengeksplor hubungan readiness e-learning, readiness pembelajaran mandiri, dan motivasi belajar mahasiswa selama pandemi. Hasil menunjukkan readiness pembelajaran mandiri memberikan pengaruh signifikan terhadap motivasi belajar, sedangkan e-learning readiness tidak signifikan. [Lihat sumber Disini - journal-stats.ipb.ac.id]

Dua contoh tersebut menggambarkan fleksibilitas SEM: bisa dipakai dalam penelitian pendidikan, dengan variabel laten seperti “self-efficacy”, “motivasi belajar”, “readiness” yang tidak bisa diukur langsung, tapi melalui indikator.


Langkah Praktis Menggunakan SEM (Panduan Singkat)

  1. Tentukan konstruk / variabel laten berdasarkan teori dan literatur, misalnya “motivasi belajar”, “kepuasan pengguna”, “self-efficacy”.
  2. Pilih indikator yang valid untuk setiap konstruk, misalnya kuesioner, skor tes, variabel observasi.
  3. Spesifikasikan model: struktur antar konstruk (siapa pengaruh siapa), apakah ada mediator/moderator.
  4. Gunakan software statistik yang mendukung SEM, seperti LISREL, AMOS, SmartPLS, untuk estimasi.
  5. Evaluasi model: periksa fit indices, validitas, reliabilitas, signifikansi jalur.
  6. Interpretasikan hasil: efek langsung, tidak langsung, total effect; serta implikasi teori/praktis.
  7. Laporkan dengan transparan: hasil, keterbatasan (misalnya ukuran sampel, asumsi), rekomendasi penelitian selanjutnya.

Kesimpulan

Structural Equation Modeling (SEM) adalah metode analisis multivariat yang powerful untuk menguji model teoritik yang kompleks,melibatkan variabel laten dan indikator observasi,dalam satu kesatuan analisis. Dengan menggabungkan analisis faktor dan jalur, SEM memungkinkan peneliti untuk menguji dan memvalidasi struktur teoretik, termasuk hubungan langsung dan tidak langsung antar konstruk. Meskipun demikian, SEM memerlukan spesifikasi model yang tepat, sampel cukup besar, serta interpretasi yang hati-hati agar temuan tidak disalahartikan sebagai bukti kausal absolut. Banyak penelitian kontemporer di Indonesia telah menggunakan SEM untuk mengeksplor hubungan psikologis/edukasional (misalnya self-efficacy dan berpikir kritis), menunjukkan relevansi SEM dalam riset sosial dan pendidikan. Bagi peneliti yang ingin menguji teori hubungan antar variabel laten secara komprehensif dan sistematis, SEM merupakan pilihan metode yang sangat tepat, asalkan dilakukan dengan cermat dan berbasis teori yang kuat.

 

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Structural Equation Modeling (SEM) adalah teknik analisis statistik multivariat yang digunakan untuk menguji hubungan antar variabel laten dan indikator secara simultan. SEM menggabungkan analisis faktor dan analisis jalur sehingga mampu memodelkan hubungan kompleks dalam satu struktur model.

SEM memiliki dua komponen utama, yaitu model pengukuran (measurement model) yang menghubungkan variabel laten dengan indikator, dan model struktural (structural model) yang menggambarkan hubungan antar variabel laten baik secara langsung maupun tidak langsung.

SEM sebaiknya digunakan ketika penelitian melibatkan variabel laten, indikator ganda, atau hubungan kausal yang kompleks yang tidak dapat dianalisis menggunakan regresi sederhana. SEM ideal untuk riset sosial, pendidikan, psikologi, dan manajemen.

Contoh penerapan SEM antara lain penelitian tentang pengaruh self-efficacy terhadap kemampuan berpikir kritis, penelitian mengenai motivasi belajar, model kepuasan pengguna, serta hubungan readiness e-learning dengan motivasi belajar mahasiswa.

Kelebihan SEM meliputi kemampuan menguji model teoritik kompleks, mengestimasi hubungan langsung dan tidak langsung, menggunakan variabel laten yang tidak dapat diukur langsung, serta mengevaluasi validitas dan reliabilitas model secara bersamaan.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Uji Reliabilitas Composite Reliability Uji Reliabilitas Composite Reliability Teknik Analisis Variabel Kompleks dalam Riset Teknik Analisis Variabel Kompleks dalam Riset Analisis Moderasi: Fungsi dan Teknik Uji Analisis Moderasi: Fungsi dan Teknik Uji Analisis Jalur (Path Analysis): Pengertian dan Contohnya Analisis Jalur (Path Analysis): Pengertian dan Contohnya Model Linier Hierarkis: Penerapan dalam Penelitian Model Linier Hierarkis: Penerapan dalam Penelitian Confirmatory Factor Analysis (CFA): Fungsi dan Langkah Confirmatory Factor Analysis (CFA): Fungsi dan Langkah UML: Jenis Diagram dan Fungsinya UML: Jenis Diagram dan Fungsinya X-Dimension Research: Konsep dan Penerapan dalam Kajian Multivariat X-Dimension Research: Konsep dan Penerapan dalam Kajian Multivariat Variabel Intervening: Pengertian dan Contoh Variabel Intervening: Pengertian dan Contoh Pemodelan & Diagram Sistem Pemodelan & Diagram Sistem Justifikasi Teoritis: Pengertian, Tujuan, dan Contohnya Justifikasi Teoritis: Pengertian, Tujuan, dan Contohnya Analisis Mediasi: Definisi dan Contoh dalam Penelitian Analisis Mediasi: Definisi dan Contoh dalam Penelitian Hubungan antara Teori, Konsep, dan Model dalam Ilmu Hubungan antara Teori, Konsep, dan Model dalam Ilmu Analisis: Definisi, Jenis, dan Metodenya Analisis: Definisi, Jenis, dan Metodenya Modeling Sistem dengan BPMN Modeling Sistem dengan BPMN Metode Pengujian Sistem Berbasis Risiko Metode Pengujian Sistem Berbasis Risiko Analisis Multilevel: Pengertian dan Contoh Analisis Multilevel: Pengertian dan Contoh Eksklusi Sosial: Konsep dan Bentuk Marginalisasi Eksklusi Sosial: Konsep dan Bentuk Marginalisasi Uji Chi-Square Goodness of Fit Uji Chi-Square Goodness of Fit Analisis Statistik: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Analisis Statistik: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…