Terakhir diperbarui: 10 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 10 January). Kohesi Sosial: Konsep dan Perekat Masyarakat. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/kohesi-sosial-konsep-dan-perekat-masyarakat 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Kohesi Sosial: Konsep dan Perekat Masyarakat - SumberAjar.com

Kohesi Sosial: Konsep dan Perekat Masyarakat

Pendahuluan

Kohesi sosial merupakan fenomena fundamental dalam kehidupan bermasyarakat yang mencerminkan seberapa kuat hubungan dan ikatan antar-anggota komunitas di dalam suatu masyarakat. Pada tingkat yang tinggi, kohesi sosial mencerminkan solidaritas, rasa saling percaya, dan keterlibatan aktif warga dalam mencapai tujuan bersama, sehingga mampu menciptakan suasana hidup bersama yang harmoni dan produktif. Sebaliknya, rendahnya kohesi sosial dapat menjadi bibit konflik, segregasi, dan fragmentasi sosial yang mengancam stabilitas sosial secara keseluruhan. Secara kritis, kohesi sosial tidak hanya dilihat sebagai konsep abstrak, tetapi juga sebagai fondasi nyata untuk memfasilitasi ketahanan komunitas di tengah tantangan sosial kontemporer seperti pluralitas budaya, perubahan demografis, maupun dinamika politik dan ekonomi. Karena itu, pemahaman mendalam tentang kohesi sosial, termasuk seberapa besar unsur-unsur yang membentuknya, faktor-faktor yang mempengaruhi, serta dampaknya terhadap solidaritas dan stabilitas sosial, menjadi sangat penting bagi para praktisi, pembuat kebijakan, dan akademisi yang ingin mendorong inklusi serta harmoni dalam masyarakat yang terus berkembang dan majemuk.


Definisi Kohesi Sosial

Definisi Kohesi Sosial Secara Umum

Kohesi sosial secara umum dapat dipahami sebagai keterikatan dan hubungan positif yang terbangun antara individu-individu dalam suatu kelompok atau masyarakat yang mendorong mereka tetap berada dalam komunitas tersebut dan bekerja secara bersama untuk mencapai tujuan kolektif. Konsep ini mencakup ikatan emosional, komunikasi, serta kolaborasi erat antar anggota untuk memelihara persatuan dan kerjasama sosial dalam kehidupan sehari-hari. Empat dimensi utama yang lazim disebut dalam literatur internasional adalah hubungan sosial, rasa identifikasi, orientasi terhadap kebaikan bersama, dan nilai-nilai bersama yang menciptakan rasa saling menghormati dalam kehidupan sosial.[Lihat sumber Disini - mdpi.com]

Definisi Kohesi Sosial dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kohesi berarti kekuatan daya tarik yang membuat bagian-bagian itu melekat menjadi satu kesatuan yang utuh. Dalam konteks sosial, kohesi sosial berarti kesatuan atau kekerabatan antar-anggota masyarakat yang mendorong mereka untuk saling terikat dan bertahan bersama. Definisi ini menekankan aspek kepadatan sosial di antara elemen-elemen dalam masyarakat yang menciptakan cohesiveness dalam komunitas sosial.

Definisi Kohesi Sosial Menurut Para Ahli

Para ahli sosiologi dan ilmu sosial memberikan berbagai definisi kohesi sosial berikut:

  1. Chan, To & Chan (2006), Social cohesion adalah serangkaian sikap dan norma dalam masyarakat yang meliputi kepercayaan, rasa memiliki atau identifikasi, serta kesediaan untuk berpartisipasi dan membantu sesama anggota komunitas.[Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  2. Schiefer dan van der Noll, Kohesi sosial mencakup hubungan sosial, rasa identifikasi, orientasi terhadap kebaikan bersama, nilai-nilai bersama, kesetaraan, dan kualitas kehidupan yang mencerminkan keterikatan masyarakat.[Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  3. Jenson (dalam literatur kebijakan Eropa), Society yang kohesif adalah masyarakat yang meminimalkan disparitas sosial, mengurangi marginalisasi, serta bekerja menuju kesejahteraan semua anggota masyarakat.[Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  4. Laporan UNECE, Definisi kohesi sosial berfokus pada adanya rasa saling percaya, rasa memiliki, legitimasi institusi, pengakuan sosial, dan inklusi yang kuat dalam masyarakat.[Lihat sumber Disini - unece.org]


Unsur-Unsur Kohesi Sosial

Kohesi sosial terdiri dari beberapa unsur penting yang saling terkait dan bersama-sama menciptakan ikatan sosial dalam masyarakat.

  1. Hubungan Sosial (Social Relations)

    Unsur ini meliputi kualitas hubungan interpersonal antar anggota masyarakat, termasuk jaringan sosial, tingkat kepercayaan antar individu, dan penerimaan atas perbedaan dalam kelompok. Hubungan sosial yang kuat akan meningkatkan saling pengertian dan keterlibatan aktif dalam dinamika kehidupan sosial.[Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  2. Rasa Identifikasi dan Belonging

    Rasa memiliki terhadap komunitas atau lingkungan sosialnya merupakan unsur penting kohesi sosial. Ketika individu merasa menjadi bagian yang berarti dari suatu komunitas, mereka cenderung menjaga hubungan sosial dan berkontribusi pada pemeliharaan keterikatan tersebut.[Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  3. Orientasi terhadap Kebaikan Bersama

    Kesediaan untuk bekerja sama demi mencapai tujuan bersama atau kebaikan umum mencerminkan keterlibatan sosial yang tinggi, yang menjadi salah satu indikator kohesi sosial yang sehat.[Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  4. Nilai-Nilai Bersama dan Kesetaraan

    Adanya konsensus terhadap nilai-nilai dan norma sosial tertentu memperkuat kohesi karena menciptakan kesamaan pandangan dan tujuan. Selain itu, prinsip kesetaraan dalam akses sosial atau sumber daya juga menjadi bagian dari kohesi sosial yang sehat.[Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  5. Kualitas Kehidupan

    Kualitas kehidupan yang mencakup aspek kesejahteraan fisik maupun mental turut mempengaruhi kemampuan masyarakat dalam mempertahankan kohesi sosial yang erat.[Lihat sumber Disini - mdpi.com]


Faktor yang Mempengaruhi Kohesi Sosial

Banyak faktor yang menentukan tingkat kohesi sosial dalam suatu masyarakat:

  1. Kepercayaan Antar-anggota

    Tingkat kepercayaan yang tinggi antar anggota masyarakat memperkuat hubungan sosial dan mengurangi konflik interpersonal. Kepercayaan ini dapat tumbuh melalui interaksi sosial yang konsisten dan pengalaman positif bersama.[Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  2. Keadilan dan Kesetaraan Sosial

    Ketidaksetaraan dapat mengurangi rasa keterikatan dan membuat kelompok-kelompok tertentu merasa terpinggirkan sehingga menurunkan kohesi sosial. Sebaliknya, masyarakat yang mempromosikan keadilan dan kesetaraan cenderung memiliki kohesi sosial yang lebih tinggi.[Lihat sumber Disini - unece.org]

  3. Partisipasi sosial

    Keterlibatan masyarakat dalam aktivitas sosial, politik dan kesejahteraan komunitas berdampak positif pada kohesi sosial karena menciptakan hubungan kedekatan sosial dan tanggung jawab bersama.[Lihat sumber Disini - unece.org]

  4. Makna Budaya dan Identitas Bersama

    Nilai budaya yang disepakati bersama serta pengalaman kolektif memperkuat rasa identifikasi dan keterikatan dalam komunitas yang sama.[Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  5. Keberagaman dan Toleransi

    Keberagaman dapat menjadi kekuatan yang memperkaya kohesi sosial jika disertai dengan dialog yang sehat dan penghormatan terhadap perbedaan; namun keberagaman tanpa toleransi dapat memicu fragmentasi sosial.[Lihat sumber Disini - ejurnals.com]


Kohesi Sosial dan Solidaritas

Hubungan antara kohesi sosial dan solidaritas sangat erat, karena keduanya memanifestasikan bentuk keterikatan sosial antar anggota masyarakat. Solidaritas sosial adalah ekspresi nyata dari kohesi sosial dalam bentuk tindakan konkret, seperti pertolongan sosial, kerjasama dalam aktivitas sosial, atau kegiatan bersama yang memperkuat hubungan antarpersonal. Menurut pemikiran klasik Durkheim, terdapat dua bentuk solidaritas: solidaritas mekanik yang muncul dari kesamaan nilai dan pengalaman bersama; serta solidaritas organik yang didasarkan pada keterkaitan dan saling ketergantungan dalam masyarakat modern dengan pembagian kerja yang kompleks.[Lihat sumber Disini - diva-portal.org]

Solidaritas juga dapat terwujud melalui tradisi dan ritual budaya yang memperkuat keterikatan emosional dan kesadaran kolektif, sehingga menciptakan lingkungan di mana anggota masyarakat merasa saling terikat secara moral dan sosial. Misalnya dalam tradisi tertentu yang melibatkan partisipasi bersama yang intens, solidaritas membantu memperkuat kohesi sosial secara signifikan.[Lihat sumber Disini - ejournal.radenintan.ac.id]


Dampak Kohesi Sosial terhadap Stabilitas Sosial

Kohesi sosial yang tinggi berdampak positif terhadap stabilitas sosial masyarakat karena menciptakan rasa aman, mengurangi konflik sosial, dan memperkuat kerjasama dalam menghadapi tantangan bersama. Masyarakat yang kohesif cenderung lebih tahan terhadap gejolak sosial karena memiliki jaringan dukungan sosial yang kuat serta mekanisme negosiasi konflik yang lebih efektif.

Sebaliknya, rendahnya kohesi sosial dapat meningkatkan risiko ketegangan sosial, segregasi kelompok, dan fragmentasi yang pada akhirnya menyebabkan konflik antar kelompok atau marginalisasi kelompok tertentu. Dengan demikian, kohesi sosial menjadi indikator penting dalam menilai kesehatan sosial suatu komunitas dan kapasitasnya untuk bertahan dalam konteks perubahan sosial, termasuk dinamika politik, ekonomi, dan budaya.[Lihat sumber Disini - mdpi.com]


Kohesi Sosial dalam Masyarakat Multikultural

Dalam masyarakat multikultural, kohesi sosial memainkan peran penting untuk menjembatani perbedaan nilai, budaya, bahasa, dan identitas kelompok. Keberhasilan kohesi sosial dalam konteks ini tercermin dari kemampuan masyarakat untuk menghormati perbedaan sambil tetap menjaga integrasi sosial yang kuat. Interaksi horizontal antar kelompok yang setara, dialog lintas budaya, dan penghargaan terhadap identitas kelompok menjadi faktor kunci dalam menciptakan kohesi sosial yang inklusif.[Lihat sumber Disini - ejurnals.com]

Keberagaman budaya dapat memperkaya kehidupan sosial dan memperluas wawasan anggota masyarakat apabila ditangani secara positif melalui program inklusi, pendidikan lintas budaya, dan kegiatan sosial yang melibatkan partisipasi luas sehingga kohesi sosial bukan hanya sebagai bentuk homogenitas, melainkan sebagai kemampuan untuk memadukan perbedaan dalam struktur sosial yang kohesif.


Kesimpulan

Kohesi sosial adalah perekat yang mengikat individu-individu dalam masyarakat melalui hubungan sosial yang kuat, rasa identifikasi bersama, orientasi terhadap kebaikan umum, serta nilai-nilai bersama yang menyatukan pluralitas sosial. Konsep ini bukan sekadar gagasan teoretis, tetapi realitas dinamis yang memengaruhi stabilitas dan kesehatan sosial suatu komunitas. Unsur-unsur seperti hubungan interpersonal, partisipasi sosial, dan toleransi memainkan peran vital dalam proses terbentuknya kohesi sosial. Faktor-faktor seperti kepercayaan, kesetaraan sosial, dan penghormatan terhadap keberagaman menjadi kunci dalam memperkuat kohesi sosial, terutama dalam masyarakat multikultural. Kohesi sosial juga berkaitan erat dengan solidaritas, ekspresi nyata dari keterikatan sosial yang tercermin dalam tindakan kolektif serta jaringan dukungan sosial yang kuat. Secara keseluruhan, kohesi sosial yang kuat tidak hanya menciptakan harmoni dalam masyarakat, tetapi juga menjadi pondasi penting bagi stabilitas sosial, ketahanan komunitas, dan daya adaptasi terhadap tantangan zaman modern.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kohesi sosial adalah kondisi keterikatan, rasa kebersamaan, dan hubungan sosial yang kuat antar anggota masyarakat yang mendorong mereka untuk hidup rukun, bekerja sama, serta menjaga stabilitas dan integrasi sosial.

Unsur-unsur kohesi sosial meliputi hubungan sosial yang harmonis, rasa memiliki terhadap komunitas, kepercayaan antar anggota masyarakat, nilai dan norma bersama, orientasi pada kepentingan umum, serta kualitas kehidupan sosial yang baik.

Kohesi sosial dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan sosial, keadilan dan kesetaraan, partisipasi masyarakat, nilai budaya bersama, toleransi terhadap perbedaan, serta kemampuan masyarakat dalam mengelola konflik sosial.

Kohesi sosial berkaitan erat dengan solidaritas sosial karena solidaritas merupakan wujud nyata dari kohesi sosial dalam bentuk kepedulian, kerja sama, dan tindakan saling membantu antar anggota masyarakat.

Kohesi sosial yang kuat dapat meningkatkan stabilitas sosial dengan mengurangi konflik, memperkuat rasa aman, serta mendorong kerja sama dalam menghadapi permasalahan bersama. Sebaliknya, kohesi sosial yang lemah dapat memicu disintegrasi dan konflik sosial.

Dalam masyarakat multikultural, kohesi sosial berperan sebagai jembatan antar perbedaan budaya, etnis, dan agama dengan menumbuhkan toleransi, dialog antar kelompok, serta rasa saling menghormati untuk menjaga integrasi sosial.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Fragmentasi Sosial: Konsep dan Tantangan Integrasi Kepedulian Sosial: Konsep, Faktor, dan Ekspresi Sosial Solidaritas Sosial: Konsep, Mekanisme, dan Jenis Hubungan Antar Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Solidaritas Komunitas: Konsep dan Kekuatan Sosial Echo Chamber Sosial: Konsep dan Polarisasi Opini Harmonisasi Sosial: Konsep, Peran, dan Faktor Pendukung Toleransi Sosial: Konsep dan Perannya dalam Masyarakat Integrasi Sosial: Konsep, Komponen, dan Prosesnya Metode Analisis Wacana: Prinsip dan Langkah Asimilasi Sosial: Konsep dan Dampak Integratif Nilai Sosial: Konsep dan Fungsi dalam Masyarakat Perilaku Prososial: Faktor dan Contohnya Modal Sosial: Konsep dan Bentuk-Bentuknya Norma Sosial: Konsep, Fungsi, dan Contoh Penerapan Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Norma Budaya: Konsep dan Pengaruh Perilaku Diferensiasi Sosial: Konsep dan Bentuknya Lembaga Sosial: Konsep, Fungsi, dan Perannya
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna