Terakhir diperbarui: 08 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 8 January). Solidaritas Sosial: Konsep, Mekanisme, dan Jenis. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/solidaritas-sosial-konsep-mekanisme-dan-jenis 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Solidaritas Sosial: Konsep, Mekanisme, dan Jenis - SumberAjar.com

Solidaritas Sosial: Konsep, Mekanisme, dan Jenis

Pendahuluan

Solidaritas sosial merupakan salah satu fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat karena berperan sebagai perekat sosial yang menjaga keberlangsungan hubungan antarmanusia dalam berbagai kelompok sosial. Dalam kehidupan bersama, solidaritas tidak hanya memengaruhi bagaimana seseorang berinteraksi dengan orang lain, tetapi juga berkontribusi secara langsung terhadap stabilitas dan kohesi sosial suatu komunitas atau bangsa. Tanpa adanya solidaritas sosial, sebuah masyarakat bisa saja mudah terpecah-belah oleh perbedaan latar belakang, keyakinan, atau kepentingan tertentu. Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai konsep, mekanisme, jenis, dan faktor-faktor yang mendukung solidaritas sosial menjadi penting untuk menjaga keseimbangan dan keharmonisan dalam dinamika kehidupan sosial yang semakin kompleks. Artikel ini akan membahas secara komprehensif tentang solidaritas sosial mulai dari definisi hingga perannya dalam kehidupan masyarakat kontemporer.


Definisi Solidaritas Sosial

Definisi Solidaritas Sosial Secara Umum

Solidaritas sosial secara umum dapat dipahami sebagai suatu ikatan atau hubungan antara individu maupun kelompok yang didasari oleh rasa kebersamaan, saling percaya, dan kesamaan tujuan sehingga menciptakan keterikatan bersama dalam masyarakat. Solidaritas sosial ini muncul dari interaksi sosial yang intensif dan dilandasi oleh nilai-nilai moral yang dianut bersama oleh anggota masyarakat. Dalam konteks umum, solidaritas sosial bukan sekadar aktivitas sosial, tetapi mencerminkan adanya rasa saling peduli, tanggung jawab bersama, serta ketergantungan satu sama lain dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan berkelanjutan. [Lihat sumber Disini - lifestyle.sustainability-directory.com]

Definisi Solidaritas Sosial dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, solidaritas sosial berarti keadaan di mana anggota dalam suatu kelompok memiliki rasa persaudaraan dan saling mendukung satu sama lain dalam memenuhi kebutuhan bersama serta menjalankan kehidupan bermasyarakat. Solidaritas sosial dalam KBBI menekankan nilai kebersamaan dan dukungan timbal balik antar anggota masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan maupun mencapai tujuan bersama. [Lihat sumber Disini - digilib-iakntoraja.ac.id]

Definisi Solidaritas Sosial Menurut Para Ahli

  1. Paul Johnson menyatakan bahwa solidaritas adalah kondisi hubungan antara individu atau kelompok yang didasari oleh perasaan moral dan kepercayaan yang dianut bersama serta diperkuat oleh pengalaman emosional bersama. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

  2. Soerjono Soekanto menjabarkan bahwa solidaritas sosial ditandai oleh adanya kesadaran anggota kelompok bahwa mereka merupakan bagian dari komunitas, adanya hubungan timbal balik, serta faktor-faktor yang menjadi pengikat antar anggotanya. [Lihat sumber Disini - eprints.uny.ac.id]

  3. Emile Durkheim, sosiolog klasik yang mendefinisikan solidaritas sosial sebagai kondisi hubungan antara individu dengan individu lain atau kelompok yang didasarkan pada nilai moral dan kepercayaan yang dianut bersama, sehingga memperkuat keterikatan sosial dalam masyarakat. [Lihat sumber Disini - journal.forikami.com]

  4. Sosiologi kontemporer menjelaskan solidaritas sosial sebagai kekuatan kolektif yang memungkinkan anggota masyarakat bertindak bersama dan saling mendukung demi kesejahteraan bersama serta kelangsungan hidup sosial secara umum. [Lihat sumber Disini - lifestyle.sustainability-directory.com]


Teori Solidaritas Sosial

Teori solidaritas sosial dalam sosiologi paling banyak dikaitkan dengan pemikiran Émile Durkheim, seorang tokoh sosiologi klasik yang menaruh perhatian besar pada bagaimana masyarakat bisa tetap utuh dan terintegrasi. Durkheim dalam karya klasiknya The Division of Labour in Society mengemukakan bahwa solidaritas sosial adalah “kekuatan pengikat” yang menjaga kesatuan masyarakat melalui interaksi dan hubungan sosial yang saling ketergantungan. [Lihat sumber Disini - lifestyle.sustainability-directory.com]

Menurut Durkheim, solidaritas sosial terbentuk berdasarkan struktur masyarakat dan tingkat pembagian kerja di dalamnya. Dalam masyarakat tradisional yang sederhana dan homogen, solidaritas sosial muncul karena anggota masyarakat melakukan kegiatan yang serupa serta memiliki nilai dan norma yang sama sehingga menciptakan rasa kebersamaan yang kuat. Namun, dalam masyarakat modern yang kompleks dengan pembagian kerja yang lebih tinggi, solidaritas sosial muncul dari ketergantungan antar individu yang memiliki peran berbeda dalam struktur sosial. Teori Durkheim ini memberikan gambaran bagaimana jenis masyarakat dapat memengaruhi bentuk solidaritas sosial yang terjadi di dalamnya. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Jenis-Jenis Solidaritas Sosial

Durkheim membagi solidaritas sosial menjadi dua jenis berdasarkan karakteristik masyarakatnya:

1. Solidaritas Mekanik

Solidaritas mekanik adalah jenis solidaritas yang muncul pada masyarakat tradisional yang relatif homogen dan sederhana. Dalam masyarakat seperti ini, anggota-anggota masyarakat merasa terikat karena memiliki pengalaman hidup yang sama, pekerjaan yang serupa, nilai dan kepercayaan yang hampir tidak berbeda, serta identitas sosial yang seragam. Solidaritas tersebut disebut “mekanik” karena integrasi sosialnya mirip mekanisme kerja sosial yang sederhana tetapi efektif dalam menjaga kesatuan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Karakteristik solidaritas mekanik antara lain:

  • Tingkat kesamaan nilai dan norma yang tinggi antar anggota masyarakat.

  • Interaksi sosial yang intens dan berbasis pada kesamaan pengalaman.

  • Tuntutan konformitas yang kuat dalam kelompok.

  • Bingkai “kolektif” melebihi individu. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

2. Solidaritas Organik

Solidaritas organik berkembang dalam masyarakat modern yang kompleks di mana pembagian kerja semakin tinggi. Dalam masyarakat semacam ini, hubungan sosial tidak lagi didasarkan pada kesamaan, tetapi pada ketergantungan fungsional antar individu yang memiliki peran berbeda-beda. Solidaritas organik menggambarkan keterkaitan sosial yang timbul karena masing-masing anggota memiliki keterampilan dan fungsi yang saling melengkapi satu sama lain. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]

Ciri utama solidaritas organik:

  • Ketergantungan antar individu dalam memenuhi kebutuhan sosial.

  • Peran yang spesifik dan berbeda di antara anggota masyarakat.

  • Nilai yang lebih fleksibel dan beragam.

  • Hubungan sosial yang berdasarkan interdependensi fungsi. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]


Mekanisme Terbentuknya Solidaritas Sosial

Pembentukan solidaritas sosial tidak terjadi secara otomatis, tetapi melalui berbagai mekanisme sosial yang saling melengkapi. Beberapa mekanisme penting yang memengaruhi bagaimana solidaritas sosial terbentuk antara lain:

1. Interaksi Sosial yang Intens

Semakin sering individu berinteraksi dalam konteks sosial yang saling mendukung, maka semakin tinggi pula peluang terbentuknya solidaritas. Frekuensi interaksi memperkuat hubungan emosional dan keterikatan sosial antara individu atau kelompok. [Lihat sumber Disini - eprints.uny.ac.id]

2. Pembagian Peran dan Kerja

Dalam masyarakat modern, pembagian kerja yang kompleks menciptakan keterkaitan sosial karena individu tidak bisa menjalankan fungsi sosialnya secara mandiri. Ketergantungan dalam memenuhi kebutuhan hidup menciptakan solidaritas. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]

3. Norma dan Nilai Bersama

Norma dan nilai yang dianut secara kolektif menjadi dasar bagi individu untuk bertindak sesuai dengan harapan sosial, sehingga memperkuat solidaritas. Nilai seperti gotong royong, tanggung jawab bersama, dan kepercayaan membantu memelihara hubungan sosial yang kuat. [Lihat sumber Disini - lifestyle.sustainability-directory.com]

4. Pengalaman Moral dan Emosional Bersama

Pengalaman bersama dalam menghadapi tantangan atau kejadian penting akan memperkuat keterikatan emosional antar anggota masyarakat. Hal ini sering muncul dalam tradisi gotong royong atau aksi kolektif lainnya. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]


Faktor Pendukung Solidaritas Sosial

Beberapa faktor sosial yang menjadi pendorong kuatnya solidaritas sosial dalam masyarakat:

1. Komunikasi Antar Anggota

Hubungan komunikasi yang baik antar anggota masyarakat menjadi sarana utama dalam mempertahankan solidaritas. Komunikasi mengurangi kesalahpahaman dan memperkuat rasa keterikatan komunitas. [Lihat sumber Disini - repository.radenintan.ac.id]

2. Tradisi dan Norma Sosial

Nilai dan tradisi sosial yang telah mengakar seperti gotong royong, saling membantu, dan kerja bakti menjadi bentuk nyata dari solidaritas sosial. [Lihat sumber Disini - penerbitadm.pubmedia.id]

3. Dukungan Tokoh Masyarakat

Peran serta tokoh masyarakat, baik formal maupun informal, penting dalam menggerakkan solidaritas sosial melalui keteladanan dan penyuluhan nilai-nilai sosial. [Lihat sumber Disini - repository.radenintan.ac.id]

4. Kesamaan Keyakinan dan Nilai Moral

Kesamaan keyakinan atau agama dapat menjadi faktor pengikat kuat dalam membangun solidaritas sosial karena menciptakan kesamaan tujuan hidup dan norma moral yang dianut bersama. [Lihat sumber Disini - eprints.walisongo.ac.id]


Solidaritas Sosial dalam Kehidupan Masyarakat

Solidaritas sosial hadir dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, baik di lingkungan tradisional maupun modern. Dalam masyarakat lokal atau komunitas tradisional, solidaritas sosial sering tercermin dalam kegiatan gotong royong untuk kegiatan sosial seperti membersihkan lingkungan, membantu meringankan beban keluarga atau tetangga, serta kegiatan bersama lain yang menunjukkan rasa saling peduli dan tanggung jawab kolektif. [Lihat sumber Disini - eprints.walisongo.ac.id]

Dalam konteks masyarakat modern, solidaritas sosial bisa terlihat pada kerja sama lintas sektor seperti kemitraan antara komunitas dan lembaga pemerintah, dukungan solidaritas saat bencana alam, atau upaya bersama dalam menangani masalah sosial seperti kemiskinan atau ketidaksetaraan. Solidaritas semacam ini menunjukkan bagaimana hubungan sosial terus berkembang sesuai dengan dinamika struktur masyarakat yang semakin kompleks.


Kesimpulan

Solidaritas sosial merupakan elemen penting dalam menjaga kohesi dan kesejahteraan masyarakat. Secara umum, solidaritas sosial adalah ikatan kuat yang tercipta antara individu atau kelompok yang dilandasi oleh rasa kebersamaan, norma bersama, dan keterikatan emosional. Konsep ini dijelaskan secara komprehensif melalui teori sosiologi, terutama oleh Émile Durkheim, yang membedakan solidaritas menjadi mekanik dan organik berdasarkan struktur sosialnya. Mekanisme terbentuknya solidaritas sosial melibatkan interaksi intens, nilai bersama, serta pengalaman emosional kolektif. Faktor pendukung seperti komunikasi efektif, kesamaan nilai, dan tradisi sosial turut memperkuat solidaritas sosial. Dalam kehidupan bermasyarakat, solidaritas sosial menjadi perekat yang menjaga stabilitas hubungan sosial dan berkontribusi pada keberlangsungan komunitas yang dinamis dan menghargai peran serta semua anggotanya.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Solidaritas sosial adalah ikatan kebersamaan dalam masyarakat yang terbentuk karena adanya rasa saling percaya, kepedulian, dan tanggung jawab bersama antar individu atau kelompok.

Solidaritas sosial penting karena menjadi perekat sosial yang menjaga keharmonisan, stabilitas, dan kerja sama dalam masyarakat, serta mencegah terjadinya konflik dan perpecahan sosial.

Jenis solidaritas sosial terdiri dari solidaritas mekanik yang umumnya terdapat dalam masyarakat tradisional, serta solidaritas organik yang berkembang dalam masyarakat modern dengan pembagian kerja yang kompleks.

Solidaritas sosial terbentuk melalui interaksi sosial yang intens, kesamaan nilai dan norma, pembagian peran sosial, serta pengalaman emosional dan moral yang dialami secara bersama dalam masyarakat.

Contoh solidaritas sosial antara lain gotong royong, kerja bakti, saling membantu saat bencana, solidaritas antar warga dalam kegiatan sosial, serta kerja sama dalam komunitas atau organisasi.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Solidaritas Komunitas: Konsep dan Kekuatan Sosial Perilaku Komunal: Konsep dan Praktik Kolektif Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Kohesi Sosial: Konsep dan Perekat Masyarakat Kepedulian Sosial: Konsep, Faktor, dan Ekspresi Sosial Disorganisasi Sosial: Konsep dan Dampak Masyarakat Teori Sosial: Definisi, Fungsi, dan Contoh Mekanisme: Definisi, Fungsi, dan Contoh dalam Ilmiah Aktivisme Digital: Konsep dan Gerakan Sosial Baru Nilai Sosial: Konsep dan Fungsi dalam Masyarakat Kontrol Sosial: Konsep, Mekanisme, dan Penerapan Interaksi Ekonomi Sosial: Konsep dan Relasi Sosial Social Identity: Konsep dan Contoh Relasi Sosial: Fungsi dan Faktor Modal Sosial: Konsep dan Bentuk-Bentuknya Lembaga Sosial: Konsep, Fungsi, dan Perannya Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Dominasi Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Hubungan Antar Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Perilaku Kolektif: Konsep dan Manifestasi Sosial
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna