Terakhir diperbarui: 07 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 7 January). Konsep Penyesuaian Diri. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/konsep-penyesuaian-diri 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Konsep Penyesuaian Diri - SumberAjar.com

Konsep Penyesuaian Diri

Pendahuluan

Penyesuaian diri merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia yang berkaitan dengan bagaimana individu menghadapi perubahan, tuntutan, serta tantangan dalam lingkungan sosial maupun lingkungan akademik. Dalam realitas kehidupan sehari-hari, setiap individu akan terus berinteraksi dengan orang lain, tuntutan sosial, norma, dan berbagai perubahan kondisi yang memerlukan adaptasi agar bisa bertahan dan berkembang secara psikologis maupun sosial. Proses penyesuaian ini tidak hanya menjadi mekanisme dasar untuk bertahan hidup, tetapi juga berperan penting dalam kesehatan mental, kesejahteraan, dan keberhasilan seseorang menjalani kehidupan di lingkungan sosial dan akademik yang terus berubah. Proses ini melibatkan pengaturan perilaku, emosi, dan hubungan interpersonal untuk mencapai keseimbangan antara kebutuhan diri dengan tuntutan lingkungan. Dengan kata lain, penyesuaian diri adalah upaya dinamis agar individu mampu hidup secara efektif dan seimbang dalam berbagai konteks kehidupan. [Lihat sumber Disini - repositori.uma.ac.id]


Definisi Penyesuaian Diri

Definisi Penyesuaian Diri Secara Umum

Penyesuaian diri secara umum merupakan proses yang dinamis di mana individu menyesuaikan perilaku, pikiran, dan emosinya agar dapat menjalani hidup secara efektif sesuai dengan tuntutan lingkungan fisik dan sosial. Dalam konteks psikologi, penyesuaian diri bukan hanya reaksi pasif terhadap perubahan, tetapi sebuah proses aktif untuk menemukan hubungan yang harmonis antara diri sendiri dengan lingkungan. [Lihat sumber Disini - repositori.uma.ac.id]

Penyesuaian diri mencakup kemampuan untuk mengelola stres, konflik, serta tekanan dari lingkungan dan diri sendiri. Individu yang mampu menyesuaikan diri dengan baik biasanya memiliki keseimbangan antara kebutuhan internal dengan tuntutan eksternal lingkungan, sehingga mampu menciptakan hubungan sosial yang sehat dan produktif. Proses ini membutuhkan kesadaran diri dan kemampuan untuk melakukan perubahan strategi perilaku ketika menghadapi situasi baru. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]

Definisi Penyesuaian Diri dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), penyesuaian diri dalam bidang psikologi adalah cara seseorang menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Definisi ini menekankan aspek interaksi antara individu dan lingkungan, yaitu bagaimana perilaku individu dapat berubah agar selaras dengan kondisi dan tuntutan situasi yang dihadapinya. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]

Definisi Penyesuaian Diri Menurut Para Ahli

  1. Hurlock menyatakan bahwa penyesuaian diri (self-adjustment) adalah kemampuan individu untuk menyesuaikan kepribadiannya agar dapat berfungsi secara efisien dalam masyarakat. Hal ini mencakup respons yang efektif terhadap hubungan sosial, situasi sosial, dan realitas kehidupan sosial yang terus berubah. [Lihat sumber Disini - repo.iai-tribakti.ac.id]

  2. Ghufron & Risnawita menjelaskan bahwa penyesuaian diri adalah kemampuan individu dalam mencapai keseimbangan antara kebutuhan dirinya dan kebutuhan lingkungan, sehingga tercipta keselarasan antara individu dan keadaan di sekitarnya. [Lihat sumber Disini - repo.iai-tribakti.ac.id]

  3. Schnieders (dalam konteks penyesuaian sosial) mendefinisikan penyesuaian sebagai perilaku yang mendorong individu untuk beradaptasi dengan orang lain dan kelompoknya sesuai dengan kesadaran diri dan tuntutan lingkungan sosialnya. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

  4. Connor Davidson dan Reivich & Shatte melihat penyesuaian diri sebagai kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan hidup, termasuk mengelola emosi, mengatasi stres, serta memecahkan masalah secara sehat dan positif. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]


Dimensi Penyesuaian Diri

Penyesuaian diri terdiri atas beberapa dimensi yang menggambarkan aspek-aspek yang perlu dikembangkan individu agar mampu beradaptasi secara efektif dalam berbagai situasi kehidupan. Pemahaman terhadap dimensi-dimensi ini penting karena akan menunjukkan area utama dalam proses adaptasi psikologis dan sosial individu. [Lihat sumber Disini - journal.untar.ac.id]

  1. Penyesuaian Akademik

    Dimensi ini berkaitan dengan kemampuan individu untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan dunia pendidikan, seperti beban studi, metode pembelajaran, interaksi akademik, dan ekspektasi akademik. Individu yang berhasil mengalami penyesuaian akademik mampu mengelola tugas pengerjaan tugas, jadwal perkuliahan, serta tekanan lingkungan akademik secara efektif. Penyesuaian akademik juga mencakup tujuan pencapaian prestasi, pengaturan waktu belajar, serta kepercayaan diri dalam kegiatan pembelajaran. [Lihat sumber Disini - jurnal.staialhidayahbogor.ac.id]

  2. Penyesuaian Sosial

    Dimensi ini merujuk pada kemampuan untuk membangun dan mempertahankan hubungan interpersonal yang sehat di dalam lingkungan sosial. Penyesuaian sosial mencakup kemampuan untuk berinteraksi dengan teman sebaya, keluarga, kelompok sosial, dan lingkungan komunitas secara efektif. Individu yang berhasil melakukan penyesuaian sosial dapat memperlihatkan perilaku sosial yang adaptif, toleran terhadap perbedaan, serta memiliki komunikasi interpersonal yang baik dengan orang lain. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

  3. Penyesuaian Emosional (Personal-Emotional Adjustment)

    Dimensi ini menggambarkan kemampuan individu untuk mengatur emosi, mengatasi kecemasan dan tekanan psikologis, serta menjaga stabilitas emosional dalam berbagai situasi. Stabilitas emosional sangat penting dalam proses penyesuaian karena akan memengaruhi bagaimana individu merespons stresor lingkungan dan tekanan internal, seperti rasa takut, marah, frustrasi, atau kesedihan. [Lihat sumber Disini - jurnal.staialhidayahbogor.ac.id]

  4. Penyesuaian Personal Diri

    Dimensi ini mencakup upaya individu untuk menyesuaikan diri dengan identitas diri sendiri, termasuk harga diri, citra diri, serta kemampuan memahami kebutuhan internal dan tujuan hidup. Penyesuaian personal berkaitan erat dengan kesadaran diri, pemecahan masalah pribadi, dan kemampuan untuk menerima kekuatan dan keterbatasan diri. [Lihat sumber Disini - jurnal.staialhidayahbogor.ac.id]

Dengan memahami dimensi-dimensi ini, proses penyesuaian diri dapat dilihat secara lebih komprehensif sebagai integrasi antara aspek akademik, sosial, emosional, dan personal yang bermanfaat dalam pencapaian kesejahteraan psikologis dan sosial yang optimal dalam kehidupan individu. [Lihat sumber Disini - journal.untar.ac.id]


Faktor yang Mempengaruhi Penyesuaian Diri

Penyesuaian diri dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berasal dari dalam diri individu maupun dari lingkungan eksternal yang melingkupi individu tersebut. Faktor-faktor ini penting untuk diperhatikan karena menentukan keberhasilan proses penyesuaian dalam berbagai konteks. [Lihat sumber Disini - greenpub.org]

  1. Faktor Internal

    • Kepribadian, Sifat-sifat kepribadian seperti tingkat keterbukaan, kemampuan komunikasi, kontrol diri, dan sifat emosional memengaruhi bagaimana seseorang bereaksi terhadap perubahan dan tekanan lingkungan. Individu yang lebih fleksibel secara emosional cenderung lebih mudah menyesuaikan diri dibanding yang kurang fleksibel. [Lihat sumber Disini - greenpub.org]

    • Pengalaman Hidup, Pengalaman masa lalu yang melibatkan tantangan dan keberhasilan dalam penyesuaian akan membentuk cara individu dalam menghadapi situasi baru. Pengalaman positif dalam menyelesaikan masalah sebelumnya dapat meningkatkan kepercayaan diri individu dalam situasi adaptasi. [Lihat sumber Disini - greenpub.org]

    • Kondisi Fisiologis, Kesehatan fisik dan keadaan fisiologis dapat memengaruhi daya tahan individu terhadap stres dan kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Individu dengan kondisi fisik yang sehat cenderung memiliki sumber daya internal yang lebih baik dalam menghadapi tekanan adaptasi. [Lihat sumber Disini - e-journal.iainsalatiga.ac.id]

  2. Faktor Eksternal

    • Dukungan Sosial, Dukungan dari keluarga, teman, dan lingkungan sosial membantu individu dalam proses adaptasi kehidupan baru. Ketersediaan sumber dukungan sosial dapat mengurangi tekanan psikologis dan memfasilitasi keterlibatan sosial yang lebih efektif. [Lihat sumber Disini - greenpub.org]

    • Budaya dan Lingkungan Sosial, Budaya yang berbeda, norma sosial, serta harapan sosial dapat menimbulkan tantangan penyesuaian. Individu yang berada dalam lingkungan budaya baru perlu waktu dan strategi adaptasi yang tepat untuk menyesuaikan diri dengan norma dan nilai baru tersebut. [Lihat sumber Disini - greenpub.org]

    • Tuntutan Akademik dan Lingkungan Pendidikan, Perubahan dari sekolah menengah ke perguruan tinggi, atau masuk ke lingkungan akademik baru dengan tuntutan tinggi, memerlukan strategi adaptasi yang mampu menangani tekanan prestasi, tugas akademik, dan kompetisi belajar. [Lihat sumber Disini - jurnal.staialhidayahbogor.ac.id]

Secara keseluruhan, kombinasi antara faktor internal dan eksternal ini menciptakan kerangka bagi individu dalam membentuk strategi penyesuaian diri yang fleksibel, responsif, dan adaptif dalam berbagai situasi hidup. [Lihat sumber Disini - journals.upi-yai.ac.id]


Penyesuaian Diri dan Lingkungan Sosial

Penyesuaian diri dengan lingkungan sosial merupakan proses di mana individu berusaha menemukan keselarasan dengan norma sosial, kelompok sosial, dan sistem nilai yang berlaku dalam lingkungan masyarakat sekitar. Kemampuan ini sangat penting karena manusia adalah makhluk sosial yang memerlukan hubungan interaksi dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan emosional dan psikologisnya. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

Penyesuaian sosial mencakup kemampuan individu untuk beradaptasi dengan tuntutan sosial seperti norma, aturan kelompok, harapan sosial, dan persyaratan komunikasi interpersonal efektif. Individu yang berhasil menyesuaikan diri secara sosial dapat menciptakan hubungan yang sehat dengan orang lain, memahami perspektif berbeda, serta menghargai keragaman budaya dan nilai-nilai sosial di lingkungan mereka. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

Penyesuaian sosial juga terkait dengan kemampuan untuk menyelesaikan konflik interpersonal secara sehat dan membangun jejaring sosial yang mendukung kesejahteraan psikologis. Sebaliknya, kesulitan dalam penyesuaian sosial dapat menimbulkan rasa terasing, konflik interpersonal, dan stres yang berdampak negatif terhadap kesehatan mental. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]


Penyesuaian Diri dalam Konteks Akademik

Penyesuaian diri dalam konteks akademik merujuk pada kemampuan mahasiswa atau pelajar untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan akademik, metode pembelajaran, serta budaya akademik yang baru. Dimensi ini menjadi semakin penting terutama saat individu menghadapi transisi dari sekolah menengah ke perguruan tinggi atau dari satu lingkungan akademik ke lingkungan lainnya. [Lihat sumber Disini - jurnal.staialhidayahbogor.ac.id]

Mahasiswa yang berhasil melakukan penyesuaian akademik cenderung memiliki keterampilan manajemen waktu yang baik, mampu mengatur strategi belajar secara efektif, serta merasa termotivasi untuk mencapai prestasi akademik. Penyesuaian akademik juga memengaruhi aspek motivasi belajar, kepercayaan diri dalam menghadapi tugas akademik, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan berbagai metode evaluasi dan pembelajaran. [Lihat sumber Disini - jurnal.staialhidayahbogor.ac.id]

Selain itu, dukungan sosial dari sesama mahasiswa dan dosen serta kesiapan individu dalam memahami tuntutan kurikulum sangat menentukan tingkat keberhasilan penyesuaian akademik seseorang. Penyesuaian akademik yang baik dapat meningkatkan rasa kebersamaan, keterlibatan dalam kegiatan kampus, dan prestasi belajar di lingkungan pendidikan tinggi. [Lihat sumber Disini - jurnal.staialhidayahbogor.ac.id]


Dampak Penyesuaian Diri terhadap Kesejahteraan

Penyesuaian diri memiliki dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan psikologis dan sosial seseorang. Individu yang mampu menyesuaikan diri dengan baik cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih tinggi, hubungan interpersonal yang lebih sehat, serta stabilitas emosi yang lebih baik. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]

Penyesuaian diri yang efektif juga berkaitan erat dengan kemampuan mengelola stres, mengambil keputusan yang tepat, serta mengatasi tekanan hidup dengan cara yang adaptif. Kesejahteraan psikologis meningkat ketika individu merasa mampu memenuhi tuntutan lingkungan tanpa mengalami tekanan berlebihan yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental seperti kecemasan atau depresi. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]

Sebaliknya, ketidakmampuan menyesuaikan diri dapat berdampak negatif, termasuk mengalami stres kronis, perasaan tidak puas terhadap kehidupan, serta kesulitan dalam hubungan sosial dan konteks akademik. Hal ini dapat mengurangi motivasi belajar, menciptakan konflik interpersonal, dan menurunkan kualitas kesejahteraan secara keseluruhan. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]


Kesimpulan

Penyesuaian diri adalah proses kompleks yang mencakup interaksi dinamis antara individu dan lingkungan fisik, sosial, serta akademik. Secara umum, penyesuaian diri melibatkan kemampuan untuk mengelola perilaku, emosi, serta hubungan interpersonal agar dapat hidup secara efektif dan seimbang sesuai tuntutan lingkungan. Terdapat beberapa dimensi utama dalam penyesuaian diri, termasuk penyesuaian akademik, sosial, emosional, dan personal, yang masing-masing memainkan peran penting dalam keberhasilan adaptasi individu dalam kehidupan sehari-hari dan lingkungan pendidikan. Faktor-faktor internal seperti kepribadian dan pengalaman hidup, serta faktor eksternal seperti dukungan sosial dan budaya lingkungan, sangat memengaruhi kemampuan individu dalam menyesuaikan diri. Penyesuaian diri yang efektif dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis dan sosial, sedangkan ketidakmampuan menyesuaikan diri dapat berdampak negatif terhadap motivasi, hubungan interpersonal, dan kesehatan mental secara keseluruhan. Evaluasi terhadap definisi, dimensi, faktor, serta dampaknya menunjukkan betapa pentingnya penyesuaian diri sebagai landasan fundamental dalam mencapai keseimbangan kehidupan yang sehat dan produktif.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Penyesuaian diri adalah proses psikologis di mana individu berusaha menyesuaikan perilaku, emosi, dan cara berpikir agar selaras dengan tuntutan lingkungan sosial, akademik, dan kehidupan sehari-hari.

Penyesuaian diri penting karena membantu individu menghadapi perubahan, mengelola stres, membangun hubungan sosial yang sehat, serta menjaga keseimbangan emosional dan kesejahteraan psikologis.

Dimensi penyesuaian diri meliputi penyesuaian akademik, penyesuaian sosial, penyesuaian emosional, dan penyesuaian personal yang saling berkaitan dalam membentuk kemampuan adaptasi individu.

Penyesuaian diri dipengaruhi oleh faktor internal seperti kepribadian, pengalaman hidup, dan kondisi emosional, serta faktor eksternal seperti dukungan sosial, lingkungan keluarga, budaya, dan tuntutan akademik.

Dalam konteks akademik, penyesuaian diri membantu mahasiswa mengelola tuntutan belajar, tekanan akademik, interaksi sosial kampus, serta meningkatkan motivasi dan prestasi belajar.

Penyesuaian diri yang baik dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis, stabilitas emosi, dan kualitas hidup, sedangkan penyesuaian diri yang buruk dapat memicu stres, kecemasan, dan penurunan kesehatan mental.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Penyesuaian Diri Mahasiswa: Konsep dan Dinamika Ketepatan Dosis Obat pada Pasien dengan Gangguan Hati Keamanan Penggunaan Obat Selama Puasa Monitoring Terapi Obat: Konsep, Manfaat Klinis, dan Tindak Lanjut Konsep Perilaku Adaptif Hubungan Obesitas dengan Kebutuhan Dosis Obat Konsep Adaptasi Psikologis Adaptasi Sosial Mahasiswa Baru: Konsep dan Tantangan Dampak Obesitas terhadap Farmakokinetik Obat Konsep Kepercayaan Diri: Dimensi dan Pengukuran Gaya Belajar: Jenis dan Strategi Penyesuaiannya Stabilitas Kepribadian: Konsep dan Pengaruhnya Kepribadian Adaptif: Konsep dan Fleksibilitas Konsep Kematangan Emosi Mahasiswa Konsep Identitas Psikologis Kematangan Emosi: Konsep dan Indikator Kompetensi Sosial: Konsep dan Indikator Perubahan Budaya: Konsep dan Faktor Pendorong Adaptasi Fisiologis Ibu pada Masa Nifas Integrasi Sosial: Konsep, Komponen, dan Prosesnya
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna