
Siklus Akuntansi: Konsep, Tahapan, dan Pencatatan
Pendahuluan
Siklus akuntansi merupakan elemen fundamental dalam praktik akuntansi karena ia menggambarkan langkah-langkah sistematis yang harus ditempuh oleh organisasi dalam mencatat, memproses, sampai menghasilkan laporan keuangan yang akurat dan dapat dipercaya. Proses ini tidak hanya membantu perusahaan dalam memahami posisi dan kinerja keuangannya, tetapi juga menjadi landasan bagi pengambilan keputusan yang tepat oleh manajemen, investor, dan pihak eksternal lainnya yang berkepentingan. Siklus akuntansi umumnya berlangsung dalam satu periode akuntansi tertentu, misalnya satu tahun fiskal, dan akan berulang pada periode berikutnya setelah proses penutupannya selesai. Pemahaman mendalam tentang konsep dan mekanisme siklus ini penting bagi mahasiswa, praktisi, maupun pemilik usaha yang ingin menjaga kesehatan keuangan entitasnya. ([Lihat sumber Disini - accurate.id])
Definisi Siklus Akuntansi
Definisi Siklus Akuntansi Secara Umum
Siklus akuntansi secara umum diartikan sebagai rangkaian proses atau tahapan dalam akuntansi yang dimulai dari identifikasi transaksi hingga penyusunan laporan keuangan dan penutupan buku. Dalam proses ini, setiap kejadian keuangan yang memengaruhi posisi keuangan perusahaan diidentifikasi, dianalisis, dicatat, dan dilaporkan secara sistematis sehingga menghasilkan gambaran yang akurat mengenai kondisi keuangan suatu entitas. ([Lihat sumber Disini - accurate.id])
Definisi Siklus Akuntansi dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah “akuntansi” merujuk pada proses pencatatan, pengelompokan, dan pengikhtisaran transaksi keuangan untuk menghasilkan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi. Meski istilah “siklus akuntansi” tidak memiliki entri tersendiri di dalam KBBI, pemahaman akuntansi sebagai proses sistematis mencerminkan inti dari siklus akuntansi, yakni rangkaian kegiatan yang mengikuti prinsip kronologis dan logis yang konsisten setiap periode. (Definisi ini merujuk pada pemaknaan istilah dalam konteks KBBI akuntansi umum).
Definisi Siklus Akuntansi Menurut Para Ahli
-
Hariyani (2016): Menurut Hariyani, siklus akuntansi merupakan suatu proses pencatatan transaksi keuangan yang terjadi dalam organisasi mulai dari awal periode sampai akhir periode untuk menghasilkan laporan keuangan yang lengkap dan terstruktur. ([Lihat sumber Disini - ejournal.pelitaindonesia.ac.id])
-
Rahman Pura (2013): Pura menyatakan bahwa siklus akuntansi adalah serangkaian kegiatan akuntansi yang dilakukan secara sistematis dari pencatatan awal sampai penutupan pembukuan pada akhir periode. ([Lihat sumber Disini - jurnalunived.com])
-
Hasyim (2020): Dalam konteks sistem informasi akuntansi, siklus akuntansi dipahami sebagai langkah-langkah yang menyediakan alur data transaksi ke dalam laporan keuangan sebagai output yang dapat digunakan untuk evaluasi kinerja perusahaan. ([Lihat sumber Disini - icamekaproceedings.fe.uniska-kediri.ac.id])
-
Widjaja (2025): Widjaja mendeskripsikan siklus akuntansi sebagai proses yang mencakup identifikasi kejadian ekonomi, pencatatan, penyeragaman dalam buku besar, dan akhirnya menghasilkan jenis laporan keuangan seperti laba rugi, posisi keuangan, arus kas, dan laporan perubahan modal. ([Lihat sumber Disini - journal.untar.ac.id])
Tahapan Siklus Akuntansi
Tahapan dalam siklus akuntansi merupakan urutan logis yang dilalui untuk mengubah data mentah transaksi menjadi informasi keuangan yang bermakna dan dapat dipertanggungjawabkan. Secara umum, tahapan-tahapan ini dapat dirinci sebagai berikut: ([Lihat sumber Disini - online.binus.ac.id])
-
Identifikasi Transaksi
Tahapan pertama adalah mengenali dan mengidentifikasi setiap kejadian atau transaksi yang memengaruhi posisi keuangan perusahaan. Hanya transaksi yang dapat diukur secara moneter dan memiliki bukti pendukung seperti faktur, kwitansi, atau invoice yang dimasukkan dalam siklus. Analisis ini penting agar transaksi yang akan dicatat benar-benar relevan dan valid. ([Lihat sumber Disini - accurate.id]) -
Analisis Transaksi
Setelah diidentifikasi, setiap transaksi dianalisis untuk menentukan akun mana saja yang terpengaruh dan bagaimana efeknya terhadap debit dan kredit. Penyelenggaraan sistem double entry (debet-kredit) digunakan untuk memastikan setiap pencatatan berada dalam keseimbangan. ([Lihat sumber Disini - accurate.id]) -
Pencatatan dalam Jurnal Umum
Tahapan berikutnya adalah mencatat transaksi yang telah dianalisis ke jurnal umum. Pencatatan ini dilakukan secara kronologis untuk mencerminkan urutan kejadian sepanjang periode akuntansi. ([Lihat sumber Disini - online.binus.ac.id]) -
Posting ke Buku Besar
Data dari jurnal umum kemudian dipindahkan ke buku besar, di mana setiap akun individu tersaji dengan saldo yang terakumulasi. Buku besar berfungsi sebagai sumber untuk menyusun neraca saldo dan laporan keuangan selanjutnya. ([Lihat sumber Disini - online.binus.ac.id]) -
Menyusun Neraca Saldo Belum Disesuaikan
Pada titik ini, semua saldo akun dipetakan ke dalam neraca saldo untuk memastikan bahwa total debit dan kredit seimbang. Jika terdapat ketidakseimbangan, ini menunjukkan kesalahan yang perlu diselidiki lebih lanjut. ([Lihat sumber Disini - online.binus.ac.id]) -
Jurnal Penyesuaian dan Neraca Saldo Disesuaikan
Akun-akun tertentu memerlukan penyesuaian pada akhir periode agar mencerminkan realitas keuangan secara akurat, misalnya biaya yang telah terjadi tetapi belum dicatat atau pendapatan yang telah diperoleh tetapi belum diakui. Setelah penyesuaian, neraca saldo disesuaikan dibuat sebagai dasar penyusunan laporan keuangan. ([Lihat sumber Disini - accurate.id]) -
Penyusunan Laporan Keuangan
Dengan neraca saldo yang telah disesuaikan, laporan keuangan seperti laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas dapat disusun. Laporan ini menyajikan informasi hasil operasi dan posisi keuangan perusahaan selama periode tertentu. ([Lihat sumber Disini - accurate.id]) -
Jurnal Penutup dan Neraca Saldo Setelah Penutupan
Pada akhir periode akuntansi, akun-akun nominal (seperti pendapatan dan biaya) ditutup untuk mengatur saldo mereka kembali ke nol menjelang periode berikutnya. Setelah penutupan, neraca saldo setelah penutupan dapat disusun untuk memastikan keseimbangan. ([Lihat sumber Disini - online.binus.ac.id])
Proses Pencatatan Transaksi Keuangan
Proses pencatatan transaksi adalah inti dari siklus akuntansi. Dimulai dari identifikasi transaksi yang valid berdasarkan bukti transaksi, pencatatan dilakukan dalam jurnal umum menggunakan sistem double entry yang mempertimbangkan debet dan kredit untuk setiap akun yang terpengaruh. Kekuatan sistem pencatatan ini adalah memastikan bahwa persamaan dasar akuntansi (Aset = Kewajiban + Ekuitas) selalu seimbang melalui seluruh tahapan siklus. ([Lihat sumber Disini - accurate.id])
Transaksi yang dicatat kemudian dipindahkan (posting) ke buku besar untuk mencatat perubahan masing-masing akun secara terperinci. Buku besar berfungsi sebagai pusat akumulasi catatan yang akan digunakan untuk menyusun neraca saldo dan laporan keuangan akhir. ([Lihat sumber Disini - online.binus.ac.id])
Penyusunan Laporan Keuangan dalam Siklus Akuntansi
Laporan keuangan merupakan output utama dari siklus akuntansi dan mencakup laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas yang menunjukkan hasil operasi dan posisi keuangan perusahaan pada akhir periode akuntansi. Penyusunan laporan ini didasarkan pada neraca saldo yang telah disesuaikan agar mencerminkan keadaan yang aktual dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. ([Lihat sumber Disini - accurate.id])
Laporan keuangan memberikan gambaran lengkap kepada pemangku kepentingan internal maupun eksternal mengenai kinerja perusahaan, sehingga mereka dapat membuat keputusan berdasarkan data yang kredibel dan terverifikasi. ([Lihat sumber Disini - journals.unpad.ac.id])
Penutupan dan Penyesuaian dalam Siklus Akuntansi
Penutupan dan penyesuaian merupakan tahapan akhir dalam siklus akuntansi yang bertujuan menyiapkan buku untuk periode berikutnya. Jurnal penyesuaian diperlukan untuk memperbarui akun sesuai dengan pendapatan dan biaya yang terjadi tetapi belum dicatat. Sedangkan jurnal penutup bertujuan untuk menutup akun-akun nominal agar saldo-saldo tersebut dipindahkan ke akun modal atau laba ditahan. ([Lihat sumber Disini - accurate.id])
Dengan menyelesaikan tahap penutupan, perusahaan dapat memastikan bahwa periode akuntansi baru dimulai dengan dasar saldo yang tepat dan bersih dari akun nominal sebelumnya. ([Lihat sumber Disini - accurate.id])
Peran Siklus Akuntansi dalam Sistem Akuntansi
Siklus akuntansi memainkan peran penting sebagai kerangka kerja dalam sistem akuntansi perusahaan. Ia menyediakan mekanisme terstruktur untuk mencatat, mengklasifikasikan, meringkas, dan melaporkan informasi keuangan secara akurat. Proses ini memastikan data keuangan perusahaan lengkap, konsisten antar periode, dan dapat diuji kembali jika diperlukan oleh auditor atau regulator. ([Lihat sumber Disini - accurate.id])
Selain itu, siklus akuntansi memfasilitasi pemantauan kesehatan keuangan perusahaan, membantu dalam pengambilan keputusan strategis oleh manajemen, serta memenuhi persyaratan hukum dan perpajakan. Informasi keuangan yang dihasilkan melalui siklus ini menjadi sumber utama dalam mengevaluasi kinerja perusahaan dan perencanaan masa depan. ([Lihat sumber Disini - icamekaproceedings.fe.uniska-kediri.ac.id])
Kesimpulan
Siklus akuntansi adalah proses akuntansi yang berulang dan sistematis, dimulai dari identifikasi transaksi hingga penyusunan laporan keuangan dan penutupan buku. Konsep ini tidak hanya memberikan kerangka kerja untuk mencatat dan melaporkan kegiatan keuangan, tetapi juga menjamin integritas serta akurasi informasi yang digunakan oleh pemangku kepentingan. Dengan memahami setiap tahapan siklus, entitas mampu memastikan bahwa laporan keuangan yang disusun mencerminkan kondisi ekonomi sebenarnya serta memenuhi prinsip akuntansi yang berlaku. ([Lihat sumber Disini - accurate.id])