Terakhir diperbarui: 23 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 23 January). Neraca Saldo: Konsep dan Pengendalian Pencatatan. SumberAjar. Retrieved 23 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/neraca-saldo-konsep-dan-pengendalian-pencatatan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Neraca Saldo: Konsep dan Pengendalian Pencatatan - SumberAjar.com

Neraca Saldo: Konsep dan Pengendalian Pencatatan

Pendahuluan

Neraca saldo merupakan salah satu komponen penting dalam siklus akuntansi yang sering menjadi tolok ukur awal dalam menentukan keakuratan proses pencatatan transaksi perusahaan. Dalam praktik akuntansi, neraca saldo disusun setelah seluruh transaksi dicatat di jurnal umum dan diposting ke buku besar, sehingga data yang diperoleh dari neraca saldo mencerminkan keseimbangan antara sisi debit dan kredit dalam periode tertentu. Penyusunan neraca saldo memegang peran strategis karena dapat mengungkap kesalahan pencatatan sebelum laporan keuangan utama seperti neraca keuangan, laporan laba rugi, dan laporan arus kas disusun. Selain itu, neraca saldo juga berfungsi sebagai alat kontrol internal untuk mengevaluasi tata kelola pencatatan keuangan. Oleh karena itu, memahami konsep neraca saldo, tujuan penyusunannya, jenis-jenisnya, fungsi sebagai alat pengendalian pencatatan, hingga keterbatasannya sangat penting bagi akuntan, manajemen, dan semua pihak yang berkepentingan dalam akuntansi. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])


Definisi Neraca Saldo

Definisi Neraca Saldo Secara Umum

Neraca saldo, atau sering disebut trial balance dalam bahasa Inggris, merupakan daftar yang menunjukkan saldo akhir dari semua akun yang terdapat dalam buku besar perusahaan pada suatu titik waktu tertentu. Laporan ini memiliki fungsi utama untuk memastikan bahwa total saldo debit sama dengan total saldo kredit sebagai bentuk pemeriksaan awal atas keakuratan entri-entri pembukuan. Dengan demikian, neraca saldo berperan dalam meninjau keseimbangan antara kedua sisi dalam sistem pembukuan double-entry sebelum laporan keuangan disusun. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Definisi Neraca Saldo dalam KBBI

Menurut pengertian formal yang termuat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), neraca saldo didefinisikan sebagai daftar atau lembar kerja pembukuan yang menyajikan saldo-saldo akun buku besar yang telah dicatat selama periode akuntansi tertentu. Tujuan istilah ini adalah untuk memberikan gambaran singkat tentang posisi akun-akun tersebut dalam dua kolom utama yaitu debit dan kredit, yang harus seimbang untuk menunjukkan pencatatan yang benar. ([Lihat sumber Disini - paper.id])

Definisi Neraca Saldo Menurut Para Ahli

  1. Menurut Siti Aisyah Sirgar, neraca saldo adalah daftar nama-nama akun yang digunakan untuk melihat keseimbangan antara jumlah akhir debit dan kredit dari akun-akun yang tercatat di buku besar. ([Lihat sumber Disini - elibrary.unikom.ac.id])

  2. Faiz Zamzami dan Nabella Duta Nusa menyatakan bahwa neraca saldo merupakan kumpulan akun yang berisi saldo akhir masing-masing buku besar yang disusun secara sistematis pada akhir periode akuntansi. ([Lihat sumber Disini - elibrary.unikom.ac.id])

  3. Definisi lain dari perspektif praktis akuntansi menyatakan bahwa neraca saldo adalah laporan internal yang menunjukkan saldo penutup akun-akun buku besar untuk memverifikasi keakuratan aritmatika pencatatan ganda (debit dan kredit). ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  4. Beberapa literatur akuntansi juga menjelaskan neraca saldo sebagai alat yang digunakan oleh akuntan untuk memastikan bahwa setiap transaksi yang dicatat telah mengikuti kaidah pencatatan dua sisi dalam double-entry bookkeeping. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Tujuan Penyusunan Neraca Saldo

Penyusunan neraca saldo memiliki beberapa tujuan penting dalam proses pembukuan dan akuntansi perusahaan:

  1. Memastikan Keseimbangan Aritmatika Akun Buku Besar
    Salah satu tujuan utama neraca saldo adalah memastikan bahwa total saldo debit sama dengan total saldo kredit dalam buku besar. Keseimbangan ini merupakan indikator bahwa entri-entri dalam buku besar telah dilakukan dengan benar menurut prinsip double-entry bookkeeping. Jika jumlah debit dan kredit tidak sama, hal ini menunjukkan adanya kesalahan dalam pencatatan transaksi yang perlu diperbaiki sebelum laporan keuangan disusun. ([Lihat sumber Disini - mekari.com])

  2. Deteksi Kesalahan Pencatatan
    Neraca saldo berfungsi sebagai alat deteksi awal untuk menemukan kesalahan dalam proses pencatatan transaksi, seperti kesalahan posting dari jurnal ke buku besar atau kesalahan penjumlahan saldo. Ketidakseimbangan dalam neraca saldo akan memicu pemeriksaan ulang terhadap entri-entri yang disusun. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])

  3. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
    Neraca saldo merupakan fondasi dalam penyusunan laporan keuangan lainnya, seperti neraca keuangan (balance sheet), laporan laba rugi, dan laporan arus kas. Saldo-saldo yang terkandung dalam neraca saldo memberikan data awal yang diperlukan untuk menyusun item-item dalam laporan keuangan tersebut. ([Lihat sumber Disini - zahironline.com])

  4. Evaluasi Status Keuangan Interim
    Neraca saldo juga dapat digunakan sebagai alat untuk mengetahui kondisi keuangan sementara perusahaan, sehingga memungkinkan manajemen untuk menilai kinerja keuangan sebelum periode tutup buku akuntansi. ([Lihat sumber Disini - zahironline.com])


Jenis-Jenis Neraca Saldo

Dalam praktik akuntansi, neraca saldo dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis berdasarkan waktu penyusunannya dalam siklus akuntansi:

  1. Neraca Saldo Belum Disesuaikan
    Neraca saldo jenis ini disusun setelah semua transaksi diposting ke buku besar tetapi sebelum penyesuaian entri jurnal dibuat. Tujuannya adalah untuk memeriksa keseimbangan awal sebelum penyesuaian terhadap akun-akun tertentu dilakukan. ([Lihat sumber Disini - mpeslearning.com])

  2. Neraca Saldo Disesuaikan
    Setelah dilakukan jurnal penyesuaian yang diperlukan untuk mencerminkan keadaan sebenarnya dari akun-akun tertentu (misalnya penyusutan, pendapatan terutang, beban masih harus dibayar), neraca saldo disesuaikan menyajikan saldo yang telah diperbaiki berdasarkan penyesuaian tersebut. ([Lihat sumber Disini - mpeslearning.com])

  3. Neraca Saldo Setelah Penutupan (Post-Closing)
    Ini merupakan jenis neraca saldo yang disusun setelah semua akun pendapatan dan beban ditutup ke akun laba ditahan atau modal. Neraca saldo ini menunjukkan saldo akun-akun permanen yang akan dibawa ke periode akuntansi berikutnya. ([Lihat sumber Disini - mpeslearning.com])


Neraca Saldo sebagai Alat Pengendalian Pencatatan

Sebagai bagian dari sistem akuntansi, neraca saldo memiliki peran penting sebagai alat pengendalian terhadap pencatatan transaksi. Fungsi ini mendukung integritas akuntansi internal perusahaan:

  1. Pengendalian Kesalahan Pembukuan
    Neraca saldo membantu tim akuntansi dalam mendeteksi dan mengoreksi kesalahan berupa ketidakseimbangan antara total debit dan kredit, yang sangat penting sebelum laporan keuangan utama disusun. Hal ini meningkatkan keakuratan dan integritas catatan keuangan internal. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])

  2. Monitoring Alur Pencatatan Transaksi
    Dengan menyusun neraca saldo secara berkala, akuntan dapat memantau alur pencatatan transaksi dan memastikan bahwa setiap entri jurnal telah diposting dengan benar ke akun buku besar. Ini menjadi langkah penting dalam pengendalian internal terhadap pencatatan transaksi harian. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  3. Akuntabilitas dan Transparansi
    Neraca saldo berkontribusi pada akuntabilitas dan transparansi operasi pembukuan karena semua saldo akun dicatat secara sistematis dan disusun dalam format yang mudah dianalisis serta diperiksa secara independen. ([Lihat sumber Disini - zahironline.com])


Proses Penyusunan Neraca Saldo

Penyusunan neraca saldo merupakan langkah penting dalam siklus akuntansi, mencakup tahapan berikut:

  1. Pengumpulan Data Transaksi
    Tahap awal adalah mengumpulkan seluruh bukti transaksi yang telah dicatat pada jurnal umum. Pencatatan di jurnal umum dilakukan secara kronologis dan mencakup entri debit serta kredit sesuai bukti transaksi. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])

  2. Posting ke Buku Besar
    Selanjutnya, setiap entri jurnal diposting ke akun buku besar yang sesuai. Buku besar merupakan kumpulan akun yang memberikan gambaran terperinci setiap akun yang terdapat dalam entri jurnal. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])

  3. Pemindahan Saldo ke Neraca Saldo
    Setelah saldo masing-masing akun di buku besar diperoleh, saldo tersebut dipindahkan ke neraca saldo. Daftar akun beserta saldo debit dan kredit disusun dalam format neraca saldo, kemudian jumlah kedua kolom tersebut dihitung. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])

  4. Verifikasi Keseimbangan
    Jika jumlah debit dan kredit dalam neraca saldo seimbang, berarti proses pencatatan pembukuan telah dilakukan dengan benar secara matematis. Jika tidak seimbang, akuntan harus menelusuri dan mengoreksi kesalahan entri sebelum laporan keuangan disiapkan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])


Keterbatasan Neraca Saldo dalam Sistem Akuntansi

Meskipun neraca saldo memiliki peran penting dalam kontrol pencatatan keuangan, alat ini juga memiliki keterbatasan:

  1. Tidak Mendeteksi Kesalahan Kualitatif
    Neraca saldo hanya memeriksa keseimbangan aritmatika antara debit dan kredit. Kesalahan yang tidak mengubah total debit dan kredit, seperti entri yang dimasukkan di akun yang salah atau transaksi yang tidak dicatat sama sekali, tidak akan terdeteksi. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  2. Kesalahan Kompensasi Tidak Terlihat
    Kesalahan seperti entri ganda yang nilainya sama atau salah catatan yang terjadi di dua akun berbeda tetapi berimbang secara total tidak akan terlihat dalam neraca saldo, sehingga masih perlu pemeriksaan lebih lanjut. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  3. Tidak Menjamin Kebenaran Laporan Keuangan
    Meskipun neraca saldo seimbang menunjukkan keseimbangan pencatatan, ini tidak menjamin semua entri transaksi telah dicatat dengan benar atau akurat, sehingga perlu dilakukan review tambahan seperti audit atau penyesuaian lebih lanjut. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Kesimpulan

Neraca saldo merupakan elemen penting dalam siklus akuntansi yang berfungsi sebagai alat pemeriksaan awal terhadap keakuratan pencatatan transaksi sebelum laporan keuangan utama disusun. Secara umum, neraca saldo menyajikan daftar saldo akhir semua akun buku besar dengan keseimbangan debit dan kredit sebagai indikator keakuratan pembukuan. Penyusunannya memiliki berbagai tujuan, seperti meningkatkan keakuratan pembukuan, mendeteksi kesalahan, serta menjadi dasar bagi penyusunan laporan keuangan. Jenis-jenis neraca saldo mencakup neraca saldo belum disesuaikan, disesuaikan, dan setelah penutupan, yang masing-masing mencerminkan tahapan berbeda dalam siklus akuntansi. Selain itu, neraca saldo juga merupakan alat pengendali pencatatan transaksi, meskipun memiliki keterbatasan dalam mendeteksi kesalahan non-aritmatika. Pemahaman yang tepat mengenai konsep, tujuan, proses, serta keterbatasannya sangat penting dalam praktik akuntansi untuk memastikan kualitas dan integritas pencatatan keuangan sebuah entitas. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Neraca saldo adalah daftar yang memuat saldo akhir seluruh akun dalam buku besar pada suatu periode tertentu yang disusun untuk memastikan keseimbangan antara total debit dan total kredit dalam sistem pencatatan akuntansi.

Tujuan utama penyusunan neraca saldo adalah untuk memastikan keseimbangan aritmatika antara debit dan kredit, mendeteksi kesalahan pencatatan, serta menjadi dasar penyusunan laporan keuangan perusahaan.

Jenis-jenis neraca saldo meliputi neraca saldo belum disesuaikan, neraca saldo disesuaikan, dan neraca saldo setelah penutupan, yang masing-masing disusun pada tahapan berbeda dalam siklus akuntansi.

Neraca saldo penting sebagai alat pengendalian pencatatan karena membantu mendeteksi kesalahan pembukuan sejak dini, memastikan seluruh transaksi telah diposting dengan benar, serta meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pencatatan keuangan.

Neraca saldo tidak sepenuhnya menjamin kebenaran laporan keuangan karena hanya memeriksa keseimbangan debit dan kredit. Kesalahan kualitatif seperti salah akun atau transaksi yang tidak dicatat tetap memerlukan pemeriksaan lanjutan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Neraca: Konsep, Komponen, dan Posisi Keuangan Neraca: Konsep, Komponen, dan Posisi Keuangan Siklus Akuntansi: Konsep, Tahapan, dan Pencatatan Siklus Akuntansi: Konsep, Tahapan, dan Pencatatan Jurnal Penutup: Konsep dan Penyusunan Akhir Periode Jurnal Penutup: Konsep dan Penyusunan Akhir Periode Buku Besar: Konsep, Klasifikasi Akun, dan Pelaporan Buku Besar: Konsep, Klasifikasi Akun, dan Pelaporan Jurnal Penyesuaian: Konsep, Jenis, dan Tujuan Jurnal Penyesuaian: Konsep, Jenis, dan Tujuan Laporan Perubahan Ekuitas: Konsep dan Pergerakan Modal Laporan Perubahan Ekuitas: Konsep dan Pergerakan Modal Pengendalian Internal: Konsep, Sistem Kontrol, dan Pencegahan Risiko Pengendalian Internal: Konsep, Sistem Kontrol, dan Pencegahan Risiko Pengendalian Internal: Konsep, Unsur, dan Peran Pengendalian Pengendalian Internal: Konsep, Unsur, dan Peran Pengendalian Aplikasi Mobile Manajemen Keuangan Siswa Aplikasi Mobile Manajemen Keuangan Siswa Sistem Informasi Pencatatan Transaksi Harian Sistem Informasi Pencatatan Transaksi Harian Sistem Web Pembukuan UMKM Sistem Web Pembukuan UMKM Pengendalian Variabel dalam Riset Eksperimen Pengendalian Variabel dalam Riset Eksperimen Akun Ekuitas: Konsep dan Kepemilikan Modal Akun Ekuitas: Konsep dan Kepemilikan Modal Jurnal Umum: Konsep, Fungsi, dan Pencatatan Transaksi Jurnal Umum: Konsep, Fungsi, dan Pencatatan Transaksi Basis Kas: Konsep dan Perbandingan dengan Akrual Basis Kas: Konsep dan Perbandingan dengan Akrual Akun Aset: Konsep, Klasifikasi, dan Pengakuan Akun Aset: Konsep, Klasifikasi, dan Pengakuan Manajemen Kas: Konsep, Arus Kas, dan Likuiditas Manajemen Kas: Konsep, Arus Kas, dan Likuiditas Pengendalian Kesalahan Statistik dalamĀ Penelitian Pengendalian Kesalahan Statistik dalamĀ Penelitian Akuntansi Keuangan: Konsep, Ruang Lingkup, dan Fungsi Akuntansi Keuangan: Konsep, Ruang Lingkup, dan Fungsi Pengendalian Variabel: Definisi, Fungsi, dan Contoh Pengendalian Variabel: Definisi, Fungsi, dan Contoh
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…