Terakhir diperbarui: 26 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 26 December). Ketuban Pecah Dini: Konsep, Faktor Risiko, dan Pencegahan. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/ketuban-pecah-dini-konsep-faktor-risiko-dan-pencegahan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Ketuban Pecah Dini: Konsep, Faktor Risiko, dan Pencegahan - SumberAjar.com

Ketuban Pecah Dini: Konsep, Faktor Risiko, dan Pencegahan

Pendahuluan

Ketuban Pecah Dini (KPD) atau Premature Rupture of Membranes (PROM) merupakan kondisi di mana selaput ketuban pecah sebelum proses persalinan dimulai dan sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu. Kondisi ini tidak hanya mengakibatkan kecemasan bagi ibu hamil tetapi juga meningkatkan risiko komplikasi serius bagi ibu dan janin yang dikandungnya, termasuk risiko infeksi, kelahiran prematur, dan komplikasi perinatal lainnya yang dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang bayi serta meningkatnya morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi secara global. PROM dapat terjadi baik pada kehamilan cukup bulan maupun kurang bulan, dengan insidensi sekitar 8, 15% dari seluruh kehamilan di dunia. [Lihat sumber Disini - journal.ahmareduc.or.id]


Definisi Ketuban Pecah Dini

Definisi Ketuban Pecah Dini Secara Umum

Ketuban Pecah Dini (KPD) secara umum diartikan sebagai pecahnya selaput amnion dan korion yang membungkus janin sebelum proses persalinan berlangsung. Kondisi ini dapat terjadi tanpa disertai kontraksi rahim atau tanda-tanda persalinan awal, sehingga air ketuban keluar dari jalan lahir sebelum waktunya. Ketuban memiliki peran penting sebagai pelindung janin dari infeksi dan trauma mekanis serta membantu mempertahankan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan janin. Ketika selaput ketuban pecah terlalu dini, janin kehilangan sebagian perlindungan ini, yang dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat. [Lihat sumber Disini - ejurnalmalahayati.ac.id]

Definisi Ketuban Pecah Dini dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ketuban pecah dini merujuk pada keadaan di mana air ketuban pecah sebelum waktunya kelahiran, yaitu sebelum ibu menunjukkan tanda-tanda persalinan yang jelas dan tanpa menunggu terbukanya serviks hingga kondisi yang biasanya menunjukkan awal persalinan. KBBI menggambarkan pecahnya kantung amnion sebelum ibu memasuki fase aktif persalinan. (Sumber KBBI daring dapat ditautkan langsung dari web resmi KBBI jika tersedia).

Definisi Ketuban Pecah Dini Menurut Para Ahli

Menurut pandangan para ahli obstetri dan kebidanan, Ketuban Pecah Dini memiliki definisi klinis sebagai berikut:

  1. Mardiyanti & Hardiati (2023) mendefinisikan KPD sebagai kondisi di mana selaput ketuban pecah sebelum terdapat tanda-tanda persalinan aktif dan tanpa kontraksi yang jelas, baik pada kehamilan cukup maupun kurang bulan, serta dipandang sebagai kondisi kegawatdaruratan obstetri. [Lihat sumber Disini - repository.poltekkes-tjk.ac.id]

  2. Ikram (2024) dalam artikel terkait PROM menjelaskan KPD sebagai rupture dari membran janin yang terjadi sebelum persalinan, yang ditandai oleh keluarnya cairan amnion secara tidak terduga tanpa tanda-tanda persalinan aktif sebelumnya. [Lihat sumber Disini - journalofmedula.com]

  3. Rosi Rizqi Nugrahani (2023) menyatakan bahwa pecahnya membran ketuban adalah sebuah kejadian di mana membran amnion dapat pecah satu jam atau lebih sebelum persalinan aktif dimulai, menandakan adanya kelainan perjalanan kehamilan yang memerlukan penanganan medis segera. [Lihat sumber Disini - ojs.unpkediri.ac.id]

  4. Artikel WHO (2016) menyebutkan bahwa KPD merupakan kondisi yang dapat terjadi pada berbagai usia gestasi dan sering menjadi satu penyebab meningkatnya risiko komplikasi perinatal yang serius, yang memerlukan manajemen klinis yang tepat untuk mengurangi risiko morbiditas dan mortalitas. [Lihat sumber Disini - platform.who.int]


Faktor Risiko Terjadinya Ketuban Pecah Dini

Ketuban Pecah Dini tidak terjadi secara tiba-tiba tanpa adanya beberapa faktor predisposisi. Berbagai penelitian dan tinjauan jurnal menyebutkan sejumlah faktor risiko yang berkaitan dengan peningkatan kejadian KPD:

  1. Usia Ibu Hamil

    Usia ibu saat hamil baik terlalu muda (<20 tahun) maupun lebih tua (>35 tahun) merupakan salah satu faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian KPD. Penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara usia ibu dengan kejadian KPD. [Lihat sumber Disini - ejournal.urindo.ac.id]

  2. Paritas (Jumlah Kehamilan Sebelumnya)

    Ibu multipara atau dengan banyaknya kehamilan sebelumnya cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalami pecah ketuban dini dibandingkan dengan ibu primipara. [Lihat sumber Disini - ejurnalmalahayati.ac.id]

  3. Infeksi pada Saluran Reproduksi

    Infeksi vagina atau saluran reproduksi, termasuk vaginosis bakterialis dan infeksi saluran kemih, dikaitkan dengan keterlibatan proses inflamasi yang dapat melemahkan membran amnion. [Lihat sumber Disini - ejurnalmalahayati.ac.id]

  4. Riwayat Ketuban Pecah Dini Sebelumnya

    Ibu yang pernah mengalami KPD pada kehamilan sebelumnya memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami kejadian serupa pada kehamilan berikutnya. [Lihat sumber Disini - comphi.sinergis.org]

  5. Kelainan Selaput Ketuban / Serviks Inkompeten

    Beberapa kondisi internal seperti serviks inkompeten atau kelainan struktural pada selaput ketuban juga dapat menjadi predisposisi KPD. [Lihat sumber Disini - ojs.unpkediri.ac.id]

  6. Kondisi Kesehatan Ibu

    Beberapa studi global menyebutkan bahwa kondisi seperti tekanan darah tinggi kehamilan, diabetes gestasional, dan indeks massa tubuh yang rendah juga berkontribusi sebagai faktor risiko PROM. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  7. Faktor Pekerjaan dan Aktivitas

    Aktivitas fisik berat atau pekerjaan yang menuntut aktivitas berat berhubungan dengan peningkatan risiko KPD pada beberapa populasi ibu hamil. [Lihat sumber Disini - e-journal.lppmdianhusada.ac.id]


Dampak Ketuban Pecah Dini terhadap Ibu dan Janin

Ketuban Pecah Dini dapat menimbulkan dampak yang serius bagi ibu dan janin jika tidak ditangani dengan tepat dan cepat.

Dampak pada Ibu

  1. Infeksi Intrauterin dan Chorioamnionitis

    Ketika ketuban pecah sebelum waktunya, perlindungan terhadap janin dari mikroorganisme luar berkurang sehingga meningkatkan risiko infeksi intrauterin dan chorioamnionitis yang dapat membahayakan ibu. [Lihat sumber Disini - platform.who.int]

  2. Aktivasi Persalinan Tidak Terencana

    Air ketuban yang keluar sebelum waktunya dapat memicu persalinan prematur yang tidak diinginkan, yang seringkali memerlukan intervensi medis untuk menghindari komplikasi lebih lanjut. [Lihat sumber Disini - journal.ahmareduc.or.id]

  3. Risiko Peningkatan Morbiditas

    Ibu yang mengalami KPD memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi selama proses persalinan yang memerlukan keterlibatan tim medis secara intensif. [Lihat sumber Disini - platform.who.int]

Dampak pada Janin

  1. Kelahiran Prematur

    Pecahnya ketuban lebih awal dapat menyebabkan persalinan prematur, yang berkontribusi terhadap masalah pernapasan, gangguan perkembangan, serta peningkatan mortalitas neonatal. [Lihat sumber Disini - journal.ahmareduc.or.id]

  2. Masalah Pernapasan dan Distress Respiratory Syndrome

    Bayi prematur lebih rentan mengalami masalah pernapasan serius seperti Sindrom Distress Pernapasan (RDS) akibat paru-paru yang belum matang. [Lihat sumber Disini - hijoh.univ-alhikmahjepara.ac.id]

  3. Infeksi Neonatal

    Risiko infeksi pada bayi baru lahir meningkat karena paparan bakteri melalui jalur lahir setelah ketuban pecah lebih awal. [Lihat sumber Disini - platform.who.int]


Tanda dan Gejala Ketuban Pecah Dini

Beberapa tanda dan gejala yang umumnya muncul ketika seorang ibu mengalami ketuban pecah dini meliputi:

  1. Keluarnya Cairan Jernih

    Tanda paling khas KPD adalah keluarnya cairan bening dari vagina yang terus menerus, tanpa kontraksi awal persalinan. [Lihat sumber Disini - journalofmedula.com]

  2. Pergeseran Tekanan atau Rasa Basah di Miss V

    Ibu mungkin merasakan tekanan atau basah terus-menerus di area pelvis yang mencerminkan keluarnya cairan amnion.

  3. Tidak Ada Kontraksi Teratur pada Awal Kejadian

    Tidak seperti fase pertama persalinan, KPD biasanya tidak disertai kontraksi yang jelas atau teratur saat pecahnya ketuban terjadi. [Lihat sumber Disini - journalofmedula.com]


Penatalaksanaan Ketuban Pecah Dini

Penatalaksanaan KPD tergantung pada usia kehamilan, kondisi ibu, dan kondisi janin saat kejadian. Secara umum, manajemen dapat dibagi menjadi dua pendekatan: manajemen ekspektatif dan aktif.

  1. Manajemen Ekspektatif

    Pendekatan ini dilakukan ketika ibu dan janin stabil, bertujuan menunda persalinan sambil memantau tanda-tanda infeksi dan kondisi janin secara berkala. Hal ini mencakup observasi ketat, pemeriksaan tanda vital, serta pemeriksaan laboratorium untuk tanda infeksi. [Lihat sumber Disini - platform.who.int]

  2. Manajemen Aktif

    Penanganan aktif bisa meliputi pemberian antibiotik profilaksis untuk mencegah infeksi, serta induksi persalinan atau intervensi sesar jika kondisi ibu atau janin memburuk. [Lihat sumber Disini - platform.who.int]

  3. Monitoring Fetal dan Maternal

    Selama penatalaksanaan, pemantauan yang cermat terhadap kondisi janin (mis., detak jantung janin) dan tanda-tanda infeksi pada ibu sangat krusial untuk menentukan langkah klinis selanjutnya. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]


Upaya Pencegahan Ketuban Pecah Dini

Pencegahan KPD dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan yang berkaitan dengan pengelolaan kehamilan yang optimal:

  1. Perawatan Antenatal secara Teratur

    Pemeriksaan antenatal rutin membantu memantau kesehatan ibu dan janin, mendeteksi infeksi dini, serta memberi konseling mengenai gejala-gejala yang perlu diwaspadai. [Lihat sumber Disini - e-journal.lppmdianhusada.ac.id]

  2. Deteksi dan Pengobatan Infeksi

    Penanganan infeksi saluran reproduksi atau infeksi lainnya selama kehamilan membantu menurunkan risiko inflamasi yang dapat memicu pecahnya selaput ketuban.

  3. Gizi dan Pola Hidup Sehat

    Memastikan status gizi yang baik, menghindari merokok dan eksposur zat berbahaya, serta mengatur aktivitas fisik secara tepat dapat membantu mengurangi faktor predisposisi tertentu terhadap KPD. [Lihat sumber Disini - internationalmedicaljournal.org]

  4. Manajemen Kondisi Medis Terkait

    Mengelola kondisi seperti hipertensi gestasional atau diabetes melalui perawatan medis yang tepat dapat mengurangi risiko komplikasi yang berhubungan dengan ketuban pecah dini. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Kesimpulan

Ketuban Pecah Dini (Premature Rupture of Membranes) merupakan kondisi obstetri yang kompleks dan serius yang terjadi ketika selaput ketuban pecah sebelum proses persalinan dimulai. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko termasuk usia ibu, paritas, infeksi reproduksi, kondisi kesehatan ibu, dan riwayat medis sebelumnya. Ketuban pecah dini memiliki dampak signifikan terhadap ibu dan janin, seperti risiko infeksi, kelahiran prematur, serta gangguan pernapasan pada bayi baru lahir. Deteksi dini melalui pemeriksaan antenatal yang rutin, penatalaksanaan yang cepat dan tepat, serta upaya pencegahan melalui perbaikan gizi dan pengelolaan faktor risiko dapat membantu mengurangi kejadian dan komplikasi terkait KPD. Penatalaksanaan yang efektif melibatkan monitoring intensif kondisi maternal dan janin, serta penggunaan intervensi medis bila diperlukan guna meminimalkan risiko morbiditas dan mortalitas.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Ketuban pecah dini adalah kondisi pecahnya selaput ketuban sebelum proses persalinan dimulai, baik pada kehamilan cukup bulan maupun kurang bulan, yang dapat meningkatkan risiko komplikasi pada ibu dan janin.

Faktor risiko ketuban pecah dini meliputi usia ibu terlalu muda atau terlalu tua, multiparitas, infeksi saluran reproduksi, riwayat ketuban pecah dini sebelumnya, kelainan serviks, kondisi kesehatan ibu, serta aktivitas fisik berat selama kehamilan.

Ketuban pecah dini pada ibu dapat meningkatkan risiko infeksi intrauterin, chorioamnionitis, persalinan prematur, serta komplikasi persalinan yang memerlukan penanganan medis intensif.

Dampak ketuban pecah dini bagi janin antara lain kelahiran prematur, gangguan pernapasan, infeksi neonatal, serta peningkatan risiko morbiditas dan mortalitas neonatal.

Tanda dan gejala ketuban pecah dini meliputi keluarnya cairan bening dari vagina secara terus-menerus, rasa basah pada area genital, serta tidak disertai kontraksi persalinan pada awal kejadian.

Penatalaksanaan ketuban pecah dini dilakukan berdasarkan usia kehamilan dan kondisi ibu serta janin, meliputi manajemen ekspektatif dengan observasi ketat atau manajemen aktif seperti pemberian antibiotik dan induksi persalinan bila diperlukan.

Pencegahan ketuban pecah dini dapat dilakukan melalui pemeriksaan antenatal rutin, deteksi dan pengobatan infeksi sejak dini, menjaga status gizi yang baik, menerapkan pola hidup sehat, serta mengelola kondisi medis selama kehamilan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Faktor yang Mempengaruhi Ketuban Pecah Dini Faktor yang Mempengaruhi Ketuban Pecah Dini Ketuban Mekonium: Konsep, Risiko Persalinan, dan Kesiapsiagaan Ketuban Mekonium: Konsep, Risiko Persalinan, dan Kesiapsiagaan Faktor yang Mempengaruhi Ketuban Mekonium Faktor yang Mempengaruhi Ketuban Mekonium Persepsi Ibu Hamil terhadap Induksi Persalinan Persepsi Ibu Hamil terhadap Induksi Persalinan Komplikasi Persalinan: Konsep, Faktor Risiko, dan Pencegahan Komplikasi Persalinan: Konsep, Faktor Risiko, dan Pencegahan Pengetahuan Remaja tentang Dampak Pernikahan Dini Pengetahuan Remaja tentang Dampak Pernikahan Dini Pengetahuan Ibu tentang Tanda Persalinan Sungsang Pengetahuan Ibu tentang Tanda Persalinan Sungsang Pengetahuan Ibu tentang Tanda Bahaya Kehamilan Pengetahuan Ibu tentang Tanda Bahaya Kehamilan Mobilisasi Dini: Prinsip Pelaksanaan dan Manfaat Klinis Mobilisasi Dini: Prinsip Pelaksanaan dan Manfaat Klinis Pernikahan Dini: Konsep, Dampak Kesehatan, dan Implikasi Sosial Pernikahan Dini: Konsep, Dampak Kesehatan, dan Implikasi Sosial Mobilisasi Dini: Pengertian dan Manfaatnya Mobilisasi Dini: Pengertian dan Manfaatnya Pengetahuan Ibu tentang Komplikasi Persalinan Pengetahuan Ibu tentang Komplikasi Persalinan Persepsi Ibu terhadap Persalinan Operatif Persepsi Ibu terhadap Persalinan Operatif Deteksi Dini Penyakit Menular Deteksi Dini Penyakit Menular Faktor Risiko Kehamilan Remaja Faktor Risiko Kehamilan Remaja Inisiasi Menyusu Dini: Konsep, Manfaat, dan Praktik Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini: Konsep, Manfaat, dan Praktik Pelaksanaan Persepsi Ibu Hamil terhadap Pemeriksaan USG Persepsi Ibu Hamil terhadap Pemeriksaan USG Gangguan Integritas Mukosa Oral Gangguan Integritas Mukosa Oral Pola Mobilitas Post Operasi Pola Mobilitas Post Operasi Risiko Gangguan Perfusi Jaringan: Pengertian dan Contoh Kasus Risiko Gangguan Perfusi Jaringan: Pengertian dan Contoh Kasus
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…