Terakhir diperbarui: 26 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 26 December). Perawatan Tali Pusat Bayi: Konsep, Praktik Aman, dan Pencegahan Infeksi. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/perawatan-tali-pusat-bayi-konsep-praktik-aman-dan-pencegahan-infeksi  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Perawatan Tali Pusat Bayi: Konsep, Praktik Aman, dan Pencegahan Infeksi - SumberAjar.com

Perawatan Tali Pusat Bayi: Konsep, Praktik Aman, dan Pencegahan Infeksi

Pendahuluan

Perawatan tali pusat pada bayi baru lahir merupakan salah satu aspek krusial dalam asuhan neonatal karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan keselamatan bayi pada hari-hari pertama kehidupannya di luar rahim. Setelah bayi dilahirkan, tali pusat yang menghubungkan bayi dengan plasenta akan dipotong, menyisakan stump (sisa tali) di area pusar yang membutuhkan perawatan intensif untuk mencegah infeksi, mempercepat proses penyembuhan, dan mengurangi risiko komplikasi serius seperti omfalitis (infeksi tali pusat) dan sepsis neonatal. Infeksi tali pusat masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas neonatal terutama di negara berkembang apabila perawatan tidak dilakukan dengan benar. [Lihat sumber Disini - jurnal.globalhealthsciencegroup.com]

Dalam artikel ini akan dibahas definisi, tujuan, proses penyembuhan, praktik aman, faktor risiko infeksi, pencegahan infeksi, serta peran tenaga kesehatan dalam edukasi ibu seputar perawatan tali pusat untuk memberikan gambaran komprehensif dan berbasis bukti ilmiah dari jurnal dan sumber terpercaya.


Definisi Tali Pusat Bayi

Definisi Tali Pusat Secara Umum

Tali pusat bayi, dalam konteks medis, adalah struktur seperti tabung fleksibel yang menghubungkan janin dengan plasenta selama masa kehamilan. Struktur ini berfungsi sebagai saluran utama yang membawa oksigen dan nutrisi dari ibu ke janin serta mengeluarkan produk sisa metabolik dari janin ke plasenta sebelum lahir. [Lihat sumber Disini - merriam-webster.com]

Setelah bayi dilahirkan, tali pusat dipotong dan meninggalkan stump kecil di perut bayi. Stump tersebut kemudian mengalami proses pengeringan dan detasemen (puput) secara alami dalam beberapa hari pertama kehidupan. Periode pasca-lahir ini penting untuk perawatan agar proses penyembuhan berjalan optimal dan menghindari infeksi. [Lihat sumber Disini - my.clevelandclinic.org]

Definisi Tali Pusat dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah tali berkaitan dengan pengertian tali yang mengikat, sedangkan istilah pusat dalam konteks anatomi bayi mengacu pada pusar tali pusat yang merupakan sisa dari tali pusat setelah dipotong pasca-kelahiran. KBBI mendeskripsikan pusar tali pusat sebagai bagian yang terhubung dengan area tengah tubuh bayi yang akan mengalami proses lepas seiring waktu. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]

Definisi Tali Pusat Menurut Para Ahli

  1. Menurut Merriam-Webster, umbilical cord adalah struktur yang muncul dari pusat tubuh janin dan menghubungkan janin dengan plasenta, berisi dua arteri dan satu vena yang memfasilitasi pertukaran oksigen, nutrisi, dan limbah antara bayi dan ibu sebelum lahir. [Lihat sumber Disini - merriam-webster.com]

  2. Wikipedia menyebutkan bahwa tali pusat (funiculus umbilicalis) merupakan konduktor antara embrio/janin dan plasenta yang terdiri dari pembuluh darah serta jaringan Wharton’s jelly yang melindungi pembuluh tersebut. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  3. Sumber medis lainnya menjelaskan bahwa setelah lahir, tali pusat berfungsi sebagai struktur yang secara fisiologis tidak lagi diperlukan dan harus dirawat hingga puput tanpa menyebabkan infeksi pada area pusar bayi. [Lihat sumber Disini - my.clevelandclinic.org]

  4. Laporan difusi ilmu kesehatan menyatakan bahwa perawatan tali pusat merupakan salah satu tindakan asuhan neonatal untuk mencegah infeksi dan komplikasi, serta memastikan stump tali pusat tetap bersih dan kering sampai tanggal puput. [Lihat sumber Disini - journal2.stikeskendal.ac.id]


Konsep dan Tujuan Perawatan Tali Pusat

Perawatan tali pusat bayi baru lahir memiliki fokus utama untuk menjaga area stump tali pusat tetap bersih, kering, dan bebas dari bakteri penyebab infeksi, sehingga proses penyembuhan berjalan baik tanpa komplikasi. Studi menunjukkan bahwa infeksi tali pusat tanpa perawatan yang benar dapat menyebabkan kondisi serius seperti sepsis, omfalitis, dan meningkatkan risiko mortalitas neonatal. [Lihat sumber Disini - jurnal.globalhealthsciencegroup.com]

Tujuan utama dari perawatan tali pusat antara lain:


Proses Penyembuhan Tali Pusat Bayi

Setelah dipotong, stump tali pusat akan melalui serangkaian perubahan fisiologis yang harus dipahami dalam konteks penyembuhan. Proses ini melibatkan pengeringan bertahap dan kematian jaringan tali pusat secara alami sebelum akhirnya terlepas. Umumnya, stump tali pusat bayi akan puput dalam rentang waktu 5 sampai 14 hari setelah lahir, meskipun variasi antara individu bisa terjadi. [Lihat sumber Disini - ejurnalmalahayati.ac.id]

Tahapan penyembuhan termasuk:

  1. Pengeringan awal dan perubahan warna, stump akan mengalami perubahan warna dari awalnya kemerahan menjadi keabu-abuan atau hitam saat jaringan mengering. [Lihat sumber Disini - my.clevelandclinic.org]

  2. Pemupukan (detasemen) tali pusat, setelah jaringan benar-benar kering dan tidak lagi menerima suplai darah, stump akan lepas secara alami. [Lihat sumber Disini - ejurnalmalahayati.ac.id]

  3. Munculnya jaringan baru di area pusar, setelah puput, area yang sebelumnya diisi oleh stump mulai menutup dan membentuk kulit baru yang sehat. [Lihat sumber Disini - my.clevelandclinic.org]

Selama proses ini, penting untuk tetap menjaga area tetap bersih, kering, dan terhindar dari gesekan atau kelembapan yang dapat memperlambat proses penyembuhan atau meningkatkan risiko infeksi. [Lihat sumber Disini - mayoclinic.org]


Praktik Aman Perawatan Tali Pusat

Praktik perawatan tali pusat yang aman sangat penting untuk mengurangi risiko infeksi dan komplikasi. Berdasarkan rekomendasi yang terdokumentasi dalam penelitian dan panduan klinis, praktik aman meliputi:

  • Menjaga area stump tetap kering dan bersih, dengan memastikan pakaian atau popok bayi tidak menutupi area tersebut dan tidak menyebabkan lembab. [Lihat sumber Disini - mayoclinic.org]

  • Menghindari kontak dengan air berlebih, selama stump belum puput, mandi bayi sebaiknya dilakukan secara spons sehingga stump tidak terendam air secara langsung. [Lihat sumber Disini - verywellhealth.com]

  • Tidak menggunakan alkohol atau antiseptik kuat secara rutin, kecuali sesuai anjuran tenaga kesehatan, karena pendekatan perawatan kering terbuka sudah terbukti efektif tanpa menambah risiko infeksi di banyak konteks. [Lihat sumber Disini - mayoclinic.org]

  • Memastikan tangan dicuci bersih sebelum menyentuh area tali pusat bayi guna mengurangi kontaminasi bakteri. [Lihat sumber Disini - verywellhealth.com]

  • Dalam konteks tertentu atau daerah dengan anggaran sumber daya rendah, penggunaan antiseptik seperti chlorhexidine 4% pada stump tali pusat telah terbukti efektif menurunkan risiko omfalitis dan mortalitas pada neonatus. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Praktik aman tersebut juga termasuk tidak menarik atau memaksa stump tali pusat lepas sebelum waktunya, karena tindakan ini bisa menyebabkan perdarahan dan infeksi. [Lihat sumber Disini - verywellhealth.com]


Faktor Risiko Infeksi Tali Pusat

Infeksi tali pusat pada bayi baru lahir (omphalitis) dapat terjadi jika area stump menjadi lembab, terkontaminasi bakteri, atau tidak dirawat dengan benar. Beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan infeksi antara lain:

  • Kelembapan dan kontaminasi oleh urine atau tinja bayi jika popok tidak diatur dengan benar. [Lihat sumber Disini - mayoclinic.org]

  • Kurangnya pengetahuan dan keterampilan orang tua mengenai perawatan tali pusat yang benar, berkaitan dengan peningkatan infeksi jika praktik perawatan yang buruk dilakukan. [Lihat sumber Disini - journal.binawan.ac.id]

  • Praktik perawatan yang tidak higienis atau tradisional, seperti penggunaan bahan yang tidak steril pada stump tali pusat, dapat meningkatkan paparan bakteri. Studi global menunjukkan praktik perawatan cord yang beragam dan kadang tidak higienis dapat meningkatkan risiko morbiditas. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  • Tingkat kontak yang tinggi dengan tangan atau permukaan yang tidak bersih sebelum tangan dicuci dapat menyebabkan kontaminasi area stump. [Lihat sumber Disini - verywellhealth.com]

Infeksi tali pusat dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius seperti sepsis neonatal, sehingga identifikasi tanda-tanda awal seperti kemerahan, bau tidak sedap, pembengkakan, atau nanah di sekitar area pusar sangat penting untuk tindakan cepat oleh tenaga kesehatan. [Lihat sumber Disini - idai.or.id]


Pencegahan Infeksi pada Tali Pusat

Strategi pencegahan infeksi tali pusat berfokus pada pengurangan paparan bakteri dan praktik perawatan yang benar. Langkah-langkah pencegahan meliputi:


Peran Tenaga Kesehatan dalam Edukasi Ibu

Tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam memastikan orang tua, terutama ibu, mendapatkan informasi dan keterampilan yang benar untuk merawat tali pusat bayi. Beberapa aspek yang harus ditekankan oleh tenaga kesehatan termasuk:

Penelitian menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan ibu tentang perawatan tali pusat berdampak pada perawatan yang lebih baik dan penurunan kejadian komplikasi serta infeksi, yang pada akhirnya dapat menurunkan angka morbiditas neonatal. [Lihat sumber Disini - journal.binawan.ac.id]


Kesimpulan

Perawatan tali pusat bayi baru lahir adalah bagian esensial dari asuhan neonatal untuk memastikan proses penyembuhan stump tali pusat berjalan optimal tanpa infeksi. Pemahaman tentang definisi, tujuan, proses penyembuhan, praktik aman, faktor risiko infeksi, pencegahan yang tepat, dan peran edukatif tenaga kesehatan sangat penting untuk mendukung hasil kesehatan yang baik bagi bayi. Praktik perawatan tali pusat yang efektif, seperti menjaga area tetap bersih dan kering serta edukasi orang tua, secara signifikan dapat mengurangi risiko infeksi dan komplikasi serius yang dapat mengancam kehidupan neonatal. Edukasi yang berkelanjutan oleh tenaga kesehatan sejak masa antenatal hingga postpartum menjadi strategi kunci dalam pemberdayaan orang tua untuk menerapkan perawatan tali pusat bayi yang aman dan efektif.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Perawatan tali pusat bayi adalah serangkaian tindakan menjaga sisa tali pusat setelah kelahiran agar tetap bersih, kering, dan bebas dari infeksi sampai tali pusat puput secara alami. Perawatan ini bertujuan mencegah infeksi dan mendukung proses penyembuhan yang optimal.

Proses penyembuhan tali pusat bayi umumnya berlangsung antara 5 hingga 14 hari setelah lahir. Waktu puput dapat berbeda pada setiap bayi tergantung kondisi kesehatan, kebersihan, dan cara perawatan tali pusat.

Perawatan tali pusat bayi yang aman dilakukan dengan menjaga area tali pusat tetap bersih dan kering, mencuci tangan sebelum menyentuhnya, tidak menutup tali pusat dengan popok, serta tidak menarik atau memaksa tali pusat agar cepat lepas.

Tanda infeksi tali pusat bayi meliputi kemerahan di sekitar pusar, pembengkakan, keluarnya nanah, bau tidak sedap, perdarahan berlebihan, atau bayi tampak rewel dan demam. Jika tanda ini muncul, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan.

Perawatan tali pusat bayi sangat penting karena tali pusat merupakan pintu masuk kuman ke dalam tubuh bayi. Perawatan yang tidak tepat dapat menyebabkan infeksi serius seperti omfalitis dan sepsis neonatal yang berisiko terhadap keselamatan bayi.

Tenaga kesehatan berperan dalam memberikan edukasi kepada ibu dan keluarga tentang cara perawatan tali pusat yang benar, melakukan demonstrasi praktik perawatan, memantau proses penyembuhan, serta mendeteksi dini tanda-tanda infeksi pada bayi.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Pengetahuan Ibu tentang Teknik Pijat Bayi Pengetahuan Ibu tentang Teknik Pijat Bayi Pengetahuan Ibu tentang Pola Tidur Bayi Pengetahuan Ibu tentang Pola Tidur Bayi Perawatan Tali Pusat: Pengetahuan dan Praktik Ibu Perawatan Tali Pusat: Pengetahuan dan Praktik Ibu Pengetahuan Ibu tentang Perawatan Bayi Baru Lahir Pengetahuan Ibu tentang Perawatan Bayi Baru Lahir Faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Tidur Bayi Baru Lahir Faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Tidur Bayi Baru Lahir Perawatan Bayi Baru Lahir: Konsep, Praktik Dasar, dan Edukasi Ibu Perawatan Bayi Baru Lahir: Konsep, Praktik Dasar, dan Edukasi Ibu Pengetahuan Dukun Bayi vs Praktik Medis Pengetahuan Dukun Bayi vs Praktik Medis Inisiasi Menyusu Dini: Konsep, Manfaat, dan Praktik Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini: Konsep, Manfaat, dan Praktik Pelaksanaan Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Rooming-In Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Rooming-In Mother-Infant Bonding Mother-Infant Bonding Kesiapan Keluarga Menyambut Bayi Kesiapan Keluarga Menyambut Bayi Pengetahuan Ibu tentang Manfaat Rooming-In Pengetahuan Ibu tentang Manfaat Rooming-In Pengetahuan Ibu tentang Tumbuh Kembang Bayi Pengetahuan Ibu tentang Tumbuh Kembang Bayi Penerapan Metode Kangaroo Mother Care Penerapan Metode Kangaroo Mother Care Posisi Menyusui yang Efektif Posisi Menyusui yang Efektif Kangaroo Mother Care: Konsep, Manfaat Neonatal, dan Penerapan Kangaroo Mother Care: Konsep, Manfaat Neonatal, dan Penerapan Berat Badan Lahir Bayi: Konsep, Faktor Maternal, dan Implikasi Berat Badan Lahir Bayi: Konsep, Faktor Maternal, dan Implikasi Kesiapan Keluarga Menyambut Bayi: Konsep, Dukungan Sosial, dan Adaptasi Kesiapan Keluarga Menyambut Bayi: Konsep, Dukungan Sosial, dan Adaptasi Ketidaknyamanan Masa Menyusui Ketidaknyamanan Masa Menyusui Pengetahuan tentang Inisiasi Menyusu Dini Pengetahuan tentang Inisiasi Menyusu Dini
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…