Terakhir diperbarui: 15 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 15 February). Kualitas Sistem Informasi: konsep, dimensi kualitas, dan kepuasan pengguna. SumberAjar. Retrieved 24 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/kualitas-sistem-informasi-konsep-dimensi-kualitas-dan-kepuasan-pengguna  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Kualitas Sistem Informasi: konsep, dimensi kualitas, dan kepuasan pengguna - SumberAjar.com

Kualitas Sistem Informasi: konsep, dimensi kualitas, dan kepuasan pengguna

Pendahuluan

Sistem informasi kini menjadi elemen yang tak terpisahkan dari kegiatan organisasi, baik di sektor pemerintahan, bisnis, pendidikan, maupun layanan publik. Sistem informasi dirancang untuk memproses data menjadi informasi yang bermakna dan dapat digunakan dalam pengambilan keputusan, koordinasi aktivitas, analisis, serta visualisasi hasil pekerjaan. Seiring perkembangan teknologi digital yang semakin cepat, tuntutan akan kualitas sistem informasi yang tinggi juga meningkat, karena hanya dengan kualitas yang baik maka sistem dapat memenuhi ekspektasi pengguna dan mendukung kinerja organisasi secara efektif. Kualitas sistem informasi berkaitan langsung dengan bagaimana sistem mampu memberikan informasi yang akurat, dapat diandalkan, cepat diakses, mudah digunakan, serta memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan. Dalam konteks ini, kepuasan pengguna menjadi indikator penting yang mencerminkan sejauh mana sistem informasi yang diterapkan berhasil memenuhi kebutuhan dan harapan pengguna dalam menjalankan tugas sehari-hari. Penelitian dalam kurun beberapa tahun terakhir menunjukkan hubungan antara kualitas sistem informasi dengan kepuasan pengguna, dimana kualitas yang baik cenderung meningkatkan tingkat kepuasan, yang pada gilirannya mempengaruhi intensi penggunaan dan manfaat sistem itu sendiri. ([Lihat sumber Disini - frontiersin.org])


Definisi Kualitas Sistem Informasi

Definisi Kualitas Sistem Informasi Secara Umum

Kualitas sistem informasi secara umum merujuk pada ukuran atau derajat di mana sebuah sistem mampu menjalankan fungsi utamanya dengan efektif, efisien, akurat, dan dapat diandalkan. Dalam literatur sistem informasi, kualitas sistem mencakup karakteristik seperti kemudahan penggunaan, keandalan (reliability), fleksibilitas, tingkat respons sistem terhadap permintaan pengguna, serta kemampuan menjalankan fungsi yang dirancang tanpa kesalahan besar. Standar keberhasilan sebuah sistem banyak diukur dari aspek-aspek tersebut, karena mereka mencerminkan performa teknis dan pengalaman pengguna terhadap sistem yang digunakan. ([Lihat sumber Disini - frontiersin.org])

Definisi Kualitas Sistem Informasi dalam KBBI

Menurut sumber resmi KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), istilah “kualitas” didefinisikan sebagai “mutu atau derajat yang menunjukkan tingkat kualitas atau keadaan yang baik atau buruk dari suatu hal”. Dalam konteks sistem informasi, istilah ini dipadukan dengan pengertian sistem dan teknologi informasi, sehingga dapat diartikan sebagai ukuran mutu keseluruhan dari perangkat keras dan lunak, proses, serta keluaran yang dihasilkan untuk mendukung tujuan organisasi secara efektif. (Silakan cek langsung KBBI daring untuk definisi istilah “kualitas” dan “sistem informasi” di laman resmi KBBI). ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Definisi Kualitas Sistem Informasi Menurut Para Ahli

Menurut DeLone dan McLean dalam Model Information Systems Success yang dikembangkan sejak awal 1990an, kualitas sistem merupakan salah satu dimensi utama yang mempengaruhi kesuksesan sistem informasi secara keseluruhan. Kualitas sistem dalam model ini mencerminkan kemampuan sistem untuk menghasilkan output dan fungsionalitas yang berkualitas sehingga dapat meningkatkan kepuasan pengguna dan tingkat penggunaan sistem tersebut. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Selain itu, kualitas sistem dapat diartikan sebagai gabungan antara atribut teknis dan operasional yang menentukan performa, seperti fleksibilitas, keandalan, kontrol error, responsivitas sistem, serta kemudahan penggunaan. Para peneliti lain juga menggarisbawahi bahwa kualitas sistem mencakup aspek seperti reliabilitas, integrasi, aksesibilitas, serta ketepatan waktu dalam memberikan hasil kepada pengguna. ([Lihat sumber Disini - frontiersin.org])


Dimensi Kualitas Sistem Informasi

Dalam literatur akademik terutama model DeLone & McLean, kualitas sistem dipandang sebagai salah satu komponen fundamental dari keberhasilan sistem informasi. Model ini menyatakan bahwa kualitas sistem tidak berdiri sendiri, melainkan berhubungan dengan kualitas informasi dan kualitas layanan yang secara bersama-sama mempengaruhi kepuasan pengguna dan manfaat sistem. ([Lihat sumber Disini - ulilalbabinstitute.id])

Secara konkret, dimensi kualitas sistem biasanya meliputi beberapa aspek utama: (1) Reliability (keandalan) yaitu kemampuan sistem berjalan konsisten tanpa gangguan yang signifikan; (2) Responsiveness (ketepatan waktu dan kecepatan respons) dalam memproses permintaan pengguna; (3) Flexibility (fleksibilitas) yaitu kemampuan sistem beradaptasi terhadap berbagai kebutuhan dan tuntutan baru; (4) Integration (integrasi) antara komponen perangkat keras dan lunak; (5) Usability (kemudahan digunakan) yang menentukan seberapa intuitif sistem bagi pengguna; serta (6) Functionality yaitu kecukupan dan relevansi fitur yang tersedia. Dimensi-dimensi ini saling berkaitan dan memberikan gambaran komprehensif mengenai kualitas teknis dan pengalaman pengguna dalam penggunaan sistem informasi. ([Lihat sumber Disini - frontiersin.org])

Penelitian empiris menunjukkan bahwa dimensi kualitas sistem ini memiliki hubungan signifikan terhadap kepuasan pengguna dalam berbagai konteks sistem aplikasi, baik dalam sistem pendidikan, perbankan, maupun layanan pemerintah. Studi menunjukkan bahwa semakin tinggi kualitas sistem dalam hal performa teknis dan kemudahan operasional, semakin besar kemungkinan pengguna merasa puas terhadap sistem tersebut. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Kualitas Informasi dan Kualitas Layanan Sistem

Selain kualitas sistem itu sendiri, dua komponen lain yang penting dalam kerangka pengukuran kesuksesan sistem informasi adalah kualitas informasi dan kualitas layanan. Kualitas informasi mengacu pada keluaran atau konten yang dihasilkan oleh sistem informasi, termasuk aspek seperti akurasi, relevansi, kelengkapan, serta ketepatan waktu. Kualitas informasi yang baik berarti informasi yang dihasilkan dapat dipercaya, relevan dengan kebutuhan pengguna, dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik. ([Lihat sumber Disini - e-journal.uajy.ac.id])

Sementara itu, kualitas layanan merujuk pada dukungan teknis dan non-teknis yang diterima pengguna, termasuk respons tim dukungan, kecepatan penyelesaian masalah, serta pemeliharaan dan pembaruan sistem secara berkala. Kualitas layanan memiliki peran penting dalam menciptakan pengalaman positif bagi pengguna serta memperkuat persepsi pengguna terhadap sistem yang digunakan. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Penelitian jurnal juga menunjukkan bahwa ketiga komponen ini (kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas layanan) secara simultan berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna pada berbagai jenis aplikasi sistem informasi. ([Lihat sumber Disini - japendi.publikasiindonesia.id])


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Sistem Informasi

Kualitas sistem informasi dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Secara internal, aspek desain perangkat lunak, arsitektur sistem yang baik, serta pemilihan dan pemeliharaan perangkat keras yang tepat sangat menentukan tingkat performa dan reliabilitas sistem. Sistem yang dirancang dengan baik dan menggunakan teknologi terbaru cenderung memberikan kualitas yang lebih tinggi. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.poliban.ac.id])

Selain itu, faktor seperti kemampuan pengembang dan tim IT, pengalaman dalam implementasi, serta proses evaluasi secara berkala juga mempengaruhi kualitas sistem. Tim yang kompeten akan mampu memprediksi kebutuhan pengguna dan merancang sistem yang lebih responsif dan mudah digunakan. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.poliban.ac.id])

Secara eksternal, perubahan kebutuhan bisnis, tingkat adopsi teknologi di kalangan pengguna, serta dukungan manajemen puncak juga menjadi faktor yang penting. Manajemen yang mendukung akan menyediakan sumber daya cukup untuk upgrade sistem, pelatihan pengguna, dan perbaikan berkelanjutan, yang semuanya meningkatkan kualitas sistem dan pengalaman pengguna. ([Lihat sumber Disini - e-journal.unmas.ac.id])


Hubungan Kualitas Sistem Informasi dengan Kepuasan Pengguna

Kepuasan pengguna merupakan ukuran subjektif yang menunjukkan sejauh mana pengguna merasa sistem informasi memenuhi kebutuhan dan harapannya setelah penggunaan. Kepuasan tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis sistem, tetapi juga oleh kualitas informasi dan layanan yang diterima oleh pengguna. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Empirisnya, banyak penelitian menunjukkan bahwa kualitas sistem berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna, terutama ketika sistem memberikan performa tinggi, respons cepat, serta fitur yang relevan dan mudah digunakan. Misalnya dalam studi pada sistem akuntansi, ditemukan bahwa peningkatan kualitas sistem menunjukkan peningkatan kepuasan pengguna aplikasi tersebut. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Namun, tidak semua hasil penelitian menunjukkan efek yang sama. Ada studi yang menemukan bahwa kualitas sistem secara langsung tidak signifikan terhadap kepuasan pengguna, sedangkan kualitas informasi dan layanan memiliki pengaruh yang kuat. Hal ini menunjukkan bahwa konteks, jenis sistem, serta persepsi pengguna sangat menentukan hubungan antara kualitas sistem dan kepuasan pengguna. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Dampak Kualitas Sistem Informasi terhadap Penggunaan Sistem

Kualitas sistem informasi tidak hanya berdampak pada kepuasan pengguna, tetapi juga pada penggunaan dan intensi penggunaan sistem. Pengguna yang merasa sistem memiliki kualitas baik cenderung menggunakan sistem lebih sering, lebih intensif, serta menjadi lebih produktif dalam pekerjaan mereka. Sebaliknya, sistem dengan kualitas rendah bisa menimbulkan frustrasi, penurunan penggunaan, atau bahkan penolakan terhadap sistem. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Penggunaan yang tinggi akibat kualitas sistem yang baik pada akhirnya meningkatkan manfaat organisasi, karena proses operasional menjadi lebih efisien, akurasi informasi meningkat, serta pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan tepat. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas sistem informasi merupakan investasi strategis yang berdampak luas pada kinerja organisasi. ([Lihat sumber Disini - frontiersin.org])


Kesimpulan

Secara keseluruhan, kualitas sistem informasi merupakan konsep multidimensional yang mencakup aspek teknis, konten informasi, dan dukungan layanan. Kualitas sistem yang baik mempengaruhi kepuasan pengguna secara positif dan berkontribusi pada peningkatan penggunaan sistem. Dimensi-dimensi kualitas seperti reliabilitas, responsivitas, integrasi, kemudahan penggunaan, serta kualitas informasi dan layanan merupakan faktor penentu dalam menilai kesuksesan sistem informasi. Hubungan antara kualitas sistem informasi dan kepuasan pengguna bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh konteks penggunaan serta persepsi pengguna itu sendiri. Peningkatan kualitas sistem informasi yang konsisten akan berdampak pada penggunaan yang lebih tinggi dan manfaat yang lebih besar bagi organisasi secara menyeluruh. ([Lihat sumber Disini - ulilalbabinstitute.id])

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kualitas sistem informasi adalah tingkat mutu suatu sistem dalam menjalankan fungsinya secara efektif, andal, mudah digunakan, dan mampu menghasilkan informasi yang akurat serta relevan sesuai kebutuhan pengguna.

Dimensi kualitas sistem informasi meliputi keandalan sistem, kemudahan penggunaan, fleksibilitas, kecepatan respons, integrasi sistem, serta kelengkapan dan kesesuaian fungsi dengan kebutuhan pengguna.

Kualitas sistem berkaitan dengan performa teknis dan operasional sistem, kualitas informasi berkaitan dengan akurasi dan relevansi output informasi, sedangkan kualitas layanan berkaitan dengan dukungan teknis dan pelayanan kepada pengguna.

Kualitas sistem informasi penting karena memengaruhi kepuasan pengguna, meningkatkan intensitas penggunaan sistem, serta mendukung efektivitas dan efisiensi kerja dalam organisasi.

Kualitas sistem informasi memiliki hubungan positif dengan kepuasan pengguna, di mana sistem yang andal, mudah digunakan, dan responsif cenderung meningkatkan tingkat kepuasan dan kepercayaan pengguna terhadap sistem.

Kualitas sistem informasi yang baik mendorong pengguna untuk menggunakan sistem secara berkelanjutan, meningkatkan produktivitas kerja, serta memperbesar manfaat sistem bagi individu dan organisasi.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Dimensi Teori: Pengertian, Jenis, dan Contoh Dimensi Teori: Pengertian, Jenis, dan Contoh Analisis Dimensi: Konsep Satuan Fisika dan Konsistensi Persamaan Analisis Dimensi: Konsep Satuan Fisika dan Konsistensi Persamaan X-Dimension Research: Konsep dan Penerapan dalam Kajian Multivariat X-Dimension Research: Konsep dan Penerapan dalam Kajian Multivariat Kepuasan User Sistem Informasi: Konsep, Tingkat Kepuasan, dan Penerimaan Sistem Kepuasan User Sistem Informasi: Konsep, Tingkat Kepuasan, dan Penerimaan Sistem Efektivitas Sistem Informasi: konsep, pengukuran kinerja, dan manfaat organisasi Efektivitas Sistem Informasi: konsep, pengukuran kinerja, dan manfaat organisasi Kualitas Hidup Terkait Kesehatan: Konsep, Dimensi Pengukuran, dan Interpretasi Kualitas Hidup Terkait Kesehatan: Konsep, Dimensi Pengukuran, dan Interpretasi Kepuasan Layanan Kesehatan: Konsep, Dimensi SERVQUAL, dan Evaluasi Mutu Kepuasan Layanan Kesehatan: Konsep, Dimensi SERVQUAL, dan Evaluasi Mutu Konsep Kepercayaan Diri: Dimensi dan Pengukuran Konsep Kepercayaan Diri: Dimensi dan Pengukuran Mutu Pelayanan Kesehatan: Konsep, evaluasi, dan peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan: Konsep, evaluasi, dan peningkatan Kepribadian Big Five: Penjelasan dan Contohnya Kepribadian Big Five: Penjelasan dan Contohnya Mutu Pelayanan Kesehatan Rawat Jalan Mutu Pelayanan Kesehatan Rawat Jalan Pengertian Sistem Informasi : Komponen, Jenis, Proses, dan Fungsinya dalam Organisasi Pengertian Sistem Informasi : Komponen, Jenis, Proses, dan Fungsinya dalam Organisasi Holistik: Definisi, Ciri, dan Contoh Pendekatan Ilmiah Holistik: Definisi, Ciri, dan Contoh Pendekatan Ilmiah Manajemen Proyek & Dokumentasi Sistem Manajemen Proyek & Dokumentasi Sistem Kualitas Produk: Konsep, Persepsi Kualitas, dan Kepuasan Konsumen Kualitas Produk: Konsep, Persepsi Kualitas, dan Kepuasan Konsumen Kualitas Produk: Konsep, Persepsi Kualitas, dan Kepuasan Konsumen Kualitas Produk: Konsep, Persepsi Kualitas, dan Kepuasan Konsumen Konsep Penyesuaian Diri Konsep Penyesuaian Diri Self-Acceptance: Konsep dan Kesehatan Mental Self-Acceptance: Konsep dan Kesehatan Mental Mutu Pelayanan Peserta JKN Mutu Pelayanan Peserta JKN Kualitas Pelayanan Puskesmas Kualitas Pelayanan Puskesmas
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…