Terakhir diperbarui: 19 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 19 February). Manajemen Berbasis Tujuan: konsep, penetapan target, dan evaluasi kinerja. SumberAjar. Retrieved 23 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/manajemen-berbasis-tujuan-konsep-penetapan-target-dan-evaluasi-kinerja  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Manajemen Berbasis Tujuan: konsep, penetapan target, dan evaluasi kinerja - SumberAjar.com

Manajemen Berbasis Tujuan: Konsep, Penetapan Target, dan Evaluasi Kinerja

Pendahuluan

Manajemen berbasis tujuan merupakan pendekatan strategis dalam mengelola organisasi yang berfokus pada pencapaian tujuan yang jelas dan terukur. Di era persaingan global serta tuntutan kualitas kerja yang semakin tinggi, organisasi, baik di sektor publik maupun swasta, dituntut untuk tidak hanya menetapkan target tetapi juga benar-benar mampu mengukur pencapaiannya secara sistematis. Manajemen berbasis tujuan membantu organisasi meningkatkan akuntabilitas, motivasi, serta hasil performa individu dan tim melalui penetapan tujuan yang selaras dengan visi dan misi organisasi. Selain itu, pendekatan ini juga berperan dalam mengarahkan perilaku kerja karyawan, memantau kemajuan, dan melakukan evaluasi kinerja secara sistemik sehingga organisasi dapat beradaptasi dengan perubahan lingkungan kerja dan mencapai keunggulan kompetitif. ([Lihat sumber Disini - journal.univetbantara.ac.id])


Definisi Manajemen Berbasis Tujuan

Definisi Manajemen Berbasis Tujuan Secara Umum

Manajemen berbasis tujuan adalah suatu pendekatan manajemen yang menekankan penetapan tujuan organisasi secara sistematis, terukur, dan jelas sebagai dasar seluruh proses perencanaan, pelaksanaan, pembinaan, hingga evaluasi kinerja. Tujuan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai arah kerja, tetapi juga sebagai tolok ukur untuk menilai pencapaian hasil kerja individu maupun kelompok dalam organisasi. Dengan kata lain, pendekatan ini menempatkan tujuan sebagai dasar utama dalam mengarahkan perilaku organisasi secara keseluruhan sehingga setiap proses kerja dapat diarahkan untuk mencapai hasil yang diinginkan. ([Lihat sumber Disini - toolshero.com])

Definisi Manajemen Berbasis Tujuan dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tujuan adalah sesuatu yang hendak dicapai melalui suatu aktivitas atau proses. Secara eksplisit, manajemen berbasis tujuan dapat diartikan sebagai pengelolaan yang didasarkan pada tujuan organisasi yang hendak dicapai secara terencana, terukur, dan terarah. Definisi ini menggarisbawahi aspek keberpihakan pada pencapaian hasil yang konkret dan bukan sekadar aktivitas tanpa arah. (KBBI Online)

Definisi Manajemen Berbasis Tujuan Menurut Para Ahli

Menurut Peter Drucker, yang memperkenalkan konsep Management by Objectives (MBO), manajemen berbasis tujuan adalah suatu proses di mana manajer dan bawahan bekerja sama untuk menetapkan tujuan organisasi yang jelas dan kemudian mengevaluasi kontribusi masing-masing pihak terhadap pencapaian tujuan tersebut berdasarkan hasil yang telah ditetapkan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Odiorne menyatakan bahwa MBO adalah proses sistematis di mana atasan dan bawahan bersama-sama mengidentifikasi tujuan bersama, menentukan area tanggung jawab, dan menggunakan ukuran hasil tersebut sebagai panduan dan penilaian kontribusi setiap anggota organisasi. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Sementara itu, penelitian kontemporer menginterpretasikan manajemen berbasis tujuan sebagai suatu sistem manajemen kinerja yang berorientasi pada hasil, dengan tujuan-tujuan yang diturunkan dari visi organisasi yang dirumuskan secara partisipatif dan memiliki indikator pencapaian yang jelas. ([Lihat sumber Disini - journal.univetbantara.ac.id])


Prinsip-Prinsip Penetapan Tujuan Organisasi

Penetapan tujuan bukan sekadar menentukan target semata, tetapi harus memenuhi prinsip-prinsip tertentu agar benar-benar bermanfaat dalam pengelolaan kinerja organisasi. Pertama, tujuan harus spesifik dan terukur. Tujuan yang jelas akan memudahkan individu atau tim dalam memahami apa yang harus dicapai serta bagaimana cara mencapainya. Penelitian menunjukkan bahwa tujuan yang spesifik dan menantang akan menghasilkan kinerja yang lebih tinggi dibandingkan tujuan yang umum atau tidak jelas. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Kedua, tujuan harus realistis dan dapat dicapai. Meskipun menantang, tujuan haruslah dapat dicapai secara praktis sehingga tidak menimbulkan demotivasi. Ketiga, tujuan idealnya dirumuskan secara partisipatif antara manajer dengan karyawan. Partisipasi ini membantu karyawan merasa memiliki tujuan, sehingga komitmen mereka terhadap pencapaian tujuan meningkat dan memperkuat motivasi internal. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

Keempat, tujuan harus selaras dengan visi dan strategi organisasi. Ketidaksesuaian antara tujuan individu dan tujuan organisasi dapat menurunkan produktivitas dan motivasi karyawan karena arahnya tidak mendukung arah strategis organisasi secara keseluruhan. Oleh karena itu, prinsip keselarasan tujuan individu terhadap tujuan organisasi merupakan aspek penting dalam manajemen berbasis tujuan. ([Lihat sumber Disini - journal.univetbantara.ac.id])


Proses Penetapan Target Kinerja

Proses penetapan target kinerja dalam manajemen berbasis tujuan dimulai dari identifikasi visi dan misi organisasi yang kemudian diturunkan menjadi tujuan strategis. Langkah berikutnya adalah menetapkan tujuan operasional yang lebih spesifik dan relevan dengan tugas individu atau unit kerja. Setiap tujuan harus dirumuskan dengan jelas, terukur, dan realistis, serta disepakati bersama oleh pihak yang terkait. Penelitian literatur menunjukkan bahwa proses penetapan tujuan harus melibatkan dialog antara manajer dan karyawan untuk memastikan pemahaman bersama serta komitmen terhadap tujuan tersebut. ([Lihat sumber Disini - toolshero.com])

Komponen penting dalam proses ini termasuk menentukan indikator kinerja, menetapkan standar pencapaian, dan menyusun rencana tindakan yang konkret untuk mencapai target. Indikator kinerja ini berfungsi sebagai tolok ukur dalam menilai pencapaian dan akan digunakan saat evaluasi kinerja di akhir periode. ([Lihat sumber Disini - mdpi.com])

Selain itu, proses penetapan target harus menggunakan prinsip SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound) sehingga tujuan yang ditetapkan benar-benar dapat dilaksanakan, dipantau, dan dievaluasi. Prinsip SMART membantu organisasi menghindari tujuan yang terlalu umum atau ambigu sehingga dapat meningkatkan akurasi evaluasi kinerja. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Peran Tujuan dalam Pengarahan Kinerja

Tujuan memiliki peran strategis dalam mengarahkan perilaku kinerja organisasi. Pertama, tujuan memberikan pedoman kerja yang jelas bagi setiap individu dan tim tentang apa yang harus dicapai. Ketika tujuan sudah ditetapkan secara terukur dan tepat, individu lebih mampu mengarahkan energinya untuk tugas-tugas yang relevan dengan pencapaian tujuan tersebut. Selain itu, tujuan juga membantu meningkatkan fokus kerja karena individu tahu apa yang menjadi prioritas utama. Penelitian dalam konteks perilaku organisasi menunjukkan bahwa tujuan yang jelas dapat meningkatkan efektivitas kerja karena karyawan memiliki pemahaman yang sama tentang ekspektasi kinerja yang diperlukan. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

Selanjutnya, tujuan juga menjadi alat motivasi. Ketika individu mengetahui apa yang harus dicapai serta diberikan ruang untuk ikut serta dalam proses penetapan tujuan, motivasi internal meningkat karena mereka merasa memiliki peran aktif dalam pencapaian hasil organisasi. Keterlibatan dalam penetapan tujuan telah terbukti mampu meningkatkan komitmen karyawan terhadap target yang ditetapkan serta memperkuat rasa tanggung jawab terhadap tugasnya. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Tujuan juga berfungsi sebagai standar pembanding dalam evaluasi kinerja. Dengan adanya tujuan yang ditetapkan secara sistematis, organisasi dapat menggunakan indikator pencapaian sebagai dasar evaluasi yang objektif. Hal ini membantu menghilangkan subjektivitas dalam penilaian kinerja serta memberikan dasar yang kuat untuk pengambilan keputusan terkait penghargaan, pengembangan, maupun pembinaan karyawan. ([Lihat sumber Disini - mdpi.com])


Evaluasi Kinerja Berbasis Tujuan

Evaluasi kinerja berbasis tujuan merupakan proses mengukur sejauh mana hasil kerja yang dicapai individu, tim, atau organisasi sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Evaluasi ini melibatkan pengukuran kinerja melalui indikator yang sudah disepakati saat perencanaan tujuan. Evaluasi bersifat sistematis dan objektif karena berlandaskan indikator yang jelas serta tolok ukur pencapaian yang terukur. Dalam evaluasi berbasis tujuan, organisasi tidak hanya melihat hasil akhir tetapi juga proses yang ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut. ([Lihat sumber Disini - mdpi.com])

Selain itu, evaluasi kinerja harus memberikan umpan balik yang konstruktif kepada karyawan. Umpan balik ini membantu karyawan memahami kekuatan dan kelemahan mereka serta bagian mana yang perlu diperbaiki untuk pencapaian tujuan selanjutnya. Proses feedback yang konsisten dan transparan merupakan bagian penting dari evaluasi yang efektif karena tidak hanya menilai tetapi juga mendukung perkembangan kinerja individu dan tim. ([Lihat sumber Disini - journal.univetbantara.ac.id])

Evaluasi juga memberikan informasi strategis bagi pimpinan organisasi dalam merumuskan kebijakan, perbaikan proses kerja, serta memastikan tujuan organisasi tetap relevan dengan dinamika internal dan eksternal lingkungan kerja. Dengan demikian, evaluasi kinerja berbasis tujuan tidak hanya berfungsi sebagai alat penilaian, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran organisasi untuk menjadi lebih adaptif dan responsif. ([Lihat sumber Disini - journal.univetbantara.ac.id])


Dampak Manajemen Berbasis Tujuan terhadap Kinerja Organisasi

Penerapan manajemen berbasis tujuan terbukti memberikan dampak positif terhadap kinerja organisasi. Pertama, pendekatan ini meningkatkan produktivitas karena setiap individu memiliki arah kerja yang jelas dan indikator pencapaian yang terukur. Ketika tujuan yang ditetapkan mampu memotivasi kerja, produktivitas individu maupun tim akan meningkat karena ada standar yang menjadi acuan dalam pelaksanaan tugas. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

Kedua, manajemen berbasis tujuan membantu memperkuat akuntabilitas kerja. Dengan adanya kepala tolok ukur yang jelas dan evaluasi yang sistematis, individu menjadi lebih bertanggung jawab terhadap tugas yang diembannya. Hal ini berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hasil kerja secara keseluruhan. ([Lihat sumber Disini - journal.univetbantara.ac.id])

Ketiga, pendekatan ini mendukung pengembangan kompetensi karyawan melalui feedback dan evaluasi berkala. Karyawan yang mendapatkan umpan balik secara konsisten akan memiliki gambaran tentang area kerja yang perlu diperbaiki sehingga dapat meningkatkan kompetensi mereka dalam jangka panjang. ([Lihat sumber Disini - journal.univetbantara.ac.id])


Kesimpulan

Manajemen berbasis tujuan adalah pendekatan strategis yang menempatkan tujuan sebagai dasar utama dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kinerja organisasi. Pendekatan ini mensyaratkan penetapan tujuan yang jelas, terukur, dan realistis, serta melibatkan partisipasi aktif antara manajer dan karyawan. Tujuan berperan penting sebagai alat pengarahan kerja, motivasi, serta tolok ukur dalam evaluasi kinerja. Evaluasi berbasis tujuan yang objektif mendukung peningkatan produktivitas, akuntabilitas, dan pengembangan kompetensi karyawan. Secara keseluruhan, penerapan manajemen berbasis tujuan berdampak positif terhadap peningkatan kinerja organisasi karena membantu organisasi menjadi lebih adaptif, fokus, dan responsif terhadap perubahan lingkungan kerja.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Manajemen berbasis tujuan adalah pendekatan manajemen yang menekankan penetapan tujuan kerja yang jelas, terukur, dan disepakati bersama sebagai dasar perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kinerja organisasi.

Tujuan utama manajemen berbasis tujuan adalah meningkatkan efektivitas dan kinerja organisasi dengan menyelaraskan tujuan individu dan unit kerja dengan tujuan strategis organisasi.

Prinsip penetapan tujuan organisasi meliputi kejelasan tujuan, keterukuran, ketercapaian, relevansi dengan visi organisasi, serta keterbatasan waktu pencapaian.

Proses penetapan target kinerja dilakukan dengan menetapkan tujuan strategis organisasi, menurunkannya ke tujuan operasional, menentukan indikator kinerja, serta menyepakati target antara pimpinan dan karyawan.

Tujuan berperan sebagai pedoman kerja, alat motivasi, serta standar evaluasi kinerja yang membantu karyawan fokus pada prioritas kerja dan meningkatkan tanggung jawab terhadap hasil.

Evaluasi kinerja dilakukan dengan membandingkan hasil kerja yang dicapai dengan tujuan dan indikator yang telah ditetapkan, serta memberikan umpan balik untuk perbaikan kinerja di periode berikutnya.

Manajemen berbasis tujuan berdampak positif terhadap kinerja organisasi dengan meningkatkan produktivitas, akuntabilitas, motivasi kerja, serta kualitas pengambilan keputusan manajerial.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
SPK Penentuan Harga Produk UMKM SPK Penentuan Harga Produk UMKM Sistem Web Manajemen UKT Kampus Sistem Web Manajemen UKT Kampus Kepemimpinan Berorientasi Kinerja: Konsep, Pencapaian Target, dan Evaluasi Kepemimpinan Berorientasi Kinerja: Konsep, Pencapaian Target, dan Evaluasi Populasi Target: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Populasi Target: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Sistem Web Pengelolaan Tugas Kelompok Sistem Web Pengelolaan Tugas Kelompok SPK Penentuan Harga Sewa Peralatan SPK Penentuan Harga Sewa Peralatan Manajemen Proyek Perangkat Lunak: konsep, perencanaan proyek, dan keberhasilan sistem Manajemen Proyek Perangkat Lunak: konsep, perencanaan proyek, dan keberhasilan sistem Manajemen Berbasis Data: konsep, pengambilan keputusan, dan akurasi informasi Manajemen Berbasis Data: konsep, pengambilan keputusan, dan akurasi informasi Biaya Produksi: Konsep dan Klasifikasi Biaya Biaya Produksi: Konsep dan Klasifikasi Biaya Materialitas dalam Audit: Konsep, Penentuan, dan Pertimbangan Auditor Materialitas dalam Audit: Konsep, Penentuan, dan Pertimbangan Auditor Manajemen Data Pendidikan: Konsep, Standar, dan Implementasi Manajemen Data Pendidikan: Konsep, Standar, dan Implementasi Kualitas Manajemen: Konsep, Praktik Manajerial, dan Kinerja Kualitas Manajemen: Konsep, Praktik Manajerial, dan Kinerja Manajemen Karier: Konsep, Perencanaan Karier, dan Pengembangan Individu Manajemen Karier: Konsep, Perencanaan Karier, dan Pengembangan Individu Media Pembelajaran Berbasis Teknologi: konsep, inovasi, dan implementasi Media Pembelajaran Berbasis Teknologi: konsep, inovasi, dan implementasi Strategi Pemasaran: Konsep, Perencanaan Strategi, dan Keunggulan Bersaing Strategi Pemasaran: Konsep, Perencanaan Strategi, dan Keunggulan Bersaing Manajemen Hutan: Konsep Perencanaan, Pengelolaan, dan Keberlanjutan Sumber Daya Manajemen Hutan: Konsep Perencanaan, Pengelolaan, dan Keberlanjutan Sumber Daya SPK Pemetaan Risiko Keamanan Data SPK Pemetaan Risiko Keamanan Data Konsep Dasar Sistem Informasi Berbasis Web dalam Dunia Pendidikan Konsep Dasar Sistem Informasi Berbasis Web dalam Dunia Pendidikan Manajemen Berbasis Nilai: konsep, internalisasi nilai, dan perilaku kerja Manajemen Berbasis Nilai: konsep, internalisasi nilai, dan perilaku kerja Manajemen Data: Pengertian, Tujuan, dan Langkah-langkahnya Manajemen Data: Pengertian, Tujuan, dan Langkah-langkahnya
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…