Terakhir diperbarui: 08 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 8 February). Marshall Stability: Konsep, Kekuatan Campuran, dan Kriteria Desain. SumberAjar. Retrieved 24 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/marshall-stability-konsep-kekuatan-campuran-dan-kriteria-desain  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Marshall Stability: Konsep, Kekuatan Campuran, dan Kriteria Desain - SumberAjar.com

Marshall Stability: Konsep, Kekuatan Campuran, dan Kriteria Desain

Pendahuluan

Perencanaan campuran aspal beton yang baik adalah salah satu faktor utama dalam memastikan ketahanan dan umur pakai jalan raya yang panjang. Di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, metode Marshall Mix Design atau Marshall Stability Method telah menjadi pendekatan klasik untuk menentukan komposisi aspal dan agregat yang ideal dalam campuran beraspal. Metode ini mengukur bagaimana bahan campuran merespon beban dan kondisi lingkungan tertentu, misalnya beban kendaraan berat, suhu tinggi, dan kelembapan, sehingga mampu memprediksi kinerja perkerasan jalan yang akan dibangun. Pendekatan ini memberikan informasi penting tentang stabilitas dan deformasi campuran aspal sehingga campuran dapat disesuaikan untuk memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan. ([Lihat sumber Disini - globalgilson.com])


Definisi Marshall Stability

Definisi Marshall Stability Secara Umum

Marshall Stability merujuk pada kemampuan suatu campuran aspal beton untuk menahan beban maksimum sebelum mengalami kerusakan atau retak permanen ketika diuji di laboratorium melalui Marshall Test. Secara istilah, stabilitas mencerminkan tingkat kekuatan dan ketahanan terhadap beban lateral yang diterapkan, sedangkan flow menggambarkan deformasi campuran saat beban diberikan. Nilai stabilitas yang tinggi menunjukkan campuran yang kuat, namun nilai flow yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat menunjukkan masalah pada fleksibilitas atau kekakuan campuran. Metode ini sering menjadi tolok ukur awal dalam perancangan campuran aspal yang berkualitas untuk jalan lalu lintas berat. ([Lihat sumber Disini - astm.org])

Definisi Marshall Stability dalam KBBI

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tidak mencantumkan istilah Marshall Stability secara spesifik karena ini merupakan istilah teknis di bidang teknik sipil dan perkerasan jalan. Namun untuk pemahaman istilah secara terjemahan dan adaptasi dalam bahasa Indonesia, istilah “stabilitas Marshall” dapat ditafsirkan sebagai “ukuran kekuatan dan ketahanan suatu campuran perkerasan terhadap deformasi di bawah beban, yang diukur dengan metode uji Marshall.” Kasus ini sejalan dengan istilah teknis yang digunakan di laboratorium dan literatur teknik, meskipun istilah ini bukan kata baku yang dapat dicari langsung dalam KBBI. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Definisi Marshall Stability Menurut Para Ahli

Menurut para ahli di bidang perkerasan jalan, Marshall Stability memiliki beberapa definisi yang penting:

  1. Bruce Marshall, Penemu metode Marshall, menjelaskan bahwa uji Marshall Stability digunakan untuk menemukan optimum binder content atau kadar aspal optimum dalam campuran, dengan tujuan mencapai keseimbangan antara kekuatan (stabilitas) dan deformasi (flow) yang sesuai standar perkerasan jalan. ([Lihat sumber Disini - pavementinteractive.org])

  2. Pavement Interactive Reference, Menyebutkan bahwa metode Marshall adalah pendekatan untuk memilih kadar binder aspal sehingga memenuhi nilai minimum stabilitas dan rentang nilai flow, yang sangat penting dalam pengujian campuran HMA (Hot Mix Asphalt). ([Lihat sumber Disini - pavementinteractive.org])

  3. Standar ASTM D6927, Mengartikan Marshall Stability sebagai karakteristik campuran aspal yang ditentukan dari uji pada spesimen yang dikompaksi, di mana sifat stabilitas mencerminkan beban maksimum sebelum deformasi permanen. ([Lihat sumber Disini - astm.org])

  4. Penelitian Teknik Sipil Modern, Menyatakan bahwa Marshall Stability adalah ukuran kemampuan campuran aspal untuk menahan deformasi plastis di bawah beban lurus, sangat penting dalam memprediksi performa jalan terhadap rutting, retak, dan kerusakan struktural lainnya. ([Lihat sumber Disini - getonecrew.com])


Prinsip Metode Marshall

Metode Marshall didasarkan pada beberapa prinsip dasar yang melibatkan pengujian campuran aspal beton secara sistematis untuk menentukan komposisi terbaik dari bahan campuran tersebut:

Pertama, campuran aspal beton disiapkan dengan beberapa variasi kadar aspal. Setiap variasi dilakukan dengan proporsi aspal yang berbeda untuk melihat bagaimana perubahan kadar aspal mempengaruhi sifat campuran. Specimen tersebut kemudian dikompaksi menggunakan mesin pemadat Marshall sesuai standar teknis. Setelah pemadatan, specimen ditempatkan di dalam bak air pada suhu 60°C untuk mensimulasikan kondisi lingkungan panas dan lembap, yang sering terjadi di lapangan. Dalam langkah berikutnya, beban lateral diberikan pada specimen menggunakan mesin uji hingga terjadi kerusakan atau patah. Nilai stabilitas diukur sebagai beban maksimum yang ditanggung sebelum terjadinya deformasi, sedangkan flow diukur sebagai deformasi yang terjadi dari kondisi awal sampai keruntuhan. Data ini kemudian diplot terhadap kadar aspal untuk menentukan kadar aspal optimum yang memenuhi nilai stabilitas tinggi dengan flow dalam rentang yang dapat diterima. ([Lihat sumber Disini - globalgilson.com])

Prinsip lain yang juga penting adalah bahwa stabilitas dan flow harus berada dalam batas tertentu sesuai standar teknis yang diterapkan di wilayah konstruksi, misalnya standar ASTM atau spesifikasi nasional seperti Bina Marga di Indonesia. Pemilihan kadar aspal yang tepat memastikan bahwa campuran memiliki struktur internal yang seimbang, sehingga baik dalam hal kekuatan maupun fleksibilitas terhadap beban lorong lalu lintas. ([Lihat sumber Disini - globalgilson.com])


Pengujian Marshall Stability

Pengujian Marshall Stability dilakukan secara berkala di laboratorium teknik sipil untuk mengevaluasi karakteristik mekanik campuran aspal beton. Langkah-langkah umum pengujian ini meliputi:

  1. Persiapan Specimen, Bahan agregat dan aspal dicampur dengan proporsi tertentu kemudian dipadatkan dengan alat pemadat Marshall untuk membentuk specimen silinder. Specimen dibuat untuk setiap variasi kadar aspal yang diuji. ([Lihat sumber Disini - globalgilson.com])

  2. Perendaman dalam Air, Specimen yang sudah dipadatkan kemudian direndam dalam air pada suhu 60°C selama waktu tertentu untuk mensimulasikan kondisi lingkungan yang keras dan lembap. Langkah ini penting untuk mensimulasikan kondisi perkerasan jalan di musim panas atau musim hujan tropis. ([Lihat sumber Disini - astm.org])

  3. Pengujian Beban, After conditioning, each specimen is placed in the Marshall testing machine and loaded at a controlled rate until failure. The maximum load before failure is recorded as the Marshall Stability value, and the corresponding deformation is recorded as the flow value. ([Lihat sumber Disini - astm.org])

  4. Analisis Hasil, Stability and flow values from each variation are plotted against asphalt contents. The optimum asphalt content is chosen based on the highest stability combined with acceptable flow and other volumetric parameters (e.g., VIM, VMA, VFB) to meet specification requirements. ([Lihat sumber Disini - astm.org])

Hasil uji ini tidak hanya memberikan nilai stabilitas tetapi juga berbagai parameter tambahan seperti Void In Mix (VIM), Void Filled with Asphalt (VFA), dan Void in Mineral Aggregate (VMA) yang sering digunakan dalam evaluasi performa campuran. Penelitian di Indonesia menunjukkan variasi parameter ini di lapangan sesuai campuran dan variasi material yang digunakan. ([Lihat sumber Disini - journal.uwks.ac.id])


Kriteria Desain Campuran Aspal Metode Marshall

Desain campuran aspal menggunakan metode Marshall mengikuti beberapa kriteria teknis tertentu. Kriteria ini membantu menentukan kombinasi kadar aspal dan gradasi agregat yang akan menghasilkan campuran dengan performa optimal:

Kadar Aspal Optimum (KAO) adalah kadar aspal di mana campuran menunjukkan nilai stabilitas maksimum dan flow yang masih memenuhi batas toleransi spesifikasi teknis. Nilai KAO ini penting karena terlalu sedikit aspal menyebabkan campuran menjadi rapuh, sedangkan terlalu banyak aspal menurunkan stabilitas dan meningkatkan deformasi. ([Lihat sumber Disini - journal.uwks.ac.id])

Nilai Stabilitas Minimum biasanya ditetapkan oleh standar teknis seperti standar ASTM atau standar perkerasan nasional. Campuran harus mencapai nilai stabilitas minimum tersebut untuk dianggap layak secara struktural. ([Lihat sumber Disini - astm.org])

Rentang Flow, Nilai flow yang terlalu rendah bisa menunjukan campuran terlalu kaku, sementara terlalu tinggi menunjukkan deformasi besar yang sulit bagi perkerasan menghadapi beban lalu lintas. Rentang flow yang dapat diterima sering ditentukan oleh standar desain campuran. ([Lihat sumber Disini - astm.org])

Parameter Volumetrik seperti VIM, VMA, dan VFA juga menjadi kriteria dalam mengevaluasi campuran. Nilai-nilai tersebut membantu memastikan bahwa campuran memiliki keseimbangan yang baik antara ruang kosong dan pengisian aspal sehingga campuran mampu menahan beban tanpa deformasi berlebihan. ([Lihat sumber Disini - astm.org])


Hubungan Marshall Stability dengan Kinerja Jalan

Nilai Marshall Stability yang diperoleh dari uji laboratorium secara langsung berkaitan dengan kinerja perkerasan jalan di lapangan. Campuran yang memiliki stabilitas tinggi menunjukkan kemampuan yang baik untuk menahan beban lalu lintas berat serta resistensi terhadap deformasi plastis atau rutting. Kinerja ini sangat penting terutama pada daerah dengan lalu lintas tinggi dan kondisi iklim tropis dengan curah hujan cukup tinggi. ([Lihat sumber Disini - getonecrew.com])

Sebaliknya, campuran dengan stabilitas rendah cenderung mengalami deformasi dini seperti rutting, retak pada permukaan jalan karena fleksibilitas material yang kurang optimal atau karena kadar aspal tidak sesuai. Hubungan antara parameter Marshall dan performa jalan ini sering menjadi dasar evaluasi desain campuran dan perbaikan formula material untuk meningkatkan umur jalan. ([Lihat sumber Disini - getonecrew.com])


Keterbatasan Metode Marshall

Walaupun metode Marshall telah umum digunakan, ada beberapa keterbatasan yang perlu dipahami:

Pertama, metode ini bersifat empirik dan tidak selalu mencerminkan kondisi nyata di lapangan, terutama pada proses pemadatan yang terjadi di laboratorium berbeda dengan pemadatan oleh beban lalu lintas dinamis. Karena itu, prediksi deformasi jangka panjang atau retak akibat kelelahan mungkin kurang akurat jika hanya mengandalkan nilai stabilitas dan flow dari uji Marshall. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

Kedua, metode ini lebih cocok untuk lingkungan dengan kondisi tertentu dan kurang representatif pada kasus-kasus ekstrem atau campuran modifikasi khusus. Oleh karena itu, desain campuran ideal sering membutuhkan pengujian tambahan seperti uji kelelahan, uji tahan air, atau metode lain seperti Balanced Mix Design untuk memberikan gambaran performa yang lebih lengkap. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])


Kesimpulan

Metode Marshall Stability merupakan pendekatan klasik dalam desain campuran aspal beton yang mengukur stabilitas dan flow campuran untuk menentukan kadar aspal dan gradasi agregat optimum. Marshall Stability membantu merancang perkerasan jalan yang kuat terhadap beban lalu lintas dan kondisi lingkungan melalui uji laboratorium terstandardisasi. Desain campuran ini didukung oleh kriteria teknis seperti nilai stabilitas minimum, rentang flow, dan parameter volumetrik lain untuk memastikan kinerja jalan sesuai spesifikasi. Walaupun memiliki keterbatasan, metode ini tetap menjadi dasar penting dalam rekayasa perkerasan jalan karena memberikan data yang berguna dalam mengevaluasi kekuatan dan deformasi campuran aspal beton. ([Lihat sumber Disini - globalgilson.com])

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Marshall Stability adalah ukuran kemampuan campuran aspal beton untuk menahan beban maksimum sebelum mengalami kerusakan atau deformasi permanen, yang diperoleh melalui pengujian Marshall di laboratorium.

Pengujian Marshall Stability bertujuan untuk menentukan kekuatan campuran aspal, nilai deformasi (flow), serta kadar aspal optimum agar campuran memenuhi persyaratan kinerja perkerasan jalan.

Parameter utama uji Marshall meliputi Marshall Stability, flow, kadar aspal optimum, serta parameter volumetrik seperti VIM, VMA, dan VFA yang digunakan untuk menilai kualitas campuran aspal.

Marshall Stability penting karena berkaitan langsung dengan kemampuan perkerasan jalan menahan beban lalu lintas, mengurangi risiko deformasi permanen, serta meningkatkan umur layanan jalan.

Keterbatasan metode Marshall antara lain bersifat empiris, kurang merepresentasikan kondisi beban dinamis di lapangan, dan tidak sepenuhnya menggambarkan perilaku campuran aspal dalam jangka panjang.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Stabilitas Campuran Aspal: Konsep, Kekuatan Campuran, dan Durabilitas Stabilitas Campuran Aspal: Konsep, Kekuatan Campuran, dan Durabilitas Kadar Aspal Optimum: Konsep, Desain Campuran, dan Performa Aspal Kadar Aspal Optimum: Konsep, Desain Campuran, dan Performa Aspal Metode Campuran: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Metode Campuran: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Pendekatan Campuran: Pengertian, Keunggulan, dan Contoh Pendekatan Campuran: Pengertian, Keunggulan, dan Contoh Validitas Isi dan Kriteria: Perbandingan dan Contoh Validitas Isi dan Kriteria: Perbandingan dan Contoh Dampak Penyimpanan Obat yang Tidak Tepat Dampak Penyimpanan Obat yang Tidak Tepat Durabilitas Aspal: Konsep, Ketahanan Lingkungan, dan Umur Layan Durabilitas Aspal: Konsep, Ketahanan Lingkungan, dan Umur Layan Arti Kriteria Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya Arti Kriteria Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya Slump Beton: Konsep, Metode Uji, dan Interpretasi Hasil Slump Beton: Konsep, Metode Uji, dan Interpretasi Hasil Metode-Metode Populer dalam Sistem Pendukung Keputusan Metode-Metode Populer dalam Sistem Pendukung Keputusan SPK Rekrutmen Karyawan dengan Metode AHP SPK Rekrutmen Karyawan dengan Metode AHP Sistem Pendukung Keputusan dalam Lingkungan Pendidikan Sistem Pendukung Keputusan dalam Lingkungan Pendidikan Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Guru Berprestasi Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Guru Berprestasi Stabilitas Kepribadian: Konsep dan Pengaruhnya Stabilitas Kepribadian: Konsep dan Pengaruhnya SPK Penilaian Kinerja Karyawan SPK Penilaian Kinerja Karyawan SPK Seleksi Calon Ketua Organisasi SPK Seleksi Calon Ketua Organisasi Metode Penelitian Campuran Sequential Exploratory Metode Penelitian Campuran Sequential Exploratory SPK Prioritas Program Kerja Sekolah SPK Prioritas Program Kerja Sekolah SPK Penentuan Paket Wisata SPK Penentuan Paket Wisata SPK Penilaian Produk Marketplace SPK Penilaian Produk Marketplace
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…